• Tidak ada hasil yang ditemukan

bahasa perempuan dalam kumpulan cerpen sagra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "bahasa perempuan dalam kumpulan cerpen sagra"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

Yakni bahasa eksplisit, ekspresi bahasa tubuh perempuan dan unsur multifokal bahasa perempuan dalam kumpulan cerpen ini. Temuan penelitian yang diperoleh dari bahasa perempuan adalah pengarang mengungkapkan pengalaman perempuan terhadap bahasa dalam bentuk (1) tulisan tertulis; (2) Ekspresi tubuh dalam bahasa perempuan, yang meliputi ekspresi tubuh dalam bahasa perempuan melalui bahasa lancar, ekspresi tubuh dalam bahasa perempuan melalui bahasa terfragmentasi, dan ekspresi tubuh dalam bahasa perempuan melalui bahasa terbuka; (3) unsur multifokal dalam bahasa perempuan.

Latar Belakang Masalah

Oleh itu, penulis wanita lebih terdedah dalam perkara yang berkaitan dengan tubuh atau bahasa wanita (Rahman, 2012, hlm. Rahman (2012:17) menyatakan ginokritik ialah teori yang direka khusus untuk menganalisis karya tentang wanita yang dicipta oleh penulis wanita. Norhayati Ab.

Rumusan Masalah

Keempat model tersebut adalah: tulisan perempuan dan budaya perempuan, tulisan perempuan dan biologi perempuan, tulisan perempuan dan bahasa perempuan, serta tulisan perempuan dan psikologi perempuan. Menurut Rahman (2012, p. 131), tulisan perempuan dan bahasa perempuan terbagi dalam empat kategori, yaitu tulisan implisit dan eksplisit dalam bahasa perempuan, ekspresi tubuh dalam bahasa perempuan, dan unsur multifokal perempuan.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hakikat Kritik Sastra Feminis

Pengertian Ginokritik

Ginokritisme bertujuan untuk memisahkan perempuan dari sejarah sastra yang didefinisikan laki-laki dan melihat kreativitas dan imajinasi perempuan, serta melihat tulisan dan bahasa yang digunakan penulis perempuan untuk menyampaikan sesuatu. Bahasa merupakan aspek yang paling menarik ketika berbicara tentang karya sastra yang ditulis oleh pengarang laki-laki dan perempuan.

Konsep Sastra

Konon bahasa yang digunakan laki-laki dapat meracuni pikiran, bahkan mematikan bahasa yang digunakan laki-laki. Dalam tulisan pengarang laki-laki, perempuan memandang tulisan pengarang laki-laki sebagai simbol dari apa yang dipikirkan laki-laki.

Hakikat Cerpen

Menurut Nurgiyantoro, unsur luar adalah unsur-unsur di luar karya fiksi yang mempengaruhi lahirnya karya tersebut, namun bukan merupakan bagian dari karya fiksi itu sendiri. Sebelumnya, Wellek dan Warren (Nurgiyantoro, 2013, p. 23) juga telah mengemukakan bahwa unsur eksternal adalah kondisi subjektivitas pengarang dalam sikap, keyakinan, dan pandangan hidup yang melatarbelakangi lahirnya sebuah karya fiksi. mengatakan bahwa unsur biografi pengarang menentukan ciri khas karya yang akan dihasilkan.

Bahasa Perempuan

Cixous (dalam Rahman, 2012, p. 130) mengatakan bahwa bahasa perempuan mempunyai bahasa yang berbeda-beda, perbedaan tersebut terletak pada penggunaan irama dan irama serta bahasa yang unik sebagai suatu sistem yang dinamis dan sangat dekat dengan kehidupan dan karakter perempuan. seorang wanita. Menurut Rahman (2012, p. 131), tulisan perempuan dan bahasa perempuan terbagi dalam tiga kategori, yaitu tulisan implisit dan eksplisit dalam bahasa perempuan, ekspresi tubuh dalam bahasa perempuan, dan unsur multifokal perempuan.

Penelitian Relevan

Analisis Ginokritik Partikel Baru Karya Dewi 'Dee' Lestari", karya Yola Yuswianti, Christanto Syam, Agus Wartiningsih (2017). Analisis Ginokritikal Novel "Pengakuan Lajang Eks Parasit Karya Ayu Utami", karya Novita Aprilia, Totok Priyadi, Agus Wartiningsih (2015).

Kerangka piker

Jenis Penelitian

Fokus penelitian

Data dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Instrumen Penelitian

Teknik Analisis Data

Dari hasil uraian data dapat disimpulkan bahwa kumpulan cerpen Sagra mencakup aspek tulisan dan bahasa perempuan. Bab IV menyajikan data kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini dan uraian data subjek, unsur luar kumpulan cerpen Sagra, analisis data bahasa perempuan dalam kumpulan cerpen Sagra, interpretasi dan keterbatasan penelitian. Penelitian ini mengkaji bahasa perempuan yang digunakan dalam kumpulan cerpen Sagra Oka Rusmini dengan menggunakan teori ginokritisisme sastra.

Bahasa perempuan terbagi menjadi empat aspek, yaitu bahasa eksplisit, bahasa implisit, ekspresi bahasa tubuh perempuan, unsur multivokal bahasa perempuan. Peneliti tidak membahas aspek bahasa implisit dan hanya fokus pada bahasa eksplisit, ekspresi bahasa tubuh perempuan, dan unsur multivokal bahasa perempuan.

Tabel yang digunakan untuk mengelompakan data
Tabel yang digunakan untuk mengelompakan data

Deskripsi Data Objek

Di awal cerpennya, tokoh "aku" bercerita tentang bagaimana ia memutuskan untuk menikah dengan Rifacet, yang menggantungkan hidupnya pada royalti puisi. Suaminya berkata, “Saya bangga memiliki Putu Saiful Hadjar” sambil menghirup rokok Dji Sam Soe miliknya dalam-dalam. Konon ibu Ida Putu bisa tidur dengan seratus pria dalam sehari.

Suatu hari, ketika centaga sedang menari, muncullah seorang laki-laki bernama I Gusti Ngurah Putu Sanggara. Di sinilah laki-laki akan berpikir tentang kehebatan, seperti Ken Arok yang berusaha mengungkap rahasia. Ia selalu didesak untuk menikah karena menurut kepercayaan masyarakat Bali, perempuan yang tidak menikah sebelum meninggal akan dikejar oleh laki-laki berwajah babi setelah kematiannya.

Ki merupakan cerpen penutup yang menceritakan tentang seorang anak laki-laki Sudra yang diangkat menjadi anak oleh seorang wanita kasta Brahmana yang sering dipanggil Siwi. Cenana menolak mencintai pria yang menikahinya dan pria yang memperkosanya.

Analisis Data Unsur Ekstrinsik Kumpulan Cerpen Sagra a. Latar Belakang Penulis

Nilai Sosial

Pada kutipan di atas dijelaskan bahwa seseorang yang termasuk dalam kasta Brahmana harus dilayani oleh kasta Sudra.

Nilai Agama

Nilai Moral

Ekspresi Bahasa Tubuh Perempuan

Bentuk ekspresi bahasa tubuh yang digunakan Oka Rusmini adalah untuk menunjukkan tingkah laku dan perasaan yang dialami tokoh dalam cerpen. Berdasarkan pemikiran tersebut, Oka Rusmini menggunakan bahasa terbuka dalam menggambarkan seksualitas perempuan yang tidak dapat diungkapkan oleh penulis laki-laki dalam karyanya. Oka Rusmini juga menggunakan ekspresi bahasa tubuh perempuan yang terbuka untuk menggambarkan perasaan dan situasi yang dialami para tokohnya.

Dalam kutipan tersebut, Oka Rusmini menggunakan bahasa terbuka untuk menggambarkan situasi dan perasaan yang dialami tokoh. Oka Rusmina menggunakan kata selangkangan, payudara, dan sela-sela paha untuk menggambarkan sensasi dan kondisi yang dirasakan tubuh perempuan dengan lidah terbuka. Oka Rusmini menggunakan medium bahasa terbuka dengan kalimat “selangkangan”..payudara” dan “antara paha” yang berkaitan dengan biologi kewanitaan.

Oka Rusmini memaparkan unsur biologis yang berkaitan dengan tubuh wanita. Hal ini tentu saja didukung oleh pengalaman tubuh perempuan yang hanya bisa diungkapkan oleh penulis perempuan. Dalam kutipan lainnya, Oka Rusmini juga menggambarkan kondisi yang dialami perempuan dengan memanfaatkan pengalamannya sebagai perempuan, seperti dalam cerpen Cenana, berikut kutipannya;

Unsur Multifokal Perempuan dalam Bahasa Perempuan

Dalam beberapa kasus, perempuan yang tidak bisa menghasilkan keturunan belum bisa dianggap perempuan sepenuhnya. Bahkan dalam kepercayaan masyarakat Bali dikatakan bahwa wanita yang tidak dapat mempunyai anak akan menyusui ulat bulu ketika mereka mati. Penulis menunjukkan rasa irinya terhadap pria yang tidak mengalami menstruasi melalui tokoh Luh Segre.

Metode ekspresi penulis menitikberatkan pada sifat multifokal bahasa perempuan dan dapat disimpulkan bahwa bahasa perempuan tidak didasarkan pada satu bentuk tertentu. Aku menyukai mata boneka yang memancarkan warna berbeda dibandingkan dengan mata anak laki-laki seusiaku. Pada kalimat “Aku menyukai mata boneka yang memancarkan warna berbeda dibandingkan dengan mata anak laki-laki seusiaku.”.

Unsur multifokal bahasa perempuan yang digunakan Oka Rusmini dalam cerpen Sagra erat kaitannya dengan hakikat perempuan dalam berimajinasi. Unsur multifokal bahasa perempuan pada kutipan di atas terlihat pada kalimat “mata mempunyai dua musim”.

Interpretasi Data

Seluruh cerita dalam kumpulan cerpen Sagra dikemas dengan baik menggunakan bahasa yang diciptakan oleh pengarang perempuan tanpa ada campur tangan pengarang laki-laki. Dari hasil analisis bahasa perempuan dalam kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini, penulis menunjukkan keunikan bahasa perempuan yang terbagi menjadi tiga, yaitu bahasa eksplisit, ekspresi bahasa tubuh perempuan, yaitu terbuka, cair dan terfragmentasi. Terbukti, kumpulan cerpen Sagra Oka Rusmini menjadi pemenang serial pertama pada tahun 1998.

Cerpen Sagra merupakan kumpulan cerpen yang menarik, meskipun ada beberapa cerpen yang perlu dibaca dengan cermat untuk memahaminya, seperti cerpen Kakus. Ekspresi bahasa tubuh perempuan yang ditampilkan Oka Rusmini dalam cerpen Sagra benar-benar menceritakan keadaan nyata yang dialami perempuan. Pemikiran dan tekanan yang dihadapi perempuan dalam judul-judul cerpen kumpulan cerpen Sagra diungkapkan dengan bahasa yang terbuka, terfragmentasi, dan cair.

Unsur multifokal yang dimaksud adalah pikiran dan tindakan perempuan yang diungkapkan dengan menggunakan gambaran yang hanya ia imajinasikan. Dari ketiga aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa Oka Rusmini adalah seorang penulis perempuan yang menggambarkan karakter dan keprihatinan perempuan dengan bahasa terbuka, penulis menceritakan secara jujur ​​tentang biologi dan seksualitas perempuan, yang tidak dapat diungkapkan oleh penulis laki-laki dalam karyanya.

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini hanya menggunakan satu objek kajian yaitu kumpulan cerpen Sagra Oka Rusmini.

Simpulan

Penggunaan bahasa eksplisit yang dilakukan Oka Rusmini dapat dilihat pada hasil penelitian pada bab sebelumnya. Ekspresi bahasa tubuh wanita terbagi menjadi tiga sub fokus, yaitu; terfragmentasi, cair dan terbuka. Fragmen ekspresi bahasa tubuh perempuan yang digunakan Oka Rusmini dapat dilihat pada bab sebelumnya.

Oka Rusmni blak-blakan dengan menggunakan bahasa yang terfragmentasi, cair dan terbuka dalam menulis tentang tubuh perempuan dalam cerpen Sagra. Unsur multifokal bahasa perempuan dalam kumpulan cerpen Sagra membuktikan bahwa perempuan mempunyai kreativitas dan imajinasi yang sangat berbeda dengan laki-laki. Terlihat pada bab sebelumnya, Oka Rusmini menampilkan bahasa dengan sangat menarik hanya melalui pemikiran dan karakter perempuan.

Saran

Oka Rusmini memanfaatkan pengalamannya sebagai perempuan untuk menceritakan proses dan rasa sakit yang dialami perempuan saat melahirkan. Dalam kalimat ini, Oka Rusmini menggunakan bahasa terbuka untuk menggambarkan penderitaan yang dialami perempuan setelah mengabdi pada tentara Jepang, “pisau berburu menghujani pahanya”. 6 Saya menyukai mata boneka yang memancarkan warna berbeda dibandingkan dengan mata anak laki-laki seusia saya.

Berdasarkan kutipan tersebut, data yang disajikan adalah mengenai pemikiran yang digambarkan oleh tokoh utama dalam gambaran pria yang dicintainya. Pada kalimat “Saya menyukai mata boneka yang memancarkan warna berbeda dibandingkan dengan mata anak laki-laki seusia saya”. Begitulah pemikiran tokoh utama yang mengatakan bahwa ia sangat menyukai mata Wayang, menurutnya mata Wayang itu indah dan berbeda dengan mata anak laki-laki seumuran Wayang. Pada kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa Oka Rusmini sedang menggambarkan hasrat seksual seorang wanita yang diidam-idamkannya secara diam-diam.

Media bahasa terbuka seperti yang ditulis Oka Rusmini dalam karyanya tidak pernah digunakan oleh penulis laki-laki dalam tulisannya. Oka Rusmini menggambarkan perasaan dan kondisi yang dialami tubuh wanita dengan bahasa terbuka dengan menggunakan kata “selangkangan”. Kutipan di atas menjelaskan minimnya rasa sakit yang dialami wanita akibat kehausan pria terhadap wanita.

Impotensi perempuan membuat laki-laki yang haus nafsu menjadi sewenang-wenang dalam melakukan perbuatannya.

Gambar

Tabel yang digunakan untuk mengelompakan data

Referensi

Dokumen terkait

Soebekti, Hukum Perjanjian, Jakarta: Intermasa, 1979 ---Aneka Perjanjian, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1995 ---Itikad Baik dalam Kebebasan Berkontrak, Jakarta: Fakultas Hukum