• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang B

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Bidang B"

Copied!
286
0
0

Teks penuh

Asuhan kebidanan saat melahirkan merupakan mata pelajaran yang wajib dipelajari oleh mahasiswa program Kebidanan. Oleh karena itu penguasaan materi menjadi penting, hal ini akan memberikan bekal bagi siswa dalam memberikan asuhan kebidanan pada masa nifas nantinya.

PENYAJIAN

Pengertian Persalinan

Persalinan dikatakan normal apabila hasil konsepsi dapat bertahan hidup di luar rahim melalui jalan lahir atau sarana lain dengan atau tanpa bantuan. Persalinan merupakan kontraksi uterus yang menyebabkan serviks melebar dan mendorong janin melalui jalan lahir (Cunningham, F. Gary, 2006).

Teori Sebab Terjadinya Persalinan

Teori ini menyatakan bahwa hormon estrogen dan progesteron yang berfungsi sebagai obat penenang pada miometrium selama kehamilan, menurun 1 hingga 2 minggu sebelum dimulainya masa melahirkan. Menurunnya konsentrasi progesteron akibat matangnya kehamilan menyebabkan oksitosin meningkatkan aktivitasnya dalam merangsang otot-otot rahim untuk berkontraksi, dan akhirnya persalinan pun dimulai.

Klasifikasi atau Jenis Persalinan

Teori ini menyatakan bahwa pada kehamilan dengan bayi anancephalic seringkali terjadi keterlambatan kelahiran karena hipotalamus belum terbentuk. Tidak ada hubungan antara kekuatan kontraksi rahim dengan intensitas nyeri, sering terlihat lendir darah, tidak ada lendir darah, ada rasa drop di kepala.

Tujuan Asuhan Persalinan

Tanda-Tanda Persalinan

Cairan ketuban umumnya berwarna bening, tidak berbau, dan akan terus mengalir hingga ibu melahirkan. Keluarnya cairan ketuban dari jalan lahir ini bisa terjadi secara normal, namun bisa juga terjadi karena ibu hamil pernah mengalami trauma, infeksi, atau ada bagian tipis dari cairan ketuban (locus minoris) yang berlubang dan pecah.

Lima Benang Merah dalam asuhan persalinan

Tindakan pencegahan infeksi (PI) tidak terpisah dari komponen perawatan lainnya selama persalinan dan persalinan. Pencatatan merupakan bagian penting dari proses pengambilan keputusan klinis karena memungkinkan penolong persalinan untuk melacak perawatan yang diberikan selama persalinan dan melahirkan bayi.

Penerapan Pencegahan Infeksi dalam 17 Langkah APN Infeksi adalah invasi dari mikroorganisme patogen yang

Dengan melakukan dekontaminasi seluruh peralatan/instrumen medis, sarung tangan yang anda gunakan menggunakan larutan klorin 0,5% selama 10 menit. 9. h) Dekontaminasi sarung tangan dengan cara merendam tangan yang masih memakai sarung tangan kotor dalam larutan klorin 0,5% i) Buka sarung tangan menghadap ke bawah dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. . j) Cuci kedua tangan (dengan 7 langkah mencuci tangan).

Faktor yang mempengaruhi Persalinan

Power (tenaga)

Passenger (janin)

Passage (jalan lahir)

Psikis ibu bersalin

Sebaliknya jika ibu tidak semangat atau mengalami rasa takut yang berlebihan, hal ini akan mempersulit proses persalinan. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan spiritual memberikan dampak positif terhadap keadaan psikologis ibu sehingga mempengaruhi kelancaran proses persalinan.

Penolong persalinan

Ketika seorang ibu telah siap dan memahami proses persalinan, maka akan mudah bagi ibu untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan yang akan membantu proses persalinan. Kompetensi pemberi pelayanan sangat berguna untuk mempercepat proses kelahiran dan mencegah kematian ibu dan bayi.

KEBUTUHAN IBU BERSALIN

PENDAHULUAN Deskripsi BAB

  • Kebutuhan Fisik Ibu Bersalin 1. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
  • Makanan yang Dianjurkan Selama Persalinan
  • Kebutuhan Hygiene (Kebersihan Personal)
  • Kebutuhan Istirahat
  • Posisi dan Ambulasi
  • Kekuatan daya tarik, meningkatkan efektivitas kontraksi dan tekanan pada leher rahim dan
  • Meningkatkan dimensi panggul
  • Gambaran jantung janin abnormal lebih sedikit dengan kecilnya tekanan pada pembuluh vena cava
  • Kesejahteraan secara psikologis
    • Patient Safety pada Persalinan 1. Pelajari Proses Persalinan
  • Pilihlah Dokter Kandungan dan Dokter Anak yang Cocok
  • Bergurulah dengan Ibu yang Telah Melalui Masa Persalinan
  • Persiapkan Tubuh
    • Kebutuhan Psikologi Ibu Bersalin (Keluarga, Bidan, Suami)
  • Kebutuhan Rasa Aman
  • Kebutuhan akan Rasa Cinta dan memiliki atau Kebutuhan Sosial
  • Kebutuhan Harga diri
  • Kebutuhan Aktualisasi Diri
    • Persiapan-Persiapan Persalinan
  • Persiapan Persalinan bagi Ibu
  • Persiapan Persalinan bagi Bidan (Tenaga Kesehatan) a. Alat pertolongan persalinan/set partus (di dalam
    • Asuhan Persalinan Mengurangi Rasa Nyeri

Istirahat selama proses persalinan (kala I, II, III atau IV) maksudnya bidan memberikan kesempatan kepada ibu untuk berusaha rileks tanpa tekanan emosional dan fisik. Istirahat yang cukup setelah melahirkan dapat membantu ibu mengembalikan fungsi organ reproduksinya dan meminimalisir trauma saat melahirkan.

PERAN BIDAN DALAM PERSALINAN

Pengertian Peran Bidan

Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan pelatihan kebidanan yang diakui oleh pemerintah dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku, tercatat (pendaftaran) dan diberikan izin praktek yang sah (Sari dan Rury, 2012). Tenaga kesehatan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Kesehatan No. 36 Tahun 2014 adalah setiap orang yang mengabdikan dirinya pada bidang kesehatan dan mempunyai pengetahuan serta keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan untuk jenis tertentu yang memerlukan kewenangan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Tenaga kesehatan juga mempunyai peranan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat agar masyarakat mampu meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuannya untuk hidup sehat sehingga mampu mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi masyarakat. pengembangan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.

Penelitian lain dilakukan oleh Putri (2016), dengan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pemberian pelayanan petugas kesehatan (seperti pemeriksaan khusus anemia, konseling dan pemberian tablet Fe) dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe.

Ruang Lingkup Pelayanan Kebidanan

Kepatuhan ibu hamil dapat lebih ditingkatkan apabila tenaga kesehatan mampu memberikan edukasi khususnya mengenai manfaat tablet zat besi dan kesehatan ibu selama hamil.

Macam-macam peran bidan

Tenaga kesehatan sebaiknya mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan antenatal dan menanyakan apakah ibu memahami isi buku KIA. Para profesional kesehatan juga harus mendengarkan dengan penuh perhatian keluhan ibu hamil, mengingat semua ibu hamil. Peran penghubung dalam penggunaan buku KIA pada ibu hamil juga harus dilakukan oleh setiap tenaga kesehatan pada setiap kunjungan ke puskesmas.

Tenaga kesehatan harus mampu berperan sebagai pendamping dalam suatu forum dan memberikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya tentang penjelasan yang tidak mereka pahami.

KESIAPAN DAN KETAHANAN EMOSI DALAM PERSALINAN

PENDAHULUAN Deskripsi Bab

  • Kesiapan Fisik
  • Kesiapan Psikologis
  • Kesiapan finansial
  • Kesiapan budaya
  • Kesiapan Materi
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Persalinan Faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan persalinan

Salah satu hal yang perlu dipersiapkan para ibu sebelum melahirkan adalah menghindari rasa panik dan takut serta tetap tenang agar ibu hamil dapat melewati masa persalinan dengan baik dan lebih siap serta meminta dukungan dari pihak ibu. Dukungan suami dan keluarga untuk membantu ibu hamil mendapatkan pengalaman agar ibu hamil dapat mengantisipasi dan mengelola kebutuhan ibu dengan lebih baik. Kebutuhan dan harapan komunikasi suami dan anggota keluarga lainnya merupakan sumber dukungan yang dibutuhkan ibu hamil untuk menunjang fungsi kesehatan keluarga.

Pendapatan dapat mempengaruhi kemauan keluarga dalam memenuhi segala kebutuhan selama hamil dan persiapan melahirkan. Pendapatan merupakan salah satu faktor yang paling menentukan kuantitas dan kualitas persiapan selama kehamilan, seperti menyiapkan biaya persalinan, menyiapkan barang-barang yang diperlukan menjelang persalinan dan menjaga asupan gizi selama kehamilan.

KONSEP DAN PENILAIAN KEMAJUAN PERSALINAN

Kemajuan Persalinan

Kala I (Kala Pembukaan)

Fase-fase ini terdapat pada bayi sulung, hal ini juga terjadi pada multigravida, namun fase laten, fase aktif, dan fase deselerasi lebih singkat. Pada kehamilan pertama, leher rahim bagian dalam akan terbuka terlebih dahulu, sehingga leher rahim akan menjadi rata dan tipis. Pada saat yang sama, terjadi pembukaan rahim bagian dalam dan luar serta penipisan dan perataan leher rahim.

Pada permulaan ini, waktu pembukaan belum begitu kuat sehinggakan ibu bersalin (ibu bersalin) masih boleh berjalan.

Kala II (Kala Pengeluaran Janin)

Kepala dipegang pada oksiput dan di bawah dagu, dan kemudian ditarik ke bawah dengan bantuan tsunami untuk memberi makan kepada bahu depan dan ke atas untuk memberi makan kepada bahu belakang.

Kala III (Pelepasan Plasenta)

Jadi, faktor terpenting dalam lepasnya plasenta adalah retraksi dan kontraksi rahim setelah bayi lahir. Pada tempat lepasnya plasenta yaitu antara plasenta dan desidua basal terjadi perdarahan, seiring bertambahnya ukuran hematoma, seolah-olah plasenta terangkat dari dasarnya oleh hematoma, sehingga luas pelepasannya bertambah. Selaput janin biasanya keluar dengan mudah, namun terkadang sebagian plasenta tertinggal.

Bagian plasenta yang diperiksa adalah permukaan ibu yang biasanya terdapat 6-20 kotiledon, permukaan janin, dan apakah terdapat bukti succenturia plasenta.

Fase Pengeluaran Plasenta

Bagian yang keluar pertama kali adalah bagian tengah, kemudian muncul hematoma retroplasenta yang menolak plasenta terlebih dahulu di bagian tengah, kemudian seluruhnya. Menurut metode ini, perdarahan biasanya tidak ada sebelum lahirnya plasenta dan menjadi berat setelah lahirnya plasenta. Regangkan tali pusat dan sentuh fundus, jika tali pusat bergetar berarti plasenta belum lepas, jika tidak bergetar berarti sudah lepas.

Tanda-tanda lepasnya plasenta antara lain penonjolan rahim di atas simfisis, pemanjangan tali pusat, rahim bulat dan keras, serta pendarahan mendadak.

Kala IV

  • Partograf 1. Pengertian

Waktu yang tepat untuk mengisi partograf adalah pada saat proses persalinan berada pada fase aktif fase pertama, yaitu pada saat pembukaan serviks sebesar 4 hingga 10 cm dan diakhiri dengan pemantauan pada fase keempat.

Isi Partograf

Waktu yang tepat untuk mengisi partograf adalah pada saat proses persalinan berada pada fase aktif fase pertama, yaitu pada saat pembukaan serviks sebesar 4 hingga 10 cm dan diakhiri dengan pemantauan pada fase keempat. partograf.

Cara pengisian partograf

Kaji dan catat detak jantung janin (FHR) setiap 30 menit (lebih sering jika terdapat tanda gawat janin). Bidan harus waspada jika DJJ di bawah 120 per menit (bradikardia) atau di atas 160 per menit (takikardia).

Kemajuan persalinan

Catat turunnya kepala janin dengan garis kontinu dari 0-5. Tempatkan “0” pada timeline yang sesuai. Jika dilatasi serviks sudah melebihi dan berada di sebelah kanan garis tindakan, berarti diperlukan tindakan untuk menyelesaikan persalinan.

Jam dan waktu

Kontraksi uterus

Obat-obatan dan cairan yang diberikan

Kondisi ibu

Lembar belakang partograf

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pengisian Partograf

Pemimpin memperhatikan apa yang diinginkan oleh karyawan (penyedia layanan kesehatan), yang akan memotivasi karyawan untuk melakukan apa yang diinginkan pemimpin. Bidan memberikan suntikan oksitosin dosis ulang 10 IU/IM pada pukul 03.45 WITA, kemudian dicoba PTT namun plasenta belum lepas. Seorang ibu hamil usia 27 tahun, G II, PI, A0, usia kehamilan fisiologis 39 minggu, datang ke Puskesmas pukul 08.00 dengan keluhan nyeri lambung sejak jam 7.

Seorang wanita hamil 27 tahun, GII, P I, A0, hamil fisiologis 39 minggu, datang ke Puskesmas di 08.00 dengan keluhan nyeri perut sejak 7 jam yang lalu.

FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA PERSALINAN

Faktor yang Mempengaruhi Persalinan Faktor yang mempengaruhi persalinan adalah

Setelah selaput ketuban melebar dan pecah seluruhnya, gaya yang mendorong bayi keluar dari rahim terutama disebabkan oleh kontraksi otot-otot dinding perut sehingga menyebabkan peningkatan tekanan. Ketika kelenjar mencapai dasar panggul, terjadi refleks yang menyebabkan ibu menutup glotis, mengontraksikan otot perut dan menekan diafragma ke bawah. Kekuatan yang mendorong janin selama persalinan adalah kontraksi otot perut, kontraksi diafragma dan kerja ligamen.

Persalinan merupakan kontraksi otot-otot rahim yang bersifat fisiologis, namun berbeda dengan kontraksi fisiologis lainnya dan menimbulkan nyeri.

MANAJEMEN NYERI

PENYAJIAN 1. Definisi Nyeri

  • Persepsi Nyeri
  • Bentuk-bentuk nyeri
  • Pengkajian persepsi nyeri
  • Skala Wong-Baker FACES Pain Rating Scale
  • Cara Menilai Tingkat Nyeri
  • Hal-hal yang harus diperhatikan tentang nyeri
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan reaksi terhadap nyeri
  • Penatalaksanaan Nyeri
  • Terapi es dan panas
  • Teknik relaksasi
  • Imajinasi terbimbing
  • Hipnosis
  • Definisi Nyeri persalinan
  • Penyebab Nyeri Persalinan
  • Tingkat Nyeri Persalinan
  • Fisiologi Nyeri Persalinan
  • Faktor yang mempengaruhi nyeri persalinan

Umumnya rating diberikan dengan nomor untuk setiap kata sifat tergantung pada intensitas nyeri yang dialami pasien. Visual Analogue Scale (VAS) merupakan alat untuk mengukur nyeri yaitu mengukur intensitas/tingkat nyeri yang dirasakan pasien. Numerical Rating Scale (NRS) merupakan alat untuk mengukur tingkat nyeri yang dinilai dengan meminta pasien menilai nyeri yang dirasakannya berdasarkan tingkat nyeri tersebut.

Pada dasarnya rasa sakit saat proses melahirkan berbeda dengan rasa sakit yang dialami individu pada umumnya.

MEKANISME PERSALINAN

PENYAJIAN 1. Pengertian

  • Tanda-Tanda Permulaan Persalinan
  • Tanda-tanda Inpartu
  • Tahap Persalinan

Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang masih hidup di dalam rahim melalui vagina ke dunia luar. Nullipara adalah wanita yang belum pernah melahirkan bayi yang dapat hidup di dunia luar (viable). Tanda-tanda permulaan persalinan sebelum terjadinya persalinan sebenarnya, beberapa minggu sebelum wanita memasuki “bulan” atau.

  • Proses Terjadinya Persalinan
  • Pimpinan persalinan
  • Keuntungan dan Kerugian Persalinan Normal 1) Keuntungan
  • Kerugian

Namun, setelah proses melahirkan selesai, ibu yang melahirkan secara normal akan mengalami proses pemulihan yang jauh lebih cepat. Sehari setelah melahirkan, ibu yang melahirkan secara normal sudah bisa berjalan dan bergerak leluasa tanpa merasakan sakit akibat jahitan operasi yang belum kering. Oleh karena itu, ibu yang melahirkan secara normal memiliki ikatan batin yang lebih kuat dengan anaknya.

Melalui pemeriksaan MRI diketahui sensitivitas pengaturan emosi dan motivasi di area otak ibu yang melahirkan normal lebih tinggi.

ASUHAN PERSALINAN KALA I

  • Asuhan Persalinan Kala I
  • Kala I Fase Laten
  • Kala I Fase Aktif
  • Kala I Akhir

Saat melahirkan, suhu tubuh sedikit meningkat, dan mencapai suhu tertinggi selama dan setelah melahirkan. Berkurangnya kemampuan lambung untuk bergerak dan menyerap makanan padat menyebabkan pencernaan hampir terhenti saat persalinan sehingga menyebabkan sembelit. Pada akhir kehamilan, otot-otot yang melindungi pembukaan internal rahim (OUI) ditarik oleh SAR, menyebabkan serviks memendek dan memendek dan menjadi bagian dari SBR.

Penonjolan kantung ketuban ini disebabkan oleh merenggangnya SBR sehingga menyebabkan selaput korionik yang menempel pada rahim menjadi kendor, dengan tekanan maka akan terlihat kantung berisi cairan menonjol ke dalam serviks bagian dalam yang terbuka.

Referensi

Dokumen terkait

In addition, 3 or 17.7% of respondents answered in the middle between agreeing and disagree or, more accurately called neutral, that the online learning system in