Praktikum bab 1 yakni organisasi sel dan zat penyusunan di lakukan banyak perlakuan pada umbi bit. Perlakuan pertama yakni kontrol menunjukkan warna larutan telah di beri ekstrak umbi bit berwarna merah muda,normal atau tidak mengkerut,absorbansi sebesar 0,125, dapat di artikan bahwa sel pada umbi bit toleran dan tidak rusak membran sel. Perlakuan dingin menunjukkan warnanya menjadi merah muda,normal dan warna sedikit memudar, absorbansi 0,080 menunjukkan bahwa perlakuan dingin mempengaruhi air di sekitar umbi berubah bentuk menjadi kristal es,kristal es ini memiliki permukaan yang tajam. Hal ini berakibat merusak membran sel dan mengoyak. Perlakuan selanjutnya, suhu panas 400 C berwarna merah tua,normal,dan absorbansi sebesar 0,312, perlakuan 500 C warna merah, normal dan absorbansi 0,245. Perlakuan 600 C warnanya merah,normal,tidak dan absorbansi sebesar 0,238. Perlakuan 700 C warna tetap merah agak tua, normal dan absorbansi 0,347. Hal ini mengalami kenaikan dan terjadi karena,suhu yang semakin tinggi menyebabkan membran sel semakin lama semakin rusak akibatnya,semakin banyak inti sel yang keluar. Semakin tinggi nilai obsorbansinya semakin pekat warna yang di hasilkan. Komponen membran tersusun atas lipid dan protein,maka jika suhunya terlalu tinggi protein akan mengalami denaturasi menyebabkan isi di dalam sel keluar, karena protein penyusun membran selnya rusak. Perlakuan dengan asetat pekat warna berubah menjadi merah tua,sangat mengkerut, dan dengan absorbansi 0,075. Perlakuan aseton 80% merah tua,mengkerut,absorbansinya 0,074. Perlakuan aseton 60% merah agak tua, agak mengkerut,absorbansinya 0,087. Hal ini membuktikan bahwa bahan kimia aseton pekat,60%,80% mengerutkan,menaikkan , nilai absorbansi, namun tidak mengubah warna. Membran sel akan mengalami kerusakan yang parah maka di beri perlakuan suhu yang ekstrim,terlalu rendah ataupun terlalu tinggi, semakin tinggi suhu yang di berikan maka,semakin pekat warna yang di hasilkan dan semakin tinggi nilai absorbasinya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin panjang ikatan rantai karbon maka nilai absorbasinya semakin rendah.
Banyak perlakuan pada umbi bit
Teks penuh
Dokumen terkait
Kadar malondialdehid (MDA) yang tinggi dalam plasma dapat digunakan sebagai indikator adanya radikal bebas dan kerusakan oksidatif pada membran sel, karena senyawa radikal
Sedikitnya jumlah bunga yang mekar diduga disebabkan oleh yang suhu tinggi pada perlakuan, suhu tinggi dapat membuat proses mekarnya bunga terhambat karena
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentonit yang diberi perlakuan suhu tinggi dilanjutkan dengan aktivasi asam merupakan adsorben yang memiliki efisiensi penjerapan
digunakan untuk aplikasi sel bahan bakar adalah membran dengan konduktivitas tinggi, permeabilitas terhadap metanol rendah, mampu beroperasi pada suhu tinggi,
dalam pengencernya, dimana memiliki nilai abnormalitas paling rendah dan motilitas yang paling tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa membran sel spermatozoa pada
Kombinasi suhu dan lama thawing yang baik adalah yang mengakibatkan sedikit kerusakan sel sperma, sehingga tetap memiliki kemampuan membuahi sel telur yang tinggi
Analisis korelasi stabilitas membran sel dengan produktivitas tubuh buah dilakukan dengan menggunakan data nilai Kerusakan Relatif/Relative Injury (RI) pada suhu 30 o C
kerusakan Kanesia 10 tanpa perlakuan insektisida benih selama periode pengamatan mencapai 8 kali dengan rata- rata intensitas kerusakan yang lebih tinggi dibanding perlakuan yang