• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab v kesimpulan dan saran - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "bab v kesimpulan dan saran - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan di RS Dharma Husada Probolinggo, dapat disimpulkan bahwa

1. Penerapan hygiene sanitasi alur produksi makanan di Instalasi Gizi RS Dharma Husada Probolinggo sudah menerapkan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan dan tenaga penjamah makanan telah menggunakan APD lengkap pada saat penyelenggaraan produksi makanan.

2. Penerapan persyaratan fisik hygiene sanitasi jasa boga sesuai dengan PERMENKES NO 1096/MENKES/VI/2011 di Instalasi Gizi RS Dharma Husada Probolinggo telah menerapkan GMP sesuai dengan SSOP yang telah ditetapkan dan sudah memenuhi persyaratan hygiene sanitasi jasaboga golongan B sehingga dapat dikatakan layak dengan hasil nilai 92.

3. Menu yang telah ditentukan berdasarkan pada tingkat risiko terhadap kerusakan fisik, kimia, dan mikrobiologi dengan kriteria konsistensi kandungan air, kandungan protein, dan penyusunan santan yaitu pada menu Opor Ayam yang terdapat pada menu keempat dari siklus menu 10hari+1.

4. Penyusunan HACCP Plan pada produk Opor Ayam di Instalasi Gizi RS Dharma Husada Probolinggo ini didapatkan titik kendali kritis (CCP) pada proses opor ayam yaitu terdapat pada tahap penerimaan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, dan pengolahan bahan makanan. Upaya yang dilakukan pada tindakan pengendalian terhadap tahan penerimaan yaitu mengecek kesesuaian bahan makanan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebelum transfer kepenyimpanan sebagai stok. Tindakan

(2)

pengendalian terhadap tahap penyimpanan yaitu dengan melakukan pengecekan suhu pada freezer penyimpanan bahan baku dan tindakan pengendalian pada tahap pengolahan yaitu dengan melakukan pengecekan suhu terhadap makanan matang.

B. Saran

1. Pemenuhan persyaratan Good Manufacturing Practice (GMP) untuk Jasaboga golongan B, perlu ditambahkan penghawaan atau exhauster fan supaya terjadi sirkulasi udara yang baik dan perlu ditambahlan insect killer pada ruang penerimaan bahan makanan dan pintu ruang produksi makanan, hal ini digunakanan supaya tidak ada serangga yang masuk kedalam ruang produksi makanan yang akan menimbulkan kontaminasi.

2. Perlu diadakannya penerapan sistem HACCP pada rumah sakit untuk menghindari terjadinya kontaminasi cemaran-cemaran berbahaya.

Referensi

Dokumen terkait

Saran 1 Kartu kodefikasi diagnosis penyakit gigi dapat dijadikan panduan dalam proses pemberian kode diagnosis pada dokumen rekam medis khususnya formulir gigi dan mulut.. 2 Kartu

5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian studi kasus “Pencegahan Gigi Berlubang Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Gigi Pada Anak Usia Sekolah Di SD Negeri Sukun 3

5.1.2 Diagnosa Keperawatan Berdasarkan hasil pengkajian peneliti menemukan bahwa data-data pada subyek 1dan 2 menunjang untuk ditetapkannya dua diagnosa keperawatan Kurang pengetahuan

Dari penelitian yang dilakukan oleh Sugiatami dan Handayani 2018, Mulyani, dkk 2020 diperoleh hasil bahwa pengetahuan gizi dapat mempengaruhi terjadinya obesitas pada remaja.. Sedangkan

Bagi Tempat Penelitian Tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu Desa hendaknya sering melakukan penyuluhan serta pendidikan kesehatan pada wanita yang akan dan telah mengalami menopause

Dengan adanya kesimpulan sebelumnya maka, implikasi yang timbul pada penelitian ini adalah penggunaan media bermain plastisin clay sangat efektif dalam meningkatkan perkembangan motorik

Pengetahuan Konsep Pengetahuan Konsep pada subjek I dan subjek II sebelum diberikan pendidikan kesehatan sudah baik, ditunjukkan dari 16 pertanyaan yang ditanyakan oleh peneliti

Dalam Pemberian MP-ASI pada balita yang mengalami stunting di Desa Kenongo, sebagian besar 74% ibu balita memberikan MP-ASI sudah sesuai yaitu diusia lebih dari 6 bulan, namun terdapat