BAB
IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
Dalam Karya Ilmiah Terapan ini penulis akan mendeskripsikan tentang gambaran umum objek penelitian sesuai dengan judul penelitian ini yaitu “PENERAPAN MARPOL ANNEX I UNTUK MENCEGAH
PENCEMARAN LAUT OLEH MINYAK“. Sehingga dengan adanya deskripsi gambaran umum objek penelitian ini pembaca dapat memahami dan mampu merasakan tentang hal yang terjadi pada saat penulis melakukan penelitian di atas kapal KM ARMADA SENADA.
KM ARMADA SENADA adalah sebuah kapal container yang dikelola oleh PT. Salam Pasific Indonesia Lines yang berkantor di Jl. Kalianak No. 54 Surabaya, Indonesia.
KM. ARMADA SENADA memiliki route yang di hitung setiap voyagenya, route pelayaran KM ARMADA SENADA hanya berlayar pada trayek laut yaitu meliputi : Ambon – Tual – Fakfak - Kaimana.
KM ARMADA SENADA memiliki kapasitas 19 kru. Kapal ini juga bisa mengangkut truk ukuran besar dan tronton sebanyak 5 unit, terkadang pula truk trailer yang bermuatan alat berat.
Gambar 4.1 KM ARMADA SENADA
Sumber: Dokumentasi Traffic Marine : 2019
Berikut penulis menguraikan data-data mengenai kapal pada saat mengadakan penelitian :
Name : MV. ARMADA SENADA
Call sign : POIA
Builder :SINGAPORE TECHNOLOGI MARINE LTD 27
SEPTEMBER 1991
Owner : PT. SPIL
Flag : INDONESIA
Classification : B.K.I
IMO Number 9013139
Port of Register : SURABAYA Official Number 525015931 Type of Vessel : Feeder Container
DWT : 7834,67 M/T
GRT : 5320 M/T
NRT : 2892 M/T
LIGH HIP : 2657 M/T
LBP : 92,12 M/T
LOA : 120,60 m
LBP : 112,60 m
Breadth Moulded : 18,40 m Depth to Main Deck : 9,00 m Height Above Keel : 36,99 m SUMMER F’BOARD : 2530 mm SUMMER DRAFT : 6,0525 m TROPICAL DRAFT : 6,6357 m FRESH WATER DRAFT : 6,6415 m
FWA : 139 m
ENGINE FOWER : 4440Kw@720 RPM
TYPE OF ENGINE : WARTSILA VASA 12 V 32D Sr NO 5357 MAKERS NAME : OY WARTSILA DIESEL, FINLAND
BOW THRUSTER : 370 Kw
B. HASIL PENELITIAN
Adapun permasalahan yang terjadi diatas kapal berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan penulis saat melaksanakan praktik sehingga bisa mendapat kesimpulan dari rumusan masalah yang dibahas.
1. Penyajian Data
Dalam penelitian ini penulis berpendapat bahwa penerapan marpol annex I diatas kapal km. armada senada belum sesuai dengan aturan yang semestinya. Dan sesuai dengan pengamatan penulis yang pernah menyaksikan permintaan perwira jaga untuk melakukan pembuangan got saat kapal sedang sandar di pelabuhan merunda dan dalam kegiatan bongkar muat. Hal ini
membuat perwira jaga terpaksa memberikan orderan pembuangan got untuk melindungi muatan supaya tidak basah terendam air hujan. Hal ini merupakan kelalaian perwira jaga dan juru mudi jaga dalam melindungi ekosistem laut karena tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu ke dalam palka sebelum melakukan pembuangan got atau mungkin ini adalah ketidak pedulian dan kurangnya pengetahuan perwira jaga dan juru mudi jaga akan aturan MARPOL ANNEX I.
Dalam pembahasan ini, penulis akan memberikan fakta atau peristiwa yang terjadi di kapal sehubungan dengan pengaruh penerapan MARPOL ANNEX I. Fakta atau peristiwa tersebut diuraikan sebagai berikut :
a. Pada tanggal 21 Maret 2020 saat kapal sandar di pelabuhan Marunda. Pada kasus pertama yaitu pada saat kapal sandar di dermaga, dilakukan pembuangan got oleh perwira jaga dengan juru mudi jaga dikarenakan hujan deras, pada saat pembuangan got tersebut juru mudi jaga kurang memperhatikan air got yang terbuang sehingga terlambat mengetahui bahwa got yang dibuang sudah bercampur dengan FO (fuel oil) dari kebocoran pipa FO yang bautnya kurang terikat kencang setelah melakukan pergatian karet atau packing di pipa FO tersebut yang ada di dalam palka. Setelah telah terjadi pencemaran, masih ada abk yang kurang siap dalam penanganan oil spill karena dengan alasan jam jaga.
b. Jumlah ketersediaan alat untuk menanggulangi yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pada kasus ini terjadi pada taruna sendiri dimana selama taruna melaksanakan praktek laut di kapal KM ARMADA SENADA
taruna tidak mendapatkan peralatan yang memadai seperti OSD ( oil spil dispersant) yang berfungsi untuk menguraikan minyak yang tercampur dengan air. sehingga taruna menyimpulkan bahwa alat untuk menanggulangi pencemaran yang ada di atas kapal tempat taruna melaksanakan prala tidak lengkap seperti yang seharusnya.
Tabel 4.1 Inventaris SOPEP KM. ARMADA SENADA
NO UNIT JUMLAH
1 SERBUK GERGAJI 3 KARUNG
2 SEKROP 3 PCS
3 PROP MARINE 4 PCS
4 EMBER 2 PCS
5 MAJUN 1 KG
6 SAPU LIDI 3 PCS
7 GAYUNG 2 PCS
8 OSD (OIL SPILL DISPERSANT) 25 LTR
9 SEPATU BOOTS 1 PCS
Sumber: KM. ARMADA SENADA : 2020 c. Penerapan MARPOL ANNEX I Proses Bunkering
1) Persiapan Awal
a) Harus diyakini bahwa semua personil yang terlibat siap dan tanggap atas segala kemungkinan yang terjadi
b) Diskusi renca pengisian BBM dan urutan pengisian tangki dengan Mualim yang terlibat
c) Tutup dan amankan semua katup buangan
d) Tutup dan pasang flensa kedap untuk manifold yang tidak dipakai e) Sumbat semua buangan air geladak agar kedap minyak / air f) Bersihkan sekitar tempat pengisian, amankan semua sumbat g) Siapkan material penyerap ( oil absorbent ) di lokasi tertentu h) Siapkan sarana pengeringan air yang berkumpul di geladak
i) Siapkan sarana kumonikasi antara tempat – tempat pengisian mualim jaga dan kamar mesin
j) Periksa apakah pipa udara tangki BBM telah terbuka
k) Pastikan apakah tutup pipa duga telah kedap kecuali yang sedang dipakai
l) Pastikan apakah konfirmasi ruang mesin tersedia dari tangki BBM diisi
m) Periksa apakah semua high level alarm tangki BBM berfungsi n) Harus diyakini bahwa semua sarana PMK telah disiapkan 2) Menjelang Pengisian BBM
a) Periksa apakah panjang selang mencukupi b) Periksa apakah ada kerusakan selang dan kopling
c) Periksa apakah berat selang tidak melebihi SWL derek boom d) Siapkan bak penampung dibawah kopling selang
e) Periksa apakah spesifikasi dan value telah sesuai
f) Diskusikan rencana pengisian pengisian dengan pihak pemasok
g) Diskusikan tindakan – tindakan darurat sesuai prosedur dengan pemasok
h) Diskusikan prosedur respon dari pemasok jika terjadi keadaan darurat i) Siapkan jalur komunikasi antara kapal dengan pemasok
• Setujui sistem sinyal dengan pemasok
• Sebelum pemompaan
• Pengurangan kecepatan pompa
• Penghentian pemompaan
• Penghentian dalam keadaan darurat
j) Setuju volume BBM yang dipompa oleh pemasok ke kapal k) Setuju satuan ukuran ( metric ton, meter kubik, barrel ) l) Setuju kecepatan dan tekanan maksimum pemompan
m) Lakukan analisa spot dengan sarana yang ada di kapal ( bila tersedia ) n) Lakukan tes kesesuaian ( bila sarana tersedia )
o) Setujui kecocokan pembacaan meter dari dari darat / tongkang p) Tunjuk seorang ABK untuk membentangkan tali tambat selama
pengisian BBM
q) Pasang kasa – kasa api di depan dan di belakang r) Yakin bahwa tangki limpah telah disiapkan
s) Persiapkan pipa dan buka katup - katup yangdiperlukan
3) Selama Pengisian
a) Mulai pemompaan dari kecepatan minimal b) Monitor tekanan pipa pengisian
c) Periksa apakah ada kebocoran selang
d) Kurangi kecepatan pemompaan dan / atau buka tangki sebelum ditambah
e) Tutup katup setiap selesai pengisian satu tangki
f) Saksikan tanggal dan tanda tangan bersama sisakan untuk stempel dan disegel
g) Yakinkan setelah selesai lakukan ullage untuk pengeringan selang / penutupan saluran
h) Beritahukan pemasok bila telah mencapai tangki terakhir i) Beri kesempatan kepada pemasok untuk memberi peringatan
kecepatan
j) Beri waktu bagi pemasok memberi aba – aba berhenti
k) Keringkan selang setelah selesai pengisian dan tutup semua katup isi 4) Setelah Selesai Pengisian
a) Yakinkan bahwa semua selang telah dikeringkan
b) Tutup dan pemasangan flense buta dari manifol telah dilakukan c) Tutup dan lepaskan sambungan kopling selang
d) Konfirmasi ulang apakah semua pipa isi dan katup isi tangki telah ditutup
e) Konfirmasi ulang semua pipa duga tangki bahan bakar
f) Tetapkan dan setujui catatan pembacaan dari tongkang dengan kapal g) Periksa apakah penerimaan telah benar
h) Isi oil record book
2. Analisis Data
Beberapa permasalahan tentang tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka hasil penelitian dapat memberikan gambaran tentang kejadian- kejadian yang penulis alami pada saat melaksanakan praktek laut diatas kapal MV. ARMADA SENADA sebagai berikut :
TABEL 4.2 GAMBARAN KEJADIAN
No Kondisi Diatas Kapal Aturan atau SOP 1 Pada tanggal 21 Maret 2020
saat kapal sandar di pelabuhan marunda. Pada kasus pertama yaitu pada saat kapal sandar di dermaga,dilakukan
pembuangan got oleh perwira jaga dengan juru mudi jaga dikarenakan hujan deras, pada saat pembuangan got tersebut juru mudi jaga kurang memperhatikan air got yang terbuang sehingga terlambat mengetahui bahwa got yang dibuang sudah bercampur dengan FO (fuel oil) dari kebocoran pipa FO yang bautnya kurang terikat kencang setelah melakukan pergatian karet atau packing di pipa FO tersebut yang ada di dalam
Marpol Annex I Chapter 2 regulation 9
a. Campuran minyak tidak berasal dari ruang pompa kargo
b. Campuran minyak tidak bercampur dengan residu kargo minyak
c. Kapal tidak berada dalam area khsus
d. Kapal lebih dari 12 mil laut dari daratan terdekat
e. Kapal sedang dalam perjalanan
Dan semua crew harus mengetahui tugasnya masing- masing seperti yang tertera di muster list yaitu:
1. Nahkoda :Komandan
palka. semua oprasi
2. Mualim 1 : Pemimpin tim pemindah minyak
3. Mualim 2 : Pemimpin bagian pengumpul minyak 4. Mualim 3 : Membantu
nahkoda mencatat
5. Bosun : Menyemprotkan oil dispersant
6. A/B 1 : Membantu C/O, menutup deck scupper, mengumpulkan minyak di deck
7. A/B 2 : Mengumpulkan minyak yang tumpah 8. A/B 3 : Naikkan bendera,
siapkan signal, lampu penerangan
9. Koki : Mengumpulkan minyak di deck
10. Kadet deck : Membantu menutup deck scupper 11. KKM : Pimpinan kamar
mesin
12. Masinis 1 : Membantu
KKM, mencatat
mempersiapkan ME
13. Masinis 2 : Mengoprasikan valve, menyiapkan AE 14. Masinis 3 : Menutup disch
outlet dan valve open
15. Elektrisen :
Mengumpulkan minyak di deck
16. Oiler 1 : Mengumpulkan minyak di deck
17. Oiler 2 : Mengumpulkan minyak yang tumpah 18. Oiler 3 : Persiapan standby
engine
19. Cadet engine : Pembantu umum
2 Jumlah ketersediaan alat untuk Perlengkapan SOPEP sesuai inventaris kapal KM. ARMADA SENADA
- Serbuk Gergaji 3 karung - Prop Marine 3 pcs - Ember 2 pcs - Majun 1 kg - Spu Lidi 3 pcs - Gayung 2 pcs - OSD 25 Liter - Sepatu Boots 1 pcs
OSD (oil spill disperant) yang seharusnya ada minimal 25 liter dalam inventaris SOPEP ( shipboard oil pollution
emergency) hanya ada 15 liter saja
menanggulangi yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pada kasus ini terjadi pada taruna sendiri dimana selama taruna melaksanakan praktek laut di kapal KM ARMADA SENADA taruna tidak mendapatkan peralatan yang memadai seperti OSD ( oil spil dispersant) yang berfungsi untuk menguraikan minyak yang tercampur dengan air. sehingga taruna menyimpulkan bahwa alat untuk menanggulangi pencemaran yang ada di atas kapal tempat taruna melaksanakan prala tidak lengkap seperti yang
seharusnya.
3 Proses bunkering KM.
ARMADA SENADA
PROSES BUNKERINGING SESUAI ANNEX I
KM. ARMADA SENADA sudah melakukan proses bunker sesuai ANNEX I yaitu :
1. Persiapan awal
2. Menjelang pengisian BBM 3. Selama pengisian BBM 4. Setelah pengisian BBM
Sumber: Dokumentasi Penulis : 2020
C. PEMBAHASAN
Dari hasil analisa data tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan awak kapal tentang MARPOL ANNEX I masih kurang. Dan perlunya pengertian pihak kantor untuk melengkapi setiap kebutuhan kapal. Sehingga dalam pembahasan ini dapat disimpulkan antara lain:
1. Jumlah ketersediaan alat pencegah pencemaran yang tidak sesuai di atas kapal.
Untuk memecahkan masalah-masalah mengenai kejadian tersebut penulis mencoba memberikan pemecahan masalah sebagai berikut :
a. Perlu adanya pengecekatan rutin dari pihak perusahaan terhadap kapal mengenai jumlah alat pencegah polusi yang ada di atas kapal baik yang layak pakai maupun yang sudah tidak layak pakai.
b. Harus ada tindak cepat dari pihak kapal maupun pihak perusahaan jika mengetahui jumlah alat pencegah pencemaran yang ada di kapal tidak sesuai dengan jumlah crew yang ada di atas kapal agar dapat di tindak lanjuti secara cepat.
2. Kurang siap nya anak buah kapal (ABK) dalam menghadapi keadaan darurat.
Untuk memecahkan masalah-masalah mengenai kejadian tersebut penulis mencoba memberikan pemecahan masalah sebagai berikut :
a. Memberikan familirisasi dan breafing pada crew untuk mencegah pencemaran laut oleh minyak.
b. Mengadakan drill secara rutin agar selalu siap dan tanggap dalam menghadapi keadaan darurat. Dan dalam pelaksanaan harus selalu diawasi oleh perwira, agar pelaksanaan drill sesuai dengan prosedur.
BAB V
PENUTUP A. KESIMPULAN
Pada pembahasan sebelumnya telah di lakukan analisa terhadap permasalahan yang ada. Dari hasil analisa tersebut di peroleh beberapa pemecahan masalah, sehingga dapat di simpulkan bahwa:
Penerapan MARPOL ANNEX I di KM ARMADA SENADA belum diterapkan sepenuhnya karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman para awak kapal serta kurang lengkapnya inventaris sopep, sehingga apabila terjadi tumpahan minyak di laut sangat lama penanganannya, oleh karena itu maka diharapkan untuk pihak kantor supaya selalu melengkapi kebutuhan alat-alat keselamatan diatas kapal. Serta bagi pihak kapal sendiri, selalu melakukan sosialisasi seperti menonton video untuk memberikan pemahaman-pemahaman bagi para awak kapal untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab seperti yang tertera di muster list KM. ARMADA SENADA.
B. SARAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diatas kapal KM. Armada Senada maka penulis akan memberikan saran yaitu :
Untuk pihak kapal terutama nahkoda agar memberikan pemahaman kesadaran seperti memberikan sosialisasi menonton video bersama saat melakukan safety meeting yang diadakan setiap bulan sekali untuk mengetahui bahayanya jika terjadi tumpahan minyak ke laut.Untuk pihak perusahaan supaya selalu
melengkapi alat-alat keselamatan di atas kapal supaya apabila terjadi pencemaran laut dapat dengan cepat diatasi. Dan perlu adanya kerja sama serta komunikasi yang baik antar sesama crew Supaya selalu fokus dan tanggap dalam setiap tindakan pekerjaan.