• Tidak ada hasil yang ditemukan

baru banget pei

N/A
N/A
berlyan shii

Academic year: 2025

Membagikan "baru banget pei"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR EKONOMI INTERNASIONAL STUDI KASUS

Studi Kasus : Kebijakan Hilirisasi Ekspor Biji Nikel terhadap Industri Perdagangan Internasional Indonesia

Implementasi Kebijakan Ekonomi Internasional

Dibuat oleh :

Luh Nyoman Berlyan Maharani

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Program Studi Sarjana Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

2024/2025

(2)

LANDASAN TEORI A. Teori Kebijakan Ekonomi Internasional

Dalam arti luas, kebijakan ekonomi Internasional merupakan suatu tindakan/kebijaksanaan ekonomi suatu pemerintah. Kebijakan ini secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi komposisi, arah, serta bentuk dari perdagangan dan pembayaran Internasional.

Kebijakan ini tidak hanya membahas tarif maupun kuota, tetapi membahas juga perdagangan serta pembayaran internasional seperti misalnya pengaruh terhadap kebijakan moneter maupun fiskal.

Dalam arti sempit, kebijakan ekonomi adalah tindakan/kebijakan ekonomi pemerintah yang secara langsung dapat mempengaruhi perdagangan dan pembayaran internasional.

Tujuan dari Kebijaksanaan Ekonomi Internasional yaitu :

1. Autarki. Tujuan ini bertentangan dengan prinsip perdagangan internasional. Tujuan autarki ini bermaksud untuk menghindarkan dari pengaruh negara lain baik dari pengaruh ekonomi, politik, atau militer.

2. Kesejahteraan (Walfare). Tujuan ini juga bertentangan dengan autarki diatas. Kebijakan ini membahas tentang dengan mengadakan perdagangan internasional, maka suatu negara akan memperoleh keuntungan dari adanya spesialisasi. Hal ini berarti menyatakan harus adanya perdagangan bebas.

3. Proteksi. Tujuan kebijakan ini untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor dan kebijakan ekspor.

4. Keseimbangan neraca pembayaran. Kondisi ketika jumlah transaksi debit (pembayaran ke luar negeri) sama dengan total transaksi kredit (penerimaan dari luar negeri).

5. Pembangunan ekonomi. Untuk mencapai tujuan ini pemerintah harus memberi perlindungan terhadap industry dalam negeri, mengurangi impor barang konsumsi yang nonessensial dan mendorong impor barang yang essensial, serta mendorong ekspor.

KRONOLOGI KASUS

Pada pembahasan studi kasus ini, saya akan menjelaskan mengenai Kebijakan Hilirisasi Ekspor Biji Nikel terhadap Industri Perdagangan Internasional Indonesia melalui Implementasi Kebijakan Ekonomi Internasional khusunya pada bidang tujuan kebijaksanaan ekonomi internasional pada hal proteksi. Nikel adalah unsur logam alami yang paling umum ditemukan di kerak bumi.

Komoditas ini sangat penting bagi berbagai sektor industri, seperti pembuatan baja tahan karat (stainless steel), baterai, logam paduan, dan pelapisan logam. Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia, dengan cadangan mencapai 52% dari total cadangan global (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2020). Sebelum kebijakan pelarangan ekspor

(3)

mineral mentah diterapkan pada awal 2020, sebagian besar produksi nikel Indonesia diekspor dalam bentuk biji mentah, sehingga pemanfaatannya di dalam negeri masih sangat terbatas.

Pemerintah pun membuat kebijakan hilirisasi guna untuk menganalisis posisi strategis Indonesia di pasar global, dan melihat upaya pemerintah dalam memaksimalkan potensi nikel nasional yang bernama kebijakan Hilirisasi. Proteksionisme nikel di Indonesia dalam sektor nikel merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat industri dalam negeri.

Meskipun kebijakan ini menghadapi tantangan dari Uni Eropa dan WTO, pemerintah tetap berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan hilirisasi nikel. Untuk mendukung keberhasilan kebijakan ini, diperlukan investasi di sektor smelter, diversifikasi pasar ekspor, serta peningkatan daya saing industri dalam negeri.Kebijakan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dalam negeri serta mendorong pertumbuhan industri pengolahan logam. Dengan mengolah nikel sebelum diekspor, Indonesia dapat mempertahankan kendali atas komoditas strategis ini dan mengurangi ketergantungan pada negara lain (Agung & Adi, 2022). Namun, peningkatan tenaga kerja harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM agar Indonesia dapat bersaing dengan pekerja asing (Rahman, 2021). Oleh karena itu, peran pemerintah sangat penting dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja guna mendukung industri nikel dan kendaraan listrik.

HUBUNGAN DENGAN TEORI

Hubungan kebijakan Hilirisasi Ekspor Biji Nikel terhadap Industri Perdagangan Internasional Indonesia memiliki hubungan yang erat. Pemerintah membuat kebijakan ini agar proteksionisme nikel yang ada di Indonesia dalam perdagangan dunia dapat mencapai peningkatan laju ekonomi dalam negeri. Program hilirisasi ini dibuat dengan tujuan agar dapat memaksimalkan pengelolahan nikel menjadi barang nilai tambah. Di samping itu, program hilirisasi juga mendukung terciptanya ekosistem pusat produksi baterai kendaraan listrik dunia di Indonesia.

KESIMPULAN

Kebijakan larangan ekspor biji nikel di Indonesia bertujuan untuk mendukung hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah dalam negeri dan memperkuat daya saing industri pengolahan logam. Sebelum kebijakan ini diterapkan, sebagian besar nikel diekspor dalam bentuk mentah, sehingga manfaatnya bagi ekonomi domestik masih terbatas. Melalui proteksionisme ini,

(4)

pemerintah berupaya mempertahankan kendali atas sumber daya strategis dan mendorong investasi di sektor smelter serta diversifikasi pasar ekspor.

(5)

DAFTAR PUSTAKA

Radhica, D. D., Wibisana, R.A.A., (2023). Proteksionisme Nikel Indonesia dalam Perdagangan Dunia. Cendekia Niaga, 7(1), 74-84.

Purba, J. A. A. (2024). Batasan untuk Keamanan: Analisis Kebijakan Pembatasan Ekspor Nikel Indonesia Menggunakan Pendekatan Poskolonialisme. Jurnal Hubungan Internasional, 17(1), 78- 90.

Purwaningsih, A. (2021, 13 Februari). Di Balik Kekisruhan Larangan Ekspor Bijih Nikel.

Deutsche Welle.

Referensi

Dokumen terkait