• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar tentang Film Paris, Je T'aime

N/A
N/A
Fakhira Artista

Academic year: 2024

Membagikan "Belajar tentang Film Paris, Je T'aime "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : fakhira artista putri rahman Nim : 202222022

Sinopsis dari Paris, Je T'aime

Film Paris, Je T'aime adalah film yang berisi kumpulan cerita-cerita pendek yang menggambarkan kota paris dan bergenre romantis, terdapat delapan belas film pendek yang dimana setiap segment yang diceritakan ada unsur cinta dari sudut pandang sutradarnya sendiri, selain itu perpindahan atau transisi antara segment satu ke segment yang lain akan ditunjukan melalui establish sudut kota di paris yang memunculkan interaksi antar budaya maupun komedi, setiap trasisi dimulai dengan pengambilan gambar terakhir dari film sebelumya dan diakhiri dengan pengambilan gambar pertama dari film berikutnya, film ini memeberikan kejutan bagi penonton dengan suasana yang kohesif dan karakter misterius yang muncul kembali menjadi saksi kehidupan paris.

Séance QUAIS DE SEINE – Gurinder Chadha

Film ini dieksplorasi melalui dua anak muda yang miliki agama yang berbeda. Aspek ini terlihat jelas melalui pakaian yang dikenakan laki-laki dan wanita tersebut.

Adegan ini dimulai di sepanjang tepi sungai Seine dengan tiga orang remaja laki-laki yang sedang duduk-duduk dipinggir sungai tersebut sembari teriak-teriak atau menggoda pada wanita yang lewat di sekitaran sungai Seine tersebut. Salah satu wanita yang tengah berjalan menggunakan hijabnya tersandung oleh batu lalu terjatuh, dan salah satu laki-laki yang tengah duduk-duduk dipinggir jalan sungai Seine tersebut yang bernama Francois menghampiri wanita yang terjatuh tadi untuk

menolongnya, dan membetulkan hijab yang dikenakan oleh wanita tersebut yang bernama Zarka.

Zarka juga sempat menjelaskan alasnnya mengenakan hijab kepada Francois, yang menunjukan bahwa Francois belum tentu memahami hubungannya dengan identitas agama.

Francois menanyakan kemana perginya Zarka dan Zarka mengatakan ingin menuju masjid, akhirnya Francois yang mulai tertarik terhadap Zarka memutuskan untuk pergi menemui Zarka diluar masjid yang dimana akhirnya Francois menemukan Zarka dan kakek dari Zarka yang baru saja keluar dari masjid, nampak wajah dari kakek Zarka yang tidak senang terhadap bocah Pranis berkulit putih tersebut, dengan ekspresi yang waspada tapi dia tetap meresponnya dengan sikap ramah, penafsiran dari hal tersebut menunjukan bahwa keduanya mampu menerima perbedaan yang ada baik

perbedaan budaya, agama, latar belakang.

Sudut kamera akan dimulai dengan bidikan jauh dari ketiganya dan kemudian dipotong menjadi reaksi Francois atau reaksi para wanita yang lewat. Saat Zarka belum berbicara dengan Francois, kamera fokus padanya, namun Francois sedikit tidak fokus di latar belakang. Hal ini memungkinkan audiens untuk melihat aksi/reaksi mereka berdua terhadap percakapan satu sama lain. Atau dalam kasus Zarka, reaksinya terhadap percakapan anak laki-laki dan Francois menyadari bahwa dia yakin percakapan mereka agak konyol.

Sutradara tidak menyadari bahwa masjid itu berada di arondisemen yang diberikan kepadanya sampai dia mulai syuting, tapi itu sangat cocok dengan alur ceritanya hal ini menunjukan bahwa bisa ada cinta yang berkembang antara dua orang yang memiliki agama yang berbeda.

Terdapat aspek politik didalamnya yaitu ketika setelah Francois membetulkan hijab Zarka dan kembali duduk dengan teman-temannya, teman-temanya mengatakan bahawa Francois sebaiknya tidak menyentuh Zarka atau “Osama akan mengebommu”. Jelas ada beberapa ketegangan budaya atau agama.

(2)

Referensi

Dokumen terkait