BERITA TENTANG POLUSI 1. Waspadai Polusi Udara di Dalam Ruangan
Jakarta: Banyak orang beranggapan bahwa mereka aman dari polusi saat berada di rumah atau di dalam ruangan. White Paper yang merupakan penelitian dari Philips Domestic Appliances membeberkan fakta bahwa, polusi udara juga terjadi di dalam ruangan. Seringkali tidak terlihat dan tidak diketahui.
Polusi udara dalam ruangan dapat berasal dari berbagai barang rumah tangga, seperti karpet dan gorden, aktivitas memasak, peralatan elektronik seperi AC dan kipas angin, bulu hewan peliharaan, asap rokok, atau bahkan pembakaran sampah di lingkungan sekitar.
Kualitas udara dalam ruangan menjadi penting ketika sebagian besar waktu kamu habiskan di dalam ruangan. Orang yang bekerja di kantor dan anak-anak yang pergi ke sekolah
menghabiskan setidaknya 80% waktu mereka di dalam ruangan.
2. Jakarta Peringkat Wahid Kota Paling Berpolusi di Indonesia
Jakarta: Lembaga data kualitas udara IQ Air menempatkan DKI Jakarta sebagai
peringkat pertama dari sepuluh besar kota paling berpolusi di Indonesia. Indeks kualitas udara di DKI Jakarta di angka 180 pada Senin, 18 Juli 2022.
Peringkat udara Jakarta lebih buruk dari sejumlah daerah lain di Indonesia. Seperti Surabaya, Jawa Timur, berada di posisi dua dengan indeks kualitas udara 159 dan Bekasi, Jawa Barat, di posisi empat dengan indeks kualitas udara 129. Data
berdasarkan pantauan pukul 07.45 WIB.
"Kualitas udara Ibu Kota masuk kategori tidak sehat karena saat ini konsentrasi Particulate Matter (PM) 2.5 berada pada angka 111.5 mikrogram per meter kubik atau 22,3 kali di atas nilai pedoman kualitas udara tahunan Badan Kesehatan Dunia (WHO),"
sebut laman resmi IQ Air melansir Antara, Senin, 18 Juli 2022.
3. Ojek online bisa dimanfaatkan untuk memangkas polusi udara Jakarta
Sejak 14 -20 Juni 2022, kualitas udara kota Jakarta secara berturut-turut berada pada kategori “tidak sehat” (unhealthy) menurut situs pemantau kualitas udara IQAir.com. Perburukan kualitas ditandai peningkatan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan, gangguan paru-paru, dan gangguan kardiovaskular.
Pada waktu yang hampir bersamaan, data indeks lalu-lintas milik perusahaan teknologi geo-lokalisasi, Tomtom, juga menunjukkan tingkat kemacetan rata-rata lalu-lintas Jakarta pada pagi dan sore (waktu pergi dan pulang kerja) sudah nyaris setara dengan periode yang sama pada 2019 (sebelum pandemi COVID-19).
Fakta mengungkapkan kemacetan yang memengaruhi konsumsi bahan bakar dan emisi kendaraan kerap menjadi salah satu sebab utama memburuknya kualitas udara di suatu tempat. Dua studi yang dilakukan terpisah oleh Badan Penelitian dan
Pengembangan Kementerian Perhubungan, dan Institut
Teknologi Bandung (ITB) pada 2018 menemukan, besarnya
proporsi pengguna mobil dan sepeda motor sebagai satu
penyebab utama kemacetan di Jakarta.
4. Polusi Udara: faktor penting pembangunan PLTS yang sering terabaikan
Saat ini, Indonesia gencar merencanakan pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai daerah di Indonesia.
Mulai dari mega-proyek PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat yang menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara, PLTS Musi Green Hybrid, hasil kerja sama antara pihak swasta di Sumatra Selatan, hingga PLTS atap skala kecil yang tersebar di kota-kota besar, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Berbagai proyek ini
menunjukkan pemerintah dan pihak swasta mulai aktif memitigasi perubahan iklim.
Namun, pembicaraan rencana pengembangan PLTS di publik
amat jarang menyinggung aspek polusi udara. Padahal, aspek itu
cukup mempengaruhi tingkat insolation atau paparan cahaya
matahari yang berisiko mengurangi efektivitas produksi PLTS.
5. POLUSI UDARA DI KOTA-KOTA BESAR DI DUNIA BERPENGARUH PADA PENURUNAN KOGNITIF
ANAK, ALZHEIMER, DAN KEMATIAN
Pencemaran udara akibat aktivitas manusia, seperti yang terjadi saat ini di kota-kota besar di seluruh dunia, termasuk Mexico City, Jakarta, New Delhi, Beijing, Los Angeles, Paris dan London, sudah melampaui batas kemampuan bertahan Bumi.
Sebagian besar polusi udara yang disebabkan manusia berbentuk seperti debu dengan ukuran sekecil diameter
rambut (partikel) atau bahkan lebih kecil (partikel sangat halus).
Partikel ini berpengaruh kepada kondisi pernapasan manusia, menyebabkan penyakit seperti pneumonia, bronkitis, dan asma.
Hampir satu juta anak meninggal karena pneumonia setiap
tahunnya, lebih dari setengahnya berkaitan dengan polusi udara.
Karena ukuran yang sangat kecil, partikulat tersebut dapat berpindah dari paru-paru manusia masuk ke dalam darah dan otak. Materi partikulat yang sudah masuk ke dalam otak dapat menimbulkan peradangan otak yang dapat menyebabkan
hilangnya sel-sel dalam sistem saraf pusat. Kondisi ini
memungkinkan terjadinya degenerasi saraf, defisit kognitif, dan peningkatan risiko demensia seperti penyakit Alzheimer.
BERITA TENTANG POPULASI
1. Generasi Terbarunya Diprediksi Bakal Meluncur, Sudah Berapa Banyak Sih Populasi Toyota Voxy di Indonesia?
GridOto.com - Toyota Voxy generasi terbaru yang diluncurkan secara global di Jepang pada 13 Januari 2022 lalu, diprediksi akan hadir dan meramaikan pasar otomotif Indonesia pada Maret 2022 mendatang.
Bahkan dari hasil penelusuran GridOto ke salah satu dealer Toyota di sekitaran Jakarta, konsumen sudah bisa menyetorkan booking fee untuk Voxy generasi keempat ini.
"Bisa (untuk pemesanan sekarang), kalau mau booking minimal Rp 10 juta untuk unit CBU (Completely Build Up)," ujar salah satu Pramuniaga dealer Toyota yang enggan disebutkan namanya ini kepada GridOto.com, Senin (24/1/2022).
Multi Purpose Vehicle (MPV) Medium yang punya julukan 'Baby Alphard' tersebut kini tampil lebih futuristik, jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang masih dijual di Indonesia.
Lantas, sudah berapa banyak sih populasi Toyota Voxy di Indonesia sejak pertama kali diluncurkan pada Agustus 2017 lalu?
Berdasarkan data penjualan yang dibagikan PT Toyota Astra Motor (TAM), sebanyak 13.123 unit Toyota Voxy telah terjual selama hampir lima tahun meramaikan pasar otomotif Tanah Air.
2. Pelan Namun Pasti, Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Ternyata Sudah Segini
GridOto.com - Kehadiran produk baru, insentif pemerintah, serta kesadaran masyarakat merupakan faktor penting dalam penciptaan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Tanah Air.
Tak lupa juga infrastruktur berupa charging station guna mempermudah penggunanya sebagaimana dikatakan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi.
Seiring dengan hal tersebut, pihak Kemenhub mencatat adanya peningkatan populasi kendaraan listrik di Indonesia. Kini, jumlahnya telah mencapai 14.400.
"Per November 2021 ini, populasi kendaraan listrik di Indonesia saat ini sudah mencapai 14.400 dengan rincian mobil penumpang roda 4 mencapai 1.656 unit, kendaraan roda 3 sebanyak 262 unit, sepeda motor listrik 12.464 unit, mobil bus 13 unit, dan mobil barang 5 unit," kata Budi, Selasa (23/11/2021).
Sementara berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian ESDM pada September 2021, jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah mencapai 187 unit yang tersebar di 155 lokasi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
3. Menko Luhut Optimis, Target Populasi Motor Listrik Sebanyak 2 Juta Unit Akan Terwujud pada 2025
Pemerintah terus mendorong pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Tanah Air, guna menekan angka emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan konvensional.
Hal tersebut didukung dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa pemerintah menargetkan akan ada 2 juta unit sepeda motor listrik di Tanah Air hingga 2025 mendatang.
"Pemerintah menargetkan 2 juta unit KBLBB roda dua di Indonesia pada tahun 2025," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual Grab Langkah Hijau, Kamis (22/04/2021).
"Sejak perencanaan dan pencangan roadmap ekosistem kendaraan listrik, hari ini Grab merupakan operator dengan jumlah terbesar KBLBB di Indonesia dengan armada transportasi roda dua berjumlah lebih dari 7.500 unit," ungkap Luhut.
Maka dari itu, ia pun mengajak masyarakat dan penyedia transportasi lainnya turut menggunakan kendaraan listrik untuk menjadi bagian dari misi pemerintah Indonesia.
4. Heboh Honda BeAT Bersolek di Awal Tahun 2020, Ternyata Populasinya Sudah Menyentuh 17 Juta Unit Selama 12 Tahun Hadir di Indonesia
"Sejak produk ini diluncurkan di 2008 hingga saat ini, lebih dari 17 juta unit Honda BeAT digunakan oleh masyarakat berbagai usia dari seluruh
pelosok Indonesia untuk berbagai aktivitas," ujar Toshiyuki Inuma, selaku President Director PT Astra Honda Motor (AHM).
"Populasi pengguna Honda BeAT yang sangat besar menginspirasi
beragam inovasi dalam mengembangkan produk ini sesuai dengan selera, minat, kebutuhan dan harapan terkini," imbuhnya dalam siaran resmi yang diterima GridOto.com, Kamis (16/1/2020).
Demi menjaga eksistensinya, penyegaran pun diberikan oleh merek
dengan logo sayap mengepak tersebut di awal tahun 2020 ini, dengan
meluncurkan generasi terbarunya yakni All New Honda BeAT dan All New
Honda BeAT Street.
5. Pengamat Sebut Populasi Motor Membludak di Jakarta dan 'Penghijauan' Karena Ojek Online
GridOto.com - Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang
Pengendalian Kualitas Udara mendapatkan respon dari berbagai kalangan.
Salah satunya adalah Djoko Setijowarno, selaku Pengamat
Transportasi Univesitas Katolik (Unika) Soegijapranata."Ingubnya kami apresiasi lah, berarti ada upaya (pemerintah untuk
mengendalikan kualitas udara)," kata Djoko saat dihubungi GridOto.com belum lama ini.
Meski begitu, Djoko menyarankan daripada membatasi usia kendaraan di DKI Jakarta, pemerintah sebaiknya berani menindak motor.
Menurutnya, dari segi populasi motor itu jauh lebih banyak dan pertumbuhan rata-ratanya 9 hingga 11 persen per tahun.
"Ini yang penting, motor itu populasinya tinggi loh di DKI Jakarta," papar
Djoko lagi.
"Coba tengok jalan Sudirman penghijauannya luar biasa, jaket ojek
maksudnya, hehe," imbuhnya.