• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V - Repository Ekuitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB V - Repository Ekuitas"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

57 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan di bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan, bahwa :

1) Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung menggunakan sistem perpajakan withholding system untuk pemotongan PPh pasal 21. Yang dipotong PPh

Pasal 21 adalah pegawai tetap golongan III yang menerima penghasilan berupa gaji, Tunjangan Hari Tua, Tunjangan Pajak dari Pemerintah dan tunjangan-tunjangan lainnya. Bendahara Kantor Imigrasi melakukan penghitungan pada akhir bulan sebelum pegawai menerima gaji pada awal bulan berikutnya, namun pelaksanaan penghitungan dan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang dilakukan oleh Bendahara Kantor Imigrasi masih belum optimal.

2) Sarana yang digunakan wajib pajak dalam membayar atau melunasi PPh adalah menggunakan formulir Surat Setoran Pajak (SSP). Penyetoran pajak yang dilakukan oleh Bendahara Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung, terkadang terjadi keterlambatan karena masih kurang patuh terhadap peraturan perpajakan PPh pasal 21.

3) Secara keseluruhan, pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 di Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung dilaksanakan secara tertib karena tidak pernah terjadi keterlambatan dalam melakukan pelaporan SPT Masa. Bendahara

(2)

58

Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung telah menyetor pajak yang terutang kemudian melakukan kewajiban pelaporan sebelum tanggal 20 bulan takwim berikutnya setelah masa pajak berakhir. Namun dalam proses pelaporan yang dilakukan oleh bendahara Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung masih mengalami kesalahan, dikarenakan proses awal penghitungan sudah mengalami kesalahan, sehingga bendahara Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung berkewajiban untuk mengadakan pembetulan pelaporan SPT dan mengembalikan uang kelebihan pembayaran PPh 21 kepada pegawainya.

4) Hambatan yang terjadi di Kantor Imigrasi klas 1 Bandung dalam Pelaksanaan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang dilakukan oleh bendahara kantor masih belum optimal dan dalam proses penyetoran pajak di Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung, masih kurang patuh terhadap peraturan perpajakan karena terkadang terlambat menyetor PPh pasal 21.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas dapat disarankan bahwa :

1) Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara bagi pelaksanaan pembangunan nasional, oleh karena itu diharapkan agar Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung tetap melakukan kewajibannnya untuk melaksanakan pemotongan, penyetoran sebelum jatuh tempo dan pelaporan PPh pasal 21 atas pegawai tetap dengan benar dan teliti sehingga tidak merugikan pegawai Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung maupun pemerintah.

(3)

59

2) Pihak pemerintah harus lebih banyak memberikan sosialisasi mengenai Pajak Penghasilan pasal 21 kepada Wajib Pajak khususnya yang bertindak sebagai pemotong atau pemungut pajak sehingga tidak terjadi lagi kesalahan-kesalahan dalam penghitungan, pemotongan, penyetoran dan pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang dilakukan oleh Wajib Pajak.

3) Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung diharapkan lebih memahami Undang- undang perpajakan khususnya PPh 21 serta harus selalu up to date mengenai perkembangan ketentuan perpajakan yang berlaku. Peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku di Indonesia sering mengalami perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi mengikuti perkembangan sosial dan ekonomi. Dengan demikian tidak akan terjadi lagi kesalahan perhitungan dan keterlambatan penyetoran pajak terutang yang menyebabkan kerugian bagi pegawai Kantor Imigrasi Klas 1 Bandung maupun Negara.

Referensi

Dokumen terkait

4.2.3 Analisis Terhadap Upaya Yang Dilakukan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Tegallega Dalam Mengatasi Hambatan Yang Terjadi Dalam Proses Restitusi Pajak

49 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Aset Tetap pada Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung………...…..…… 51 4.2 Hambatan Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus lebih mengoptimalkan penerimaan daerah dalam bentuk pajak dan retribusi daerah yang merupakan komponen dari Pendapatan Asli Daerah PAD, sehingga

Agar tingkat perputaran persediaan optimal pada suatu perusahaan, maka sebaiknya perusahaan perlu memperhatikan batasan maksimum dan minimum jumlah persediaan yang harus disimpan dalam

Hambatan Eksternal Hambatan terbesar yang dialami dalam pembiayaan KPR Subsidi iB di bank BTN Kantor Cabang Syariah Bandung yaitu apabila rumah yang akan ditempati oleh nasabah belum

Dalam melakukan restrukturisasi kredit bermasalah bank bjb KCP Ujung Berung dihadapkan pada hal-hal yang dapat memperlambat proses restrukturisasi, hambatan tersebut adalah nasabah yang

Sebaiknya Pemerintah, dalam hal ini Dirjen Pajak harus lebih aktif lagi menyosialisasikan Peraturan Pemeritah Nomor 46 Tahun 2013 ini seperti mengadakan seminar bersama para

Dalam penyusunan Laporan Raalisasi Anggaran terdapat hambatan- hambatan yang membuat penyusunan tidak tepat waktu, saran penulis mengenai Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan DPPK