• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bimbingan Kelompok Dengan Permainan Tradisional Bola Kasti untuk Mengoptimalkan Keterampilan Motorik Kasar Anak di Sekolah

N/A
N/A
RINDIKA TRIWULANDARI

Academic year: 2024

Membagikan "Bimbingan Kelompok Dengan Permainan Tradisional Bola Kasti untuk Mengoptimalkan Keterampilan Motorik Kasar Anak di Sekolah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

Bimbingan Kelompok dengan Permainan Tradisional Bola Kasti

Rindika Triwulandari1, Sulistiyana2, Akhmad Sugianto3

1,2,3Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat, Jl Brigjen Hasan Basri, Banjarmasin, 70123, Indonesia

e-mail: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected] No. HP: 1+62 812-5826-5450, 2+62 812-5005-9999, 3+62 823-5283-2806

Abstract: This study has a purpose, namely to explain about group guidance services with traditional baseball games being able to develop children's hard motor skills at school. At school, of course, children are not only trained in their cognitive skills, but all the potential skills they have will be trained and developed. In this research, the researcher used the literature study method. The hard motor skills of the children that the researcher discussed were the motor skills of children such as throwing, hitting, and catching baseball in games. So that group guidance services with traditional baseball games can develop children's hard motor skills. Actually, in addition to children's hard motor skills, this traditional game is also able to develop a child's sense of self-discipline.

Keywords: Baseball, hard motor, group guidance

Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk memaparkan mengenai layanan bimbingan kelompok dengan permainan tradisional bola kasti mampu mengembangkan kecakapan motorik kasar anak di sekolah. Di sekolah, pastinya anak tak hanya dilatih kecakapan kognitifnya saja, melainkan semua potensi kecakapan yang dimilikinya akan dilatih dan dikembangkan. Dalam penitian ini, peneliti memakai metode studi literatur. Kecakapan motorik kasar anak yang peneliti bahas ialah kecakapan motorik kasar anak seperti melontarkan, memukul, juga menangkap bola kasti dalam permainan. Sehingga layanan bimbingan kelompok dengan permainan tradisional bola kasti ini bisa mengembangkan kecakapan motorik kasar anak.

Sebenarnya selain kecakapan motorik kasar anak, permainan tradisional ini juga mampu mengembangkan rasa disiplin diri anak.

Kata kunci: Bola kasti, motorik, bimbingan kelompok

PENDAHULUAN

Pendidikan ialah sebuah keharusan bagi siapa pun untuk menghasilkan generasi atau sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk negeri ini. Karena dengan pengadaan fasilitas pendidikan bagi orang-orang, semoga bisa menambah wawasan dan kemampuan untuk setiap orang supaya mampu dimanfaatkan di masa depan

(Sulistiyana, Rachmayanie, & Alamarani, 2022)

. Sistem pembelajaran anak usia dini (AUD) suatu sistem pembinaan yang diarahkan pada anak-anak sampai usia 6 tahun. Sistem pembelajaran diberikan untuk membersamai perkembangan dan mengembangkan kecakapan fisik dan psikologis anak. Tujuannya adalah supaya anak mempunyai bekal dan sudah siap untuk menempuh jenjang pendidikan lanjutan

(Hasana, Marlina, &

(2)

Oktamarina, 2022)

. Dan salah satu upaya untuk membantu pengoptimalan pertumbuhan anak ialah dengan layanan bimbingan dan konseing di sekolah.

Pertumbuhan anak tak luput dari dampak lingkungan, baik itu dari psikisnya, fisiknya, maupun sosial anak. Karakteristik lingkungan yaitu dinamis. Dinamisasi pada lingkungan bisa berdampak pada life style orang-orang di masyarakat, tidak terkecuali siswa (peserta didik). Supaya anak bisa terbantu dalam pengoptimalan bakat yang ada pada dirinya, maka bisa didukung dengan pengadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah

(Prilia, Sulistiyana, & Sugianto, 2022)

. Adapun prosedur bimbingan dan konseling di sekolah ini pastinya ditangani oleh seseorang yang memang mumpuni di bidang ini, atau yang biasa disebut dengan guru BK/konselor. Konselor ketika melakukan pekerjaannya berlandaskan terhadap kode etik profesionalnya supaya apa yang dijalankannya tidak keluar jalur dari apa yang dipahaminya dan tujuannya, juga untuk menghindari penyalahgunaan profesinya agar tidak berdampak buruk bagi konseli dan juga orang lain diluaran sana. Makanya diadakan kode etik profesional bagi konselor yang mana para konselor diharuskan untuk mendalami juga menerapkan apa yang ada dalam kode etik profesional tersebut (Wibowo dalam Prilia dkk., 2022)

Bimbingan ialah sebuah prosedur pemberian bantuan yang ditujukan untuk seseorang atau pun sekelompok orang supaya mereka mampu mengenali dan memahami dirinya juga sekitarnya, sehingga mereka mampu terbantu dalam pengoptimalan potensi yang mereka miliki. Kemudian menurut pendapat lain, asal kata dari bimbingan ini ialah guidance yang memiliki makna sangat luas, jadi sering dijabarkan berlandaskan pada persepsi dari banyak ahli juga pengaplikasiannya (Susanto dalam Prilia dkk., 2022). Upaya layanan BK yang bisa dilakukan dalam hal membantu pertumbuhan anak salah satunya yaitu melalui layanan bimbingan kelompok dengan permainan tradisional, misalnya seperti bola kasti. Karena permainan tradisional bola kasti ini mampu membantu mengembangkan motorik kasar anak, karena di dalam permainan tersebut anak banyak melakukan pergerakan badan, seperti menangkis, melontarkan dan menangkap bola kasti.

Menurut Departemen Pendidikan (dalam

Prasetia & Komaini, 2019)

permainan ialah sebuah aktivitas yang membuat hati senang yang dapat dikerjakan memakai alat pendukung maupun tidak. Sedangkan pengertian permainan tradisional ialah sebuah permainan yang dilaksanakan dan di dalamnya terdapat unsur aturan juga budaya yang menimbulkan kesenangan terhadap yang melakukannya. Menurut Dwiyana, dkk (dalam

Prasetia & Komaini, 2019

), permainan tradisional ini biasanya memiliki karakteristik alami misalnya banyak terdapat gerakan anggota badan di dalamnya, juga mampu meningkatkan daya tahan, sebab permainan ini memerlukan beragam aktivitas fisik yang mampu mengembangkan kecakapan tubuh. Dan dalam

(Prasetia & Komaini,

2019)

ini dijelaskan bahwa permainan ialah semacam kegiatan gerakan badan, yang mana dengan

(3)

adanya gerakan badan ini kemampuan motorik kasar dalam diri anak bisa terus terlatih dan berkembang ke arah perkembangan yang baik.

Dalam hasil penelitian yang telah dilaksanakan Erlinda (dalam Agustina, 2021) dinyatakan bahwasannya permainan kasti ini mampu mengembangkan kecakapan motorik kasar anak. Menurut Riyanto (dalam

Syaifulloh & Aguss, 2021

) menyatakan bahwasannya permainan bola kasti ini ialah satu dari sekian banyak permainan tradisional favorite anak-anak. Di permainan ini mampu melatih aktivitas fisik anak. Maka dengan demikian, peneliti mencoba menelaah bagaimana permainan bola kasti yang termuat dalam layanan bimbingan kelompok untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar pada anak.

METODE

Metode yang digunakan peneliti di dalam penelitian ini ialah metode studi literatur. Yaitu sebuah metode yang mana peneliti mengkaji beragam referensi yang relevan terkait dengan apa yang peniliti bahas

(Sari & Sumarli, 2019)

. Adapun sasaran penelitian yang ditujukan peneliti dalam penelitian ini ialah anak-anak dan guru BK. Referensi-referensi berasal dari bacaan-bacaan berupa jurnal kajian yang bisa diakses melalui google scholar. Pertama, peneliti mencari sumber bacaan yang relevan dengan apa yang dibahas dalam topik ini. Kedua, memilah-milah/mengkaji mana yang paling relevan. Ketiga, peneliti mengemasnya dalam penelitian ini sebagai sebuah materi yang baru.

HASIL

Pada beberapa kajian literatur yang telah peneliti lakukan, banyak temuan yang menyatakan bahwa permainan bola kasti ini mampu mengembangkan kecakapan motorik kasar anak. Contohnya dalam penelitian yang dilakukan (Agustina, 2021) yang menyatakan bahwa di saat awal-awal melakukan eksperimen di sebuah sekolah, anak-anak awalnya mempunyai sebesar 30% pada kecakapan motoriknya, lalu di tahap berikutnya, ternyata anak-anak tersebut menghasilkan progres sebesar 80% dan 90%.

(4)

Gambar 1. Contoh Gambar Bola Kasti

PEMBAHASAN

Dalam layanan bimbingan kelompok dengan permainan tradisional bola kasti ini, anak akan diajak untuk melakukan sebuah permainan bola kasti. Dalam penelitian yang dilakukan (Agustina, 2021) yang mana cara pelaksanaanya yaitu, antara lain:

1. Guru memisahkan anak-anak dalam 2 tim, masing-masing beranggotakan 6 orang anak.

2. Penentuan tim mana yang harus berperan sebagai pemukul & penjaga melalui sistem undi.

3. Tim pemain bersatu di lapangan dan tim penjaga menghambur.

4. Di tim penjaga, terdapat orang yang bertugas, 1 orang menjadi pelontar dan lainnya memukul dengan bergiliran.

5. Durasi permainan ini yaitu 2x30 menit, istirahat 10 menit.

6. Pelontar yang melontarkan kasti wajib ditangkis oleh pemukul, jika tidak maka tidak berhasil dan menghasilkan poin 0.

7. Apabila berhasil tertangkis, maka yang menangkis lari ke pos-pos temannya. Dan pelontar bisa melontarkan bolanya agar mengenai tim musuh yang berlari, dan apabila mengenai tim lawan tersebut, maka tim lawan dianggap mati.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan yang mana permainan ini mampu mengasah akurasi sistem yang terkendali. Yang mana kandungan gerakan-gerakan di game ini mengharuskan anak untuk bergerak seperti menangkis, menangkap, dan juga melontarkan kasti yang tentunya memerlukan cukup banyak energi supaya dapat menyentuh mangsa yang mana hal ini mampu mengasah dan mengembangkan kecakapan motorik kasar pada anak. Selain itu, aktivitas bimbingan kelompok dengan permainan kasti ini juga menyenangkan dan pastinya tidak akan membuat anak menjadi bosan.

(5)

SIMPULAN

Dari berbagai kajian literatur yang telah dikerjakan oleh peneliti, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan permainan bola kasti ini mampu membantu mengembangkan kecakapan motorik kasar pada anak. Yang mana berdasarkan tata cara pelaksanaan permainan tersebut terkandung banyak aktivitas fisik di dalamnya yang pastinya membuat kecakapan anak menjadi lebih terasah.

UCAPAN TERIMAKASIH

Penelitian ini mampu diselesaikan oleh peneliti tak luput dari peran Ibu Sulistiyana dan juga Bapak A. Sugianto selaku dosen pada mata kuliah Konseling Lintas Budaya di Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. Karena tanpa beliau yang memberikan tugas Ujian Tengah Semester berupa pembuatan artikel jurnal ini, maka peneliti mungkin saja tidak akan melakukan penelitian dengan metode studi literatur ini.

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, S. (2021). UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BOLA KASTI PADA ANAK KELOMPOK B DI RA TARBIYATUL ULUM BANJARMASIN.

Hasana, E. S. R., Marlina, L., & Oktamarina, L. (2022). Pengembangan Media Wire Game dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Pola pada Anak Kelompok A di TK Tunas Karya Pagaralam. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(5), 1602–1609. Diambil dari http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id

Prasetia, S. A., & Komaini, A. (2019). KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA SISWA PUTRA SEKOLAH DASAR NEGERI 166/III CUTMUTIA KERINCI.

Jurnal Stamina, 2(10), 65–78.

Prilia, D., Sulistiyana, & Sugianto, A. (2022). PERMAINAN RODA PELANGI UNTUK PENERAPAN NILAI 4B (BAIMAN, BAUNTUNG, BATUAH, DAN BAADAB) PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 BANJARMASIN.

Nusantara of Research: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 9(1), 51–62. https://doi.org/10.29407/nor.v9i1.16493

Sari, P. M., & Sumarli. (2019). Optimalisasi Pemahaman Konsep Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar melalui Model Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Gallery Walk (Sebuah Studi Literatur). JOURNAL OF EDUCATIONAL REVIEW AND RESEARCH, 2(1), 69–76.

Sulistiyana, Rachmayanie, R., & Alamarani, N. A. (2022). Bimbingan Kelompok dengan Permainan EgrangBatok Kelapa Meningkatkan Karakter Kerja Keras Generasi Z. IJGC: Theory and Application, 11(2), 51–61. Diambil dari http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk

Syaifulloh, M. D., & Aguss, R. M. (2021). ANALISIS PENINGKATAN GERAK DASAR DALAM PERMAINAN KASTI. JOURNAL OF ARTS AND

EDUCATION, 1(1).

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa permainan tradisional lompat tali dapat mengembangkan motorik kasar anak kelompok B di TK Pertiwi Planggu 2 Klaten

Data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motorik kasar dengan menggunakan permainan tradisional lompat tali pada anak kelompok B TK Pertiwi Sribit Delanggu

Abstrak : Tujuan umum dalam penelitian ini adalah: Untuk mendapatkan informasi tentang peningkatan motorik kasar melalui permainan bola kaki pada kelompok B di

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan motorik kasar anak melalui permainan tradisional engklek pada anak kelompok A di PAUD Terpadu Karya Bakti

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kegiatan bermain permainan tradisional lompat tali dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok A

Peningkatan keterampilan motorik kasar anak dapat ditunjukkan dari data keterampilan motorik kasar pada kondisi awal kriteria berkembang sesuai harapan BSH dan berkembang sangat baik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional memiliki peranan penting dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar anak disabilitas tunagrahita, termasuk keseimbangan,

Jurnal Pendidikan Tambusai 9714 Hubungan Antara Permainan Tradisional Bakiak dalam Melatih Motorik Kasar pada Anak Kelompok B di PAUD Anak Soleha Palembang Ana1, Leny Marlina2,