BAB VI KESIMPULAN
6.1 Kesimpulan
Penelitian mengenai dukungan social keluarga terhadap narapidana residivis di Lembaga Permasyarakatan Klas II A Gorontalo difokuskan pada aspek dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan infromasi yang diberikan keluarga kepada narapidana residivis. Secara umum dukungan social keluarga terhadap narapidana residivis dikategorikan sedang. Dukungan penghargaan memiliki rata-rata skor yang paling tinggi, dan dukungan instrumental memiliki rata-rata skor paling rendah. Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
1. Dukungan Emosional Yang Diberikan Keluarga Terhadap Narapidana Residivis Dukungan emosional yang diberikan keluarga terhadap narapidana residivis di Lembaga Permasyarakatan Klas II A Gorontalo mencakup pemberian perhatian dengan cara memberikan kunjungan kepada narapidana residivis, ikut berempati kepada mereka ketika terlibat kasus hukum, memberikan semangat dan motivasi, menanyakan kabar mereka melalui petugas atau orang lain, merasa khawatir dengan kondisi mereka di Lapas, mengkhawatirkan lingkungan di dalam lapas dan selalu menyarankan narapidana resdivis untuk berdoa disaat meresa cemas akan menghadapi persidangan ataupun masalah.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dukungan emosional yang diberikan keluarga terhadap narapidana residivis di Lembaga Permasyarakatan Klas II A Gorontalo berada pada kategori sedang. Perolehan skor dalam penelitian dukungan
emosional adalah 1323 untuk 7 item pernyataan. Dukungan Emosional ini memiliki presentase sebesar 69,48 yang merupakan hasil terendah kedua dari semua aspek.
2. Dukungan Penghargaan Yang Diberikan Keluarga Terhadap Narapidana Residivis
Aspek yang diteliti dalam dukungan penghargaan adalah dengan keluarga mendukung dan memberikan pujian atas hal positif yang dilakukan narapidana residivis, keluarga mengakui keberadaan mereka walupun berstatus narapidana residivis, keluarga menyetujui pendapa tatau saran yang diberikan narapidana residivis, keluarga memberikan apresiasi atas perubahan positif dalam hidup mereka selama berada di lapas, keluarga menjaga rahasia-rahasia hukum yang diterima dan keluarga tidak mengucilkan atau merasa malu dengan keadaan narapidana residivis sebagai anggota keluarganya.
Hasil Skor yang diperoleh dalam penelitian untuk aspek dukungan penghargaan ini adalah 1277 untuk 6 item pernyataan. Presentase yang diperoleh dalam dukungan penghargaan yaitu sebesar 78,24, hal ini merupakan hasil yang paling tinggi diantara aspek yang lain.
3. Dukungan Instrumantal Yang Diberikan Keluarga Terhadap Narapidana Residivis
Aspek–aspek yang diteliti dalam dukungan instrumental ini berkaitan dengan pemberian material. Pemberian jasa diberikan melalui penyediaan kebutuhan tambahan seperti makanan dan minuman, persediaan obat, pakaian ganti, perlengkapan mandi, pemberian uang untuk kebutuhan-kebutuhan tidak terduga serta fasilitas hiburan seperti buku dan majalah.
Berdasarkan hasil penelitian, dukungan instrumental yang diberikan keluarga terhadap narapidana residivis termasuk kedalam kategori sedang. Skor yang diperoleh dalam penelitian untuk dukungan instrumental yang diberikan keluarga terhadap narapidana residivis sebanyak 1235 untuk 7 item pernyataan. Presentase yang diperoleh dukungan instrumental sebesar 64,86 dan merupakan hasil terendah dari ketiga aspek lainnya.
4. Dukungan Informasi Yang Diberikan Keluarga Terhadap Narapidana Residivis Aspek yang diteliti dalam dukungan informasi ini adalah berkaitan dengan pemberian pengetahuan, nasehat dan saran. Pemberian pengetahuan dinyatakan dalam pemberian infomrasi tentang bantuan hukum, keluarga melakukan diskusi untuk mencari jalan keluar dari masalah/kesulitan yang di alami narapidana residivis, keluarga memberikan nasehat-nasehat atas kesalahan yang pernah dilakukan, keluarga memberikan keadaan tentang kondisi rumah dan lingkungan diluar dan keluarga yang selalu memberikan saran untuk selalu mendekatkan diri pada tuhan.
Berdasarkan hasil penelitian untuk dukungan informasi yang diberikan keluarga terhadap narapidana residivis di Lembaga Permasyarakatan Klas II A Gorontalo berada pada kategori tinggi. Perolehan skor untuk dukungan informasi ini adalah 1035 dari 5 item pernyataan. Presentase yang didapatkan pada hasil skor dukungan informasi merupakan skor tertinggi kedua yaitu sebesar 76,10.
Berdasarkan pernyataan tersebut, maka diperlukan program untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh narapidana residivis. Adapun program yang diusulkan yaitu “Peningkatan Dukungan Sosial Melalui Kegiatan Kelompok Bantu
Diri atau Self Help Group Bagi Narapidana Residivis di Lembaga Permasyarakatan Klas II A Gorontalo”.
Program ini merupakan program yang dirancang dengan cara membentuk suatu kelompok yang bertujuan untuk saling membantu antar sesame narapidana residivis dalam memenuhi kebutuhan yang sama, menanggulangi hambatan atau masalah- masalah yang mengganggu kehidupan, serta berusaha membawa perubahan pribadi sosial yang diinginkan. Program ini dapat dikatakan layak karena adanya kekuatan dan peluang yang lebih banyak tersedia dari pada kekurangan dan ancaman yang ada dan dapat terjadi.
6.2 Saran
Suatu program akan dapat dikatakan berhasil apabila didalam pelaksanaannya terdapat dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak yang terlibat, serta pelaksanaanya tidak menyimpang dari perencanaan yang telah dibuat. Guna mempertahankan dan meningkatkan dukungan social terhadap narapidana residivis, peneliti memberikan rekomendasi terhadap pihak Lembaga Permasyarakatan Klas II A Gorontalo untuk dapat merekrut pekerja social koreksional. Peneliti juga berharap kepada petugas agar lebih memperhatikan narapidana, khususnya terhadap narapidana residivis dengan cara mendampingi mereka agar bisa mengikuti pola pembinaan yang ada di Lembaga Permasyarakatan Klas II A Gorontalo dengan baik.