• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB IV"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

Sebaran hasil coding berita adalah Kategori Akurat, Subkategori Akurasi Fakta pada Berita di Harian Kompas Konstruksi Umum. Sebaran hasil koding Berita Kategori Akurat, Subkategori Akurasi Fakta pada Berita di Harian Umum Konstruksi Republika.

Kategori News is Objective (Sub Kategori Breadth)

Data yang dikumpulkan peneliti dinilai layak digunakan sebagai indikator pengukuran untuk menentukan kualitas suatu berita, yaitu konstruksi kategori Berita itu Objektif dengan luasnya subkategori. Data yang dikumpulkan peneliti dinilai layak digunakan sebagai indikator pengukuran untuk menentukan kualitas suatu berita, yaitu konstruksi kategori Berita itu Objektif dengan luasnya subkategori.

Kategori News is Objective (Sub Kategori Depth)

Distribusi skor pengkodean untuk Berita adalah kategori target, subkategori kedalaman dalam konstruksi Kompas harian secara umum. Sebaran hasil coding untuk kategori Berita adalah tujuan, subkategori kedalaman di Gedung Diary Republic.

Kategori News is Objective (Sub Kategori Verifikasi Fakta)

Tingkat persetujuan yang sangat tinggi yaitu 93% dapat membuktikan bahwa data hasil pengkodean dengan subkategori pengecekan fakta adalah valid. Sebaran hasil coding berita kategori objektif, subkategori pengecekan fakta di Harian Konstruksi Republik.

Kategori News is Objective (Sub Kategori Eye Witness Comparisons) Hasil pengukuran ketiga pelaku koding (coder) terhadap sub kategori eye

Data yang dikumpulkan peneliti dinilai layak digunakan sebagai indikator pengukuran untuk menentukan kualitas suatu berita, yaitu konstruksi kategori Berita itu Objektif dengan subkategori perbandingan saksi mata. Sebaran hasil koding berita kategori objektif, subkategori perbandingan saksi mata di Harian Konstruksi Republika.

Kategori News is Objective (Sub Kategori Reference)

Sebaran hasil coding berita merupakan kategori objektif, subkategori acuan dalam konstruksi kompas harian secara umum. Sebaran hasil koding berita kategori objektif, subkategori rujukan pada Harian Konstruksi Republika.

Kategori News is Objective (Sub Kategori Relative Salience)

Data yang dikumpulkan peneliti dinilai cocok digunakan sebagai indikator pengukur untuk menentukan kualitas suatu berita, yaitu konstruksi Berita merupakan kategori objektif dengan subkategori relatif menonjol. Data yang dikumpulkan peneliti dinilai cocok digunakan sebagai indikator pengukur untuk menentukan kualitas suatu berita, yaitu konstruksi Berita merupakan kategori objektif dengan subkategori relatif menonjol.

Kategori News is Objective (Sub Kategori Relative Priority)

Sebaran hasil coding berita merupakan kategori objektif, subkategori prioritas relatif dalam konstruksi kompas harian secara umum. Sebaran hasil coding berita merupakan kategori objektif, subkategori prioritas relatif pada Konstruksi Harian Umum Republika.

Kategori News is Recent (Sub Kategori Peristiwa/Keadaan yang Baru Terjadi)

Data yang dikumpulkan peneliti dinilai layak digunakan sebagai indikator pengukuran penentuan kualitas suatu berita, yaitu untuk konstruksi kategori Berita terkini dengan subkategori peristiwa/keadaan yang terjadi baru-baru ini. Sebaran hasil coding kategori Berita adalah Terkini, yaitu subkategori peristiwa/keadaan yang terjadi akhir-akhir ini di surat kabar umum.

Kategori News is Recent (Sub Kategori Peristiwa/Keadaan yang Sudah Lama Terjadi tetapi Faktanya Baru)

Data yang dikumpulkan peneliti dinilai layak digunakan sebagai indikator pengukuran untuk menentukan kualitas suatu berita, yaitu struktur kategori Berita Terkini dengan subkategori peristiwa/kejadian yang terjadi sejak lama, namun sebenarnya baru. . Subkategori peristiwa/keadaan yang sudah lama terjadi namun sebenarnya baru di Harian Umum Republika. Nilai x2 pada subkategori kejadian/keadaan yang sudah lama terjadi namun baru adalah 0,68.

Tingkat persetujuan yang sangat tinggi sebesar 96% dapat menunjukkan bahwa data hasil pengkodean dengan menggunakan subkategori peristiwa/keadaan yang terjadi pada waktu yang lama namun nyatanya baru valid akhir-akhir ini.

Kategori News is Concise and Clear (Sub Kategori Berita Ditulis dengan Teknik Piramida Terbalik)

Data yang dikumpulkan peneliti dinilai cocok digunakan sebagai indikator pengukuran untuk menentukan kualitas suatu berita, yaitu konstruksi Berita berkategori ringkas dan jelas dengan subkategori berita ditulis dengan teknik piramida terbalik. Sebaran hasil coding kategori berita ringkas dan jelas, subkategori berita ditulis dengan teknik piramida terbalik dalam keseharian.

Kategori News is Concise and Clear (Sub Kategori Penulisan Berita Tidak Menggunakan Kata-Kata Asing)

Pembagian hasil coding berita berkategori ringkas dan jelas. Subkategori penulisan berita tidak menggunakan kata asing. Data yang dikumpulkan peneliti dinilai cocok digunakan sebagai indikator pengukuran untuk menentukan kualitas berita, yaitu konstruksi kategori Berita ringkas dan jelas dengan subkategori penulisan berita yang tidak menggunakan kata-kata asing.

Temuan Penelitian

Kategori Keakuratan Berita (News is Accurate)

4.2.2.1.1 Kategori keakuratan berita (Berita akurat) Subkategori keakuratan fakta pada berita di Harian Umum Kompas dan Harian Umum Republika. Hasil persentase tersebut membuktikan bahwa pemberitaan kasus Akil Mochtar di Harian Kompas General didominasi oleh berita yang tidak memenuhi kategori kebenaran fakta dalam pemberitaan. Berita di atas belum bisa dikatakan sebagai berita yang memenuhi kategori kebenaran faktual dalam sebuah berita.

Hasil persentase tersebut menunjukkan pemberitaan kasus Akil Maakar di Harian Umum Republika memenuhi kategori kebenaran faktual pemberitaan. 4.2.2.1.2 Kategori keakuratan berita (berita akurat) Subkategori Keakuratan tayangan berita umum pada Harian Umum Kompas dan Harian Umum Republika. Hal ini membuktikan Harian Umum Kompas memenuhi kategori keakuratan pemberitaan dalam pemberitaan kasus Akil Maakar.

Dari hasil persentase tersebut terbukti pemberitaan kasus Akil Mochtar di Harian Umum Republika memenuhi kesan umum kategori keakuratan pemberitaan.

Tabel  di  atas  menunjukkan  bahwa  persentase  berita  yang  memenuhi  kategori kesan ketelitian berita secara umum adalah sebesar 60% dan berita yang  tidak memenuhi kategori kesan ketelitian berita secara umum sebesar 40%
Tabel di atas menunjukkan bahwa persentase berita yang memenuhi kategori kesan ketelitian berita secara umum adalah sebesar 60% dan berita yang tidak memenuhi kategori kesan ketelitian berita secara umum sebesar 40%

Kategori Keseimbangan Berita (News is Balanced)

Namun yang terjadi dengan pemberitaan tersebut adalah adanya penumpukan berita yang tidak berkaitan satu sama lain. Distribusi frekuensi subkategori Penekanan dan kelengkapan fakta dalam berita di Harian Umum Republika. Hasil persentase di atas menunjukkan bahwa berita yang memenuhi kategori penekanan dan kelengkapan fakta dalam berita mendominasi dibandingkan dengan berita yang tidak memenuhi kategori penekanan dan kelengkapan fakta dalam berita.

Hal ini membuktikan Harian Republika Umum tidak hanya menuliskan fakta secara detail namun juga memberikan aspek keseimbangan yaitu penonjolan dan kelengkapan fakta dalam pemberitaan. Hal ini terlihat pada isi berita yang membahas pertanyaan secara lengkap sesuai dengan yang tertulis pada judul berita. Pada berita dengan judul “Narkoba Ditemukan di Ruang Akil Diserahkan ke Mahkamah Konstitusi” terdapat subjudul berita yang tidak ada kaitannya dengan judul berita.

Namun subjudul berita yakni soal penyidikan yang akan dilakukan Majelis Kehormatan Hakim Mahkamah Konstitusi terhadap Akil Maakar tidak ada kaitannya dengan judul tersebut.

Kategori Keobjektifan Berita (News is Objective)

Hasil persentase tersebut membuktikan bahwa pemberitaan kasus Akil Maakar di Harian Umum Republika mengandung informasi yang bermanfaat. Sebab, pemberitaan kasus Akil Maakar di Harian Umum Republika didominasi oleh berita-berita yang memuat informasi bermanfaat. Berita Kasus Akil Maakar di Harian Umum Republika yang memuat informasi bermanfaat, Ketua MK ditangkap (3 Oktober 2013), Akil Maakar diduga melakukan pencucian uang (27 Oktober 2013), Transaksi Akil Rp 100 Miliar (29 Oktober 2013) dan Akil Bekas Jasa Muhtar (3 Desember 2013).

4.2.2.3.2 Kategori Objektivitas Berita (Berita bersifat objektif) Subkategori keluasan pada jurnal umum Kompas dan jurnal umum Republika. Hasil persentase tersebut membuktikan bahwa pemberitaan mendalam mendominasi pemberitaan kasus Akil Mochtar di Harian Umum Republik. Hasil persentase tersebut membuktikan bahwa pemberitaan kasus Akil Mochtar di Harian Kompas Umum memuat saksi-saksi yang terungkap identitasnya.

Hasil persentase tersebut membuktikan bahwa pemberitaan kasus Akil Maakar di Harian Umum Republika memuat saksi-saksi yang terungkap identitasnya. Hasil persentase tersebut membuktikan pemberitaan kasus Akil Maakar di Harian Umum Kompas didominasi oleh berita-berita relevan. Hasil persentase tersebut membuktikan bahwa pemberitaan kasus Akil Maakar di Harian Umum Republika didominasi oleh berita-berita penting.

Tabel  di  atas  menunjukkan  bahwa  persentase  berita  mendalam  adalah  sebesar  40%,  berita  kurang  mendalam  sebesar  40%,  dan  berita  tidak  mendalam  sebesar  20%
Tabel di atas menunjukkan bahwa persentase berita mendalam adalah sebesar 40%, berita kurang mendalam sebesar 40%, dan berita tidak mendalam sebesar 20%

Kategori Kebaruan Berita (News is Recent)

Distribusi Frekuensi Subkategori Peristiwa/Keadaan yang sudah lama terjadi namun sebenarnya baru di Harian Umum Kompas. Pemberitaan Kasus Akil Mochtar di Harian Umum Kompas yang Memenuhi Kategori Peristiwa/Keadaan Sudah Lama Terjadi Namun Fakta Baru, Akil Mendapat Titipan (11 Oktober 2013) dan Selain Korupsi, Akil Didakwa dengan Pencucian Uang (26 Oktober 2013). Pemberitaan kasus Akil Mochtar di Harian Umum Kompas yang tidak memenuhi kategori peristiwa/keadaan yang sudah lama terjadi, namun justru baru adalah KPK menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi (3 Oktober 2013). ), BNN memeriksa rambut dan urin Akil Mochtar (7 Oktober 2013), dan aset Akil terus disita (11 Desember 2013).

Oleh karena itu, berita tersebut tidak dapat dikatakan sebagai berita yang sesuai dengan kategori peristiwa/keadaan yang sudah lama terjadi, namun sebenarnya baru. Distribusi frekuensi subkategori peristiwa/keadaan yang telah terjadi sejak lama, namun sebenarnya baru dalam log Umum Republik. Hasil persentase tersebut membuktikan bahwa pemberitaan kasus Akil Mochtar di Harian Umum Kompas didominasi oleh berita-berita yang masuk dalam kategori peristiwa/keadaan yang sudah lama terjadi, namun sebenarnya baru.

Pemberitaan kasus Akil Mochtar di Harian Umum Republika bukan termasuk kategori peristiwa/keadaan yang sudah lama terjadi, namun ada fakta baru yaitu ditangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (Oktober). 3 Tahun 2013) dan penemuan narkoba di ruang Akil diserahkan ke Mahkamah Konstitusi (6 Oktober 2013).

Kategori Singkat dan Jelasnya Berita (News is Concise and Clear) .1 Kategori Singkat dan Jelasnya Berita (News is Concise and Clear)

Dari hasil persentase tersebut terlihat pemberitaan kasus Akil Mochtar di Harian Umum Kompas melengkapi kategori berita yang ditulis dengan teknik piramida terbalik. JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan telah menunjukkan adanya transaksi mencurigakan pada rekening yang terkait dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar sejak tahun 2010. 4.2.2.5.2 Berita berkategori ringkas dan Subkategori jelas Penulisan berita tidak menggunakan kata asing pada Harian Umum Kompas dan Harian Umum Republika Pada kategori berita singkat dan jelas (Berita ringkas dan jelas), subkategori penulisan berita tidak menggunakan kata asing, berita tentang kasus Akil Mochtar secara umum Harian Kompas dan Harian Umum Republika dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu berita yang memenuhi kategori artikel berita yang tidak menggunakan kata asing dan berita yang tidak memenuhi kategori artikel berita yang tidak menggunakan kata asing.

Distribusi frekuensi subkategori Penulisan berita tidak menggunakan kata asing pada umumnya Penulisan berita harian Kompas tidak menggunakan kata asing. Pada hasil persentase di atas terlihat adanya dominasi berita yang tidak sesuai kategori berita yang tidak menggunakan bahasa asing dibandingkan dengan berita yang sesuai dengan kategori berita yang tidak menggunakan bahasa asing. Hal ini membuktikan bahwa catatan harian umum Kompas tidak memenuhi kategori berita singkat dan jelas (Berita ringkas dan jelas).

KPK Tangkap Ketua MK (3 Oktober 2013) Basement, media center

BNN Periksa Rambut dan Urine Akil Mochtar (7 Oktober 2013) Tetra hidyro canabinol, methampetamin

Selain Korupsi, Akil Dijerat Pencucian Uang (26 Oktober 2013) Ekspose, nyambung, on-off

Hal ini membuktikan Jurnal Umum Republika tidak memenuhi kategori berita pendek dan jelas (Berita ringkas dan jelas).

Akil Mochtar Jadi Tersangka Pencucian Uang (27 Oktober 2013)

Transaksi Akil Rp 100 miliar (29 Oktober 2013) Layering, asset tracking

Akil Gunakan Jasa Muhtar (3 Desember 2013) Fee, gate keeper

Analisis

Dari hasil persentase tersebut dapat dikatakan Harian Umum Kompas tidak memenuhi kategori akurasi berita (Berita akurat). Dari hasil persentase tersebut dapat dikatakan Harian Umum Republika memenuhi kategori akurasi berita (Berita akurat). Pada kategori pemberitaan seimbang (Berita Berimbang), Harian Kompas Umum memperoleh nilai 60% untuk subkategori penekanan dan kelengkapan fakta dalam pemberitaan.

Sedangkan Harian Umum Republika mendapat nilai 80% untuk bobot dan kelengkapan fakta pada subkategori berita. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam persentase tersebut, Kompas Dagblad dapat dikatakan belum memenuhi kategori objektivitas berita (Berita itu Objektif). Berdasarkan hasil persentase tersebut maka Harian Kompas Umum dapat dikatakan belum memenuhi kategori berita (Berita Terkini).

Dari hasil persentase tersebut dapat dikatakan Harian Republika memenuhi kategori pemberitaan (Berita Terkini).

Gambar

Tabel 4.1  Data Koder
Tabel  di  atas  menunjukkan  bahwa  persentase  berita  yang  memenuhi  kategori kesan ketelitian berita secara umum adalah sebesar 60% dan berita yang  tidak memenuhi kategori kesan ketelitian berita secara umum sebesar 40%
Tabel  di  atas  menunjukkan  bahwa  persentase  berita  mendalam  adalah  sebesar  40%,  berita  kurang  mendalam  sebesar  40%,  dan  berita  tidak  mendalam  sebesar  20%
Tabel di atas menunjukkan bahwa konstruksi kategori keobjektifan berita  (News  is  Objective),  sub  kategori  verifikasi  fakta  pada  pemberitaan  kasus  Akil  Mochtar di Harian Umum Republika memiliki perolehan persentase kalimat fakta  yang  bisa  div
+7

Referensi

Dokumen terkait

Based on the results of the study shows that fermentation technology using 0.6% glucanase gives better feed quality compared to the treatment using Aspergillus niger.. Keywords: Apple