PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dominasi UMKM adalah industri pangan dan salah satunya adalah pengelolaan produk pangan berbahan dasar kuda. Tercatat jumlah UMKM pada tahun 2021 sebanyak 45.396 (Badan Pusat Statistik Kabupaten Jeneponto, 2021). Sehingga pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto harus menjadi solusi permasalahan yang dihadapi, mengatasi permasalahan yang terjadi, membuat perencanaan yang sangat terpadu dan komprehensif dalam pelaksanaan pemanfaatan seluruh potensi. Melaksanakan perbaikan berupa peran serta masyarakat dan juga peran serta dunia usaha dalam mengembangkan koperasi dan mengembangkan usaha kecil;
Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Strategi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto Dalam Memasarkan Produk Pangan Berbasis Kuda”.
Rumusan Masalah
Dari uraian tersebut dijelaskan permasalahan yang muncul dalam pengembangan produk berbahan dasar kuda.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah bagaimana menerapkan strategi yang tepat sehingga dapat meningkatkan total pendapatan masyarakat dan pemerintah khususnya wilayah Kabupaten Jeneponto sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pemberian saran dan kritik juga diperlukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah agar sejalan dengan kepentingan masyarakat dalam perumusan kebijakan.
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Rachman (2021) dengan judul penelitian “Strategi Pengembangan Pariwisata Halal Dalam Mengambil Daya Saing Usaha Pariwisata Indonesia”. Negara yang berpenduduk muslim dan masyarakatnya ramah yaitu Indonesia berarti potensi wisata halal sangat tinggi, sehingga harus dikelola dengan baik dengan tetap menjaga kearifan lokal. Strategi yang dapat diterapkan antara lain strategi pemetaan, melakukan penilaian dan menganalisis daya saing wisata halal.
Kemudian strategi yang bisa diterapkan adalah dengan membuat regulasi dan harus ada kebijakan untuk wisata halal.
Tinjauan Teoritis
Menurut Neldi (2020), perusahaan bergantung pada ruang lingkup proses strategi pemasaran perusahaan dan juga seberapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan. Strategi pemasaran seharusnya dimajukan dan juga dikembangkan dengan mempertimbangkan elemen segmen pasar atau pangsa pasar yang memiliki kegiatan pemasaran yang produktif. Tjiptono mengatakan produk merupakan bagian dari rangkaian yang berguna untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dalam mencapai tujuan.
Periklanan (advertising) yang mempunyai fungsi menjelaskan produk, mampu menarik minat dan juga mempengaruhi keputusan.
Kerangka Pikir
Fokus Penelitian
Deskripsi Penelitian
Produk yang dimaksud dapat berupa produk pangan berbahan dasar kuda yang dapat dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Faktor yang mempengaruhi langsung harga bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, peraturan pemerintah dan faktor lain yang berhubungan dengan produk pangan berbahan dasar kuda. Sedangkan faktor tidak langsung adalah harga produk sejenis yang dijual pesaing dan diskon bagi distributor dan konsumen.
Strategi penetapan harga adalah satu-satunya elemen dalam Bauran Pemasaran yang menunjukkan profitabilitas produk makanan berbahan dasar kuda. Tempat merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu kegiatan pemasaran, tempat yang strategis dan menyenangkan tentunya dapat menarik perhatian konsumen. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan strategi negara antara lain menggunakan cara yang paling efisien untuk menghadirkan produk nutrisi berbasis kuda, menyesuaikan tampilan lingkungan bisnis produk nutrisi berbasis kuda, meningkatkan saluran distribusi, dan memperluas segmentasi dan cakupan.
Promosi dapat diartikan sebagai sarana interaksi antara penyedia dan konsumen produk pangan berbahan dasar kuda dalam penyajian produk pangan berbahan dasar kuda yang ditawarkan. Ada beberapa jenis promosi yang bisa dilakukan seperti periklanan, publisitas, personal sales.
METODE PENELITIAN
- Waktu dan Lokasi Penelitian
- Jenis Dan Tipe penelitian
- Sumber Data
- Informan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Keabsahan Data
Permasalahan yang diteliti terkait dengan strategi Koperasi Kabupaten Jeneponto dan Dinas UMKM dalam memasarkan pangan berbahan dasar kuda. Informan ini dinilai mampu memberikan informasi secara detail dan akurat mengenai strategi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto dalam memasarkan pangan berbahan dasar kuda. Strategi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto dalam memasarkan produk pangan berbahan dasar kuda masih menemui permasalahan yang perlu diselesaikan.
Darmawan (2019:40) yaitu bauran pemasaran untuk melihat strategi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto dalam pemasaran pangan berbahan dasar kuda yang terdiri dari 4P yaitu. Selain itu wawancara juga dilakukan dengan cara mewawancarai Kepala Seksi Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto mengenai strategi produk yang diterapkan dalam pemasaran produk berbahan dasar kuda, dengan penjelasannya. Sebenarnya sudah banyak strategi yang dilakukan, misalnya kerjasama antara UMKM pangan berbasis kuda dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto.
Selanjutnya dilakukan wawancara terhadap pihak-pihak yang menilai perkembangan pangan berbahan dasar kuda, sebagai berikut. Faktanya, banyak UMKM yang menjual makanan berbahan dasar kuda di wilayah Kabupaten Jeneponto namun tidak terdaftar. Makanan berbahan dasar kuda wajib tersedia di seluruh destinasi wisata di Kabupaten Jeneponto.
Oleh karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto harus mempertimbangkan seluruh strategi lokal yang dapat mempercepat pengembangan produk pangan berbasis kuda. Berikut strategi promosi yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan pangan berbahan dasar kuda di Kabupaten Jeneponto.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Tertinggi adalah Kecamatan Binamu sebagai ibu kota Kabupaten Jeneponto sebesar 915 jiwa/km2 dan terendah 200 jiwa/km2 dipegang oleh Kabupaten Bangkala Barat. Bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah mempunyai seorang pemimpin yaitu seorang kepala yang mempunyai tugas merumuskan tugas staf, memberikan bimbingan dan melaksanakan pengkajian di bidang pemberdayaan usaha kecil dan menengah dan juga tugas ekspor daerah. UKM. . Memimpin, mengatur, mengendalikan, mengawasi program dan kegiatan kepala departemen dalam lingkup pemberdayaan usaha kecil dan menengah.
Menyelenggarakan evaluasi program dan kegiatan bagi bagian dan pejabat nonstruktural dalam rangka pemberdayaan usaha kecil dan menengah. Menetapkan pedoman dan memberikan petunjuk teknis berupa tata cara pengembangan usaha kecil dan menengah. Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah mempunyai seorang pemimpin yaitu Kepala Bagian yang bertugas mempersiapkan, merencanakan, melaksanakan dan merumuskan kebijakan.
Penyelenggaraan pemantauan dan evaluasi serta pelaporan perkembangan usaha kecil dan menengah pada tingkat provinsi dan nasional.
Hasil Penelitian
Di bawah ini akan kami jelaskan secara rinci hasil penelitian mengenai strategi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto dalam pemasaran pangan berbahan dasar kuda berdasarkan indikator penelitian yang dipilih peneliti. Produk yang dimaksud dapat berupa produk pangan berbahan dasar kuda yang dapat dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Wawancara selanjutnya adalah mewawancarai pelaku UMKM pangan berbasis kuda yaitu pemilik UMKM Coto Konro yang dijelaskan sebagai berikut.
Kami berharap para pelaku UMKM pangan asal kuda bisa melaporkan usahanya agar didaftarkan ke dinas. Melihat dari hasil observasi, UMKM yang menjual makanan berbahan dasar kuda di wilayah Kabupaten Jeneponto banyak yang belum terdaftar. 6 Gram Dendeng Kuda Sementara itu, hasil wawancara yang dilakukan kepada masyarakat mengenai harga makanan berbahan dasar daging kuda adalah sebagai berikut.
Kesimpulan wawancara menunjukkan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto menyediakan wadah berupa pameran bagi seluruh UMKM agar makanan kuda ini mudah dikenali oleh masyarakat yang datang ke pameran. Berikut ini adalah pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah Jeneponto untuk mempromosikan dan mensosialisasikan produk pangan berbahan dasar kuda. Saya merasa belum ada peran pemerintah dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi di bidang nutrisi kuda.
“Karena menurut saya, misalnya kemasan yang baik akan menarik pelanggan untuk mencoba makanan buatan Kuda” (wawancara NIP, 29 April 2022). Dari wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa UMKM atau pedagang makanan berbahan dasar kuda masih belum memahami cara promosi yang baik.
Pembahasan Hasil Penelitian
Saya kira perlu ditingkatkan atau dikembangkan dalam pemasaran produk berbahan dasar kuda, mulai dari strategi pemasaran, produk, harga dan tempat. Dengan kerja sama ini, pengembangan nutrisi kuda akan diperkuat dengan penguatan kelembagaan. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Jeneponto sangat berharap kepada seluruh pelaku usaha kecil menengah yang bergerak di bidang pakan kuda agar mendaftarkan perusahaannya untuk dimasukkan dalam daftar resmi, sehingga selain kegiatan seperti pelatihan.
Pengembangan produk pangan berbahan dasar kuda diharapkan dapat memenuhi keinginan konsumen, meningkatkan peredaran, memperoleh persaingan, dan lain-lain. Wajar jika makanan berbahan dasar daging kuda mahal harganya, karena terbuat dari bahan baku yang mahal, yang pembuatannya bisa dikatakan rumit. Oleh karena itu, UMKM pakan ternak kuda di Kabupaten Jeneponto harus menerapkan strategi penetapan harga yang tepat.
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto menyediakan wadah berupa pameran bagi seluruh UMKM agar makanan berbahan kuda ini mudah dikenali oleh masyarakat yang datang melihatnya. Strategi promosi yang dilakukan oleh para pelaku UMKM di Kabupaten Jeneponto banyak yang belum mengetahui cara atau strategi bisnis atau strategi pasar dalam pengembangan dan perluasan produk pangan berbasis kuda, sehingga diperlukan pendampingan dan pelatihan khusus bagi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi promosi peningkatan pakan kuda sangat penting untuk menjadikan keuntungan sebagai tujuan utama pemasaran produk kuda di Kabupaten Jeneponto.
Namun pengembangan produk ini mengalami kesulitan karena hanya sedikit UMKM pangan berbasis kuda yang terdaftar. Kesimpulannya, UMKM pangan kuda belum menerapkan strategi promosi yang efektif dan pelaksanaan program peningkatan kreativitas dan inovasi yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto belum dirasakan secara merata.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Strategi produk yang diterapkan adalah kerjasama dengan instansi lain, seminar dan pelatihan, partisipasi aktif dalam pameran inovasi daerah. Selain itu, strategi produk yang diterapkan mengutamakan kepuasan pelanggan, menjaga umur simpan, pemilihan bahan baku serta kemasan dan rasa yang menarik. Daging kuda terkenal dengan harganya yang mahal dibandingkan dengan yang lain, sehingga diperlukan kerjasama dengan dinas perdagangan untuk mengendalikan harga daging kuda di pasaran.
Strategi tempatnya adalah dengan menata tempat usaha yang lebih modern, terus menambah jalur distribusi dan memperluas segmentasi pasar, misalnya di setiap destinasi wisata di Kabupaten Jeneponto harus disediakan makanan berbahan dasar kuda. Strategi promosi yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jeneponto adalah dengan membuatkan rumah bagi produk makanan khas Jeneponto, mengadakan pameran, memberikan hadiah kepada pejabat.
Saran