• Tidak ada hasil yang ditemukan

هيلع

Dalam dokumen BELAJAR TENTANG KATA SAMBUTAN (Halaman 46-52)

Artinya :

“ Telah mewajibkan Rasulullah SAW. zakat fitrah berupa 1 sho’ kurma atau 1 sho’ gandum atas setiap muslim baik hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki,

wanita, anak kecil maupun dewasa. Dan beliau memerintahkan untuk dikeluarkan zakat tersebut sebelum melaksanakan sholat ‘Iedul Fitri “

(HR. Bukhri Muslim).

47

Dalam hadits ini disebutkan bahwa yang wajib dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah 1 Sha’ (2,75 kg atau 3,5 ltr.) sedangkan jenis makanan yang dikeluarkan berupa korma atau gandum, yang merupakan makanan pokok masyarakat yang hidup di daratan arab. Pada intinya adalah makanan pokok suatu daerah, jadi dapat dianalogikan bahwa untuk di daerah yang makanan pokoknya bukan korma atau gandum yang harus dikeluarkan untuk zakat fitrah adalah makanan pokok daerah tersebut (mayoritas penduduk di Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokoknya, jadi yang wajib dikeluarkan sebagai zakat fitrah adalah beras).

Adapun mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan uang adalah pendapat dari mazhab Hanafi. Menurut mazhab Syafi’ie tidak boleh mengeluarkan zakat fitrah dengan uang, karena uang bukan makanan pokok. Sebagai solusi bagi yang hendak mengeluarkan zakat fitrah dengan uang adalah dengan cara akad “Wakalah” (mewakilkan) kepada panitia/penerima zakat agar uang itu digunakan untuk membeli beras atas nama zakat dirinya.

B. Syarat Zakat Fitrah

Wajib mengeluarkan zakat fitrah dengan syarat-syarat sebagai berikut :

1. Islam

2. Menemukan 2 waktu; yakni hari terakhir ramadhan dan malam tanggal 1 Syawwal.

3. Ada kelebihan makanan yang harus dikeluarkan.

48

2.1. Islam

Bagi non muslim tidak diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya. Namun bagi non muslim diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah untuk orang muslim yang menjadi tanggungannya, seperti anak atau istrinya yang muslim.

2.2. Menemukan 2 waktu; akhir Ramadhan dan awal Syawal Bagi orang yang tidak menemukan dua waktu tersebut tidak diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah, seperti bayi yang dilahirkan pada malam takbiran atau mayit yang meninggal pada hari terakhir Ramadlan.

2.3. Ada kelebihan makanan yang harus dikeluarkan.

Bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi karena ketidakadaan makanan pokok dari sisa makanan yang harus dikonsumsi pada malam dan hari raya ‘iedul fitri tidak diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah, malah orang tersebut berhak mendapatkan zakat fitrah.

C. Golongan yang berhak mendapatkan Zakat Fitrah.

Golongan yang berhak mendapatkan zakat jumlahnya ada 8 yang disebut “Al-Ashnaf Atsamaniyah” tersebut dalam surat Attaubah ayat 6 Allah berfirman :

ِةَفَّلَؤُمْلاَو اَهْ يَلَع َْيِلِماَعلْاَو ِلْيِبَّسلا ِنْباَو ِْيِكاَسَلْاَو ِءاَرَقُفْلِل ُتاَقَدَّصلا اََّنَّ ِا ِللها َنِم ًةَضْيِرَف ِلْيِبَّسلا ِنْباَو ِللها ِلْيِبَس ِْفَِو َْيِمِراَغلْاَو ِباَق رلا ِفِو َ ْمُهُ بْوُلُ ق

﴿ مْيِكَح مْيِلَع ُللهاَو : ةبوتلا

6

49

Artinya : “ sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, Amilin, para muallaf yang dibujuk hatinya, pada budak sahaya, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan

Allah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana”.

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa orang-orang yang berhak menerima zakat itu ada delapan golongan, penjelasannya adalah sebagi berikut :

NO. ASHNAF DEVINISI

1 Faqir Orang yang tidak mempunyai pekerjaan dan tidak memiliki biaya hidup untuk keluarganya.

2 Miskin

Orang yang mempunyai pekerjaan atau penghasilan namun tidak mencukupi untuk biaya hidup keluarganya.

3 Amilin Orang yang ditunjuk sebagai penarik dan pembagi zakat.

4 Mu'allaf Orang yang baru memeluk agama Islam.

5 Riqab Budak sahaya.

6 Garimin Orang yang banyak memiliki tanggungan hutang.

7 Ibnu Sabil

Orang yang sedang dalam perjalanan positif. (bukan perjalanan maksiat kepada Allah).

8 Sabilillah Orang yang berjuang di jalan Allah (Membela Agama Allah).

50

D. Niat zakat fitrah (ijab dan qabul)

Bagi orang yang hendak mengeluarkan zakat fitrah maka diharuskan mengucapkan niat (ijab), sedangkan bagi yang menerima zakat disunnatkan mengucapkan do’a (qabul) adapun ijab dan qabulnya adalah sebagai berikut :

1

Niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri

َلاَعَ ت ِلله ِ اًضْرَ ف يِسْفَ ن ْنَع ِرْطِفلْا َةاَكَز َجِرْخُا ْنَا ُتْيَوَ ن

“ Aku Niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku fardlu karena Allah Ta’ala “

2

Niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri dan orang yang menjadi tanggungannya

ْنَم ِعْيَِجَ ْنَعَو يِسْفَ ن ْنَع ِرْطِفلْا َةاَكَز َجِرْخُا ْنَا ُتْيَوَ ن َلاَعَ ت ِلله ِ اًضْرَ ف ْمُهُ تاَقَفَ ن ِْنُمَزْلَ ت

“ Aku Niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan orang yang berada dalam tanggunganku fardlu karena Allah Ta’ala “

3

Niat mengeluarkan zakat Mal (harta)

َلاَعَ ت ِلله ِ اًضْرَ ف ِْلِاَم َةاَكَز َجِرْخُا ْنَا ُتْيَوَ ن

“ Aku Niat mengeluarkan zakat hartaku fardlu karena Allah Ta’ala “

51

4

Do’a yang dibaca ketika menerima zakat / shodaqah

َتْيَقْ بَا اَمْيِف َكَراَبَو َتْيَطْعَا اَمْيِف ُللها َكَرَجآ اًرْوُهَط َكَل َلَعَجَو

“ Semoga Allah memberi pahala pada apa yang engkau berikan, dan memberkati pada apa yang kau sisakan, dan menjadikannya sebagai

pencuci bagi dirimu “

E. Hikmah dan Keutamaan Zakat Fitrah

Diantara hikmah disyari’atkannya zakat/Infaq/Shodaqah antara lain adalah :

1. Meningkatkan ketakwaan orang yang menunaikannya.

2. Membersihkan dan mensucikan harta yang dimiliki dan membersihkan jiwa dari sifat kikir.

3. Menambah keberkahan harta dan menumbuhkan usahanya, berkat do’a Fakir Miskin yang menerima pemberian zakat/infaq/shodaqah.

4. Meringankan beban penderitaan kaum Faqir Miskin.

5. Memakmurkan lembaga pendidikan Islam dan mensyi’arkan dakwah Islamiyyah.

6. Mempersiapkan bekal pahala bagi pembayar zakat dengan memperoleh pahala yang tidak ada putusnya.

7. Memberikan “Idkhalus Surur” (Kegembiraan) di hari raya kepada kaum Fakir Miskin dan Dhu’afa.

52

Adapun keutamaan atau fadlilah zakat fitrah adalah sebagai berikut :

1. Dibersihkan badannya dari segala dosa.

2. Diselamatkan dari siksa Neraka.

3. Menjadikan puasanya diterima.

4. Berhak mendapatkan sorga.

5. Dikeluarkan dari sorga dalam keadaan aman.

6. Diterima semua amal kebaikan yang diperbuat pada tahun itu.

7. Berhak mendapatkan syafaat Nabi di hari Kiamat.

8. Lewat diatas Shirat laksana kilat yang menyambar.

9. Timbangan amal kebaikannya bertambah berat.

10. Dihapus namanya dari buku catatan orang yang celaka.

Dalam dokumen BELAJAR TENTANG KATA SAMBUTAN (Halaman 46-52)

Dokumen terkait