PEMIKIRAN TEORI MURJIAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah:
Teologi Islam Dosen Pengampu:
Drs. Asmakin Antoro, M. Pd
Disusun Oleh:
SYLLA INDAH NING RAHAYU (22205004) WISNU DEWANTORO (22205008) ANISA OKTATIANA (22205025)
PROGAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KEDIRI 2022/2023
ii
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut naman Allah SWT.Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Puji syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT.Yang telah memberikan nikmat, taufik, hidayah serta inayahnya, sehingga kita dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada bimbingan kita Nabi Muhammad SAW.yang telah menuntun kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yakni adinul Islam.
Pada saat ini kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Asmakin Antoro M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Teologi Islam yang telah membimbing kami hingga kami bisa mengerjakan tugas dengan tepat waktu. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang membantu menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat jauh dari kata sempurna baik dari segi penyusunan, Bahasa maupun penulisannya. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna untuk menjadi acuan agar kami lebih baik lagi dalam menyusun makalah kedepannya.
Kediri, 17 Maret 2023
Kelompok 04
iii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 1
C. Tujuan ... 2
BAB II ... 3
PEMBAHASAN ... 3
A. Sejarah Timbulnya Aliran Murjiah ... 3
B. Ajaran-ajaran pokok murjiah ... 5
C. Apa Saja Sekte-Sekte Aliran Murji’ah Dan Ajaran-Ajarannya ... 8
BAB III ... 10
PENUTUP ... 10
A. Kesimpulan ... 10
B. Saran ... 11
DAFTAR PUSTAKA ... 12
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Aliran Murji'ah merupakan salah satu aliran yang dipelajari dalam Teologi Islam. Munculnya aliran ini dilatar belakangi oleh persoalan politik, yaitu soal khalifah (kekhalifahan). Setelah terbunuhnya khalifah Usman bin Affan, umat Islam terpecah menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok Ali dan Mu'awiyah. Kelompok Ali kemudian terpecah pula menjadi dua golongan yaitu golongan yang setia membela Ali (disebut Syi'ah) dan golongan yang keluar dari barisan Ali (disebut Khawarij). Ketika berhasil mengungguli dua kelompok lainnya, yaitu Syiah dan Khawarij dalam merebut kekuatan, kelompok Mu'awiyah lalu membentuk dinasti Umaiyah. Syiah dan Khawarij bersama - sama perang kekuatannya Syiah melawan Mu'awiyah karena menuduh Mu'awiyah merebut kekuasaan yang seharusnya menjadi milik Ali dan keturunannya. Sementara itu Khawarij tidak mendukung Mu'awiyah karena ia dinilai menyimpang dari ajaran Islam. Dalam pertikaian antara ketiga golongan tersebut terjadi di tengah - tengah suasana pertikaian ini, muncul sekelompok orang yang menyatakan diri tidak ingin terlibat dalam pertentangan politik yang terjadi. Kelompok inilah yang kemudian berkembang menjadi golongan “Murji’ah”.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah timbulnya aliran murjiah?
2. Apa saja ajaran-ajaran pokok murjiah?
3. Apa saja sekte-sekte aliran murjiah dan ajaran-ajarannya?
2 C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sejarah timbulnya aliran murjiah.
2. Untuk mengetahui apa saja ajaran-ajaran pokok murjiah.
3. Untuk mengetahui apa saja sekte-sekte aliran murjiah dan ajaran- ajarannya.
3 BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Timbulnya Aliran Murjiah
Kata al-Murji'ah adalah bentuk isim fa'il yang mendapat ta'marbutah (murji'un murji'atun). Fi'il madi - nya (arja'a) - yurji'uirja'al, artinya bisa bermacam - macam yaitu:
a) Menunda (menangguhkan)
Al - Murji'ah dengan arti menunda (menangguhkan) maksudnya ialah bahwa dalam menghadapi sahabat - sahabat yang bertentangan, mereka tidak mengeluarkan pendapat siapa yang bersalah. Sikap mereka adalah menunda dan menangguhkan penyelesaian masalah tersebut di hari akhir nanti di hadapan Allah.
b) Memberi harapan
Al - Murji'ah dengan arti memberi harapan, maksudnya ialah bahwa orang Islam yang melakukan dosa besar tidak menyebabkan mereka menjadi kafir Mereka tetap mukmin dan tetap mendapatkan rahmat Allah meskipun mereka harus masuk terlebih dahulu dalam neraka karena perbuatan dosanya.
c) Mengesampingkan
Al-Murji'ah dengan arti mengenyampingkan, maksudnya ialah bahwa golongan ini menganggap yang penting dan yang utamakan adalah iman, sedangkan amal perbuatan hanya merupakan soal kedua, yang menentukan mukmin atau kafirnya seseorang adalah imannya bukan perbuatannya.1
Tentang penaamaan al - Murji'ah apakah oleh mereka sendiri atau oleh orang lain, belum ditemukan bukti yang pasti. Hanya perlu diperhatikan bahwa penaamaan al - Murji'ah itu tidak terasa mengandung ejekan, lebih cenderung
1 Harun Nasution.Teologi Islam: Aliran. Sejarah Analisa Perbandingan. hlm.23.
4
mengemukakan bahwa yang memberi nama adalah mereka sendiri, bukan golongan lain. Penamaan tersebut diilhami oleh ayat Alquran, Surah al - Taubah (9): 106
اَّماا َو ْمُهُبا ذَعُي اَّماا ا هاللّٰ ارْمَ الِ َن ْوَج ْرُم َن ْوُرَخٰا َو ٌمْياكَح ٌمْيالَع ُ هاللّٰ َو ْْۗماهْيَلَع ُب ْوُتَي
Artinya:
Dan ada (pula) orang - orang lain yang melayani sampai ada keputusan Allah:
adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. al Taubah (9): 106)2.
Al - Syahrastani mengemukakan bahwa orang pertama yang telah menemukan paham " irja " adalah Ghailan al Dimasyqi, tetapi di tempat lain juga dikatakan bahwa pembawa ajaran ini adalah Hasan Ibn Muhammad Ibn Ali Ibn Abi Thalib. Dan kemudian orang yang menganut paham ini disebut dengan kaum "Murji'ah". Mereka muncul sebagai reaksi terhadap pendapat kaum Khawarij yang mengafirkan orang - orang yang telah mela kukan dosa besar, dalam hal ini adalah Ali bin Abi Thalib, Mu'awiyah, Amr bin Ash, Abu Musa al - Asy'ari dan lain - lain yang telah menerima arbitrase atau tahkim. Hal ini didahului oleh pertikaian dan pertumpahan darah antara pengikut Ali dengan pengikut Mu'awiyah Ibnu Abi Sufyan yang mempere butkan masalah “Khilafah Masalah politis inilah yang memicu munculnya alir an - aliran teologi, maka pada saat itulah muncul tiga aliran 1 Ahmad al-Syahrastani, Al-Milal wa al- Nihal, Kairo: Mustafa al-Babi al Halabi, 1967, hlm.144.2 Harun Nasution, Teologi Islam, Jakarta: UI Press, 1983, hlm.6. teologi Islam, Aliran Khawarij , Murji'ah , dan Mu'tazilah. Di mana ketiga aliran ini punya pandangan yang
2. M. Amin Nurdin, Nassarudin Umar, dkk. 2012.Sejarah Pemikiran Islam. Jakarta: Bumi Aksara. hlm 24
5
berbeda antara satu dengan lainnya dalam menghukumi para murtakib al kabair, tentang keimanan dan pandangan politiknya.
Hal yang melatarbelakangi tumbuhnya aliran Murji'ah ini adalah:
1) Sikap kaum Khawarij yang mengafirkan Ali, Utsman dan yang mengatakan tahkim (arbitrase).
2) Sikap kaum Syi'ah yang mengafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan orang - orang yang membela mereka. Sikap Khawarij dan Syi'ah yang mengafirkan terhadap Bani Umayyah yang telah membunuh kedua kelompok tersebut karena dianggap sesat.
Aliran Murji'ah ini dan dua aliran lainnya muncul pada awal abad VI Masehi, hal ini didasarkan pada masa Khilafah Ali Ibn Abi Thalib pada tahun 656-661 M, di mana khali fah keempat ini mendapat tantangan dari pendukung Uts man terutama Mu'awiyah sebagai Gubernur Damaskus, dari Mekkah dan dari kaum Khawarij.3
B. Ajaran-ajaran pokok murjiah
Aliran teologi al-Murji'ah pada awal pertumbuhannya mempersoalkan masalah politik, yaitu tentang sikap tidak mau ikut campur dalam pertentangan setelah terbunuhnya Utsman bin Affan dan menyerahkan penentuan kafir atau tidak kafirnya orang-orang yang bertentangan itu kepada Tuhan di akhirat nanti.
Dari lapangan politik, segera berpindah ke lapangan teologi. Berbagai persoalan yang dibicarakan menurut, Ahmad Amin, adalah berkisar pada pembahasan tentang iman, kufur, mukmin, dan kafir. Topik pembahasan tersebut dibicarakan karena mereka melihat golongan al-Khawarij melontarkan tuduhan kafir kepada yang lain, demikian pula golongan Syi'ah. Orang-orang
3 Ris'an Rusli. 2019. Teologi Islam Telah dan Pemikiran Tokoh-tokohnya. Jakarta: Kencana. hlm 19
6
yang berbuat dosa besar telah menjadi kafir, begitu pendapat golongan al- Khawarij. Kaum Syi'ah memasukkan ketaatan kepada iman sebagai salah satu rukun iman. Kemudian masuklah dalam pembahasan: apakah iman itu, dan apakah kufur itu? Kaum al-Murji'ah berpendapat bahwa iman adalah mengetahui Allah dan rasul-rasul-Nya. Barangsiapa yang mengetahui bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah, mereka adalah orang mukmin. Hal ini berbeda dengan pandangan kaum al-Khawarij yang berpendapat bahwa iman adalah mengetahui Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan kewajiban-kewajiban dan menghindarkan diri dari dosa-dosa besar.4
Dari sini semakin jelas pandangan mereka bahwa iman itu semata-mata keyakinan dalam hati terhadap Allah dan Rasul-Nya tanpa berkaitan dengan amal perbuatan manusia. Dengan demikian, jelas sekali kecenderungan sikap politik kaum al-Murji'ah yang tidak menghukumi kafir terhadap Bani Umayah, al-Khawarij, maupun Syi'ah, yang didukung oleh ajaran-ajaran teologinya.
Dalam kaitannya dengan doktrin-doktrin Murji'ah dapat dikategorisasi pada dua hal yaitu perkara dosa besar dan iman. Dengan rincian sebagai berikut:
1. Perkara pelaku dosa besar, dinyatakannya bahwa selama seseorang meyakini tiada Tuhan selain Allah Swt dan Muhammad adalah Rasul- Nya, maka ia dianggap mu'min bukan kafir, karena amal tidak sampai merusak iman. Kalaupun ia tidak diampuni Allah Swt dan dimasukkan ke dalam neraka, ia tidak kekal di dalamnya seperti orang kafir.
2. Iman adalah keyakinan dalam hati bahwa tiada Tuhan selain Allah Swt dan Muhammad SAW adalah rasul-Nya.
Menurut Harun Nasution dan Abu 'Ala al-Maududy dengan mengutip keterangan W. Montgomery Watt menyatakan bahwa ajaran pokok Murji'ah sebagai berikut:
4 M. Amin Nurdin. 2012. Sejarah Pemikiran Islam Teologi-Ilmu Kalam. Jakarta: Amzah. Hlm. 25-26
7
1. Menunda hukuman atas Ali, Muawiyah, Amr Ibn Ash, dan Abu Musa al-Asy'ary yang terlibat tahkim dan menyerahkannya kepada Allah di hari kiamat kelak.
2. Menyerahkan keputusan kepada Allah Swt atas orang muslim yang berdosa besar.
3. Meletakkan (pentingnya) iman daripada amal.
4. Doktrin-doktrin Murji'ah menyerupai pengajaran (madzhab) para skeptis dan empiris dari kalangan Helenis (Watt, 1990).
5. Memberikan pengharapan kepada setiap muslim yang telah melakukan dosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah Swt.
Secara garis besar, ajaran pokok Murji'ah dapat dilihat sebagai berikut:
1. Rukun iman itu ada dua, yaitu: iman kepada Allah dan iman kepada utusan Allah Swt.
2. Iman itu adalah tashdiq (pembenaran) saja, atau pengetahuan hati atau ikrar.
3. Amal tidak masuk dalam hakekat iman dan tidak masuk dalam bagiannya.
4. Manusia pencipta amalnya sendiri dan Allah tidak dapat melihatnya di akhirat nanti (ini seperti halnya paham mu'tazilah).
5. Sesungguhnya perkara imamah (khalifah) itu bisa dari golongan mana saja walaupun bukan dari Quraisy.
6. Iman adalah mengenal Allah Swt secara mutlak, dan bodoh kepada Allah Swt adalah kufur kepada-Nya.5
5 Muhamad Ridwan Effendi. 2021. Teologi Islam Potret Sejarah Dan Perkembangan Pemikiran Mazhab Kalam. Malang: Cv. Literasi Nusantara Abadi. Hlm 85-86
8
C. Apa Saja Sekte-Sekte Aliran Murji’ah Dan Ajaran-Ajarannya
Aliran Murji’ah mengalami perkembangan, yaitu dengan terbagi menjadi sub-sekte yang kecil-kecil. Hal itu dikarenakan perbedaan pendapat yang bersifat internal tentang permasalahan-permasalahan yang muncul. Di bidang politik, doktrin irja diimplementasikan dengan sikap politik netral atau nonblok, yang hampir selalu diekspresikan dengan sikap diam. Golongan Murji’ah dibagi kedalam dua kelompok besar yaitu golongan moderat dan ekstrim sehinggga murjiah dianggap memiliki peran dalam pembangunan peradaban Islam.
Munculnya golongan murjiah pada dasarnya merupakan antitesa terhadap keberadaan dari kaum syiah dan khawarij yang secara garis besar membicarakan tentang khalifah (politik), kekufuran dan masalah keimanan karena merupakan antitesa , maka ajaran-ajaran pokoknya juga berkisar pada hal-hal yang sudah berkembang, seperti tentang keimanan, pengkafiran, dosa besar dan pemerintahan.6
Adapun ulama Al Firaq menyimpulkan beberapa kelompok Murji’ah:
a) Murji’ah Al Jabariah: mereka adalah pengikut Jaham bin Sofwan, mereka inilah yang berpendapat bahwa keimanan hanya pengetahuan dalam hati, dosa tidak akan pernah mempengaruhi keimanan, dan bahwasanya pengucapan dengan lisan dan amalan soleh bukanlah bagian dari iman.
b) Murji’ah Al Qadariyah: mereka adalah kelompok yang dipimpin oleh Gilan Ad Dimisqi yang juga dijuluki Al Gilaniyah.
c) Murjiah Al Khalisah: mereka adalah kelompok yang para ulama masih berselisih penamaan mereka.
6 Amir Hamzah Dan Asriadi. Gerakan Dan Dakwah Islam (Peran Murji’ah Dalam Membangun Peradaban Islam). Jurnal Mimbar. Vol.6. Thn.2020.
Hlm. 73-85
9
d) Murjiah Al Karramiyah: Pengikut Muhammad bin Karram, mereka berpendapat, bahwa keimanan adalah pengucapan dengan lisan, dan pembuktian dengan lisan, dan keimanan tidak membutuhkan persaksian hati.
e) Murjiah Al Khawarij: mereka ini adalah kelompok yang mirip dengan salah satu kelompok Sufi, yang berpemahaman bahwa kami tidak memberikan hukum apapun kepada para pelaku dosa besar.7
7 Ishak Hasibuan. Teologi Pemikiran Klasik Mu’tazilah Dan Murji’ah. Jurnal Of Education and Social Anaelisis. Vol.2. 2021. Hlm. 52-64
10 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
1. Kata al-Murji'ah adalah bentuk isim fa'il yang mendapat ta'marbutah (murji'un murji'atun). Fi'il madi - nya (arja'a) - yurji'uirja'al, artinya bisa bermacam - macam yaitu:
a) Menunda (menangguhkan) b) Memberi harapan
c) Mengesampingkan
2. Aliran teologi al-Murji'ah pada awal pertumbuhannya mempersoalkan masalah politik, yaitu tentang sikap tidak mau ikut campur dalam pertentangan setelah terbunuhnya Utsman bin Affan dan menyerahkan penentuan kafir atau tidak kafirnya orang-orang yang bertentangan itu kepada Tuhan di akhirat nanti.
Secara garis besar, ajaran pokok Murji'ah dapat dilihat sebagai berikut:
a) Rukun iman itu ada dua, yaitu: iman kepada Allah dan iman kepada utusan Allah Swt.
b) Iman itu adalah tashdiq (pembenaran) saja, atau pengetahuan hati atau ikrar.
c) Amal tidak masuk dalam hakekat iman dan tidak masuk dalam bagiannya.
d) Manusia pencipta amalnya sendiri dan Allah tidak dapat melihatnya di akhirat nanti (ini seperti halnya paham mu'tazilah).
e) Sesungguhnya perkara imamah (khalifah) itu bisa dari golongan mana saja walaupun bukan dari Quraisy.
f) Iman adalah mengenal Allah Swt secara mutlak, dan bodoh kepada Allah Swt adalah kufur kepada-Nya.
11
3. Perkembangan aliran Murjiah terbagi menjadi sub-sekte yang kecil- kecil. Hal itu dikarenakan oleh perbedaan pendapat yang bersifat internal tentang permasalahan yang muncul.
Ulama Al Firaq menyimpulkan beberapa dari kelompok Murji’ah yaitu : a) Murji’ah Al Jabariah
b) Murji’ah Al Qadariyah c) Murjiah Al Khalisah d) Murjiah Al Karramiyah e) Murjiah Al Khawarij B. Saran
Makalah ini hanyalah sederhana yang memerlukan pembaharuan atau perbaikan serta kritik dan saran untuk penyempurnaannya .Semoga makalah ini dapat menjadi landasan kita semua untuk memperdalam pengetahuan kita tentang “Pemikiran Teori Murjiah”.
12
DAFTAR PUSTAKA
Amir Hamsah, Asriadi. (2020). Gerakan Dan Dakwah Islam (Peran Murji'ah Dalam Membangun Peradaban Islam). Jurnal Mimbar, Vol. 6, 73-85.
Effendi, M. R. (2021). Teologi Islam Potret Sejarah Dan Perkembangan Pemikiran Mazhab Kalam. Malang: Cv Literasi Nusantara Abadi.
Hasibuan, I. (2021). Teologi Pemikiran Klasik Mu'tazilah Dan Murji'ah. Journal Of Education And Social Analysis, Vol. 2, 52-64.
Nassarudin, M. Amin Nurdin, Umar, Dkk. (2012). Sejarah Pemikiran Islam. Jakarta:
Bumi Aksara.
Nasution, H. (N.D.). Teologi Islam: Aliran, Sejarah Analisa Perbandingan.
Nurdin, M. A. (2012). Sejarah Pemikiran Islam Teologi-Ilmu Kalam. Jakarta: Amzah.
Rusli, R. (2019). Teologi Islam Telah Dan Pemikiran Tokoh-Tokohnya. Jakarta:
Kencana.