Dari tabel 4.3 terlihat bahwa responden terbanyak dari segi umur adalah >40 tahun yaitu sebanyak 34 responden atau setara dengan 36%. Dari tabel 4.5 terlihat bahwa responden terbanyak ditinjau dari pendidikan akhir adalah SMA/SMK sebanyak 58 orang atau setara dengan 62%. Dari tabel diatas terlihat seluruh responden untuk variabel X1 tentang Promosi dihitung sebanyak 94 responden berdasarkan kuisioner atau kuisioner yang diberikan yaitu 2100 untuk variabel
Dari tabel diatas terlihat seluruh responden untuk variabel X2 kaitannya dengan kualitas pelayanan dihitung dari 94 responden berdasarkan kuisioner atau kuisioner yang diberikan yaitu 2064 untuk variabel Minat Investasi (Y) kaitannya dengan Promosi, hasil perhitungan dari 94 responden berdasarkan kuisioner atau angket yang diberikan adalah 2036 untuk variabel Y dan rata-ratanya adalah 21,6.
Analisis Data 1. Uji Validitas
- Uji Reabilitas
- Uji Heteroskedastisitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Normalitas
Berdasarkan tabel 4.9 di atas terlihat dari hasil uji validitas promosi (X1) angka r semuanya diatas 0,30 dan juga lebih besar dari r tabel sebesar 0,200. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil setiap item pada pernyataan Variabel Promosi (X1) dinyatakan valid karena rhitung > rtabel. b) Hasil uji validitas kualitas pelayanan (X2). Berdasarkan tabel 4.9 di atas terlihat dari hasil uji validitas kualitas pelayanan (X2) diperoleh r-hitung semuanya diatas 0,30 dan juga lebih besar dari r-tabel sebesar 0,200. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil setiap item pernyataan variabel Kualitas Pelayanan (X2) dinyatakan valid karena rhitung > rtabel. c) Hasil uji validitas kepentingan investasi. Berdasarkan tabel 4.9 diatas, hasil uji validitas Minat Investasi (Y) terlihat bahwa r-hitung semuanya diatas 0,30 dan juga lebih besar dari r-tabel sebesar 0,200. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil setiap item pada variabel Tingkat Investasi (Y) dinyatakan valid karena rhitung>.
Untuk menguji reliabilitas instrumen penelitian digunakan Cronbach's alpha yang melibatkan pengelompokan item menjadi dua bagian atau lebih. Berdasarkan tabel diatas, uji reliabilitas setiap item instrumen untuk seluruh variabel menghasilkan nilai r Cronbach's Alpha sebesar 0,275 > tabel 0,200 pada taraf signifikan a = 5%, sehingga instrumen pernyataan mempunyai reliabilitas yang tinggi. Dengan demikian uji instrumen terhadap data seluruh variabel adalah valid dan reliabel untuk seluruh item instrumen, sehingga dapat digunakan untuk pengukuran data.
Tujuan dari uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah terdapat ketimpangan varians antara residu pengamatan yang satu dengan pengamatan yang lain dalam model regresi linier. Sebaliknya jika nilai sig < 0,05 maka kesimpulannya terdapat gejala heteroskedastisitas pada model regresi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak akan terjadi gejala heteroskedastisitas hingga model regresi yang baik dan ideal dapat terpenuhi.
Uji multikolinearitas bertujuan untuk melihat ada tidaknya korelasi yang tinggi antar variabel independen dalam model regresi linier berganda, jika terdapat korelasi yang tinggi antar variabel independen maka hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen akan putus. . . Mengenai dasar pengambilan keputusan, jika nilai toleransi > 0,10 maka dikatakan tidak terjadi multikolinearitas pada model regresi, sebaliknya jika nilainya. Dari hasil SPSS diatas diketahui nilai 0,982 > 0,10 artinya tidak terjadi multikolinearitas pada model regresi, sehingga dapat dikatakan tidak terdapat korelasi (hubungan) antar variabel independen.
Uji normalitas merupakan pengujian yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada suatu kelompok data atau variabel, terlepas dari apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Normalitas sebaran data merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi ketika peneliti ingin melakukan analisis statistik parametrik. Uji normalitas. merupakan bagian dari syarat klasik atau uji asumsi dalam analisis regresi. Dasar pengambilan keputusan adalah suatu data terdistribusi normal apabila data atau titik-titik tersebut menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal tersebut. Sebaliknya suatu data dikatakan tidak berdistribusi normal apabila data atau titik-titiknya tersebar pada garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal tersebut. titik-titiknya jauh dari arah garis atau tidak mengikuti diagonal. Hasil tabel di atas menunjukkan bahwa sebaran titik berada di sepanjang garis diagonal dan mengikuti aliran garis diagonal. Pengujian sebaran data yang dilakukan dengan metode grafis ini menunjukkan hasil yang dapat disimpulkan bahwa model regresi layak digunakan untuk mengukur kualitas promosi dan pelayanan terhadap minat investasi karena memenuhi asumsi normalitas.
Hasil Penelitian
- Uji One Sample T Test
- Uji Parsial (t)
- Uji Simultan (f)
- Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
Uji t digunakan untuk mengetahui bagaimana hubungan variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen, artinya penjelasan Promosi dan Kualitas Pelayanan secara terpisah dapat mempengaruhi minat investasi. Hasil uji f menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen jika p-value (pada kolom signifikan) lebih kecil dari tingkat signifikansi yaitu 0,05. Artinya promosi dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap tabungan emas di Unit Pasar Induk Syariah Pegadaian Pinrang secara simultan karena 0,002 < 0,05.
Analisis koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independen (Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan) terhadap variabel dependen (Kepuasan Pelanggan. Dalam penelitian ini digunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh linier antara Promosi dan Variabel Kualitas Pelayanan terhadap Minat Investasi A = konstanta sebesar 18,112 menunjukkan bahwa jika variabel Promosi (X1), variabel Kualitas Pelayanan (X2) dianggap konstan, maka minat berinvestasi pada tabungan Emas Pegadaian Syariah di Unit Pasar Induk Pinrang akan bernilai positif.
0,145 maka koefisien regresi promosi (X1) - 0,145 besar artinya apabila promosi (X1) bernilai negatif maka dapat dipastikan kualitas pelayanan tidak menjadi hal yang utama dalam kepuasan konsumen. 0,302 maka koefisien regresi kualitas pelayanan (X2) sebesar 0,302 yang artinya jika kualitas pelayanan (X2) konstan maka peningkatan kepercayaan akan meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan demikian variabel Kualitas Pelayanan mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap Minat Investasi dimana nilai koefisiennya sebesar 0,302 dibandingkan dengan variabel Promosi yang nilai koefisiennya hanya sebesar -0,145.
Karena (= Kualitas Pelayanan) > (= Promosi) dimana 0,302 > -0,145 maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh yang paling dominan adalah Kualitas Pelayanan. Informasi diatas adalah variabel Promosi tidak berpengaruh terhadap minat berinvestasi karena memperoleh hasil negatif, dan variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap minat berinvestasi, dan variabel kualitas pelayanan mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kepuasan pelanggan. Informasi diatas adalah variabel Promosi tidak berpengaruh terhadap minat berinvestasi karena memperoleh hasil negatif, dan variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap minat berinvestasi, dan variabel kualitas pelayanan mempunyai pengaruh paling dominan terhadap minat investasi.
Selanjutnya nilai signifikansi antara Kualitas Pelayanan (X2) dengan Minat Investasi (Y) sebesar 0,002<0,05 yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel Kualitas Pelayanan (X2) dengan variabel Minat Investasi (Y). jadi diterima. Jadi jika dilihat dari tabel tingkat korelasi atau kekuatan hubungan, maka dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi X2 terhadap Y adalah sebesar 0,246 yang berarti tingkat korelasinya lemah. Jadi jika dilihat dari tabel tingkat korelasi atau kekuatan asosiasi dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi X1 terhadap X2 sebesar 0,134 yang berarti tidak ada korelasi.
Melihat tabel diatas dapat disimpulkan nilai Sig f-perubahan sebesar 0,002 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara Promosi (X1) dan Kualitas Pelayanan (X2) secara bersama-sama (simultan) terhadap minat investasi (Y) , lalu diterima. Jika kemudian dilihat pada tabel tingkat korelasi atau kekuatan hubungan, maka dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi X1 dan X2 bersama-sama dengan Y adalah sebesar 0,272 yang berarti korelasi tersebut cukup.
Pembahasan
- Variabel Promosi di Pegadaian Syariah Unit Pasar Sentral Pinrang
- Variabel Minat investasi Tabungan Emas di Pegadaian Syariah Unit Pasar
- Hubungan Antara Promsi Dengan Minat Investasi
- Hubungan Antara Kualitas Pelayanan Dengan Minat Investasi
- Hubungan Antara Promosi Dengan Kualitas Pelayanan
- Hubungan Antara Promosi dan Kualitas Pelayanan secara bersama-sama terhadap Kepuasan Nasabah
- Pengaruh Promosi dan Kualitas PelayananTerhadap Minat investasi
Data yang diharapkan, Seberapa baik tingkat bunga investasi adalah 80%, sedangkan data yang dikumpulkan dari sampel dengan 5 item pernyataan dari kuesioner adalah 85%. Sehingga diperoleh nilai ideal dari variabel tingkat investasi yaitu nilai total Y/skor ideal atau sebesar 86% dengan skor klasifikasi sangat baik. Hasil uji validitas keempat item pernyataan pada variabel promosi diperoleh rhitung > rtabel, dengan rhitung data >0,275. Artinya setiap item pernyataan dari variabel promosi yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji korelasi berdasarkan nilai signifikansi (Sig) tabel korelasi terlihat antara Promosi (X1) dengan Minat Investasi (Y) dimana nilai signifikansinya 0,517 > 0,05 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan. Hasil uji validitas terhadap 16 item pernyataan pada variabel Kepercayaan diperoleh rhitung>rtabel atau rhitung>0,275 Artinya setiap item pernyataan yang diperoleh dari variabel Kualitas Pelayanan yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah). Hasil uji korelasi berdasarkan nilai signifikansi (Sig) dari tabel korelasi terlihat antara Kualitas Pelayanan (X2) dan Minat Investasi (Y) dimana nilainya.
Hasil uji korelasi berdasarkan nilai signifikansi (Sig) dari tabel korelasi terlihat antara Promosi (X1) dengan Kualitas Pelayanan (X2), dimana nilai signifikansinya 0,292 > 0,05 yang berarti tidak terdapat korelasi positif dan signifikan. Hubungan antara promosi dan kualitas pelayanan secara bersama-sama terhadap kepuasan pelanggan. Hasil uji validitas kelima item pernyataan pada variabel Kepuasan Pelanggan diperoleh rhitung > rt tabel atau rhitung >0,275 yang berarti setiap item pernyataan dari Variabel Promosi yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid (sah).
Hasil uji f menunjukkan bahwa variabel X1 dan variabel Sama mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap Minat Investasi (Y) dimana nilai signifikansinya 0,002<0,05 yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan.