• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN - Repositori Universitas Kristen Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB V KESIMPULAN - Repositori Universitas Kristen Indonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Indonesia

BAB V KESIMPULAN

A. Kesimpulan

1. Dalam perspektif hukum, sanksi pidana mati telah diatur dan diakui eksistensinya baik di dalam KUHP maupun undang-undang di luar KUHP. Pasal-pasal yang dirumuskan selalu dialternatifkan dengan sanksi pidana yang lain, yaitu pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun. Dengan demikian maka pidana mati bukan satu-satunya alternatif yang dijatuhkan oleh hakim.

Dalam hal ini pidana mati bersifat ultimum remedium, yaitu senjata pamungkas apabila jenis pidana yang lain diperkirakan tidak efektif.

Sedangkan dalam perspektif hak asasi manusia, sanksi pidana mati tidak bertentangan dengan instrumen hukum nasional maupun internasional, seperti Undang-undang Dasar 1945, Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Universal Declaration on Human Rights 1948, maupun International Covenant on Civil and Politica Rights 1966.

2. Jika mengacu pada teori rehabilitasi dan teori restorasi maka sanksi pidana hanya dipandang sebagai sarana untuk mencapai tujuan, artinya untuk mencapai tujuan tersebut maka pada dasarnya dapat diganti dengan sarana-sarana lain yang mungkin lebih efisien. Dengan demikian, berdasarkan kedua teori ini maka suatu sanksi pidana termasuk pula sanksi pidana mati yang dapat dipandang sebagai salah satu sarana untuk mencapai tujuan pemidanaan, dapat dihapus atau digantikan dengan sarana lainnya yang dipandang lebih efisien atau lebih baik karena pada dasarnya hukum pidana merupakan ultimum remedium (senjata pamungkas) dalam penanggulangan kejahatan, bukan sebagai primum remedium (senjata utama) untuk mengatasi masalah kriminalitas

89

(2)

Universitas Kristen Indonesia 90

B. Saran

1. Meskipun hanya diterapkan terhadap tindak pidana tertentu namun ancaman pidana mati terhadap beberapa tindak pidana tertentu dalam RUU KUHP belum terlihat jelas kriteria penetapannya. Oleh karena itu, tindak pidana yang diancam dengan pidana mati, apakah diberikan berdasarkan dampak yang ditimbulkannya atau berdasarkan tingkat keseriusan tindak pidana tersebut perlu dikaji kembali.

2. Selain itu, penggunaan pidana mati harus selektif, hanya terhadap perbuatan pidana yang menimbulkan akibat kematian atau membahayakan nyawa manusia dan kemanusiaan, baik sekarang maupun di masa datang. Selain itu, mengingat sanksi pidana penjara sebagai alternatif pidana mati memiliki dampak yang buruk bagi terpidana maka perlu dikembangkan alternatif pidana lainnya.

Alternatif ini tidak hanya perlu menyesuaikan dengan tujuan pemidanaan yang telah dirumuskan dalam RUU KUHP melainkan alternatif yang tidak berdampak buruk bagi terpidana.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal hukum memberi nilai penghormatan atas kehidupan manusia sanksi sama sekali tidak boleh melanggar nilai tersebut maka dari itu sanksi pidana mati jelas

terletak pembenaran dari pemidanaan terlepas dari manfaat yang hendak dicapai. Adanya pemidanaan karena ada pelanggaran hukum. Jadi menurut teori ini, pidana

Dengan demikian Richard Bell, merupakan salah satu dari sekian banyak orientalis yang secara tegas memploklamirkan teori nasikh- mansukh terhadap ayat-ayat

Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Kacapiring secara garis besar sudah sesuai dengan teori yang ada mengenai manajemen sarana dan prasarana

32 Muladi dan Barda Nawawi Arief, Pidana dan Pemidanaan…, hal.. 1) Tujuan pidana adalah pencegahan. 2) Pencegahan bukanlah tujuan utama, melainkan hanya sarana untuk

Guntarto Widodo, Sistem Pemidanaan Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Perspektif Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Jurnal Surya Kencana Dua:

Penerapan Hukum Pidana mati oleh Hakim terhadap tindak pidana Penyalahgunaan Narkotika Golongan I satu “Tanpa Hak dan Melawan Hukum Menerima Narkotika Golongan I satu Bukan Tanaman Yang

"STRATEGI INDONESIA MENGGUNAKAN RUMAH BUDAYA SEBAGAI SARANA DIPLOMASI KEBUDAYAAN TERHADAP JERMAN." JOM FISIP Vol.. Pengantar Ilmu