Panggilan itu Membahagiakan
SMA Seminari Menengah Mertoyudan mengadakan acara pengenalan Diosesan dan Lembaga Hidup Bakti (LHB) pada tanggal 4 September 2023 hingga 7 September 2023.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi para Seminaris, khususnya Seminaris Medan Tamtama dan juga Kelas Persiapan Atas (KPA) untuk mengenal Diosesan dan LHB yang berkarya di Keuskupan Agung Semarang. Kali ini ada satu Diosesan dan tiga LHB yang berkunjung dan memperkenalkan karya mereka. Para Seminaris juga diajak untuk terlibat aktif dalam acara pengenalan Diosesan dan LHB ini.
Diosesan yang hadir dalam acara ini adalah Diosesan Semarang. Diosesan Semarang mendapatkan kesempatan di hari yang pertama, yaitu pada tanggal 4 September 2023. Ada beberapa Imam dan juga Frater yang ikut hadir untuk mengenalkan Diosesan Semarang kepada para Seminaris. Acara ini dimulai dengan menyanyi bersama dengan para Frater dari Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan. Kemudian ada sesi pengenalan karya-karya yang ada di
Keuskupan Agung Semarang yang dikelola oleh para Imam Diosesan Semarang. Ada karya dalam bidang pastoral di paroki, pendidikan, komisi komunikasi sosial, bahkan bisnis. Acara ini ditutup dengan pembagian hadiah untuk para Seminaris.
Pada 5 September 2023, giliran Serikat Jesus (SJ) yang memperkenalkan kepada para Seminaris, apa dan siapa itu mereka. Siapa itu Serikat Jesus? Mereka adalah para pendosa yang diampuni, dicintai, dan dipanggil untuk melayani Tuhan. Serikat Jesus diwakili oleh dua orang Imam dan juga dua orang Frater. Dalam acara ini, Pater Nico SJ, memperkenalkan apa saja karya dari Serikat Jesus. Mulai dari karya pendidikan, sosial, pastoral di paroki, dan juga ada yang bermisi di luar negeri. Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pemberian hadiah bagi yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Di hari yang ketiga ini adalah kesempatan yang istimewa bagi kami para Seminaris, karena seorang Rahib Trappist yang berkenan mengenalkan identitas mereka kepada kami.
Mereka adalah para Rahib Trappist yang tinggal di Pertapaan Rawaseneng, sebuah tempat di desa kecil. Sekitar 14 Km dari Kota Temanggung, Jawa Tengah. Ada hal yang menarik dan khas dari para Rahib Trappist, yaitu spirit mereka yang menggabungkan antara doa, kerja tangan, dan lectio divina. Di Pertapaan Rawaseneng, mereka hanya berdoa dan bekerja setiap harinya. Itulah yang menjadi rutinitas mereka.
Hari yang terakhir tidak kalah istimewa, kami kedatangan para Imam dan Frater dari Congregatio Missionariorum a Sacra Familia atau yang biasa dikenal sebagai tarekat MSF. Ada satu hal yang menarik dari tarekat atau LHB ini, yaitu para Imam MSF adalah para Imam yang berkarya khususnya dalam pendampingan keluarga-keluarga Katolik. Selain itu para Imam MSF juga berkarya dalam bidang pastoral di paroki, kesenian, dan juga ada yang bermisi di luar negeri. Para Frater MSF juga diberikan bekal psikolgi, agar kelak ketika menjadi Imam MSF mampu menangani keluarga-keluarga Katolik.
Tidak masalah ingin menjadi Imam yang seperti apa, ingin menjadi Diosesan, Serikat Jesus, Rahib, ataupun MSF semuanya baik adanya. Itu hanya menjadi sarana untuk memuliakan nama Tuhan yang lebih besar. ~AMDG