• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB IV"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

PT. SALAM PACIFIC INDONESIA LINE (SPIL) Atau dulu dikenal dengan nama PT. SAMUDERA PACIFIC yang dibentuk pada tahun 1970 merupakan sebuah perusahaan jasa pengangkutan barang antar pulau di Indonesia. Pada tahun 1984 perusahan mengakuisi saham dari PT.

SALAM SEJAHTERA yang berada di Samarinda dan memindahkan kantor pusatnya ke Surabaya sebagai tanda lahirnya PT. SALAM PACIFIC INDONESIA LINE (SPIL).

Pada tahun 1996 SPIL mengembangkan usaha bisnisnya yang bermula sebagai kapal curah menjadi pengiriman efisien menggunakan container. PT SPIL adalah perusahaan pengiriman peti kemas terbesar di Indonesia berdasarkan ukuran armada dan kapasitas cargo. Saat ini menjalankan 60 kapal container mulai dar 288 TEUs sampai 3.500 TEUs.

Gambar 4. 1 ( Kapal KM.SPIL CITRA)

Sumber data: //http://www.shipspotting.com/gallery/photo.php?lid=2939903

24

(2)

Penelitian ini dilaksanakan di atas kapal KM. SPIL Citra yang mana merupakan kapal container dengan GT. 35981 ton. Kapal ini memiliki call sign yaitu YBSU2 dengan imo number 9392559. Jumlah awak kapal ada 23 orang. Kapal KM. Spil Citra di bangun pada tahun 2009 yang mana memiliki dimensi panjang 231 meter dan lebar 32.2 meter. Kapal KM.

SPIL Citra beroperasi di daerah perairan lokal dengan membawa muatan container yang dimiliki oleh perusahaan PT. Salam Pacific Indonesia Line (SPIL) yang berlokasi di kota Surabaya.

Dalam penelitian yang berjudul” PENANGANAN PEMISAHAN SAMPAH DIATAS KAPAL KM.SPIL CITRA UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LAUT” ini penulis melakukan penelitian di kapal SPIL Citra pada periode 24 agustut 2019 sampai 02 september 2020 dengan rute tetap yaitu, Tanjung Priok (Jakarta), Terminal Peti Kemas Surabaya, Pelabuhan Kariangau (Balikpapan), Pelabuhan Bitung (Bitung), Pelabuhann kariangau (Balikpapan), Terminal Berlian ( Surabaya).

B. HASIL PENELITIAN 1. Penyajian Data

a. Prosedur pembuangan sampah di KM. SPIL Citra

Prosedur untuk menangani sampah yang dihasilkan oleh kapal dapat dibagi menjadi 4 langkah: pengumpulan, pengolahan,

penampungan dan pembuangan.

1). Pengumpulan

Prosedur-prosedur dalam pengumpulan sampah harus berdasarkan pada pertimbangan apakah dapat atau tidak dapat

(3)

dibuang kelaut sepanjang perjalanan. Kategori tempat-tempat sampah ditandai dengan jelas dapat disediakan untuk jenis sampah seperti yang ditimbulkannya. Tempat untuk tiap-tiap kategori harus jelas ditandai dan dibedakan dengan warna, grafik, bentuk-bentuk ukuran. Tempat wadah ini harus disiapkan dalam tempat yang cukup dikapal.Awak kapal dan penumpang harus diberitahu sampah yang boleh atau tidak boleh dibuang kelaut.

Pada kapal KM. SPIL Citra memiliki 8 tempat sampah besaruntuk umum yang berada pada ruang sampah terdiri dari :

a) Tiga tempat sampah untuk sampah plastik b) Dua tempat sampah untuk sampah operational

c) Satu tempat sampah untuk sampah makanan (food waste) d) Satu tempat sampah untuk sampah domestic waste e) Satu tempat sampah untuk sampah abu incinerator.

2). Pengolahan

Bergantung pada faktor-faktor seperti jenis kapal, daerah pengoperasian dan jumlah crew, kapal harus dipasang dengan incinerator atau alat lainnya.Untuk pengolahan sampah incinerator kapal dirancang untuk operasi sementara pembakaran sampah.

Pengoprasian incinerator di KM. SPIL Citra hanya beroperasi saat kapal sedang berlayar. Aturan-aturan khusus pada incinerator disetujui oleh pihak yang berwenang di beberapa pelabuhan dan dapat digunakan pada daerah khusus, sebelum menggunakan incinerator, pada saat dipelabuhan, permohonan ijin mungkin

(4)

dibutuhkan dari pihak yang berwenang dipelabuhan tersebut, pada umumnya menggunakan incinerator untuk sampah di atas kapal didalam pelabuhan dihindari karena penggunaannya akan menambah kemungkinan polusi udara. . Untuk alat mencacah sampah makanan sehingga menjadi kecil di kapal SPIL Citra tidak mempunyai alat tersebut.

3). Penampungan

Sampah terkumpul dari area yang berbeda dikapal KM. SPIL Citra terdapat tempat penampungan sampah di daerah main deck sebelah kiri yang bernama garbage room.

Gambar 4. 2 (Garbage room di kapal SPIL Citra)

Sumber: KM. SPIL Citra

Sampah harus dikembalikan dipelabuahan untuk dipindahkan membutuhkan penampungan yang sesuai tergantung pada panjang pelayaran atau keberadaan fasilitas penampungan didalam pelabuhan. Sampah sebaiknya disimpan dengan sebuah cara yang dapat mencegah zat berbahaya misalkan kaleng, box, drum atau penampungan yang lain sebaiknya untuk yang lebih pendek (sampah yang dapat dibuang) selama pelayaran.

(5)

4). Pembuangan

Pembuangan sampah di kapal KM. SPIL Citra sudah diatur aturan pembuangannya. Berikut tabel dalam proses pembuangan sampah ke laut :

Tabel 2. 2 (Aturan Pembuangan sampah dikapal) Pembuangan Sampah Di kapal SPIL Citra

Kategori Aturan Pembuangan Perlakuan

kru kapal Bukan area khusus Area Khusus

A Plastik Dilarang dibuang Dilarang Dibuang Diterapkan B Sampah

Makanan

a) Pembuangan > 3 NM dari garis pantai dan telah dihancurkan <

25 mm

b) Bahan tidak tercampur dan tidak

dihancurkan Pembuangan diperbolehkan >

12 NM dari garis pantai.

a) Bahan yang dihancurkan dapat dibuang

> 12 NM garis garis pantai b) Pembuangan

dilarang

Tidak diterapkan

C Sampah Pembuangan Pembuangan Diterapkan

(6)

rumah tangga

dilarang dilarang

D Minyak Pembuangan dilarang

Pembuangan dilarang

Diterapkan

E Abu

Incinerator

Pembuangan dilarang

Pembuangan dilarang

Diterapkan

F Sampah Operational

Pembuangan dilarang

Pembuangan dilarang

Diterapkan

G Sisa Minyak

Pembuangan

diperbolehkan > 12 NM Dari garis pantai untuk minyak yang tidak tercampur air cucian tanki.

Pembuangan dilarang

Diterapkan

H Bangkai Hewan

Pembuangan

diperbolehkan >

100 NM

Pembuangan dilarang

Diterapkan

I Gear pancing

Pembuangan dilarang

Pembuangan dilarang

Diterapkan

Dari hasil tabel diatas Kru kapal KM. SPIL Citra sudah menerapkan sebagian besar aturan pembuangan sampah akan tetapi, para kru masih melakukan kesalahan saat pembuangan sampah

(7)

makanan karena keadaan sampah masih tercampur dengan barang- barang lain.

Permasalahan yang ada di kapal KM. SPIL Citra adalah penandaan ataupun penamaan ditempat sampah yang masih kurang lengkap sehingga para kru langsung membuang sampah tanpa memperhatikan tempat sampahnya.

b. Cara pemisahan sampah di KM.SPIL CITRA

Banyak tempat sampah yang ada di dalam kapal KM. SPIL Citra masih belum dinamai berdasar jenis- jenisnya, sehingga masih banyak sampah makanan yang tercambur dengan plastik ataupun sampah lain yang tidak boleh dibuang kelaut yang terlihat sepeti gambar 4.3.

Dalam gambar tersebut terlihat pelayan (mess boy) harus memisahkan sampah plastik yang awalnya berada pada tempat sampah berwarna hijau ke tempat sampah berwarna kuning karena kurang pahamnya para kru pembagian tempat sampah yang masih belum di beri nama.

Gambar 4. 3 (Mess boy melakukan pemisahan sampah)

Sumber: KM. SPIL Citra

(8)

2. Analisis Data

Dari data permasalahan diatas dapat dianalisa bahwa :

a. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman awak kapal terhadap jenis- jenis sampah dan sarana yang membantu mempermudah pembuangan sesuai dengan marine pollution annex V.

Beberapa awak belum memahami berbagai pengelompokan sampah sesuai jenis dan tempatnya sesuai MARPOL (marine pollution) annex V . Pemisahan sampah di KM. SPIL Citra masih belum berjalan dengan karena sarana untuk membuang sampahnya masih rancu atau tidak diperjelas. Sehingga para kru kapal masih belum memahami betapa pentingnya pemisahan sampah sebelum dibuang.

Karena pembuangan sampah yang tidak sesuai dapat menyebabkan rusak ekosistem alam dan sangat berpengaruh terhadah kehidupan.

C. PEMBAHASAN

1. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman awak kapal terhadap jenis- jenis sampah sesuai dengan marine pollution (MARPOL) annex V.

Merujuk pada permasalahan diatas KM. SPIL Citra memberikan pengarahan kepada para awak kapal dalam hal pentingnya pemisahan sampah sebelum dibuang . Kegiatan meating diatas anjungan. yang dipimpin oleh nakhoda KM. SPIL Citra ,sehingga dengan harapan awak kapal dapat memahami tentang jenis jenis sampah dan cara pembuangannya.

(9)

Gambar 4. 4 (Meeting tentang penanganan sampah din kapal SPIL Citra)

Sumber: KM. SPIL Citra.

Selain masalah tersebut, penamaan tempat sampah sangat penting dan sangat diperlukan untuk membantu para kru kapal dalam pemisahan sampah sehingga dapat mempermudah dalam pembuangan oleh kru kapal ataupun oleh fasilitas dari pelabuhan . Berikut merupakan penempelan nama pada tempat sampah sesuai jenisnnya seperti pada gambar 4.5

Gambar 4. 5 (Marking nama pada setiap tempat sampah)

Sumber : KM. Spil Citra

(10)

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan rumusan masalah, hasil analisa data dan pembahasan penanganan pemisahan sampah di KM. SPIL Citra masih belum melakukan penanganan pemisahan sampah secara tepat karena kurang pahamnya para kru kapal terhadap pemisahan sampah, sehingga perlu di berikan pengarahan kepada kru. Serta, kurang lengkapnya petunjuk fasilitas pembuangan diatas kapal, sehingga para kru tidak melakukan pembuangan secara tepat, maka dari itu penting sekali kita harus selalu bersikap kritis dalam segala hal.

B. SARAN

Dari pembahasan sehubungan dengan masalah penelitian tentang penanganan pemisahan sampah diatas kapal untuk mencegah pencemaran di laut, maka penulis mencoba mengajukan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak- pihak yang bersangkutan sehingga berguna meningkatkan kinerja para awak kapal, yaitu :

1. Memberikan familiarisasi atau pengenalan terhadap awak kapal yang baru naik. Familiarisasi dilakukan setiap ada awak kapal yang baru naik sesuai prosedur.

2. Mengadakan pengarahan secara rutin setiap bulan yang membahas tentang pemahaman aturan Marine Pollution.

3. Selalu bersikap kritis agar tercipta lingkungan yang baik serta selalu menjaga dan merawat lingkungan.

33

(11)

Apabila saran- saran tersebut diatas dapat dilaksanankan dengan baik dan benar, maka diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan awak kapal tentang aturan Marine Pollution Annex V, sehingga awak kapal mampu memahami aturan ini dan lebih menjaga lingkungan dilaut dengan demikian, pencemaran dilaut akan dapat ditanggulangi dengan memulai lebih ditegakkan aturan ini dalam kapal yang beroperasi.

Referensi

Dokumen terkait

Namun dibalik keindahan pantainya, menurut penelitian lapangan banyak terdapat sampah seperti sampah plastik dan sampah organik di sekitar Pantai Cermin, permasalahan lain yang