• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELAJAR TENTANG KATA SAMBUTAN

N/A
N/A
RACHMATULLAH RACHMATULLAH

Academic year: 2024

Membagikan "BELAJAR TENTANG KATA SAMBUTAN"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

1

KATA SAMBUTAN

H. MOKH. MUSLIKH ABDUSSYUKUR, SH, M.Si Walikota Sukabumi

ميحرلا نحمرلا للها مسب

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Ramadhan sebagai bulan penuh rahmat, maghfirah dan pembebasan jiwa dari api Neraka . Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW yang telah diutus sebagai “Rahmatan lil

’alamiin”, juga kepada segenap keluarganya, sahabatnya dan seluruh ummat yang setia hingga akhir zaman.

Ramadhan bulan penuh rahmat dan maghfiroh Allah SWT.

Di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari pada 1000 bulan. Bulan diturunkannya Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi pedoman hidup di dunia untuk keselamatan di akhirat.

Sungguh beruntung bagi yang memanfaatkan bulan suci ini untuk mengabdikan diri kepada-Nya. Berpuasa di siang hari, shalat tarawih dan tadarrus Al-Qur’an di malam hari. Saatnya untuk introsfeksi diri, bersimpuh dihadapan Rabbul Izzati betapa jiwa ini berlumur noda dan dosa yang kadang tanpa disadari.

Maka pada kesempatan ini kami meyambut baik atas kehadiran buku “Mutiara Ramadhan” yang disusun oleh Utz.

(2)

2

Ahmad Nawawi Sadili Pengasuh Pondok Pesantren Assobariyyah yang juga sebagai Ketua PCNU Kota Sukabumi. Sebagai salah satu bentuk upaya membangun negeri ini dengan ilmunya para Ulama. Karena tegaknya suatu negeri di topang oleh empat unsur, adilnya umara, ilmunya ulama, dermawannya aghniya dan do’anya fuqara.

Kami yakin bahwa risalah ini sangat bermanfaat serta dapat membantu dalam menambah wawasan tentang Ramadhan dan amal ibadah yang dianjurkan di bulan suci ini.

Akhirnya kami ucapkan selamat membaca, semoga Allah SWT selalu menuntun kita ke jalan yang lurus, jalan yang diridhoi-Nya. Dan semoga Ramadhan tahun ini lebih baik daripada Ramadhan tahun yang lalu dan dapat menjadikan kita lebih dewasa dalam melakukan semua aktifitas, amiin.

Sukabumi, Ramadhan 1431 H.

Agustus 2010 M.

(H. MOKH. MUSLIKH ABDUSSYUKUR, SH, M.Si) Walikota Sukabumi

(3)

3

KATA PENGANTAR

يحرلا نحمرلا للها مسب م

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamiin, berkat rahmat dan ‘inayah Allah SWT. kami dapat menerbitkan buku tentang Ramadhan ini.

Buku ini kami beri judul “Mutiara Ramadhan“. Di dalamnya memuat hal-hal yang berhubungan dengan bulan suci Ramadlan, mulai dari Puasa, Shalat Tarawih, Shalat Witir, Nuzulul Qur’an, Lailatul Qadar, Zakat Fitrah sampai puasa sunnat di bulan Syawwal.

Maksud diterbitkannya buku ini adalah untuk membantu para pelajar dan santri yang setiap tahunnya mengikuti

“PESANTREN KILAT RAMADHAN” . Namun pada kenyatannya Buku ini dibutuhkan pula oleh jama’ah majelis ta’lim sebagai bahan referensi dan diskusi yang berhubungan dengan Ramadhan. Karenanya kami sudah mencetak ulang sebanyak tiga kali.

Akhirnya kami mengucapkan selamat membaca, semoga kita dijadikan oleh Allah SWT termasuk hamba-hamba-Nya yang taqwa dengan menjalankan perintah-Nya dan menjaukan larangan-Nya. Amiin.

Sukabumi, Agustus 2010 Penulis

(4)

4

﴾ Daftar isi ﴿

Kata Sambutan………..………

Kata Pengantar………..

Daftar isi ………..

Muqaddimah………

Bab I. Puasa

A. Pengertian puasa……….………..

B. Dalil wajibnya puasa………..………..

C. Macam-macam Puasa ……….

D. Syarat wajibnya puasa……….

E. Rukun Puasa………..

F. Hal-hal yang membatalkan puasa………

G. Hal-hal yang tidak membatalkan puasa………...

H. Hal-hal yang membatalkan pahala puasa………

I. Orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa……….

J. Hari yang diharamkan berpuasa………..

K. Hal-hal yang disunatkan dalam berpuasa………..

L. Hal-hal yang disunatkan di bulan puasa……….

M. Hikmah (keutamaan) berpuasa……….………..

N. Niat berpuasa……….………..

Masailul Muhimmah (Masalah-masalah penting)……….

Bab II. Sholat Tarawih dan Witir

A. Pengertian Sholat Tarawih……….

B. Jumlah raka’at sholat Tarawih……….………..

C. Niat sholat Tarawih………..

D. Ma’na sholat Tarawih……….

E. Tatacara sholat Tarawih………..

1 3 4 6

8 8 9 12 12 12 13 13 14 16 16 17 18 20 21

23 23 24 24 26

(5)

5

F. Do’a sholat Tarawih………

G. Hikmah (keutamaan) sholat Tarawih………

H. Pengertian sholat Witir………

I. Tatacara sholat Witir……….

J. Do’a sholat Witir……….

Bab III. Nuzulul Qur’an

A. Pengertian Nuzulul Quran………..

B. Kapan dan dimana turunnya Al-Qur’an?...

C. Ayat yang pertamakali diturunkan………..………..

D. Hubungan turunnya Al-Qur’an dengan Lailatul Qadar……

E. Hikmah (keutamaan) membaca Al-Qur’an………

F. Adab membaca Al-Qur’an……….

G. Malam Lailatul Qadar………

Bab VI. Zakat Fitrah

A. Pengertian Zakat Fitrah………..

B. Syarat Zakat Fitrah………..

C. Golongan yang berhak mendapatkan Zakat Fitrah…………..

D. Niat Zakat Fitrah (ijab dan qabul)………..

E. Hikmah (Keutamaan) Zakat Fitrah………..

Bab V. Iedul Fitri

A. Pengertian Iedul Fitri………

B. Hal-hal yang disunnatkan di hari raya Iedul Fitri…..………..

C. Hal-hal yang disunatkan di bulan Syawwal………..

Bab VI. Penutup………..

Daftar Pustaka……….

Sekilas tentang penulis………

33 35 37 38 40

41 41 41 42 42 43 44

46 47 48 50 51

52 53 58 62 63 64

(6)

6

MUQADDIMAH

ميحرلا نحمرلا للها مسب

Alhamdulillah kami panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah SWT dimana kita masih diberikan ni’mat panjang umur, sehat wal-‘afiat dan ni’mat lainnya terutama ni’mat Iman dan Islam. Sholawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.

Ramadhan adalah barometer, bila kita mampu meningkatkan ibadah dan meminimalisir maksiat di bulan ini, maka insya Allah di bulan lain kita akan diberi kemudahan oleh Allah untuk melakukan hal yang sama., seperti yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW.:

ُةَنَّسلا ِتَمِلَس ُناَضَمَر َمِلَس اَذِا َو ُماَّيَلاْا ِتَمِلَس ُةَعْمُلجْا ِتَمِلَس اَذِا

Apabila selamat hari Jum’at (dengan melakukan ibadah dan menjauhi maksiat) maka selamatlah hari-hari (berikutnya), dan apabila selamat Ramadhan (dengan melakukan

ibadah dan menjauhi maksiat) maka selamatlah setahun (berikutnya), (HR. Baihaqi).

Terbitnya buku “Risalah Ramadhan” ini adalah merupakan salah satu upaya penulis melakukan amal shaleh dalam mengisi bulan suci ini, agar dapat membantu mereka yang sedang mendalami agama khususnya untuk mereka yang sedang mengikuti “Pesantren Kilat Ramadhan” yang membutuhkan

(7)

7

informasi tambahan tentang hal-hal yang berhubungan dengan Ramadhan.

Tentu buku ini belum dapat memenuhi harapan pembaca yang menginginkan kajian mendalam dengan berbagai pendekatan dan disiplin ilmu. Karena yang dipaparkan dalam risalah ini hanya setetes dari samudra Ramadhan.

Menyadari kealfaan dan kekhilafan penulis sampaikan permohonan ma’af. Dan tak lupa koreksi dan kritik membangun sangat diharapkan hususnya dari Ulama dan Cendikiawan Muslim lainnya demi perbaikan dan kemaslahatan bersama. Juga ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah bersedia membantu atas terbitnya risalah ini, terutama kepada bapak H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, Sh, M.Si selaku Walikota Sukabumi dan sebagai Ketua Dewan Mustasyar PCNU Kota Sukabumi yang telah mendukung dan membiayai atas terbitnya risalah ini. Semoga Allah SWT membalasnya dengan balasan yang lebih baik. Amiin []

(8)

8

PUASA

A. Pengertian Puasa

Puasa dalam bahasa arab disebut Shiyam atau Shoum yang merupakan bentuk mashdar dari Shoma – Yashumu. Dua kata tersebut terdapat dalam Al-Qur’an, kata yang pertama terdapat dalam Surat Al-Baqarah Ayat 183 :

َن ِذ ْي َّلا ى َع َل َب ِت ُك ا َم َك َي ُما صلا ُم ْي ُك َع َل َب ِت ُك ا ْو َمآ ُ ن َن ِذ ْي َّلا ا ي َه َأ ا َي ْن ِم

َ ق ْب ِل ْم َل ُك َع َّل ْم َ ت ُك َّ ت ُق ْو َن

ةرقبلا ﴿ :

183

Artinya :“ Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu

bertaqwa “(Al-Baqarah : 183)

Dan kata yang kedua yakni Shoum ada dalam surat Maryam ayat 26 Allah berfirman :

اًّيِسْنِا َمْوَ يلْا َم لَكُا ْنَلَ ف اًمْوَص ِنَْحمَّرلِل ُتْرَذَن ْ نِّاِِ

: ميرم ﴿ 26

Artinya : “Sesungguhnya aku (Maryam) bernazar kepada Dzat yang Rahman untuk berpuasa, maka aku tak akan berbicara pada hari ini kepada siapapun

Adapun Shoum secara Harfiyah ( Bahasa ) adalah menahan diri dari segala sesuatu, termasuk menahan diri dari berbicara juga dapat disebut shoum. Sedang pengertian Shoum menurut Syari’at ( Agama ) adalah menahan diri dari makan, minum dan

(9)

9

segala sesuatu yang dilarang sejak fajar hingga waktu maghrib dengan niat dan cara-cara tertentu.

B. Macam-macam Puasa

Puasa merupakan ibadah yang bertujuan mendidik seorang muslim agar benar-benar menjadi muslim sejati, berakhlak mulia seperti sabar, berdisiplin, tidak tamak dan rakus. Dengan jalan berpuasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah, kita akan menjadi manusia yang berkepribadian luhur, sabar dan tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan.

1. Puasa Wajib

Puasa wajib ada dua macam, yaitu : a. Puasa Ramadhan

Puasa yang dilakukan di bulan suci Ramadhan selama satu bulan penuh, hukumnya wajib.

Dalilnya adalah sebagai berikut :

 Dalil Al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah Ayat 183, Allah berfirman :

َي ي َه َأ ا َّلا ا ِذ ْي َن َمآ ُ ن ْو ُك ا َب ِت َع َل ْي ُك ُم صلا َي ُما َم َك ُك ا َب ِت َع َل َّلا ى ِذ ْي

َن ْو َن َّ ت ُق ْم َ ت ُك َع َّل ْم َل ُك َ ق ْب ِل ْن ِم

“ Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu

agar kamu bertaqwa “

(10)

10

 Dalil dari Hadits, Rasulullah SAW. bersabda :

ُب َِن ْا ْس ِلا ُم َل َع َل َْخ ى َش س

َه َدا ِة َا ْن َّلا ِا َل َه ِا َّلا ُللها َو َا َّن َُم ًد ا َّم

َّر ُس ْو ُل ِللها َو ِا ِما َق َّصلا َل ِة َو ِا ْ ي َت ِءا

َّزلا َك َو ِةا َص ْ َر َم و ِم َض َو َنا َح ْا َ بل ْي ج ِت

َم ِن ْسا َت َعا َط ِا َل ْي َس ِب ْي ِه

“ Didirikan Islam itu diatas lima dasar, yakni : bersaksi bahwa tiada Tuhan

ًل

selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Utusan Allah, mendirikan Sholat, menunaikan Zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, pergi haji

bagi yang mampu “ (HR. Bukhori Muslim).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim Nabi Muhammad SAW bersabda :

؟ ِمْوَّصلا َنِم ُللها َّيَلَع َضَرَ ف اَذ اَم ْ ِنِِّْبِْخَأ َناَضَمَر ُماَيِص : َلاَقَ ف

“(Sahabat bertanya) Kabarkanlah kepadaku, puasa apa yang diwajibkan oleh Allah terhadapku? Nabi menjawab : Puasa Ramadhan.“

(HR. Bukhori Muslim).

b. Puasa Nadzar

Puasa Nadzar adalah puasa yang wajib dilakukan karena adanya janji dari seseorang kepada Allah SWT, misalnya : Jika saya lulus dari ujian sekolah maka saya akan berpuasa 3 hari lamanya. Maka orang yang mengatakan seperti itu wajib menjalankan nadzarnya dengan berpuasa selama 3 hari.

(11)

11

2. Puasa Sunnah

Puasa sunnah adalah puasa yang bila dikerjakan mendapatkan pahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa.

Yang temasuk puasa sunnah adalah sebagai berikut : a. Puasa 6 hari di bulan Syawwal

b. Puasa Tarwiyah dan Arafah (Tanggal 8 dan 9 Dzul Hijjah)

c. Puasa Tasu’a dan ‘Asyura (Tanggal 9 dan 10 bulan Muharram)

d. Puasa 10 hari di awwal bulan Muharran dan Rajab e. Puasa hari Senin dan Kamis.

f. Puasa Nabi Dawud (sehari berpuasa dan sehari berbuka).

3. Puasa Makruh

Puasa makruh adalah puasa yang bila dikerjakan tidak mendapat pahala malah mendapat murka Allah. Yang termasuk puasa makruh adalah puasa pada hari Jum’at tanpa didahului puasa hari sebelumnya atau hari sesudahnya dan tidak ada sebab qadha atau nadzar.

4. Puasa Haram

Puasa haram adalah puasa yang bila dikerjakan akan mendapat dosa, yang termasuk puasa haram adalah :

a. Puasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adhha

b. Puasa pada hari Tasyriq (Tanggal 11, 12, 13 bulan Dzul Hijjah)

c. Puasa yang dilakukan oleh wanita yang sedang haidh atau nifas.

(12)

12

C. Syarat wajibnya Puasa

Adapun syarat wajibnya puasa ada 4 (Empat), yaitu : 1. Islam

2. Berakal 3. Baligh

4. Mampu melaksanakannya

Bagi mereka yang tidak mencukupi syarat yang empat tersebut tidak diwajibkan berpuasa, tetapi bagi yang tidak mampu melaksanakan puasa karena sedang sakit maka diwajibkan menqadha dihari yang lain. Sedangkan bagi yang tidak mampu berpuasa karena sudah tua renta atau mempunyai penyakit kronis yang sudah tidak bisa disembuhkan menurut penelitian medis maka bagi mereka tidak diwajibkan berpuasa tetapi wajib membayar fidyah setiap hari puasa yang ditinggalkannya itu sebanyak 1 mud ( 8 Ons / 1 liter ) beras.

D. Rukun Puasa

Rukun Puasa Ada 4 (empat), yaitu : 1. Niat

2. Menahan diri dari makan dan minum 3. Menahan diri dari bersetubuh

4. Menahan diri dari sengaja muntah E. Hal-hal yang membatalkan Puasa

Adapun yang membatalkan Puasa itu ada 10 (Sepuluh) macam :

1. Memasukkan benda-benda dunia ke dalam rongga terbuka dari anggota tubuh orang yang berpuasa secara sengaja. Yang

(13)

13

dimaksud dengan rongga terbuka adalah anggota badan yang berlobang, jumlahnya ada 7 ( tujuh ), yaitu : Mulut, Dua Lubang Hidung, Dua Lubang Telinga, Kubul dan Dubur.

2. Muntah yang disengaja 3. Bersetubuh yang disengaja

4. Mengeluarkan mani selain bersetubuh secara sengaja 5. Gila walau hanya sebentar

6. Ayan sehari penuh

7. Berbuka sebelum yakin waktu Maghrib 8. Murtad (Keluar dari Agama Islam) 9. Haidl atau Nifas

10.Melahirkan yang disertai cairan.

F. Hal-hal yang tidak membatalkan Puasa

Adapun yang tidak membatalkan puasa adalah sebagai berikut :

1. Makan, minum atau bersetubuh dalam keadaan lupa 2. Makan, minum atau bersetubuh dalam keadaan dipaksa 3. Mengeluarkan mani karena mimpi atau dipaksa

4. Kemasukan abu jalanan atau lalat kedalam rongga terbuka 5. Menelan ludah yang murni (tidak bercampur sisa makanan

atau darah).

G. Hal-hal yang membatalkan Pahala Puasa

Pahala puasa dapat menjadi batal dikarenakan 5 (lima) perkara, yaitu :

1. Berdusta

2. Ghibah ( Menceritakan aib orang lain ) 3. Namimah ( Adu domba / Propokasi )

(14)

14

4. Sumpah palsu

5. Memandang dengan syahwat (birahi).

H. Orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa terbagi menjadi 4 (empat) golongan, yaitu :

1. Musafir

2. Orang yang sakit

3. Orang yang sudah tua renta 4. Wanita hamil atau menyusui

H.1. Musafir diperbolehkan berbuka puasa dengan syarat sebagai berikut :

 Perjalanannya mencapai minimal 2 ( dua ) marhalah atau ± 90 Km.

 Perjalanannya dilakukan sebelum Fajar

 Bukan perjalanan Maksiat.

Bagi Musafir yang membatalkan puasanya maka diwajibkan baginya mengqodho sebanyak hari puasa yang ditinggalkannya itu. Namun walau demikian bagi musafir yang mampu berpuasa utamanya adalah melaksanakan puasa, Allah berfirman :

َو َأ ْن ُص َت ْو ُم ْ َخ ا و ْ ي ر ُك َّل

" Dan berpuasa itu lebih baik bagi Kalian " (QS. Al-Baqarah : 184)

ْم

(15)

15

H.2. Bagi orang yang sakit diperbolehkan berbuka puasa dengan syarat sebagai berikut :

 Penyakitnya termasuk ke dalam penyakit yang berat (Maradl Tsaqil), menurut petunjuk Ahli Medis (Dokter).

 Bila melakukan puasa maka penyakitnya akan bertambah parah atau dapat menghilangkan manfaat anggota badan menurut petunjuk Ahli Medis (Dokter).

 Penyakit sedang (Maradl Mutawashit) seperti pusing atau demam dan penyakit ringan (Maradl Khafif) seperti sakit gigi tidak diperbolehkan berbuka puasa.

Bagi orang yang sakit berat (Maradl Tsaqil) sehingga tidak mampu melaksanakan puasa maka diwajibkan baginya mengqodho sebanyak hari puasa yang ditinggalkannya itu bila telah sembuh dari penyakitnya.

H.3. Bagi orang yang sudah tua renta atau orang yang sakit kronis yang tak dapat sembuh menurut penelitian medis tidak diwajibkan berpuasa, tetapi mereka harus membayar fidyah berupa 1 ( satu ) mud beras untuk 1 ( satu ) hari puasa dan diberikan kepada orang-orang miskin di daerahnya.

H.4. Bagi Wanita Hamil atau menyusui diperbolahkan untuk tidak berpuasa karena khawatir terjadi Dlarar (bahaya) pada dirinya atau bayinya. Apabila dia khawatir terhadap dirinya maka diwajibkan mengqodho sebanyak hari puasa yang ditinggalkannya itu. Tetapi bila dia khawatir terhadap bayinya maka diwajibkan baginya mengqodho sebanyak hari puasa yang

(16)

16

ditinggalkannya itu dan membayar fidyah ( 1 mud beras untuk setiap hari puasa yang ditinggalkannya).

I. Hari yang diharamkan berpuasa

Dalam satu tahun ada 5 ( lima ) hari yang diharamkan berpuasa, Yaitu :

1. Hari Raya Idul Fitri 2. Hari Raya Idul Adlha

3.Tiga Hari Tasyrik, (tgl. 11,12,13 Dzul Hijjah) J. Hal-hal Yang disunnatkan dalam berpuasa

Dalam melaksanakan puasa ada beberapa hal yang disunatkan, yaitu :

a. Menyegerakan berbuka.

b. Berbuka dengan 3 butir korma atau makanan dan minuman yang manis.

c. Berdo’a ketika berbuka, sebagai berikut :

ُتْرَطْفَا َكِقْزِر ىَلَعَو ُتْنَمآ َكِبَو ُتْمُص َكَل َّمُهَّللَا َبَهَذ َكِتَْحمَرِب ُرْجَلاْا َتَبَ ثَو ُقْوُرُعلْا ِتَّلَ تْ باَوُأَمَّظلا

َْيِِحماَّرلا َمَحْرَا اَي

Artinya : “Ya Allah… ! untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rizki-Mu aku berbuka, telah hilang rasa dahaga, telah basah otot-otot yang

kering dan telah pasti pahala (yang Kau janjikan) dengan rahmat-Mu, Wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang”.

(17)

17

d. Mengakhirkan makan sahur.

e. Menahan diri dari yang membatalkan pahala puasa (tidak banyak bicara yang tidak perlu).

K. Hal-hal Yang disunnatkan di Bulan Puasa

Bulan Puasa adalah bulan penuh berkah, bulan untuk meningkatkan ibadah. Maka di bulan puasa disunatkan memperbanyak ibadah sunat diantaranya :

1. Membaca Al-Qur’an 2. I’tikaf di Masjid 3. Sholat Tarawih

4. Sholat Malam ( Qiyamul Lail )

5. Bershodaqoh terutama kepada orang yang berpuasa 6. Berbuka puasa dengan Korma atau makanan lain yang

manis

7. Menanti Lailatul Qadar terutama pada malam sepuluh terakhir

8. Memperbanyak membaca do’a Lailatul Qadar, yaitu :

ْش َأ َه ُد ْن َأ َّلا ِا َل َه ِا َّلا ُللها ْس َ ت َأ ْغ ِف ُر َللها ْس َأ َأ َك ُل َْلج َّن ا

َة ب ُِت ِر ْي َك ُف و َع َك ِا َّن ُه َّم َا َّلل ، (3 x) ِرا َّنلا َن ِم َك ِب ْو ُذ َو َأ ُع َعل ْف ْا

َو ر ُْي َك ِ َيا (3 x) ْ ن َع ُف ْعا َف

Artinya : “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon kepada-Mu (agar dimasukkan) ke dalam sorga,

dan aku berlindung kepada-Mu (agar dijauhkan) dari Neraka, Ya Allah..!

(18)

18

sesungguhyna Engkau maha pengampun dan Maha Mulia, Engkau suka memberikan pengampunan, maka ampunilah aku

Wahai Zat yang Maha Mulia”.

L. Hikmah (keutamaan) berpuasa

Ibadah puasa disamping akan mendapat pahala dari Allah SWT juga mengandung fadhilah dan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia antara lain:

1. Sebagai implementasi rasa syukur kepada Allah SWT atas ni’mat yang telah di karuniakan dan tak terhingga jumlahnya.

Allah berfirman :

اَهْوُصُْت َلا ِللها َةَمْعِن اْو دُعَ ت ْنِاَو

Artinya : “Dan jika kamu akan menghitung ni’mat Allah, niscaya tidak sanggup kamu menghitungya” (QS. Ibrahim : 34)

2. Menanamkan kepercayaan seseorang dengan sanggup menahan diri dari makan dan minum yang halal dimanapun berada hanya karena Allah.

3. Melatih disiplin terhadap waktu dan peraturan.

4. Mendidik rasa belas kasihan terhadap kaum tidak mampu (fakir dan miskin).

5. Menjaga kesehatan baik jasmani maupun rohani. Orang yang berpuasa jasmaninya akan terpelihara karena makan dan minum yang teratur, rohaninya akan menjadi lebih sempurna karena selama berpuasa selalu terpelihara dari sifat-sifat tercela yang merusak hati dan pahala puasa.

6. Menjadikan manusia bertakwa dan berakhlak mulia.

(19)

19

Tanda-tanda orang yang bertaqwa dapat terlihat dari huruf kata “Taqwa” tersebut, yaitu :

1. )ت( Tawadlu’ artinya merendahkan hati baik di hadapan Khaliq maupun dihadapan Makhluq. Orang yang bertaqwa tidak memiliki sifat Takabbur.

2. )ق( Qana’ah artinya menerima apa saja pemberian Allah, penuh dengan rasa syukur.

3. )و( Wara’ artinya menjaga diri dari segala hal yang dilarang Allah, baik yang Syubhat apalagi yang Haram.

4. )ي( Yakin artinya orang yang taqwa memiliki keyakinan bahwa Allahlah yang mengatur, mengurus, memelihara dan memberi rizki kepadanya.

(20)

20

M. Niat berpuasa

1. Niat Puasa Ramadhan

َناَضَمَر ِرْهَش ِضْرَ ف ِءاَدأ ْنَع دَغ َمْوَص ُتْيَوَ ن َلاَعَ ت ِلله ِ ِةَنَّسلا ِهِذَه

“ Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardu bulan Ramadlan tahun ini karena Allah Ta’ala “

2. Niat Puasa Qodho Ramadhan

َلاَعَ ت ِلله ِ َناَضَمَر ِءاَضَق ْنَع دَغ َمْوَص ُتْيَوَ ن

“ Aku niat berpuasa esok hari sebagai Qodlo Ramadlan karena Allah Ta’ala “

3. Niat Puasa Nazar

دَغ َمْوَص ُتْيَوَ ن ِلله ِ ِرْذَّنلا ِنَع

َلاَعَ ت

“ Aku Niat berpuasa esok hari sebagai Nazar karena Allah Ta’ala “ 4. Niat Puasa Sunnat

َلاَعَ ت ِلله ِ ًةَّنُس دَغ َمْوَص ُتْيَوَ ن

“ Aku niat berpuasa Sunnat karena Allah Ta’ala “ 5. Niat Puasa Kafarat

ِلله ِ ِةَراَفَكلْا ِنَع دَغ َمْوَص ُتْيَوَ ن َلاَعَ ت

“ Aku niat berpuasa esok harisebagai Kaffarat karena Allah Ta’ala “

(21)

21

﴾ MASAILUL MUHIMMAH ﴿ Masalah-masalah Penting Yang berhubungan dengan Puasa

1. Apabila seseorang meninggalkan puasa tanpa ada udzur (halangan) maka dosa besar baginya dan wajib mengqodho puasanya itu dengan segera.

2. Apabila seseorang meningalkan puasa karena ada udzur (halangan) maka tidak berdosa dan dapat mengakhirkan qodho puasanya itu tetapi afdlolnya segera mengqodho.

3. Apabila seseorang meninggalkan puasa karena sakit keras lalu meninggal dunia sebelum sembuh dari penyakitnya maka baginya tidak wajib Qodho dan tidak wajib membayar Fidyah.

4. Apabila seseorang meninggalkan puasa karena sakit lalu sembuh, kemudian meninggal dunia sebelum mengqodho puasa yang dia tinggalkan maka dapat dilakukan salah satu dari dua hal :

1. Walinya/Ahli Warisnya berpuasa Qodho sebagai ganti dari dirinya.

2. Walinya/Ahli Warisnya mengeluarkan 1 ( satu ) mud beras untuk setiap harinya sebagai fidyah.

5. Barangsiapa menunda qodho puasa Ramadhan sehingga datang Ramadhan berikutnya maka baginya diwajibkan mengqodho puasa yang ditinggalkannya itu dan membayar fidyah 1 Mud untuk setiap hari yang ditinggalkannya.

(22)

22

6. Barangsiapa yang merusak puasanya dengan bersetubuh di siang hari maka hukumnya dosa besar dan baginya terkena KAFFARATUL ‘UZHMA (Kaffarat yang besar), Yaitu :

a. Memerdekakan budak sahaya yang mukmin dan sehat Jasmani dan Rohani

b. Berpuasa 2 (dua) bulan berturut-turut

c. Memberi makan kepada Fakir Miskin sebanyak 60 (enam puluh) orang, setiap orang 1 (satu) Mud

(Keterangan) - Ketiga jenis kafarat itu dilaksanakan sesuai urutannya, artinya tidak boleh memilih yang terakhir sebelum berusaha pada kafarat sebelumnya.

7. Ketika seseorang mengkhatamkan bacaan al-Qur'an maka 70 ribu Malaikat turun dari langit seraya mendoakan pengampunan untuknya. Doa itu akan terus dibaca oleh Malaikat hingga fajar manakala khataman al-Qur’an itu dilakukan malam hari. Dan apabila khatam al-Qur’an dilakukan di siang hari maka do’a Malaikat itu akan mengiringinya sampai sore hari. Oleh karena itu bagi yang membaca Al-Qur'an dianjurkan untuk mengkhatamkannya di waktu maghrib atau di waktu shubuh agar do’a para Malaikat itu lebih panjang waktunya.

(23)

23

SHALAT TARAWIH DAN WITIR

A. Pengertian shalat Tarawih

Shalat Tarawih adalah shalat sunnat yang dilakukan di malam hari pada bulan suci Ramadlan. Waktunya setelah shalat Isya sampai Fajar. Tarawih artinya bersenang-senang atau istirahat. Dinamakan Shalat Tarawih karena para Sahabat melakukan istirahat setiap 2 kali salam (empat rakaat) dengan melakukan Thawaf mengelilingi Ka’bah.

B. Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Kebanyakan ummat Islam melakukan shalat tarawih 20 rakaat ditambah witir 3 rakaat, jumlah seluruhnya 23 rakaat.

Sedangkan sebagian lagi melakukannya dengan 8 rakaat ditambah 3 witir, jumlahnya 11 rakaat. Hal ini jangan sampai menjadikan perpecahan di antara umat Islam, karena shalat Tarawih hanyalah ibadah sunnah. Justru yang harus dipikirkan bersama adalah bagaimana menyadarkan saudara-saudara kita yang belum melakukan shalat agar dapat melakukannya sesuai dengan perintah Allah SWT.

Shalat Tarawih dizaman Rasulullah SAW tidak dilaksanakan secara berjamaah. Shalat Tarawih secara berjama’ah adalah mengikuti tuntunan dari sahabat Umar bin Khattab ra. Dan sahabat Umar beserta para sahabat yang lain menjalankannya 20 rakaat plus 3 rakaat witir.

(24)

24

َناَضَمَر ِْفِ َنْوُمْوُقَ ي َرَمُع ِنَمَز ِْفِ ُساَّنلا َناَك: َلاَق َةَفْ يَصُح ِنْب َدْيِزَي ْنَع ًةَعْكَر َنْيِرْشِعَو ثَلَثِب

“Dari Yazid bin Hushaifah berkata : Orang-orang (kaum muslimin) pada masa Umar melakukan shalat Tarawih di bulan Ramadlan 23 rakaat”.

(Al-Muwaththa, juz I, hal. 115)

C. Niat Shalat Tarawih :

ًءاَدَأ ِْيَ تَعْكَر ِحْيِواَرَّ تلا َةَّنُس ْي لَصُأ / اًماَمِا

َلاَعَ ت ِلله ِ اًمْوُمْأَم

" Aku niat Shalat Sunnat Tarawih dua rakaat menjadi Imam/Makmum karena Allah Ta'ala ".

D. Ma'na Shalat Tarawih

Shalat Tarawih menurut arti harfiyahnya adalah istirahat atau bersantai sejenak. Setelah menjalankan puasa seharian kemudian berbuka puasa tentu persendian dan saraf kita mengalami ketegangan dan keletihan. Shalat tarawih yang dilakukan setelah shalat 'Isya berjama'ah seharusnya dilakukan dengan santai, rilex dan tidak tergesa-gesa.

Dengan melakukan gerakan-gerakan yang membentuk sudut 90' ketika ruku' dan meletakkan wajah dibawah sedang bagian bokongnya diangkat ke atas ketika sujud niscaya persendian yang kejang akan kembali lentur, aliran darahpun akan bekerja normal. Inilah makna hakikat shalat tarawih yang kita lakukan itu.

(25)

25

Di sebagian daerah ada sekelompok masyarakat yang melakukan Shalat Tarawih dengan cara tergesa-gesa, bahkan terkesan “ngebut” karena ingin segera selesai. Tentu hal ini merupakan tindakan yang kurang bijak bagi seorang imam, karena jama’ah yang mengikuti sholat tarawih itu beraneka ragam. Diantara mereka ada yang masih berusia muda, lanjut usia, ada yang dalam kondisi sehat bahkan ada pula yang dalam kondisi sakit.

Merupakan tindakan terpuji manakala seorang imam tidak melakukan Shalat Tarawih dengan terburu-buru hanya karena mengikuti nafsu atau keinginan sebagian jamaah yang muda- muda apalagi sampai melanggar syarat dan rukun shalat, karena bila ada rukun shalat yang tertinggal maka shalat yang dilakukan tidak akan ada artinya. Yang terbaik untuk dilakukan adalah mengambil jalan tengah, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Dalam kitab Ianatutholibin dijelaskan sebagai beriut :

ْمِِتَِلَص ِْفِ ِةَلَهَْلجا َنِم رْ يِثَك ُهُداَتْعَ ي ْيِذَّلا ِطِرْفُمْلا ِفْيِفْخَّتلا َنِم ْرَذْحَيْلَو ِلاْا ِفِ ِهِبَبَسِب َنْوُعَقَ ي اََّبَُّر َّتىَح ِحْيِواَرَّ تلا ِفِ

َنِم ئْيَشِب ِلَلْخ ِتاَبِجاَولْا

ُلْثِم ِهْجَولْا ىَلَع ِةَِتاَفلْا ِةَءاَرِق ِكْرَ تَو ِدْوُج سلاَو ِعْوُك رلا ِفِ ِةَنْ يِنْأَم طلا ِكْرَ ت

ِةَلَجَعلْا ِبَبَسِب ُهْنِم َّدُبَلا ْيِذَّلا ص لوأ ءزج يبلاطلا ةناعإ هإ

“ Hindarilah tindakan terlalu cepat dalam gerakan dan bacaan shalat seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang-orang bodoh dalam menjalankan sholat

tarawih, sampai-sampai mereka terjebak untuk meninggalkan kewajiban

(26)

26

(rukun) dalam sholat, seperti : Thumaninah dalam ruku’dan sujud, meninggalkan bacaan fatihah yang sesuai dengan aturan yang berlaku

(Tajwidnya) disebabkan bacaan yang terlalu cepat”

(I’anatutholibin Juz I Hal. 265) E. Tatacara Shalat Tarawih :

1. Shalat Tarawih hukumnya sunnat dan dilaksanakan hanya pada bulan Ramadlan.

2. Shalat Tarawih dilaksanakan setelah shalat sunnah ba’diyyah isya, bagi yang hendak melakukan shalat tarawih maka dianjurkan untuk terlebih dahulu melaksanakan Shalat Ba’diyyah ‘Isya, karena Shalat Ba’diyyah ‘Isya lebih utama daripada Sholat Tarawih.

3. Sholat Tarawih dilakukan dengan sekali salam dalam 2 rakaat (dua-dua rakaat) tidak sah melakukannya dengan 4 raka’at sekaligus karena Rasulullah SAW bersabda :

َص َل َّللا ُة ْي ِل َم ْث َن َم ْث َن )ملسم هاور(

Artinya : “Sholat malam hari itu dilakukan dua raka’at-dua raka’at”

(HR. Imam Muslim).

4. Boleh melakukan Shalat Tarawih di pertengahan malam (nishful lail), namun hal itu hanya dapat dilakukan perorangan atau keluarga, karena tentu memberatkan bagi masyarakat yang memiliki aktifitas di pagi hari hingga sore hari.

5. Di sebagian daerah ada yang melakukan Shalat Tarawih dengan diselingi pembacaan shalawat setiap kali selesai 2 rakaat. Hal ini diperbolehkan karena membaca shalawat itu

(27)

27

di anjurkan baik dalam al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW, dan para sahabat biasanya melakukan tarawih dengan diselingi tawaf mengelilingi Ka’bah, artinya selingan shalawat, membaca al-Qur’an atau dzikir lainnya tidak mempengaruhi kesahan Shalat Tarawih tersebut.

Adapun Shalat Tarawih berikut “NIDAUT TARAWIH” beserta dzikir dan shalawat adalah sebagai berikut :

1

Bilal berkata

ُللها ُم ُك َر َِحم َع ة ِما َج ِح َر ِوا ْي َّ تلا ُة َل َص

Makmum

menjawab

ُه َو َل ُك ْا ُل ْل ُهَل ، َل ُه َك ْي َش ِر َلا َد ُه ْح َو ُللها َّلا َه ِا ِا َل َلا َْلا ْم ُد َْي َو ُِي ِي ْي َو ُه ُت َو َع َل ُك ى َش ْي ل َق ئ ِد ْ ي ر

Raka’at 1

ُر ُ ثا َك َّتلا ُم ُكا َا َْل

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

2

Bilal berkata

ًة ْع َم َو ِن ِللها َن ِم ًل ْض َف

(28)

28

Makmum

menjawab

ُه َو َل ُك ْا ُل ْل ُهَل ، َل ُه َك ْي َش ِر َلا َد ُه ْح َو ُللها َّلا ِا ِا َل َه َلا َْلا ْم ُد َْي َو ُِي ِي ْي َو ُه ُت َو َع َل ُك ى َش ْي ل َق ئ ِد ْ ي ر

Raka’at 1

ِر ْص َو ْا َعل

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

3

Bilal berkata

ُس ْب َح َنا ْا

َ ل ِل ْا ِك

َ ل ْو ُج ْو ُس ْب ِد،

َح َنا ْا

َ ل ِل ْا ِك

َ ل ْع ُ ب ْو ِد،

ُس ْب َح َنا ْا

َ ل ِل ْا ِك َل ي َّلا ْي ِذ َلا َ ي َن ُما َو َلا َُي ْو

،اًدَبَأ ُت

ُس ب ْو ح ُق ْو د س َر ب َو ا َن َر ب ْا

َ ل َل ِئ َك َو ِة ْو ِح رلا

Makmum

menjawab

ُر ْك َ ب َأ ُللها َو ُللها َّلا َه ِا ِا َل َلاو ِلله ْم ُد َْلا َو ِللها َنا َح ُس ْب َو َلا َح ْو َو َلا َل ُ ق

َّو ُة ِا َّلا ِب ِللها َعل ِل ْا ْا َعل ي ِظ ْي ِم

Raka’at 1

ة ل َم َز ة َُه َز ل ُك ل ل َو ْي

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

(29)

29

4

Bilal berkata

ًة ْع َم َو ِن ًةَرِفْغَمَو ِللها َن ِم ًل ْض َف

Makmum

menjawab

ُه َو َل ُك ْا ُل ْل ُه َل ُه، َل َك ِر ْي َش َلا َد ُه ْح َو ُللها َّلا َه ِا ِا َل َلا َْلا ْم ُد َْي َو ُِي ِي ْي َو ُه ُت َو َع َل ُك ى َش ْي ل َق ئ ِد ْ ي ر

Raka’at 1

َع َل َ ف َف ْي َر َك ِْ َ ت َل َأ

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

5

Bilal berkata

ًة ْع َم َو ِن ِللها َن ِم ًل ْض َف

Makmum

menjawab

ُه َو َل ُك ْا ُل ْل ُه َل ُه، َل َك ِر ْي َش َلا َد ُه ْح َو ُللها َّلا َه ِا ِا َل َلا َْلا ْم ُد َْي َو ُِي ِي ْي َو ُه ُت َو َع َل ُك ى َش ْي ل َق ئ ِد ْ ي ر

Raka’at 1

ش ْي ُ ق َر ِف َل ِلا ْي ِِ

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

(30)

30

6

Bilal berkata

ُس ْب َح َنا ْا

َ ل ِل ْا ِك

َ ل ْو ُج ْو ِد ُس ْب ، َح َنا ْا

َ ل ِل ْا ِك

َ ل ْع ُ ب ْو ِد،

ُس ْب َح َنا ْا

َ ل ِل ْا ِك َل ي َّلا ْي ِذ َلا َ ي َن ُما َو َلا َُي ْو

،اًدَبَأ ُت

ُس ب ْو ح ُق ْو د س َر ب َو ا َن َر ب ْا

َ ل َل ِئ َك َو ِة ْو ِح رلا

Makmum

menjawab

َ ب ُر ْك َأ ُللها َو ُللها َّلا َه ِا ِا َل َلاو ِلله ُد ْم َْلا َو ِللها َنا َح ُس ْب َو َلا َح ْو َو َلا َل ُ ق

َّو ُة ِا َّلا ِب ِللها َعل ِل ْا ْا َعل ي ِظ ْي ِم

Raka’at 1

ْي ِذ َّلا َت َأ َر َأ ْي

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

7

Bilal berkata

ُق د ْي صلا ر َب ْك ُ ب ْو َأ ا َن ي ُد َس َل ُلا ْو ُة ْا ِل ْ ي َف َْلا

Makmum

menjawab

ُه َع ْن ُللها َي َر ِض

Raka’at 1

ْو َث ِر َكل ْا َك َان َط ْي ْع َأ ا ِا َّن

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

(31)

31

8

Bilal berkata

ِبا َّط َْلا ُن ْب َم ُر ُع ا ُد َن َس ي ُة ِنا َي َّثلا ُة ِل ْ ي َف َْلا

Makmum

menjawab

ُه َع ْن ُللها َي َر ِض

Raka’at 1

ْو َن ِفا ُر َكل ْا ا ي َه َا ا َي ُق ْل

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

9

Bilal berkata

َنا َع َّف ُن ْب ُنا ْث َم ُع ا ُد َن َس ي ُة ِلا َث َّثلا ُة ِل ْ ي َف َْلا

Makmum

menjawab

ُه َع ْن ُللها َي َر ِض

Raka’at 1

ِللها ُر ْص َن َءا َج ا ِا َذ

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

10

Bilal berkata

ب ِلا َط ِْب َا ْب ُن ي ِل َع ا ُد َن َس ي ُة ِبا َع َّرلا ُة ِل ْ ي َف َْلا

Makmum

menjawab

َه ُه ْج َو ُللها َم َك َّر

Raka’at 1

ب ََل ِْب َا ا َي َد ْت َ ت َّب

Raka’at 2

د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل

(32)

32

Keterangan :

1. Pada tiap-tiap dua rakaat disamping membaca dzikir diatas, bilal juga membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. dan diikuti oleh para jama’ah. Adapun lafadz shalawat yang dibaca adalah sebagai berikut :

Bilal

berkata

ِلآ ىَلَعَّو دَّمَُم َانِد يَس ىَلَع لَص َّمُهَّللَا َُم َانِد يَس

دَّم

Makmum

menjawab

ِهْيَلَع ْكِراَبَو ْم لَسَو لَص َّمُهَّللَا

2. Petunjuk dzikir dan shalawat yang dijelaskan di atas bukan ketentuan baku, bagi pembaca dapat pula mengikuti panduan dari para ulama yang sudah berlaku di masyarakat setempat.

(33)

33

F. Do'a Setelah Shalat Tarawih

ْجا َّمُهَّللَا ِةَلَّصلِلَو ،َنْي دَؤُم ِضِئاَرَفْلِلَو ،َْيِلِماَك ِناَْيِلاْاِب اَنْلَع

،َْي ِجاَر َكِوْفَعِلَو ،َْيِبِلاَط َكَدْنِع اَمِلَو ،َْيِلِعاَف ِةاَكَّزلِلَو ،َْيِظِفاَح ِنَعَو ،َْيِك سَمَتُم ىَدُلْاِبَو ،َنْيِدِهاَز اَيْ ن دلا ِفَِو ،َْيِضِرْعُم ِوْغَّللا

،َنْيِرِكاَش ِءاَمْعَّ نلِلَو ،َْيِضاَر ِءاَضَقلْاِبَو ،َْيِبِغاَر ِةَرِخلآْا ِفَِو ِةَماَيِقلْا َمْوَ ي دَّمَُم اَنِد يَس ِءاَوِل َتَْتَو ،َنْيِرِباَص ِءَلَبلْا ىَلَعَو َلْا َلِاَو ،َنْيِرِئاَس ِراَّنلا َنِمَو ،َْيِلِخاَد ِةَّنَلجْا َلِاَو ،َنْيِدِراَو ِضْو

ْيِع رْوُح ْنِمَو ،َنْيِدِعاَق ِةَماَرَكلْا ِرْيِرَس ىَلَعَو ،َْيِجاَن ِماَعَط ْنِمَو ،َْيِس بَلَ ت م جاَبْ يِدَّو قَرْ بَتْسِاَّو سُدْنُس ْنِمَو ،َْيِج وَزَ تُم َْيِلِكآ ِةَّنَلجْا باَوْكَاِب ،َْيِبِراَش ِْيَّفَص م لَسَعَّو َبََل ْنِمَو ،

َْي يِبَّنلا َنِم ْمِهْيَلَع َتْمَعْ نَأ َنْيِذلَّا َعَم ، ْيِعَّم ْن م سْأَكَو َقْيِراَبَاَّو

َكِلَذ اًقْ يِفَر َكِئَلْوُأ َنُسَحَو ،َْيِِلاَّصلاَو ِءاَدَه شلاَو َْيِقْي د صلاَو

َفلْا

ِةَلْ يَّللا ِهِذَه ِفِ اَنْلَعْجا َّمُهَّللَا ،اًمْيِلَع ِللهاِب ىَفَكَو ِللها َنِم ُلْض

(34)

34

ِءاَدَع سلا َنِم ِةَكَراَبُلْا ِةَفْ يِرَّشلا ِرْهَّشلا َنِم اَنْلَعَْتَ َلاَو َْيِلْوُ بْقَلْا

ِِحماَّرلا َمَحْرَأ اَي َكِتَْحمَرِب ،َنْيِدْوُدْرَلْا ِءاَيِقْشَلأْا ُللها ىَّل َصَو ،َْي

َلَعَو دَّمَُم َ اَنِد يَس ى َلَع بَر ِلله ُدْمَْلاَو َمَّل َسَو ِهِبْحَصَو ِه ِلآ ى

َْيِمَلاَعْلا .

Artinya :

“Ya Allah…! Jadikanlah kami orang yang sempurna dalam iman, yang selalu melaksanakan kewajiban, yang dapat menjaga sholat (lima waktu), yang selalu menunaikan zakat, yang selalu meminta sesuatu hanya pada-Mu, yang selalu mengharap ampunan-Mu, yang selalu berpegang pada petunjuk-Mu, yang selalu berpaling dari perbuatan bodoh, yang zuhud terhadap dunia, orang yang selalu cinta akhirat, yang selalu menerima qodlo dan qadar-Mu, yang selalu mensyukuri nikmat-Mu, yang selalu sabar menerima cobaan-Mu, dan di hari Akhir nanti kumpulkanlah kami dibawah bendera Rasul-Mu Muhammad SAW.

Ya Allah…! Jadikanlah kami orang yang dapat mendatangi telaga-Mu, lalu masuk ke sorga-Mu, dan selamat dari siksa neraka-Mu. Dudukkanlah kami di atas permadani sorga yang mulia, bahagiakanlah kami dengan Bidadari- bidadari sorga, pakaikan dan hiasilah kami dengan sutra halus dan indah, jadikan kami orang yang dapat menikmati makanan sorga, meminum susu, madu dan arak sorga yang bersih lagi suci, dengan gelas dan bejana yang bersih berkilau, bersama mereka yang telah Engkau beri nikmat yaitu para Nabi, Shiddiqin, Syuhada dan Sholihin. Merekalah teman yang paling baik. Itu semua adalah anugrah-Mu Ya…Allah! Dan cukuplah Engkau yang Maha Mengetahuinya.

Ya Allah…! Jadikanlah kami di malam yang mulia penuh barokah ini orang yang berbahagia, dan terimalah ibadah kami. Dan jangan Engkau jadikan kami orang yang tertolak dan celaka. Ya Allah…! Sampaikanlah rahmat dan

(35)

35

salam kepada Pemimpin kami Nabi Muhammad SAW. beserta keluarga dan sahabatnya, Segala puji bagi-Mu ya Allah…! Amiin, Kabulkanlah permmohonanan kami".

G. Hikmah (keutamaan) Shalat Tarawih

Sahabat Ali bin Abi Tholib berkata bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang fadhilah dan keutamaan Shalat Tarawih lalu beliau menjelaskan sebagai berikut :

1. Pada malam pertama (orang yang melakukan Shalat Tarawih) akan keluar dari dosa-dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.

2. Diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya yang mukmin.

3. Malaikat penjaga ‘Arasy berseru : “beramallah, sungguh telah diampuni dosa-dosmu”.

4. Disediakan baginya pahala seperti orang yang membaca kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an.

5. Allah memberikan kepadanya pahala seperti pahala orang yang sholat di masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

6. Allah memberikan pahala kepadanya seperti pahala orang yang thawaf di Baitul Makmur, dan setiap bebatuan dan pasir mendoakan pengampunan untuknya.

7. Seolah-olah dia bertemu nabi Musa AS. Dan membantunya menghadapi Fir’aun dan Haman.

8. Allah memberinya pahala seperti pahalanya nabi Ibrahim AS.

(36)

36

9. Seolah-olah dia beribadah kepada Allah seperti ibadahnya nabi Muhammad SAW.

10. Allah mengaruniakan kepadanya kebajikan dunia dan akhirat.

11.Dikeluarkan dari dunia seperti ketika dilahirkan oleh ibunya.

12. Dia datang di hari kiamat kelak dengan muka yang bersinar laksana bulan purnama.

13.Dia datang di hari kiamat kelak dalam keadaan aman dari segala keburukan.

14. Datang Malaikat menjadi saksi baginya bahwa dia telah melaksanakan sholat tarawih. Maka dia tidak akan di hisab di akhirat kelak.

15.Semua Malaikat, termasuk Malaikat penyangga ‘Arasy mendoakannya.

16. Ditulis baginya kebebasan dari Neraka dan kebebasan masuk ke Sorga.

17. Diberi pahala para Nabi.

18. Ada Malaikat yang berseru kepadanya : “Wahai hamba Allah…! Sesungguhnya Allah telah meridhoimu dan kedua orangtuamu”.

19.Allah mengangkat derajat baginya di sorga Firdaus.

20. Diberi pahala para Syuhada dan Sholihin.

21. Allah membangunkan baginya sebuah Mahligai di Sorga yang terbuat dari cahaya.

22. Dia akan datang di hari Kiamat kelak dalam keadaan aman dari kesusahan dan kecemasan.

23.Allah membangun untuknya sebuah kota di Sorga.

24. Disediakan baginya 24 do’a mustajab.

25. Disingkirkan siksa kubur bagi dirinya.

26.Allah tingkatkan pahalanya seperti pahala selama 40 tahun.

(37)

37

27. Lewat diatas Shirat Mustaqim seperti kilat yang memancar.

28. Allah tinggikan baginya 1000 derajat di Sorga.

29. Allah berikan kepadanya pahala 1000 haji mabrur.

30.Allah berfirman kepadanya : “Wahai hambaku..! makanlah dari buah-buahan Sorga, mandilah dari mata air Salsabil, minumlah dari telaga Kautsar, Akulah tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku”.

SHALAT WITIR

H. Pengertian Shalat Witir

Shalat Witir adalah shalat sunnat yang dikerjakan pada malam hari setelah sholat 'Isya. Witir artinya ganjil, disebut Shalat Witir karena jumlah rakaatnya ganjil 1,3,5,7,9, sampai 11 Raka'at.

Shalat witir hukumnya sunnat muakkadah (sangat dianjurkan) baik di bulan suci Ramadhan maupun di bulan-bulan lain. Itulah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti hadits yang diriwayatkan dari St. Aisyah, ra. :

َع ْن َع َش َة ِئا َر َي ِض ُللها ْ ن َه َع َق ا ْت َلا َم َك ا َر َنا ُس ْو ُل ِللها َص َّل ُللها ى َع َل ْي ه

َو َس َّل َم َي ِز ْي ِْفِ ُد َر َم َضا َو َلا َن ِْفِ

ِْي ِه َغ َع َل ِإ ى ْح َع ى َد َش َر َة َر ْك َع

ًة )يراخبلا هاور(

Artinya : “Dari Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah menambah shalat malam pada bulan Ramadhan dan bulan lain melebihi

11 (sebelas) rakaat” (HR. Imam Bukhari).

(38)

38

I. Tata Cara Shalat Witir

Shalat Witir dilakukan secara Munfarid (tidak berjama'ah), kecuali pada bulan Ramadhan. Shalat Witir dapat dilakukan sekaligus dengan satu salam juga dapat dilakukan dengan tiap 2 rakaat salam kemudian terakhir 1 rakaat. Niatnya adalah sebagai berikut :

1. Untuk dua raka’at :

َلاَعَ ت ِلله ِ )اًمْوُمْأَم( ًءاَدَا ِْيَ تَعْكَر ِرْتِولْا َن م ًةَّنُس ْي لَصُا

" Aku niat shalat sunnat sebagian dari Witir2 raka’at menjadi makmum Karena Allah Ta'ala "

2.Untuk satu raka’at :

ًمْوُمْأَم( ًءاَدَا ًةَعْكَر ِرْتِولْا َةَّنُس ْي لَصُا َلاَعَ ت ِلله ِ )ا

" Aku niat shalat Witir satu raka'at (makmum) karena Allah Ta'ala "

Tata cara Shalat witir berjama’ah di bulan Ramadhan :

1

Bilal berkata

ُللها ُم ُك َر َِحم َع ة ِما َج ِْي َع َ ت ِر َر ْك ِول ْت َن ْا ِم ًة ُس َّن ُة َل َّصلا

(39)

39

Makmum

menjawab

ُه َو َل ُك ْا ُل ْل ُهَل ، َل ُه َك ْي َش ِر َلا َد ُه ْح َو ُللها َّلا ِا ِا َل َه َلا َْلا ْم ُد َْي َو ُِي ِي ْي َو ُه ُت َو َع َل ُك ى َش ْي ل َق ئ ِد ْ ي ر

Raka’at 1

ى ْع َل َلا ْا َك ر ب َم َ ْسا ِح َس ب

Raka’at 2

ْو َن ِفا ُر َكل ْا ا ي َه َا ا َي ُق ْل

2

Bilal berkata

ُللها ُم َر ُك َجآ ِر ول ْت ْا ِ َع َة َر ْك

Makmum

menjawab

ُه َو َل ُك ْا ُل ْل ُهَل ، َل ُه َك ْي َش ِر َلا َد ُه ْح َو ُللها َّلا ِا ِا َل َه َلا َْلا ْم ُد َْي َو ُِي ِي ْي َو ُه ُت َو َع َل ُك ى َش ْي ل َق ئ ِد ْ ي ر

1 raka’at

، ِق َفل َل ْا ب ِب َر ْو ُذ َا ُع ْل ُق ، د َح َأ ُللها َو ُه ُق ْل ُق ْل َا ُع ْو ُذ ِب َر ب َّنلا ِسا

J. Do'a Shalat Witir

(40)

40

َا َّلل ُه َّم ِا َّن َن ا ْس َا َك ُل َْي ًنا ِا َد ا ًما، ِئا َو َن ْس َا َك ُل َ ق ْل ًب َخ ا ًعا، ِشا

َو َن ْس َا َك ُل َي ِق ْ ي ًن َص ا ًقا، ِدا َو َن ْس َا َك ُل ْ ي ًن ِد َ ق ا ي ًما َو َن ، ْس َا َك ُل ْل ًم ِع ا

َن ِفا ًعا،

َو َن ْس َا َك ُل َم َع

َصا ًل ًِلا َو َن ، ْس َا َك ُل َعل ْف ْا َو َو ْا َعل ِفا َي

َة، ُل ْس َا َو َن ِة، ِفا َي َعل ْا ى َع َل َر ْك شلا َك ُل ْس َا َو َن ِة، ِفا َي ْا َعل َما ََت َك ُل ْس َا َو َن َك َن ا َي َما ِص َو ا َما َن ِق َي َو ا َن َل َ ت َص ا َّن ِم َّب ْل َ ت َق ُه َّم َا َّلل ، ِسا َّنلا َع ِن َن ْا ِغل

َو ُر ُك ْو َع َن َو ا ُس ُج ْ و َد َو ا َن َ ت ْه ِل ْ ي َل َن َو ا َض َت ر َع َو ا َن َ ت َع ب َد َن َو ا َت ْم َ ت ْق ْ ي َر َن ِص َي ا ا

ُلله َا ِب َر َْحم ِت َي َك َا ا ْر َح َم َّرلا ِِحما َْي .

Artinya :

Ya Allah kami memohon pada-Mu Iman yang langgeng, hati yang penuh khusyu, keyakinan yang benar, agama yang kuat, ilmu yang manfaat, serta amal yang Sholeh. Ya Allah…! Kami memohon kepada-Mu pengampunan dan

kesehatan jasmani dan rohani, kesehatan yang sempurna serta dipenuhi rasa syukur pada-Mu. Cukupkanlah kami Ya Allah …! agar tidak meminta-minta kepada manusia.Ya Allah…! Terimalah sholat kami, tarawih kami, puasa kami,

ruku' dan sujud kami, tahlil dan ibadah kami, sempurnakanlah kekurangan yang ada pada kami. Wahai Tuhan Yang Maha Penolong Sayangilah kami

dengan Rahmat-Mu yang sempurna, Amiin ".

NUZULUL QUR’AN

(41)

41

A. Pengertian Nuzulul Qur’an

Nuzulul Qur’an terdiri dari dua kata, yaitu Nuzul dan Al- Qur’an. Nuzul artinya turun sedang Al-Quran artinya Qur’an (kitab yang kita baca), jadi Nuzulul Qur’an artinya turunnya Al- Qur’an.

B. Kapan dan dimana turunnya Al-Qur’an ?

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW. dengan perantaraan malaikat Jibril secara berangsur-angsur menurut situasi dan kondisi. Menurut keterangan para Ulama Ahli Tarikh bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan adalah di sebuah goa yang diberinama “GOA HIRA”, pada hari ke 17 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 16 Agustus 610 M dan usia Nabi Muhammad SAW pada waktu itu adalah 40 tahun lebih 6 bulan dan 8 hari (Tahun Qamariyyah) atau 39 tahun lebih 3 bulan dan 8 hari (tahun Syamsiyyah).

C. Ayat yang pertama kali diturunkan

Adapun ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT.

kepada nabi Muhammad SAW. adalah surat Al-‘Alaq ayat 1 – 5 yang bunyinya sebagai berikut :

﴿ َقَلَخ ْيِذَّلا َك بَر ِمْساِب ْأَرْ قِا

﴿ قَلَع ْنِم َناَسْنِلاْا َقَلَخ ﴾ ١

٢ َك بَرَو ْأَرْ قا ﴾

﴿ ُمَرْكَلاْا

﴿ ِمَلَقلْاِب َمَّلَع ْيِذَّلا ﴾ ٣ ٤

﴿ ْمَلْعَ يْ َلاَم َناَسْنِلاْا َمَّلَع ﴾ ٥

قلعلا﴿

: ۱ - ٥

Artinya : “Bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptaka (1) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah dan tuhanmu yang

(42)

42

Maha Mulya (3) Yang telah mengajarkan dengan Kalam(4) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.

D. Hubungan turunnya Al-Qur’an dengan Lailatul Qadar

Dalam surat Al-Qadar dijelaskan bahwa Allah menurunkan Al-Qur’an adalah pada malam Lailatul Qadar, malam yang mulia yang dirahasiakan kedatangannya oleh Allah, tak seorangpun tahu kapan Lailatul Qadar itu terjadi. Artinya ketika tadi dijelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam ke 17 bulan Ramadlan, apakah berarti pula malam Lailatul Qadar itu terjadi pada malam yang sama, padahal tak ada seorangpun yang tahu kapan terjadinya malam Lailatul Qadar itu ?

Dalam kitab Tafsir Al-Shawi dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan diturunkannya Al-Quran pada malam Lailatul Qadar itu adalah diturunkannya Al-Qur’an sekaligus dari Lauhil Mahfudz ke Baitul ‘Izzah (Langit pertama) kemudian pada tahap berikutnya Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dimulai pada malam 17 Ramadhan ketika Nabi berada di GOA HIRA. Jadi yang diperingati sebagai Nuzulul Qur’an adalah ketika Al-Qur’an itu diturunkan di Goa Hira (17 Ramadhan).

E. Fadlilah (keutamaan) membaca Al-Qur’an

Ada beberapa keutamaan dalam mebaca Al-Qur’an, seperti yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim, diantaranya adalah:

1. Orang yang paling baik adalah orang yang belajar Al- Qur’an dan orang yang mengajarkannya.

(43)

43

2. Mendapatkan pahala setiap huruf yang dibacanya dengan balasan 10 kali lipat, namun di bulan Ramadhan ditambahkan menjadi 700 kali lipat sampai lipatan yang tak dapat dihitung oleh akal manusia.

3. Membuat hati yang gundah dan gelisah menjadi tenang dan damai.

4. Menyembuhkan orang yang terkena penyakit bila dibacakan dengan khusyu’ dan tawadhu’ karena Allah.

5. Rumah yang dibacakan Al-Qur’an akan mendapatkan rahmat dan kesejukan bagi penghuninya. Dan rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an akan sedikit sekali dijumpai kebaikannya, serta penghuninya akan selalu merasa sempit dan susah.

6. Tadarrus bersama di masjid, musholla atau di rumah secara bergiliran akan diturunkan ketentraman dan ketenangan kepada mereka serta berlimpah rahmat yang menyelimuti mereka, dan mereka akan dijaga oleh Malaikat, dan Allah akan selalu mengingat mereka.

7. Al-Qur’an akan menjadi pendamping di alam Barzakh bagi pembacanya dan menjadi juru selamat (syafa’at) di hari Kiamat.

F. Adab membaca Al-Qur’an

Diantara adab membaca Al-Qur’an yang terpenting adalah : 1. Berwudhu sebelum membacanya.

2. Mengambilnya dengan tangan kanan sambil membaca basmalah.

3. Memegangya dengan kedua tangan.

4. Membacanya ditempat yang bersih dan suci.

(44)

44

5. Menghadap ke Kiblat pada waktu membacanya.

6. Berpakaian yang pantas dan sopan (pakaian yang layak untuk sholat).

7. Mulutnya bersih dari makanan dan bau tidak sedap.

8. Membaca do’a Ta’awwuz dan Basmalah sebelum membacanya.

9. Membacanya dengan tartil, tenang, khusyu’ dan tidak terburu-buru.

10. Memikirkan dan memperhatikan tentang ayat-ayat yang dibacanya (bagi yang sudah memahami arti dan kandungan Al-Qur’an).

11.Membacanya dengan suara yang dibaguskan.

12. Jangan berbicara ketika sedang membaca Al-Qur’an kecuali dalam keadaan dharurat.

G. Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar adalah suatu malam yang mulia dan tinggi nilainya disisi Allah SWT. Nilainya lebih baik dari seribu bulan (83 tahun lebih 4 bulan). Barangsiapa yang dapat menemukannya maka sangat beruntunglah ia karena telah mendapatkan karunia yang begitu besar. Tetapi tidak mudah bagi kita untuk dapat menemukan malam yang mulia itu, karena Allah merahasiakan kedatangannya. Nabi Muhammad SAW memberikan gambaran tentang turunnya malam lailatul Qadar itu yaitu pada sepuluh hari terakhir di bulan suci Ramadhan yakni mulai tanggal 21 sampai akhir Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda :

(45)

45

ََت َّر ْو َل ا ْ ي َل َة َقل ْا ْد ِر َنِم ِرْتِولْا ِفِ

َعل ْا ْش ْا َلا ِر َو ِخا ِر ْن ِم َر َم َض

Artinya : " Carilah malam Lailatul Qadar itu pada malam ganjil dari sepuluh hari

َنا

terakhir di bulan Ramadlan ". (HR. Bukhori Muslim)

Dalam kitab I'anatut Tholibiin Juz II Sohifah 257 dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar itu dapat diketahui dengan hari Awalnya Ramadhan, yaitu sebagai berikut :

No. Awwal Ramadhan Malam Lailatul Qadar

1 Ahad Tanggal 29

2 Senin Tanggal 21

3 Selasa Tanggal 27

4 Rabu Tanggal 29

5 Kamis Tanggal 25

6 Jum'at Tanggal 27

7 Sabtu Tanggal 23

Ini adalah hasil penelitian dan pegalaman para Ulama, tetapi sebaiknya kita berusaha pada setiap malam terutama di malam- malam ganjil di bulan Ramadhan untuk meningkatkan ibadah agar dapat menjumpai malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut, tidak hanya berpatokan pada rumus di atas.

ZAKAT FITRAH

(46)

46

A. Pengertian Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan diakhir bulan Ramadhan dan di Awal bulan Syawwal berupa makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh penduduk suatu daerah.

Tujuan dikeluarkannya zakat Fitrah adalah untuk membersihkan jiwa manusia dari semua kotoran dan dosa dan untuk membantu faqir miskin dan lainnya agar di hari bahagia itu mereka dapat merasakan gembira berhari raya ‘Iedul Fitri.

Mengenai kewajiban mengeluarkan zakat fitrah bagi setiap muslim merupakan hal yang dharuri. Diantara dalil yang dijadikan pijakan atas kewajiban zakat fitrah adalah hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim dari Abdulloh bin Umar :

ْيَلَع ُللها ىَّلَص ِللها ُلْوُسَر َضَرَ ف ْنِم اًعاَص ْوَا رَْت ْنِم اًعاَص ِرْطِفلْا َةاَكَز َمَّلَسَو ِه

اَِبِ َرَمَاَو َْيِمِلْسُلْا َنِم ِْيِبَكلْاَو ِْيِغَّصلاَو ىَثْ نُلاْاَو ِرَكَّذلاَو رُْلاَو ِدْبَعلْا ىَلَع ْيِعَش ْنَا

ِةَلَّصلا َلِا ِساَّنلا ِجْوُرُخ َلْبَ ق ىَّدَؤُ ت قفتم ﴿

﴾ هيلع

Artinya :

“ Telah mewajibkan Rasulullah SAW. zakat fitrah berupa 1 sho’ kurma atau 1 sho’ gandum atas setiap muslim baik hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki,

wanita, anak kecil maupun dewasa. Dan beliau memerintahkan untuk dikeluarkan zakat tersebut sebelum melaksanakan sholat ‘Iedul Fitri “

(HR. Bukhri Muslim).

(47)

47

Dalam hadits ini disebutkan bahwa yang wajib dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah 1 Sha’ (2,75 kg atau 3,5 ltr.) sedangkan jenis makanan yang dikeluarkan berupa korma atau gandum, yang merupakan makanan pokok masyarakat yang hidup di daratan arab. Pada intinya adalah makanan pokok suatu daerah, jadi dapat dianalogikan bahwa untuk di daerah yang makanan pokoknya bukan korma atau gandum yang harus dikeluarkan untuk zakat fitrah adalah makanan pokok daerah tersebut (mayoritas penduduk di Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokoknya, jadi yang wajib dikeluarkan sebagai zakat fitrah adalah beras).

Adapun mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan uang adalah pendapat dari mazhab Hanafi. Menurut mazhab Syafi’ie tidak boleh mengeluarkan zakat fitrah dengan uang, karena uang bukan makanan pokok. Sebagai solusi bagi yang hendak mengeluarkan zakat fitrah dengan uang adalah dengan cara akad “Wakalah” (mewakilkan) kepada panitia/penerima zakat agar uang itu digunakan untuk membeli beras atas nama zakat dirinya.

B. Syarat Zakat Fitrah

Wajib mengeluarkan zakat fitrah dengan syarat-syarat sebagai berikut :

1. Islam

2. Menemukan 2 waktu; yakni hari terakhir ramadhan dan malam tanggal 1 Syawwal.

3. Ada kelebihan makanan yang harus dikeluarkan.

(48)

48

2.1. Islam

Bagi non muslim tidak diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya. Namun bagi non muslim diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah untuk orang muslim yang menjadi tanggungannya, seperti anak atau istrinya yang muslim.

2.2. Menemukan 2 waktu; akhir Ramadhan dan awal Syawal Bagi orang yang tidak menemukan dua waktu tersebut tidak diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah, seperti bayi yang dilahirkan pada malam takbiran atau mayit yang meninggal pada hari terakhir Ramadlan.

2.3. Ada kelebihan makanan yang harus dikeluarkan.

Bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi karena ketidakadaan makanan pokok dari sisa makanan yang harus dikonsumsi pada malam dan hari raya ‘iedul fitri tidak diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah, malah orang tersebut berhak mendapatkan zakat fitrah.

C. Golongan yang berhak mendapatkan Zakat Fitrah.

Golongan yang berhak mendapatkan zakat jumlahnya ada 8 yang disebut “Al-Ashnaf Atsamaniyah” tersebut dalam surat Attaubah ayat 6 Allah berfirman :

ِةَفَّلَؤُمْلاَو اَهْ يَلَع َْيِلِماَعلْاَو ِلْيِبَّسلا ِنْباَو ِْيِكاَسَلْاَو ِءاَرَقُفْلِل ُتاَقَدَّصلا اََّنَّ ِا ِللها َنِم ًةَضْيِرَف ِلْيِبَّسلا ِنْباَو ِللها ِلْيِبَس ِْفَِو َْيِمِراَغلْاَو ِباَق رلا ِفِو َ ْمُهُ بْوُلُ ق

﴿ مْيِكَح مْيِلَع ُللهاَو : ةبوتلا

6
(49)

49

Artinya : “ sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, Amilin, para muallaf yang dibujuk hatinya, pada budak sahaya, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan

Allah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana”.

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa orang-orang yang berhak menerima zakat itu ada delapan golongan, penjelasannya adalah sebagi berikut :

NO. ASHNAF DEVINISI

1 Faqir Orang yang tidak mempunyai pekerjaan dan tidak memiliki biaya hidup untuk keluarganya.

2 Miskin

Orang yang mempunyai pekerjaan atau penghasilan namun tidak mencukupi untuk biaya hidup keluarganya.

3 Amilin Orang yang ditunjuk sebagai penarik dan pembagi zakat.

4 Mu'allaf Orang yang baru memeluk agama Islam.

5 Riqab Budak sahaya.

6 Garimin Orang yang banyak memiliki tanggungan hutang.

7 Ibnu Sabil

Orang yang sedang dalam perjalanan positif. (bukan perjalanan maksiat kepada Allah).

8 Sabilillah Orang yang berjuang di

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Alhamdulilahirobbil‟alamin, puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, penulis diberi kemudahan dan kelancaran

Maka sebagai Muslim yang mengaku ber- iman hendaknya menjadikan bulan Ramadhan ini penuh dengan aktifitas ibadah sehingga kita bisa menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT..

Pada bulan ramadhan seperti ini / merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan iman dan takwa bagi umat muslim di dunia // SEPERTI kelompok arisan Tiara Kusuma // Sambil

Puji syukur Alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas kuasa-Nyalah penulis diberi kekuatan dan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang

"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma

Maka itu di bulan Ramadhan ini, kami mengajak bapak-ibu dermawan untuk meningkatkan ibadah kita dengan memperbanyak kegiatan positif dan bermanfaat untuk banyak orang yang sangat

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis diberi kesempatan dan kemudahan untuk menyelesaikan skripsi yang

16.30 WIB Aula Barat Selain untuk meningkatkan nilai ibadah di bulan Ramadhan tahun ml, Safari ni merupakan media silaturahmi dan tukar pikiran bersarna civitas akadernika di