• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB V - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

110 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian studi kasus pada subyek penderita hipertensi primer Ny.R di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandan Kota Malang dapat disimpulkan sebagai berikut.

1) Hasil wawancara mengenai riwayat hipertensi didapatkan hasil faktor penyebab terjadinya hipertensi pada Ny.R yaitu usia, obesitas, makanan, dan stres.

2) Setelah diberikan terapi pijat refleksi kaki selama 18x pertemuan. Keluhan yang dirasakan Ny.R beberapa yang merupakan gejala hipertensi, yaitu sakit kepala pusing, pundak terasa berat, mudah kelelahan jika dibuat aktifitas sehari-hari, kesulitan untuk tidur, kaki terasa pegal dan linu-linu, kadang-kadang kaki kesemutan. Setelah diberikan terapi pijat refleksi kaki selama 18 kali pertemuan respon Ny.R menjadi merasa badan dan kaki terasa ringan, rileks, nyaman, sakit kepala sudah tidak dirasakan, pundak terasa ringan, kesulitan tidur sudah jarang, tidak mudah kelelahan, kesemutan tidak dirasakan, kaki tidak pegal dan linu-linu. Keluhan atau respon Ny.R setelah dilakukan pijat refleksi kaki ada perubahan dari gejala hipertensi yang dirasakan.

3) Rata-rata tekanan darah sebelum diberikan terapi pijat refleksi kaki adalah 138/69 mmHg dan sesudah diberikan terapi pijat refleksi kaki rata-rata tekanan darah mencapai 124/66 mmHg sehingga tekanan darah Ny.R

(2)

111

mengalami perubahan klasifikasi dari tekanan darah normal tinggi menjadi tekanan darah normal.

5.2 Saran

5.2.1 Bagi Subyek Penelitian

Bagi subyek penelitian diharapkan untuk melanjutkan terapi pijat refleksi kaki dengan terapis lain secara teratur agar tekanan darah dapat terkontrol dan stabil.

5.2.2 Bagi Puskesmas

Sebagai pertimbangan kepada Puskesmas Kedungkandang Kota Malang untuk memberikan informasi mengenai terapi pijat refleksi kaki sebagai alternatif pengobatan lain selain pengobatan medis dari puskesmas.

5.2.3 Bagi Penelitian Selanjutnya

Diharapkan dapat mengembangkan desain penelitian lainnya selain studi kasus dalam penelitian pengaruh pijat kaki refleksi terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengontrol faktor eksternal dan mengubah pengukuran tekanan darah mengunakan tensimeter air raksa.

Referensi

Dokumen terkait

83 sehingga mengurangi angka pasien gagal ginjal kronis dengan hemodialisa yang mengalami ketidakseimbangan nutrisi, menumbuhkan semangat pasien dalam menjalani diet ataupun terapi

Lampiran 13 PEDOMAN OBSERVASI PEMERIKSAAN TINGKAT NYERI Keterangan : a 0 = Tidak terasa sakit b 1 sangat ringan Very Mild = Sangat ringan, seperti gigitan nyamuk, nyeri

77 5.2.2 Bagi Perawat Tingkat kecemasan pada responden mengalami penurunan menjadi cemas ringan setelah diberikan relaksasi napas dalam dan aromaterapi lavender, maka dari itu perawat

Walaupun bisa dibilang terapi warna hijau membutuhkan waktu yang lama untuk menurunkan kecemasan jika dibandingkan dengan terapi farmakologis, tetapi terapi warna bisa menjadi salah

Tingkat konsumsi energi siswi sebelum dan sesudah satu minggu dilakukan konseling gizi sebaya menggunakan modul dan mindmap yang dilakukan hanya 1 kali pertemuan selama 40 menit

Pada pertemuan pertama jumlah skor kualitas dan kuantitas tidur Nenek S masih tinggi 16 dan 21, pertemuan kedua jumlah skor kualitas tidur meningkat yaitu 17 sedangkan kuantitas tidur

S sesudah dilakukan konseling mengalami penurunan dari skor 12 depresi ringan menjadi skor 6 tidak ada depresi/normal sedangkan tingkat depresi menurut skor tanda-tanda non verbal

53 4.2.1 Tekanan Darah Lansia Hipertensi Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Terapi Relaksasi Nafas Dalam Ny.. 53 4.2.2 Tekanan Darah Lansia Hipertensi Sebelum Dan Sesudah Dilakukan