PENDAHULUAN
KOMPETENSI GURU
Kompetensi Guru
Kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sekolah dinilai berhasil, tentunya tidak lepas dari faktor kompetensi seorang guru. Penulis akan memaparkan kompetensi yang harus dimiliki seorang guru berdasarkan buku yang ditulis oleh Mulyasa (2006:17) berjudul Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru.
Kualitas Didik
Upaya peningkatan dan peningkatan mutu pengetahuan guru yang dilakukan dengan Diklat KKN antara lain: “Semua kegiatan yang diberikan dan diterima oleh pejabat pendidikan (kepala sekolah, guru, dll). Sarana untuk mencapai tujuan pendidikan ditentukan, diperlukan sarana yang sangat tepat dan sangat mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Implementasi Kebijakan
Sedangkan 44% responden menyatakan sering dan 2% responden lainnya menyatakan kadang-kadang merupakan indikator perkembangan potensi siswa. Sedangkan 29% responden menyatakan sering dan 2% menyatakan kadang-kadang pada indikator komunikasi dengan siswa.
KINERJA GURU
Definisi Kinerja Guru
Menurut Uhar Suharsaputra (2012:68), kinerja adalah hasil kerja yang dapat dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dalam waktu tertentu. Berdasarkan definisi di atas, peneliti menyimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dapat dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam waktu tertentu. Sedangkan menurut Syafruddin Nurdin dan Basyiruddin Usman (2005:8), guru adalah orang yang memiliki gagasan yang perlu diwujudkan untuk kepentingan siswa, sehingga dapat menunjang hubungan yang sebaik-baiknya dengan siswa, untuk memajukan kebajikan.
Kinerja guru atau kinerja guru adalah tingkah laku atau tanggapan seorang guru yang membuahkan hasil yang berkaitan dengan apa yang dilakukannya ketika dihadapkan pada suatu tugas. Kinerja tenaga pendidik atau guru menyangkut segala kegiatan atau tingkah laku yang dimiliki oleh tenaga pendidik, tanggapan yang mereka berikan dalam rangka mencapai hasil atau tujuan. Berdasarkan pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa kinerja guru adalah penampilan melakukan, menggambarkan dan menghasilkan sesuatu, baik yang bersifat fisik maupun non fisik, sesuai dengan petunjuk, fungsi dan tugasnya, yang juga dilandasi oleh pengetahuan, sikap, keterampilan dan keterampilan. motivasi. sebagai hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan dan catatan hasil yang dicapai melalui fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan tertentu selama jangka waktu tertentu dan prestasi yang dicapai oleh seorang guru dalam memimpin dan melaksanakan tugas sebagai pendidik dan guru sesuai dengan standar yang berlaku untuk pekerjaan mereka.
Standar Kinerja Guru Profesional
Berdasarkan pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa kinerja guru adalah kinerja yang melakukan, menggambarkan dan menghasilkan sesuatu, baik fisik maupun non fisik sesuai dengan petunjuk, fungsi dan tugas yang dilandasi oleh pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi serta. sebagai hasil kerja, yang dicapai seseorang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan, dan mencatat hasil yang dicapai dengan fungsi kerja tertentu atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu, dan prestasi yang dicapai oleh seorang guru dalam mengelola dan melaksanakan tugas-tugas seperti seorang pendidik dan guru sesuai dengan standar yang berlaku untuk pekerjaannya. dengan kriteria tertentu seperti perencanaan kurikulum. Belajar adalah suatu proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya, sehingga menghasilkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Jadi kompetensi pengelolaan pembelajaran adalah kemampuan atau ketangkasan guru dalam mengelola segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pembelajaran di kelas, mulai dari pembukaan pelajaran sampai dengan pelaksanaan penilaian untuk pencapaian tujuan pembelajaran.
Sebagai pengelola pembelajaran, guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan nyaman. Dan kinerja itu sendiri dapat dilihat dari bagaimana seorang guru mengelola belajar baik sebelum proses belajar mengajar berlangsung sampai proses pembelajaran selesai. Kompetensi profesional dikembangkan berdasarkan analisis tugas yang mencerminkan fungsi dan peran guru dalam mengajar siswa.
Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru 24
Setiap hari faktor 1-4 ini akan terus mempengaruhi guru sehingga akan lebih dominan menentukan seberapa baik kinerja guru dalam menjalankan tugasnya. Produktivitas ditentukan oleh kinerja pegawai dan teknologi, sedangkan kinerja pegawai sendiri ditentukan oleh dua hal, yaitu kemampuan dan motivasi. Berdasarkan perbedaan pandangan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru di atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja guru sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Dan faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah faktor personal yang meliputi unsur pengetahuan, keterampilan, faktor kepemimpinan yang meliputi aspek kualitas manajer dan pemimpin tim, faktor tim yang meliputi kualitas dukungan dan semangat rekan-rekan dalam satu tim, faktor sistem , termasuk sistem kerja , fasilitas kerja yang ditawarkan oleh pemimpin sekolah, faktor kontekstual (situasi), termasuk tekanan dan perubahan lingkungan eksternal dan internal, dan sikap mental, pelatihan, keterampilan, manajemen, peluang untuk berprestasi. Ahmad Maulid (2016) mengemukakan bahwa terdapat tiga indikator kinerja guru yaitu kemampuan teknis, kemampuan konseptual dan keterampilan hubungan interpersonal. Indikator kinerja merupakan aspek-aspek yang menjadi tolak ukur dalam penilaian kinerja yang sangat penting untuk diperhatikan dan dinilai karena guru sedang melaksanakan tugas profesionalnya. Diantara indikator kinerja diatas, ada dua hal yang berkaitan dengan aspek keluaran atau hasil kerja yaitu kualitas hasil, jumlah keluaran dan dua hal yang berkaitan dengan aspek perilaku individu yaitu penggunaan waktu dalam bekerja dan kerjasama. sehingga keempat indikator di atas mengukur kinerja pada level individu.
Sertifikasi Guru
Misalnya, guru hanya mengajar di kelas, tidak memiliki prestasi – termasuk ikut penataran, membimbing siswa menuju keberhasilan, aktif berorganisasi, pertemuan ilmiah atau kegiatan lainnya. 30% responden yang sering memastikan tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran dan sering merencanakan pembelajaran yang berkaitan satu sama lain dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, dan sering memperhatikan jawaban siswa yang kurang memahami materi pembelajaran. Responden juga menyatakan selalu melakukan kegiatan pembelajaran untuk memunculkan kreativitas dan berpikir kritis siswa, serta selalu mengidentifikasi bakat, minat, potensi dan kesulitan belajar siswa.
Responden juga menyatakan selalu mengetahui semua jawaban siswa yang benar atau kurang tepat dan selalu melakukan kegiatan pembelajaran yang dapat mendorong kerjasama yang baik antar siswa. Guru profesional memiliki kemampuan memperhatikan siswa secara individual karena siswa adalah individu yang unik, individu yang sedang berkembang yang membutuhkan bimbingan individu dan mereka memiliki kemampuan untuk mandiri. Agar perkembangan individu siswa dalam aspek fisik, intelektual, sosial, emosional dan moral dapat berjalan dengan baik, maka kemampuan tersebut harus ditingkatkan agar guru dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat.
Meningkatkan Kompetensi Guru dan Siswa Kompetensi pedagogik merupakan salah satu jenis kompetensi pedagogik, yaitu jenis kompetensi yang mutlak harus dipahami oleh guru, karena kompetensi pedagogik pada hakekatnya merupakan keahlian guru dalam mengelola pembelajaran siswa. Guru dapat membimbing siswa melalui masa-masa sulit pada usia yang siswa rasakan. Mengalokasikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengeksplorasi keterampilan dan kemampuannya sehingga mereka dapat dilatih dan berkembang.
Dari segi kompetensi profesional, guru pendidik bersertifikasi universal di sekolah menengah negeri di Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur sudah memiliki kompetensi profesional yang sangat baik.
STUDI PENGARUH KOMPETENSI GURU
Gambaran Umum Kabupaten Luwu
Pengaruh Kompetensi Guru dalam
Responden juga menunjukkan bahwa mereka selalu menerapkan kegiatan pembelajaran yang berbeda, memimpin pembelajaran secara efektif dan selalu menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kelas. Responden juga menunjukkan bahwa mereka selalu menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik atau kompetensi inti yang sulit, dan selalu menggunakan hasil penilaian sebagai bahan untuk pengembangan kurikulum selanjutnya. Sedangkan 29% menjawab sering, 1% responden mengatakan bahwa kadang menggambarkan pribadi yang dewasa dan patut diteladani.
Responden juga menyatakan bahwa mereka selalu menyelesaikan semua tugas administrasi dan non-instruksional tepat waktu sesuai standar yang ditetapkan. Responden juga menyatakan selalu berperan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh sekolah dan masyarakat. Sedangkan 36% responden menyatakan sering dan 7% lainnya menyatakan kadang-kadang dalam hal indikator komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, siswa dan masyarakat.
Pengaruh Kompetensi Guru terhadap
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru bersertifikat pendidik pada Sekolah Menengah Negeri di Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur secara keseluruhan sangat baik. Kemampuan menyiapkan media, menggunakan media pembelajaran dan memanfaatkan teknologi pembelajaran menjadi prioritas utama karena berdasarkan informasi dari guru sertifikasi dan guru non sertifikasi serta pernyataan Kepala SMP Negeri 3 Towuti, kurang lebih 10% guru yang pendidik bersertifikat dalam kategori cukup dan tidak mampu melaksanakan tugasnya terkait media dan teknologi pembelajaran. Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dilakukan oleh guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, yang akan memungkinkan guru untuk terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Upaya yang telah dilakukan guru-guru SMP negeri di Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur untuk meningkatkan kemampuan pedagogik dan profesionalnya adalah diskusi dengan teman sejawat dan diskusi pada forum MGMP, mengikuti kegiatan ilmiah dalam workshop/seminar, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi, penelitian lanjutan dan kegiatan lainnya, misalnya melakukan penelitian tindakan di kelas, menulis buku, melakukan studi banding dan sebagainya. Dari kegiatan tersebut, diskusi antar rekan sejawat di sekolah yang mengajarkan mata pelajaran yang sama merupakan upaya yang paling diminati para guru. Hal ini senada dengan pernyataan kepala SMP Negeri 3 Towuti tentang upaya peningkatan mutu. Padahal, banyak model peningkatan kualifikasi akademik yang bisa dipilih oleh guru yang ingin meningkatkan kualifikasinya tanpa mengganggu tugas pokoknya.
Peningkatan Kompetensi Guru dan Peserta
Berdasarkan hasil survei terhadap sekolah menengah negeri di Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur yang menjadi posisi penelitian ini diperoleh data bahwa guru pedagogik bersertifikasi universal di sekolah tersebut sudah memiliki kompetensi pedagogik sangat baik. Dengan mengacu pada sistem manajemen pendidikan berbasis mata pelajaran, berarti para guru di sekolah tersebut sudah memiliki kecocokan antara latar belakang keilmuan dengan mata pelajaran yang dibina. Guru bersertifikat pendidik sudah memiliki gambaran tentang peserta didik, melakukan perencanaan pendidikan, melaksanakan pembelajaran pedagogik dan dialogis, menggunakan teknologi pendidikan, melakukan penilaian pembelajaran, baik.
Hal ini menunjukkan bahwa semua guru bersertifikat sudah memiliki penjelasan tentang psikologi di balik tumbuh kembang anak, sehingga mengetahui pendekatan yang tepat untuk dicoba pada anak didiknya. Guru bersertifikat pendidik telah menguasai mata pelajaran yang diampunya, mampu mengembangkan kurikulum, mampu mengembangkan alat penilaian, dan mampu menyempurnakan pembelajaran dengan media, prosedur, peralatan, dan sumber belajar yang baik. Situasi ini memastikan bahwa guru bersertifikat yang telah memiliki setidaknya gelar sarjana mampu mempertahankan profesionalismenya.
PENUTUP