Jurnal Sains dan Aplikasi April 2022 eISSN 2656 – 8446
15
Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan Menggunakan Video Tentang Diet Sehat Dengan Pencegahan Obesitas Pada Siswa Di MAN I
Bener Meriah
Selly Susanti, Maulina Iriyanti, Zulfikar Stikes Payung Negeri Aceh Darussalam
Email : [email protected] ABSTRAK
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin sering ditemukan di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatantentang Diet SehatMenggunakan Video dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah tahun 2021.Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/I dengan status aktif bersekolah di MAN I Bener Meriah tahun 2021 sebanyak 159 responden. Sampel yang diperoleh sebanyak 61 sampel dari 159 siswa/I dengan status aktif bersekolah di MAN I Bener Meriah dengan menggunakan rumus slovin.
Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Oktober sampai dengan 08 November 2021dengan menggunakan kuisioner.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan PengetahuanPenyuluhan Kesehatan tentang Diet SehatMenggunakan Video dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah mayoritas Siswa/i melakukan melakukan pencegahan obesitas sebanyak 14 responden (87,5%), dari 19 responden yang berpengetahuan cukup mayoritas Siswa/i tidak melakukan pencegahan obesitas sebanyak 14 responden (73,7%) dan dari 26 responden yang memiliki pengetahuan kurang Siswa/i tidak melakukan pencegahan obesitas sebanyak 23 responden (88,5%). Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square dan pada derajat kepercayaan 95% dilakukan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan tentang Diet SehatMenggunakan Video dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah, diperoleh nilai P Value 0,000 (P ≤ 0,05). Hal ini menunjukkan secara statistis bahwa terdapat Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan tentang Diet SehatMenggunakan Video dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah.
Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Diet Sehat, Video, Pencegahan Obesitas PENDAHULUAN
Menurut WHO dalam Wulandari dkk (2016) obesitas atau kelebihan berat badantelah menjadi suatu masalah kesehatan kronik terbesar dan tentunya obesitas telah menjadi masalah kesehatan yang meresahkan remaja. Menurut The New England Journalof Medicine, pada tahun 2018 terdapat 107 juta anak di semua kelompok umurmengalami obesitas dan mengatakan prevalensi obesitas meningkat pada usia 14tahun keatas dan terdapat 4 juta kematian akibat obesitas disegala umur. Data Sirkesnas (2020) menunjukkan remaja kelompok umur 18 tahunkeatas memiliki prevalensi obesitas 20,7%.
Di Provinsi Aceh berdasarkan pengukuran tingkat obesitas menurut jenis kelamin di seluruh kecamatan dan puskesmas, dari 132.949 remaja usia diatas 15 tahun didapati
16
bahwa 30.366(22,8%) mengalami obesitas dan 16.769 (55.2%) diantaranya adalah remaja putri (Profil Kesehatan Provinsi Aceh, 2020).
Hasil Riskesdas tahun 2020 juga menunjukkan prevalensi obesitas menurut IMT/U dengan katagori umur 13-15 tahun di Indonesia sebesar 2,5% dan khusus di BenerMeriah sebesar 1,5%, katagori umur 16-18 tahun prevalensi obesitas di Indonesia sebesar 1,4% dan khusus di Bener Meriah sebesar 0,7%. Dilihat dari hasil Riskesdas (2020) prevalensi obesitas di BenerMeriah menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan rata-rata prevalensi obesitas di Indonesia. Prevalensi berat badan lebih di Bener Meriah sebanyak 8,6% dan persen obesitas sebanyak 9,5% (Dinkes BenerMeriah, 2021).
Diet merupakan salah satu usaha yang dilakukan seseorang sebagai upaya untuk menurunkan berat badan (Wirakusumah dan Emma, 2011). Kim danLennon dalam Husna (2013) menjelaskan bahwa diet mencakup pola-pola perilaku bervariasi dari pemilihan makanan yang baik untuk kesehatan sampai pembatasan konsumsi kalori yang ketat.
Kebanyakan remaja melakukan diet yang salah, hal ini terjadi karena pengaruh dari media cetak, tv dan internet yang memperlihatkan remaja khususnya perempuan yang memiliki badan langsing, yang akan mempengaruhi remaja putri untuk memiliki bentuk tubuh seperti yang dilihatnya tersebut (Sayogo, 2016).
Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu kegiatan dari pendidikan kesehatan, yang dilakukan dengan menyebarkan pesan atau informasi kesehatan sehingga sasaran tidak saja sadar, tahu dan mengerti tetapi mau dan dapat menerapkan perilaku kesehatan berdasarkan informasi kesehatan yang diterimanya (Azwar, 2012). Langkah yang dapat diambil untuk mendukung kegiatan penyuluhan agar lebih efektif dan efisien adalah dengan pemanfaatan media, dimana media dapat mempermudah penyampaian dan memperjelas informasi yang diberikan (Notoatmodjo, 2010).
Video dianggap mampu melukiskan gambar dan suara yang hidup danmampu memberikan daya tarik tersendiri (Eliyawati, 2015). Pada penelitian Sari (2018) sebanyak 19 responden (38%) melakukan diet yang tidak sehat. Pada hasil penelitian Hana dalam Sari (2008) remaja putri SMU di Sumatera Utara paling tidak sekali telah melakukan diet dan 40% diantaranya berdiet karena ikut-ikutan dan secara sembarangan. Banyaknya remaja putri melakukan diet saat ini karena diet sedang tren di kalangan remaja putri.
Penelitian Sazani (2016) dimana terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja putri SMK di Tegal tentang diet sehat setelah mendapatkan penyuluhan dengan bantuan media nutrizan diet. Penelitian yang dilakukan oleh Tambak (2018) menunjukkan terdapatperbedaan pengetahuan dan sikap siswa mengenai kecacingan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan penyuluhan dengan menggunakan media video.
Dari hasil survei pendahuluan didapat bahwa pengetahuan siswi Madrasah Aliyah Negeri I Bener Meriah mengenai penyuluhan kesehatan menggunakan video tentang diet yang sehat masih kurang.Berdasarkan hasil survey awal yang penulis dapatkan di MAN I Bener Meriah terhadap 10 Siswa/i menunjukkan bahwa dari 10 siswa/i yang dilakukan survei awal terhadap obesitas yang diukur menggunakan timbangan berat badan dan menghitung dengan BMI (body mass index) menunjukkan bahwa responden yang BMI normal (18,5 – 24,9) sebanyak 5 orang (50%), yang underweight (<18,5) sebanyak 1 orang (10%), yang overweight (25 – 29) sebanyak 3 orang (30%) dan yang obesitas (>30) sebanyak 1 orang (10%). Oleh karena itu perlu suatu upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i sekolah tersebut tentang diet yang sehat yaitu dengan melakukan penyuluhan kesehatan dan dibantu dengan penggunaan media berupa media video.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan tentang Diet Sehat Menggunakan
Jurnal Sains dan Aplikasi April 2022 eISSN 2656 – 8446
17 Vidio dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah tahun 2021.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini bersifat analitik yaitu penelitian yang bertujuan mencari hubungan antar variabel yang sifatnya bukan hubungan sebab akibat (Hidayat, 2013) untuk mengetahui fenomena yang dihadapi pada situasi sekarang dengan desain “cross sectional” yaitu studi yang mempelajari terjadinya efek, dinamika korelasi antara faktor- faktor resiko dengan efek yang di observasi sekaligus pada waktu yang sama (Isgiyanto, 2009) yang bertujuan untuk mengetahui “Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan tentang Diet Sehat Menggunakan Video dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/I MAN I BenerMeriah tahun 2021.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/I dengan status aktif bersekolah di MAN I Bener Meriah tahun 2021 sebanyak 159 responden. Dalam penelitian ini besarnya sampel yang diperoleh sebanyak 61 sampel dari 159 siswa/I dengan status aktif bersekolah di MAN I Bener Meriah dengan menggunakan rumus slovin.
Teknik pengambilan sampel diambil secara acak stratifikasi (Stratified Random Sampling) dengan pengambilan sampel secara proporsional stratified sampling. Agar perimbangan dari masing – masing strata itu memadai, maka dalam tehnik ini sering pula dilakukan perimbangan antara jumlah anggota populasi berdasarkan masing – masing strata (Nursalam, 2018).
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Analisa Univariat
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah Tahun 2021
No Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I
Frekuensi Persentase
1 Ada 22 36.1
2 Tidak Ada 39 63.9
Jumlah 61 100
(Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2021)
Berdasarkan data dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 61 responden Siswa/i yang tidak melakukan pencegahan obesitas sebanyak 39 responden (63,9%).
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan tentang Diet Sehat Menggunakan Video Siswa/i di MAN I Bener Meriah tahun 2021
No Pengetahuan Siswa/I Mengenai penyuluhan diet menggunakan vidio
Frekuensi Persentase
1 Baik 16 26.2
2 Cukup 19 31.1
3 Kurang 26 42.6
Jumlah 61 100
(Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2021)
Berdasarkan data dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 61 responden mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 26 responden (42,6%).
18
2. AnalisaBivariat
Tabel 3 Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan tentang Diet Sehat Menggunakan Video dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah Tahun 202
No Pengetahuan Siswa/i tantang penyuluhan diet sehat
menggunakan vidio
Pencegahan
Obesitas pada Siswa/i
Jumlah P Value
Ya Tidak
F % F % F %
0,000
1 Baik 14 87,5 2 12,5 16 26,2
2 Cukup 5 26,3 14 73,7 19 31,2
3 Kurang 3 11,5 23 88,5 26 42,6
Jumlah 22 36,1 39 63,9 61 100
(Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2021)
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 61 responden terdapat 16 responden berpengetahuan baik mayoritas Siswa/i melakukan melakukan pencegahan obesitas sebanyak 14 responden (87,5%), dari 19 responden yang berpengetahuan cukup mayoritas Siswa/i tidak melakukan pencegahan obesitas sebanyak 14 responden (73,7%) dan dari 26 responden yang memiliki pengetahuan kurang Siswa/i tidak melakukan pencegahan obesitas sebanyak 23 responden (88,5%).
Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square dan pada derajat kepercayaan 95%
dilakukan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan tentang Diet Sehat Menggunakan Video dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah tahun 2021, diperoleh nilai P Value 0,000 (P ≤ 0,05). Hal ini menunjukkan secara statistis bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara Pengetahuan Mengenai Penyuluhan Kesehatan tentang Diet Sehat Menggunakan Video dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah.
Menurut WHO dalam Wulandari dkk (2016) obesitas atau kelebihan berat badan telah menjadi suatu masalah kesehatan kronik terbesar dan tentunya obesitas telah menjadi masalah kesehatan yang meresahkan remaja. Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya). Dengan sendirinya, pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek.
Video dapat merangsang indera pengelihatan dan pendengaran responden sehingga informasi-informasi yang diberikan lebih mudah ditangkap dan diserap oleh responden, hal ini sesuai dengan uraian dalam Notoatmodjo (2010) tentang media video yang memiliki kelebihan mengikut sertakan semua panca indera sehingga lebih mudah dipahami. Adanya perubahan pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan dengan menggunakan media video membuktikan bahwa media video memberikan pengaruh yang baik dalam menyampaikan informasi.
Jurnal Sains dan Aplikasi April 2022 eISSN 2656 – 8446
19 PENUTUP
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 61 Responden untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan tentang Diet Sehat Menggunakan Vidio dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah tahun 2021 yang dilakukan pada tanggal 28 Oktober Sampai dengan 08 November 2021 disimpulkan bahwa : Ada Hubungan Pengetahuan Penyuluhan Kesehatan tentang Diet Sehat Menggunakan Video dengan Pencegahan Obesitas pada Siswa/i di MAN I Bener Meriah tahun 2021.
Bagi sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Bener Meriah agar dapat bekerja sama dengan Puskesmas Simpang Tiga untuk melaksanakan dan mengembakan promosi kesehatan disekolah khususnya tentang diet sehat agar dapat meningkatkan pengetahuan siswi tentang diet sehat sehingga dapat mengubah perilaku siswa/i agar melakukan diet yang sehat
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier. (2010). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek (Edisi Ke-6).
Jakarta: Rineka Cipta
Azwar, S. (2012). Sikap manusia teori dan pengukuran (Edisi Ke-2). Yogyakarta:
Pustaka Belajar.
Berg, P., Sztainer, DN., Hannan, PJ., Halnes, J. (2007). Is dieting advice from magazines helpful or harmful?. Pediatrics, 119 , 30-36.
http://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/119/1/e30.full.pdf
Daryanto. (2010). Media pembelajaran peranannya sangat pending dalam mencapai tujuan pembelajaran. Yogyakarta: Gaya Media
Dedeh, K., Soekirman. (2010). Sehat dan bugar berkat gizi seimbang. Jakarta: PT Penerbit Sarana Bobo.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah. (2020). Profil Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Aceh: Anonim
Eliyawati, C. (2015). Pemilihan dan pengembangan sumber belajar untuk anak usia dini. Jakarta: Pendidikan Nasional Siswanto.
Febry, A., Pujiastuti, N., Fajar, I. (2017). Buku ilmu gizi untuk praktisi kesehatan (Edisi Ke-1). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Fitriani, S. (2011). Promosi kesehatan (Edisi Ke-1). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Iping, S. (2016). Langsing dengan metode kualitatif. Jakarta: Puspa Swara.
Khomsan, A. (2013). Pangan dan gizi untuk kesehatan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Kustandi, C., Sutjipto, B. (2013). Media pembelajaran manual dan digital (Edisi Ke-2).
Bogor: Ghalia Indonesia.
Machfoedz, I., Suryani, E. (2013). Pendidikan bagian dari promosi kesehatan.
Yogyakarta: Fitramaya.
Maulana, DJ. (2014). Promosi kesehatan. Jakarta: EGC.
Murti, B. (2016). Desain dan ukuran sampel untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif di bidang kesehatan. Yogyakarta: UGM Press
Mutadin, Z. (2012). Obesitas dan faktor penyebab. Diakses 18 Juli 2021, dari https://dokument.tips/documents/obesitas-dan-faktor-penyebab
Notoatmodjo, S. (2015). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2007). Kesehatan masyarakat ilmu dan seni. Jakarta: Rineka Cipta.
20
Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi kesehatan teori dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2011). Metodologi penelitian ilmu keperawatan. 2nd ed. Jakarta: Salemba Medika.
Kemenkes RI. (2020). Riset kesehatan dasar. Jakarta: Depkes. Kemenkes RI. (2020).
Pedoman gizi seimbang. Jakarta: Depkes.
Kemenkes RI. (2020). Survei indikator kesehatan nasional. Jakarta: Depkes.
Kemenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan RepublikIndonesia nomor 41 tahun 2014 tentang pedoman gizi seimbang. Jakarta: Depkes.
Ronald, H. (2016). Pedoman hidup sehat. Bandung: Pionir Jaya.
Syafrudin., Yudhia, F. (2019). Promosi kesehatan untuk mahasiswa kebidanan.
Jakarta: Trans Info Media.
Saraswati, W. (2016). Langsing cara sehat. Jakarta: PT. Gramedia.
Sarwono, S. (2019). Pengantar psikologi umum. Jakarta: Rajawali Pers.
Sayogo, S. (2016). Gizi remaja puteri. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Soetjiningsih. ( 2010). Tumbuh kembang remaja dan permasalahannya. Jakarta:
Sagung Seto.
Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung:
Penerbit Alfabeta
Trulyana, T., Syafiq, A. (2018). Perilaku makan menyimpang pada remaja di Jakarta.
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 2(6), 255-261.
Wirakusumah, Emma, S. (2011). Cara aman dan efektif menurunkan berat badan.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.