PENDAHULUAN
RumusanMasalah
TujuanPenelitian
Menjelaskan fungsi sistem pencernaan pada manusia disertai contoh kepada siswa dalam menggunakan alat bantu batang tubuh. Isnoni (2013:5) berjudul Penelitian Penggunaan Media Bust Untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa Dan Hasil Belajar IPA. Deviantart dengan judul mencoba meningkatkan hasil belajar IPA menggunakan media tubuh pada siswa kelas IV SD Palangka tahun ajaran 2010/2011.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media batang tubuh dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN I Palangka. Tindakan tersebut dapat berupa penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajarannya, khususnya pada mata pelajaran IPA khususnya mata pelajaran organ tubuh manusia dan fungsinya, yaitu melalui penggunaan media batang tubuh. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media batang tubuh mengalami peningkatan: rata-rata skor kelompok eksperimen sebesar 81,87 termasuk dalam kategori sangat tinggi, sedangkan rata-rata skor kelompok kontrol sebesar 66,25 .
Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya dampak positif yang diperoleh siswa setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan media batang tubuh pada saat proses pembelajaran, sehingga hipotesis yang diajukan adalah “ada pengaruh penggunaan media batang tubuh terhadap struktur organ tubuh manusia pada siswa. hasil belajar.
ManfaatHasilPenelitian
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
Pengertian Media Torso
Penerima dan pesannya diterima dengan jelas dan utuh, sehingga media dalam proses belajar mengajar membantu memudahkan siswa. Dalam proses pembelajaran, alat musik ini lebih efektif karena dapat dimainkan berulang-ulang sesuai keinginan. Media-media tersebut digunakan dalam proses pembelajaran yang hanya melibatkan indra penglihatan atau dalam bentuk tulisan seperti surat kabar atau majalah.
Artinya pemilihan media tertentu tidak didasarkan pada kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan dan hiburan, tetapi harus menjadi bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar siswa. Berbagai dasar pemilihan media telah disebutkan di atas, sehingga dapat dipahami bahwa pemilihan media harus sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa, pemilihan media juga dapat membantu siswa. Kemudahan yang dimaksud adalah komponen-komponen tubuh yang terdapat pada media batang tubuh dapat dilepas dan dipisahkan dari posisi awalnya, sehingga ketika guru menjelaskan bagian-bagian tubuh kepada siswa jauh lebih mudah.
Mintalah salah satu siswa maju ke depan untuk menunjukkan kepada temannya contoh sistem pencernaan manusia yang menggunakan batang tubuh.
Hakekat Hasil Belajar IPA
Hasil belajar adalah tingkat ketuntasan yang dicapai peserta didik dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku individu yang bersifat relatif tetap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Hasil pembelajaran IPA tentunya harus dikaitkan dengan tujuan pendidikan IPA yang dituangkan dalam garis besar program pengajaran IPA di sekolah.
Oleh karena itu, tujuan pengajaran menggambarkan hasil belajar yang seharusnya dimiliki siswa dan bagaimana siswa mencapai hasil belajar tersebut. Menurut Muhibbin, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah: . 1) Faktor internal yaitu keadaan/kondisi fisik dan mental siswa, 2) Faktor eksternal yaitu keadaan/kondisi lingkungan sekitar siswa, 3) Faktor pendekatan pembelajaran yaitu upaya belajar siswa yang strategi dan metodenya digunakan oleh siswa digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi – materi pelajaran. Disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar ada dua, yaitu faktor internal yaitu faktor yang berasal.
Dengan demikian, kedua faktor tersebut saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
ProfilSekolah
Torsomedia merupakan model berupa patung manusia yang dilengkapi dengan bagian-bagian organ tubuh manusia baik bentuk maupun letaknya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah True Experimental Design yang artinya penelitian ini merupakan penelitian yang benar-benar eksperimental. Penelitian ini membandingkan tingkat pemahaman konsep struktur organ tubuh manusia antara siswa yang diajar menggunakan media torso dengan yang tidak menggunakan media torso. Analisis data penelitian bertujuan untuk menganalisis data yang berkaitan dengan hasil uji penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitiannya adalah terdapat pengaruh penggunaan media batang tubuh terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Bontomanai.
Dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 24 siswa (kelompok eksperimen) dan 24 siswa (kelompok kontrol), sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yaitu penggunaan media batang tubuh, berikut ini akan dianalisis secara deskriptif untuk memahami konsep siswa sebelum diberikan perlakuan. perlakuan diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan setelah perlakuan dengan media batang tubuh pada kelompok eksperimen, dan analisis statistik inferensial untuk menyelidiki hipotesis penelitian mengenai pengaruh penggunaan media batang tubuh terhadap struktur organ tubuh manusia pada pembelajaran hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SD Inpres Bontomanai. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar siswa pada kelompok kontrol mata pelajaran IPA mengalami peningkatan. Dengan selisih sebesar 15,62 dibandingkan nilai mean kedua kelompok, hal ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara kelompok eksperimen yang diberi media torso dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan media torso.
Artinya terdapat pengaruh antara kelompok yang diberi perlakuan penggunaan media batang tubuh pada struktur organ tubuh manusia terhadap hasil belajar IPA siswa dan kelompok yang tidak mendapat perlakuan menggunakan media batang tubuh pada struktur organ tubuh manusia. organ tubuh terhadap hasil belajar IPA siswa di kelas V SD Inpres Bontomanai, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan torsomedia memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil belajar IPA siswa. Hasil belajar kelompok kontrol yang berjumlah 24 siswa sebelum mendapat perlakuan berada pada kategori sangat rendah dan setelah mendapat perlakuan berupa pembelajaran konvensional atau tidak menggunakan media batang tubuh berada pada kategori tinggi. rendahnya hasil belajar IPA siswa disebabkan karena guru kurang menyadari bahwa pengetahuan dalam proses pembelajaran sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang baik dan kurang mempertimbangkan penggunaan metode dan media pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. . Media torso merupakan media yang dapat dilihat secara langsung berupa model patung manusia yang dilengkapi dengan komponen-komponen organ tubuh manusia baik bentuk maupun letaknya yang menyerupai tubuh manusia sebenarnya.
Guru menjelaskan kepada siswa tentang pembagian komponen tubuh dengan menggunakan media batang, agar siswa tertarik untuk langsung mengamati dan mendengarkan apa yang disampaikan guru pada saat proses pembelajaran, sehingga lambat laun dapat meningkatkan minat dan aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran. proses pembelajaran IPA di kelas V SD Inpres Bontomanai. Jika kita memperhatikan ulasan diatas terbukti penggunaan media torso memberikan dampak yang nyata dan positif bagi siswa yang belajar dengan menggunakan media torso, karena disini siswa tidak hanya berpikir abstrak saja, namun konkrit yang pada akhirnya dapat tertanam dalam diri siswa lebih lama berpikir, dan siswa lebih bersemangat/antusias terhadap proses pembelajaran yang ditawarkan dan tidak bosan. Siswa yang belajar tanpa menggunakan media batang mempunyai hasil belajar yang kurang baik karena anak sulit memahami dan siswa berpikir abstrak tanpa melihat alat bantu/media pembelajaran seperti media batang.
Media torso hendaknya diterapkan di sekolah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam pembelajaran IPA, khususnya materi yang cocok dan sesuai dengan media torso, sehingga siswa dapat mengembangkan potensi dirinya dan sukses dalam berprestasi. Terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media batang tubuh terhadap hasil belajar saintifik konsep struktur tubuh manusia siswa kelas V SD Inpres Bontomanai yang berarti bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan media batang tubuh pada mata pelajaran IPA cenderung meningkat/sangat tinggi dengan rata-rata skor kelompok, skor eksperimen sebesar 81,87 termasuk dalam kategori sangat tinggi, sedangkan rata-rata skor kelompok kontrol sebesar 66,25 dibandingkan dengan siswa yang diajar tanpa media torso dan yang pembelajarannya hasilnya sangat tinggi, rendah.
HasilPenelian yang Relevan
KerangkaPikir
Proses komunikasi (proses penyampaian pesan) harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan pertukaran pesan atau informasi oleh setiap guru dan siswa. Rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Bontomanai disebabkan oleh kurang efektifnya komunikasi yang dibangun guru selama proses pembelajaran, akibat tidak adanya media yang digunakan untuk bertukar ilmu dengan siswa. Torso sangat mudah digunakan. Guru dan siswa dapat dengan jelas menggambarkan nama, bentuk dan letak organ tubuh manusia karena bagian-bagian tersebut dapat dipisahkan/dihilangkan untuk keperluan demonstrasi di kelas.
Oleh karena itu, berdasarkan hasil observasi pertama terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Bontomanai sebagaimana disebutkan dalam latar belakang artikel ini, tidak salah jika diperlukan tindakan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa. mengoptimalkan. dengan menghadirkan model/torso di kelas. Dengan menggunakan batang tubuh, pelaksanaan pembelajaran saintifik lebih menekankan pada proses, sehingga siswa dapat memahami materi pembelajaran secara luas dan komprehensif khususnya tentang komponen organ tubuh manusia dan fungsinya. Dengan menggunakan media batang tubuh, interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa dapat efektif karena menimbulkan komunikasi dua arah, yaitu komunikasi antara guru dan siswa pada saat guru menjelaskan materi pelajaran, dilanjutkan dengan demonstrasi alat tubuh tertentu, dan komunikasi.
HipotesisPenelitian
METODE PENELITIAN
- LokasiPenelitian
- FokusPenelitian
- Variabel
- DefinisiOperasional
- Populasi dan Sampel
- TeknikPengumpulan Data
- TeknikAnalisis Data
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada kelompok eksperimen meningkat setelah adanya perlakuan. Hal ini terlihat dari tingkat hasil belajar siswa yaitu sebanyak 3 responden (12,5%) dengan kategori sedang, sebanyak 5 responden (20,8%) dengan kategori tinggi dan sebanyak 16 responden dengan kategori sangat tinggi. kategori. responden (66,7%), dan tidak ada responden yang masuk dalam kategori sangat rendah dan rendah. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa sebanyak 4 responden (16,6%) dengan kategori sangat tinggi, kategori tinggi sebanyak 10 responden (41,6%), dengan kategori sedang sebanyak 3 orang. . (12,5%), kategori rendah sebanyak 5 orang (20,8%) dan kategori sangat rendah sebanyak 2 orang (8,3%).
Perbandingan hasil belajar siswa kelompok eksperimen dan kontrol secara lengkap dapat dilihat pada Gambar 3.1 di bawah ini. Hasil penelitian terhadap 24 siswa kelompok eksperimen menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA sebelum diberi perlakuan berada pada kategori sangat rendah, kemudian setelah diberi perlakuan. Susunlah gambar struktur organ tubuh manusia dan tuliskan masing-masing fungsi organ tubuh3.
Berdasarkan hasil Uji Independent Sample T Test diperoleh nilai Sig (dua sisi) sebesar 0,000 < 0,05. Jadi dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelas A dan kelas B.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Statistik Deskriptif
Analisis Statistik Inferensial
Pengujian Normalitas Data
Pengujian Homogenitas
Uji-t