BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
4.1.1 Perusahaan
Dalam karya ilmiah terapan ini peneliti akan mendeskripsikan tentang gambaran umum objek penelitian sesuai dengan judul skripsi ini yaitu
“Analisa Sistem Proteksi Motor 3 fasa terhadap gangguan unbalance voltage pada penggerak konveyor di atas kapal FT.WHS ISKANDAR 1”. Sehingga dengan adanya deskripsi gambaran umum objek penelitian ini, pembaca dapat memahami dan mampu merasakan tentang hal yang terjadi pada saat peneliti melakukan penelitian di atas kapal FT.WHS ISKANDAR 1, Kapal FT. WHS ISKANDAR 1 merupakan kapal yang di miliki oleh sebuah perusahaan Indonesia.
4.1.2 Tempat Penelitian
Tempat Penelitian dilakukan di kapal FT.WHS ISKANDAR 1, yang jenis kapalnya adalah Kapal FLOTING CRANE, FT.WHS ISKANDAR 1 memiliki data data kapal sebagai berikut:
NAME OF VESEL : FT. WHS ISKANDAR 1
CALL SIGN : YCUH2
NATIONALITY : INDONESIA
PORT OF REGISTRY : TANJUNG PRIOK JAKARTA
OWNER : PT.WHS MARITIME INVESTMENTS
GRT/NRT : 34.578 T / 19.663T
L.O. A : 198.0 M
BEAM : 58.0 M
BUILDER OF SHIP : TERAOKA SHOJI INC
IMO. NO : 525400629
CLASIFICATION : BKI
TYPE OF SHIP : OTHER VESSEL
DRAFT : 12.0 MT
AUXILARY ENGGINE : 4 (empat) Unit Mitsubishi 1250 kW 4.1.3 Awak Kapal
Di atas Kapal FT.WHS ISKANDAR 1 memiliki 22 awak kapal termasuk juga Nahkoda. Awak kapal terdiri dari 4 orang officer, 4 orang engineer ,2 orang electrician, 1 orang bosun, 2 orang juru mudi, 1 orang kelasi, 2 orang fitter, 2 orang oiler, 2 orang juru masak, 1 orang pelayan, 1 cadet ETO.
4.1.4 Kronologi Kejadian
Pada tanggal 24 september 2019 saat kapal FT. WHS ISKANADAR 1 sedang melaksanakan kegiatan loading, Saat itu pada jam 09.30 divisi jaga 6- 12 terjadi sebuah kejadian yang tidak terduga yaitu motor induksi 3 fasa pada deck konveyor mengalami overheating akibat sistem proteksi yang tidak bekerja secara maksimal, saat kapal melakukan loading kapal besar, chief electrician melakukan tindakan terlebih dahulu sebelum motor induksi mengalami overheating yaitu dengan menghentikan pelaksanaan loading kapal dan melanjukan pengecekan terhadap elektro motor yang mengalami overheating.
4.2 ANALISA HASIL PENELITIAN
Peneliti menggunakan metode wawancara, observasi dan mengumpulkan data penelitian. Dalam metode pengumpul data peneliti malakukan pengambilan data pengecekan langsung terhadap elektro motor yang mengalami overheating akibat unbalance voltage pada motor induksi 3 fasa.
4.2.1 Berdasarkan Hasil Observasi
Berdasarkan pengambilan data pengukuran, masalah yang terjadi pada motor konveyor dan menyebabkan overheating pada motor induksi saat motor beroperasi adalah tegangan tidak seimbang dan arus berlebih yang diterima motor induksi saat beroperasi, Adapun data yang di kumpulkan dari hasil pengamatan dan pengecekan selama melakasanakan praktek berlayar di kapal FT.WHS ISKANDAR 1 sebagai berikut :
Tabel 4.2.1 data motor selama observasi
NO WAKTU DATA PENGUKURAN
TEGANGAN TORSI SUHU
TANGGAL JAM R S T
1 5-09-2019 12:00-18:00 440 440 440 1785 41°c 2 6-09-2019 18:00-24:00 440 439 439 1785 43°c 3 7-09-2019 24:00-06:00 440 440 440 1785 40°c 4 8-09-2019 06:00-12:00 440 440 440 1785 41°c 5 9-09-2019 12:00-18:00 440 440 440 1785 42°c 6 10-09-2019 18:00-24:00 439 439 440 1785 42°c 7 15-09-2019 12:00-24:00 438 440 440 1785 40°c 8 16-09-2019 24:00-06:00 440 440 440 1785 40°c
9 17-09-2019 06:00-12:00 439 439 438 1785 42°c 10 20-09-2019 12:00-18:00 440 440 440 1785 43°c 11 21-09-2019 18:00-24:00 439 440 440 1785 41°c 12 22-09-2019 24:00-00:00 439 440 440 1785 42°c 13 23-09-2019 00:00-06:00 440 440 440 1785 42°c 14 24-09-2019 06:00-12:00 390 430 440 1190 70°c
15 29-09-2019 12:00-18:00 440 439 440 1785 42°c 16 30-09-2019 18:00-24:00 440 440 440 1785 41°c 17 1-10-2019 24:00-06:00 440 440 440 1785 41°c 18 7-10-2019 12:00-18:00 439 439 440 1785 43°c 19 8-10-2019 18:00-24:00 440 440 439 1785 42°c 20 9-10-2019 24:00-06:00 440 438 439 1785 41°c
Pada pengecekan tanggal 24 september 06:00 – 12:00 terjadi gangguan unbalance voltage yang mana presentase % unbalance mencapai 2,07%
diatas tidak direkomendasikan untuk supply ke motor, sebab motor akan cepat rusak.
R = 390V S = 430V Y = 440 V
Voltage rata2= ( 390 + 430 + 440 ) : 3 = 420 Volt
% Unbalance = 100% x (430 – 440) : 420 = 2,07 %
Pada data pengukuran elektro motor di atas dapat kita ketahui bhawa presentase unbalance yang diizinkan adalah 1 % NEMA memberikan rekomendasi motor dapat di operasikan secara normal pada kapasitas rated jika unbalance voltage tidak lebih dari 1 %
Berikut Tabel 4.2.2 ilustrasi efek dari unbalance voltage dari motor 100 Hp , 3 pasa, 440V, 60 Hz, 1785 RPM berdasarkan manual book.
Tabel 4.2.2 Ilustrasi Efek Unbalance Voltage
CHARACTERSTIS PERFORMANCE
Rata2 voltage 440 440 440
% unbalance voltage 0,5% 1,6% 2,3%
% unbalance arus 0,6% 13% 15%
Kenaikan temperatur 0 C 15 C 20 C
Berdasarkan tabel 4.2.2 ilustrasi efek unbalance voltage pada manual book, jika terjadi gangguan unbalance voltage maka ada kenaikan pada unbalance voltage, unbalance arus dan kenaikan temperature,pada kapal FT.WHS ISKANDAR 1 pengecekan pada tabel 4.2.1 pada tanggal 24 september jam 06:00-12:00 mengalami overheating sebesar 70C yang seharusnya temperatur kerja skitar 40C hingga 42C. setelah di lakukan pengecekan lanjut, overheting diakibatkan unbalance voltage sebesar 2,07%.
Berdasarkan manual book akibat dari gangguan unbalance voltage menyebabkan umur isolasi winding berkurang setengahnya setiap kenaikan temperatur 15C. kualitas isolasi winding menurun dapat menyababkan resiko terjadinya elektro motor hangus atau terbakar.
4.2.3 Berdasarkan hasil wawancara dengan Chief Electrician
Berikut ini penuturan chief Electrician : “Faktor terjadinya kegagalan sistem proteksi pada motor induksi di akibatkan oleh sistem proteksi yang tidak bisa memproteksi adanya gangguan unbalance voltage dan mengakibatkan motor induksi mengalami overheating, terjadinya overheating pada motor deck konveyor diakibatkan karena adanya perbedaan setiap fasa arus yang mengalir pada sebuah rangkaian motor mengakibatkan terjadinya gangguan unbalance voltage, Jika motor sering dioperasikan terus- menerus dengan kondisi unbalance voltage, tentunya efisiensi menjadi berkurang. Berkurangnya efisiensi diakibatkan oleh naiknya arus listrik ( I ) dan resistansi ( R ) karena panas. Kenaikan I dan R berkontribusi pada kenaikan panas, Kesimpulan dengan bertambahnya kerugian, panas ikut naik dan karena panas I dan R naik, mengakibatkan panas naik terus tidak terkendali.”
4.3 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Untuk pembahasan alternatif dalam masalah ini, peneliti mencoba untuk memberi penjelasan dan menarik garis besar dari hasil gambaran umum yang dijelaskan diatas. Maka didalam karya ilmiah terapan ini penelti akan membahas tentang “Analisa Sistem Proteksi motor 3 fasa terhadap gangguan unbalance voltage pada penggerak konveyor di atas kapal”.
4.3.1 Faktor-faktor penyebab unbalance voltage pada motor induksi 3 fasa Pengaruh terjadinya unbalance voltage terhadap motor induksi diatas kapal sangat berpengaruh terhadap peralatan listrik tersebut, namun jika
terlalu sering mengalami unbalance voltage, motor induksi tersebut akan mengalami kerusakan. Semisalnya Untuk elektro motor jika terlalu sering mengalami unbalance voltage maka elektro motor tersebut akan hangus terbakar dikarenakan tegangan yang diterima naik turun, sehingga frekuensinya tidak stabil.
4.3.2 Cara kerja sistem proteksi motor induksi 3 fasa
Motor induksi 3 fasa pada unit kapal FT. WHS ISKANDAR 1 merupakan salah satu peralatan listrik yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik tersebut. Untuk mencegah kerusakan peralatan maka pada motor induksi ini dipasang sistem proteksi yang dapat mencegah hal tersebut.
Dimana tujuan dari pemasangan sistem proteksi ini adalah mencegah kerusakan peralatan yang terganggu maupun peralatan yang dilewati oleh arus gangguan, mengisolir bagian sistem yang terganggu sekecil mungkin dan secepat mungkin serta mencegah meluasnya gangguan. Selain itu juga fungsi dari proteksi ini adalah mendeteksi adanya gangguan atau keadaan abnormal pada bagian sistem yang diamankan, melepas bagian sistem yang terganggu, sehingga bagian sistem yang lainnya masih dapat terus beroperasi.
Ketidakseimbangan tegangan 3 fasa adalah faktor penyebab yang cukup besar pada kerusakan termal motor induksi. Unbalance disebabkan oleh variasi beban. Penyebabnya adalah meningkatnya resistansi pada satu fasa, gangguan kontaktor, gangguan transformator dan beban tiga fasa yang tidak sama. Tegangan yang masuk pada plant mungkin saja seimbang, namun beban satu fasa yang bermacam-macam pada plant dapat menyebabkan
tegangan tidak seimbang. Kasus yang paling serius pada unbalance adalah fasa terbuka, dimana salah satu fasanya tidak tersambung.
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Dari hasil kerja praktek yang telah dilakukan pada kapal FT.WHS ISKNADAR 1 dan telah dilakukan analisa pembahasan dari data-data yang telah didapat selama kerja praktek tentang analisa sistem proteksi motor 3 fasa terhadap gangguan unbalance voltage penggerak konveyor di atas kapal, maka didapat kesimpulan:
1. Faktor penyebab unbalance voltage pada motor induksi 3 fasa disebabkan oleh beberapa faktor salah satu nya yaitu pada salah satu pemasangan pada rangkaian yang tidak terpasang dengan baik, menyebabkan terjadi gangguan overheating pada motor induksi 3 fasa oleh sebab itu tiap fasa tidak sama atau berbeda satu fasa dengan fasa lainnya. Perbedaan tegangan antara fasa menyebabkan arus yang masuk pada lilitan motor naik sehingga terjadi overheating.
2. Cara kerja sistem proteksi pada motor induksi 3 fasa di kapal FT. WHS ISKANDAR 1 adalah dengan menggunakan thermal overload relay.
Proteksi ini dapat mengamankan gangguan yang berasal dari tegangan akan tetapi sistem ini tidak bisa mengidentifikasi terjadi arus berlebih yang terjadi pada sistem motor induksi 3 fasa.
5.2 SARAN
Berdasarkan hasil penelitian pembahasan serta kesimpulan yang telah dikemukakan, berikut ini adalah beberapa saran yang diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan, yaitu :
1. Lakukan secara rutin megger test terhadap elektro motor yang menggunakan sistem proteksi.
2. Perawatan dan pemeliharaan motor induksi sebaiknya ditingkatkan karena motor induksi merupakan salah satu peralatan yang penting dalam sistem tenaga listrik.
3. Melakukan pemeriksaan relay dan thermal overload secara rutin dengan pengambilan data yang diharapkan dapat mencapai tingkat akurasi yang tinggi, sehingga relay dan thermal overload dapat bekerja dengan optimal.
4. Segera lakukan penggantian komponen yang rusak jika memang memengaruhi kinerja elektro motor tersebut.