SPIRITUAL LEADERSHIP
SALAM DAN BAHAGIA !
Kelompok 2:
Dede Wiwif Furqoni Wina Kurniasih
Ai Erlinawati Isny Yuniar
Menurut Pujiastutik (2014), spiritual leadership adalah pelaku yang jujur, mengemban misi sosial dan menjunjung keadilan baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Memiliki amal saleh dan membenci formalitas, seorang pribadi yang sedikit bicara banyak kerja, mampu membangkitkan kebaikan di lingkungan dan mencintai perubahan menuju yang lebih baik.
1.
Menurut Tobroni (2005), spiritual leadership adalah kepemimpinan yang membawa dimensi keduniawian kepada dimensi spiritual (keilahian). Seorang pemimpin selain harus kompeten, juga harus memiliki sifat-sifat terpuji, seperti jujur, disiplin, amanah, bijaksana, aspiratif dan utamanya mampu memberikan teladan kepada setiap anak buahnya. Dengan demikian, di samping dia akan menjadi sosok pemimpin yang kredibel, dihormati dan berwibawa.
2.
Menurut Ludeman dan Hendricks (2003), spiritual leadership adalah kepemimpinan yang mampu mengilhami, membangkitkan, mempengaruhi, dan menggerakkan melalui keteladanan, pelayanan, kasih sayang, dan implementasi nilai dan sifat-sifat ketuhanan lainya dalam tujuan, proses, budaya, dan perilaku kepemimpinan.
3.
Pengertian Kepemimpinan Spiritual
Pengertian Kepemimpinan Spiritual
Kepemimpinan Spiritual adalah kepemimpinan yang mampu memberikan teladan, melayani, mengilhami,
membangkitkan dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik untuk mencapai tujuan organisasi bukan
semata-mata karena tanggung jawabnya terhadap organisasi tetapi karena tanggung jawabnya terhadap
Tuhan.
Dalam perspektif sejarah, kepemimpinan spiritual telah dicontohkan dengan sangat sempurna oleh Muhammad SAW. Dengan integritasnya yang luar biasa dan mendapatkan gelar sebagai al-amin (terpercaya), Muhammad SAW mampu mengembangkan kepemimpinan yang paling ideal dan paling sukses dalam sejarah peradaban umat manusia. Sifat-sifatnya yang utama yaitu siddiq (integrity), amanah (trust), fathanah (smart) dan tabligh (openly) mampu mempengaruhi orang lain dengan cara mengilhami tanpa mengindoktrinasi, menyadarkan tanpa menyakiti, membangkitkan tanpa memaksa dan mengajak tanpa memerintah.
Sejarah
Aspek-Aspek Kepemimpinan Spiritual
Menurut Wirawan (2010), kepemimpinan spiritual atau spiritual leadership memiliki beberapa aspek atau dimensi, di antaranya adalah sebagai berikut:
Visi Altruistik Cinta Harapan dan
Keyakinan
Aspek-Aspek Kepemimpinan Spiritual
Visi
Visi adalah segalanya bagi seorang pemimpin, karena visilah yang memimpin para pemimpin, melukiskan sasaran, memicu serta membakar semangat, dan mendorong
untuk maju.
Cinta Altruistik
Cinta altruistik di dalam spiritual leadership didefinisikan sebagai suatu rasa
keseluruhan harmoni dan kesejahteraan yang diproduksi melalui kepedulian, perhatian dan apresiasi untuk diri sendiri dan orang lain.
Menurut Wirawan (2010), kepemimpinan spiritual atau spiritual leadership memiliki beberapa aspek atau dimensi, di antaranya
adalah sebagai berikut:
Harapan dan Keyakinan
Harapan (hope) merupakan suatu hasrat dengan keinginan pemenuhan. Keyakinan (faith) menambah kemungkinan untuk mengharapkan dan merupakan suatu
kepercayaan mengenai sesuatu dimana tak ada bukti. Kepercayaan berdasarkan nilai-nilai, sikap dan perilaku yang menunjukkan kepastian absolut dan
kepercayaan apa yang diinginkan dan diharapkan akan datang.Visi adalah segalanya bagi seorang pemimpin, karena visilah yang memimpin para pemimpin, melukiskan
sasaran, memicu serta membakar semangat, dan mendorong untuk maju.
Aspek-Aspek Kepemimpinan Spiritual
Menurut Wirawan (2010), kepemimpinan spiritual atau spiritual leadership
memiliki beberapa aspek atau dimensi, di antaranya adalah sebagai berikut:
Dampak dan Manfaat Kepemimpinan Spiritual
Menurut Krishnakumar dan Neck (2002), pelaksanaan kepemimpinan spiritual dalam sebuah organisasi atau perusahaan memiliki beberapa dampak atau manfaat, yaitu sebagai berikut:
Intuisi
kreativitas dan
Kejujuran kepercayaan dan
Kinerja organisasi
Pemenuhan
pribadi
Dampak dan Manfaat Kepemimpinan Spiritual Intuisi dan kreativitas
Kepemimpinan spiritualitas dapat membantu individu untuk memperluas batas kesadarannya melalui batas normal, yang menyebabkan
meningkatnya intuisi dan kreativitas bisa menjadi alat yang ampuh dalam pemecahan masalah.
Kejujuran dan kepercayaan
Kepercayaan dan kejujuran dua hal yang memiliki peran penting dalam komitmen organisasi untuk ke depannya. Banyak organisasi berbasis
spiritual menjadikan kejujuran sebagai fokus utama mereka.
Dampak dan Manfaat Kepemimpinan Spiritual Pemenuhan pribadi
Membina spiritualitas akan menyebabkan karyawan merasa puas atas terpenuhi saat mereka mulai bekerja. Hal tersebut akan menghasilkan
tingkat pemenuhan pribadi dan semangat kerja yang tinggi.
Kinerja organisasi
Organisasi yang menolong spiritualitas dapat mengelami peningkatan kinerja karyawan. Spiritualitas diakui salah satu dimensi penting
kepribadian manusia.
Kejujuran sejati
Fairness Semangat amal sholeh
Karakteristik Kepemimpinan Spiritual
Membenci formalitas dan
organized religion Sedikit bicara banyak kerja dan santai
Adapun karasteristik dari kepemimpinan spiritual sebagaimana yang
disampaikan oleh prof. Dr. Tobroni dalam “Spiritual Leadership The Problem
Solver Krisis” Kepemimpinan dalam Islam berikut ini:
Karakteristik Kepemimpinan Spiritual
Kerendahan hati Membangkitkan yang terbaik
bagi diri sendiri dan orang lain
Disiplin tetapi fleksibel dan
tetap cerdas dan penuh gairah
Pemimpin yang dicintai Think globally act locally Keterbukaan menerima perubahan
Adapun karasteristik dari kepemimpinan spiritual sebagaimana yang disampaikan oleh prof. Dr. Tobroni dalam “Spiritual Leadership The Problem Solver Krisis”
Kepemimpinan dalam Islam berikut ini:
Tugas-Tugas Kepemimpinan Spiritual
Menurut Fairholm (1996), tugas-tugas yang harus dilakukan oleh seorang spiritual leadership dalam sebuah perusahaan atau organisasi adalah
sebagai berikut:
Penetapan visi.
1.
Pelayanan (kepemimpinan melayani).
2.
Kompetensi tugas.
3.
Membangun komunitas.
4.
Keutuhan.
5.
Menetapkan standar moral yang lebih tinggi.
6.
TERIMAKASIH