I
DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an Al-karim
Abdurrahman. Guru, Wawancara oleh Penulis di SD 166 Tangru, 22 Februari 2021.
Ahyadi, Abdul Aziz. Psikologi Agama Kepribadian Muslim Pancasila. Bandung:
Sinar Baru Gresindo, 2003.
Amin, Amrullah. Remaja Mesjid, Wawancara oleh Peneliti di Masjid Al-Hidayah Tangru Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, 22 Februari 2021.
Amin, Samsul Munir. Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah, 2009.
Andayani, Abdul Majid dan Dian . Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2005.
Aziz, Moh Ali. Ilmu Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Jakarta: Kencana, 2009.
Aziz, Moh. Ali. Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana, 2004.
B.Hurlock, Elizabet. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga, 2004.
Baqi, Muhammad Fuad Abdul. Shahih Muslim Li al-Iman Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisburi. Jakarta: PT Pustaka As-Sunnah, 2010.
Bertens, K. Metode Belajar untuk Mahasiswa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.
Dahlan. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola, 2004.
Gunawan. Mahasiswa. Wawancara oleh Penulis di Desa Tangru Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, 06 Februari 2021.
Hafidhuddin, Didin. Dakwah Aktual. Jakarta: Gema Insani Press, 1998.
Hariandja, Marihot. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo, 2002.
Hasanah, Hasyim. Pengaruh Kesadaran dan Kematangan Beragama Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan. Semarang: IAIN Walisongo, 2008.
Jahja, Yudrik. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana Prenamedia Group, 2011.
Jalaluddin. Psikologi Agama: Memahami Perilaku Keagamaan dengan Mengaplikasikan Prinsip-Prinsip Psikologi. Jakarta: PT Rajawali, 2007.
Karman, Muh.Naim. Seorang Da’I, Wawancara oleh Penulis di Masjid Al-Hidayah Tangru Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, 18 Februari 2021.
II
Kasmin. Remaja, Wawancara oleh Penulis di Desa Tangru Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, 06 Februari 2021.
Kurniawan, Dedi. Remaja, Wawancara oleh Penulis di Desa Tangru Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, 23 Februari 2021.
Kusnawan, Andi. Ilmu Dakwah (Kajian Berbagai Aspek). Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004.
kuswanto, R. Hendrik. "Dakwah Melalui Pengembangan Motivasi (Studi Metode Dakwah Quantum Spirit Ustaz N. Faqih Syarif)." Skripsi (IAIN Ampel), 2010.
LN, Syamsu Yusuf. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2007.
M.Dahlan Barri, Paus A.Partanto. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arloka, 2009.
Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan. Jakarta: Bumi Aksara, 2000.
Masseni. "Metode Dakwah Dalam Mengatasi Problematika Remaja Muslim di Kota Sorong." Skripsi (UIN Alauddin), 2014: 21-28.
Mubarok, Achmad. Psikologi Dakwah. Jakarta: Prenada Media, 2006.
Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
Muhajir, Remaja, Wawancara oleh penulis di Desa Tangru Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, 15 Februari 2021.
Munir, M. Metode Dakwah. Jakarta: Kencana, 2009.
Muriah, Siti. Metodologi Dakwah Kontemporer. Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2000.
Mutlah, Siti. Metodologi Dakwah Kontemporer. Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2000.
Nashori, Fuad. Kompetensi Interpersonal ditinjau dari Kematangan Beragama dan Jenis Kelamin. Yogyakarta: UGM, 2000.
Nasir, Haedar. Islam dan Perilaku Umat diTengah Perubahan. Yogyakarta: Pustaka SM, 2002.
Nihayah, Zahrotun. Psikologi Perkembangan: Tinjauan Psikologi Barat dan Islam.
Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta dengan UIN Jakarta Press, 2006.
Ramayulis. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia, 2004.
Saputra, Wahidin. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.
III
Sheh Sukhawi Rubba, Asep Shaifuddin. Fiqih Ibadah Safari ke Baitullah. Surabaya:
Garisi, 2011.
Soemarno, Soedarsono. Penyemaian Jati Diri. Jakarta: Elex Media Komputindo, 2000.
Subyantoro. Pelaksanaan Pendidikan Agama. Semarang: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama, 2010.
Sudarsono. Kenakalan Remaja. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004.
Sugino. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2007.
Suroso, Djamaluddin Ancok dan Fuad Nashori. Psikologi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Syarifuddin, M. Upaya Menanamkan Kesadaran Beragama di Kalangan Remaja.
Jakarta: Proyek Pembinaan Kemahasiswaan Depag, 2002.
Syukir, Asmuni. Dasar-dasar Strategi Islam. Surabaya: Al-Ikhlas, 2000.
Teguh, Muhammad. Metodologi Penelitian Ekonomi Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT.
Raja Grafindo, 2005.
W.Santrock, Jhon. Remaja Edisi Kesebelas. Jilid 1, Terj. dari Adolescence, Eleventh Edition Jilid 1 oleh Benedictine Widyasinta. Jakarta: Erlangga, 2007.
Walgito, Bimo. Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karir). Yogyakarta: Penerbit Andi, 2010.
Yaqub, Ali Mustafa. Sejarah dan Metode Dakwah Nabi. Pajetan Barat: Pustaka Firdaus, 2000.
Yusuf, M. Yunan. Metode Dakwah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.
Zakiah. Ilmu Jiwa dan Agama. Jakarta: Bulan Bintang, 1996.
IV
LAMPIRAN-LAMPIRAN
V
VI
VII
VIII
PEDOMAN WAWANCARA
Wawancara Untuk Seorang Da’I (Ustadz Muh. Naim Karman)
1. Bagaimana sistem yang Ustadz terapkan dalam memberikan pemahaman tentang keagamaan kepada para remaja di Masjid?
2. Metode apa yang Ustadz gunakan ketika memberikan sebuah pemahaman keagamaan terhadap remaja di Desa Tangru tersebut?
3. Bagaimana respon atau antusias para remaja di Desa Tangru, apabila diberikan pemahaman tentang keagamaan?
4. Adakah faktor penghambat yang ditemukan atau terjadi saat sedang memberikan pemahaman keagamaan pada remaja?
5. Berdasarkan metode dakwah, bagaimana sistem metode yang diterapkan dalam memberikan pemahaman keagamaan pada remaja?
6. Bagaimana cara ustadz mengembangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Masjid?
Wawancara Untuk Para Remaja
1. Jenis kegiatan apa saja yang dilakukan di Masjid?
2. Bagaimana sistem pengaktualisasian ustadz terhadap segala jenis kegiatan keagamaan yang diterapkan di Masjid?
3. Metode apa yang biasanya di gunakan Ustadz dalam memberikan materi-materi ketika melaksanakan kegiatan-kagiatan keagamaan tersebut?
4. Bagaimana respon dan dukungan para remaja Masjid terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan di Masjid?
5. Apa kendala dan masalah yang ditemukan saat menyelenggarakan kegiatan keagamaan di Masjid?
IX
Wawancara dengan Ustadz Muh. Naim Karman Ket: R : Rendi
MN : Muh.Naim
R :Bagaimana sistem yang ustadz terapkan dalam memberikan pemahaman tentang keagamaan dalam kegiatan di Masjid?
MN :Terlebih dahulu melalui pendekatan personal, agar timbul kepercayaan sehingga mereka insya Allah akan lebih semangat dan lebih mudah menerima serta memahami apa yang disampaikan. Kemudian memberikan materi yang sifatnya ringan dalam arti mudah dipahami dan yang sangat mereka butuhkan, misalnya materi tentang Al-Qur’an atau mengajarkan kepada mereka Al-Qur’an. Serta memberikan materi yang berkaitan tentang problem ummat terutama kaum muda.
R :Metode apa yang Ustadz gunakan ketika memberikan sebuah pemahaman keagamaan terhadap remaja di Desa Tangru tersebut?
MN :Metodenya beragam, kadang memakai metode ceramah seperti biasa, kadang juga menulis point-point penting tentang materi di papan tulis, dan yang terpenting selalu memberikan kesimpulan dari materi yang disampaikan. Dan salah satu metode yang kami gunakan juga adalah dengan menyampaikan kisah-kisah nyata yang berkaitan dengan materi.
R :Bagaimana respon atau antusias para remaja masjid di Desa Tangru, apabila diberikan pemahaman tentang keagamaan?
MN :Alhamdilillah respond an antusias para remaja masjidnya baik.
R :Adakah faktor penghambat yang ditemukan atau terjadi saat sedang memberikan pemahaman keagamaan di Masjid?
MN: :Pertama, dari sound sistem yang kadang terganggu sehingga suara jadi kurang jelas. Kedua, kadang juga dari cuaca, hujan deras misalnya.
Ketiga, gangguan anak-anak yang rebut.
X
R :Berdasarkan metode dakwah, bagaimana sistem metode yang diterapkan dalam memberikan pemahaman keagamaan pada remaja Masjid?
MN :berbicara mengenai metode dakwah yang Ustadz gunakan di desa Tangru Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang metode yang saya gunakan bisa dibilang tidak ada batasannya, saya dengan para remaja seakan-akan seperti saudara tetapi dengan beretika, saya sebenarnya gunakan semua metode yang memberikan contoh ,tetapi semua tetap kita menyampaikan sesuatu kepada para remaja dengan menggunakan hati, dengan tulus agar para remaja bisa menerima dengan akal sehat dan lapang dada, karena remaja sekarang dengan remaja yang dulu beda metodenya, sekarang remaja agak lebih canggih lebih pintar dari kita, jadi mereka itu kadang-kadang disampaikan tetapi membutuhkan pembuktian. Misalnya saya kasih contoh saya sudah ajak mereka untuk shalat lima waktu di masjid, harus berpuasa di Bulan Ramadhan, harus banyak-banyak bersedekah, tetapi kalau kita memperlihatkan contoh yang tidak nyata atau tidak seimbang dengan apa yang kita ucapkan, remaja juga akan berfikir untuk melakukannya. Jadi semua metode yang ada itu saya gunakan, cuman yang paling sering saya lakukan yaitu metode yang membutuhkan dan memperlihatkan bukti. Jadi saya harus lakukan baru saya menyampaikan terhadap mad’uku (remaja) maksudnya memberikan contoh langsung.
menyampaikan tema, mengajak untuk senantiasa bersyukur, menyampaikan point-point penting dari materi, menyampaikan kisah yang terdapat dalam Al-Qur’an ataupun kisah nyata yang ada di sekitar yang berkaitan dengan materi, Tanya jawab serta kesimpulan dan penutup.
XI
R :Bagaimana cara Ustadz mengembangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Masjid?
MN :Pertama, kalau menurut Ustadz, cara mengembangkan kegiatan- kegiatan keagamaan seperti bagaimana saya bisa menjaga kepercayaan jamaah (remaja) dengan berusaha mengisi jadwal yang telah ditentukan atau yang telah dijadwalkan. Kepercayaan inilah yang akan membuat para remaja bisa mengikuti dan mengamalkan apa yang kita sampaikan kepada mereka, makanya itu kita harus jaga kepercayaan kepada mereka (remaja). Kedua, ada koordinasi yang baik dengan pengurus Masjid.
Ketiga, membentuk kelompok belajar baru yang dibimbing oleh remaja Masjid yang sudah dibina.
Wawancara dengan para remaja di Desa Tangru Ket: R :Rendi
M :Muhajir K :Kasmin G :Gunawan DK :Dedi Kurniawan A :Amrullah
R :Jenis kegiatan apa saja yang dilakukan di Masjid?
M :yang pertama, kegiatan kajian rutin setiap malam jumat yang dilaksanakan di Masjid dan yang kedua, tahsin remaja dan bapak-bapak di Masjid yang dilaksanakan setiap malam rabu. Dan itu alhamdulilah lumayan ada yang ikut.
K :jenis kegiatan yang dilakukan di masjid yaitu kegiatan kajian rutin setiap malam Jumat, yang telah berjalan sampai sekarang ini.
G :kegiatan yang biasa dilakukan di Masjid yaitu belajar Tahsin atau belajar mengaji setiap malam rabu, yang diikuti oleh para remaja dan bapak-bapak.
XII
R :Metode apa yang biasanya di gunakan Ustadz dalam memberikan materi-materi ketika melaksanakan kegiatan-kagiatan keagamaan tersebut?
M :Ustadz biasanya menggunakan metode ceramah yang biasanya dilaksanakan disetiap malam Jumat dan terkadang juga menyampaikan kisah-kisah nabi.
R :Bagaimana sistem pengaktualisasian Ustadz terhadap segala jenis kegiatan keagamaan yang diterapkan di Masjid?
M :biasanya kalau ada semacam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di masjid itu di sampaikan melalui pengumuman-pengumuman di Masjid- masjid.
R :Bagaimana respond dan dukungan para remaja masjid terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan di Masjid?
M :Alhamdulillah, saya lihat para remaja di Desa Tangru ini begitu mendukung dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini karena itu semua juga mendukung agar terjaganya kegiatan keagamaan di kampung kita ini, terjaga lestari sampai waktu yang tidak terbatas.
R :Apa kendala dan masalah yang ditemukan saat menyelenggarakan kegiatan keagamaan di Masjid?
DK :selama saya mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di desa ini, cara mengembangkan kegiatan keagamaan itu, dengan cara mengajak kepada remaja tetapi kita harus memperlihatkan contoh yang baik kepada mereka bukan dengan kata-kata saja.
M :kendalanya adalah kadang kala para remaja yang diajak untuk ikut kajian di Masjid atau tahsin itu mengalami kendala untuk ikut karena, kita tahu bahwa di kampung ini banyak yang berprovesi sebagai petani, jadi mungkin agak kelelahan atau bagaimana jadi itu saja salah satu kendala untuk mengajak para remaja untuk berpartisipasi dikegiatan- kegiatan yang dilaksanakan di Masjid.
XIII
R :Bagaimana caranya mengembangkan kegiatan-kegiatan keagamaan yang di laksanakan di masjid?
DK :selama saya mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di desa ini, cara mengembangkan kegiatan keagamaan itu, dengan cara mengajak kepada remaja tetapi kita harus memperlihatkan contoh yang baik kepada mereka bukan dengan kata-kata saja.
A :cara mengembangkan kegiatan keagamaan di desa Tangru ini, dengan cara membentuk kelompok belajar yang baru, dibimbing oleh remaja yang sudah dibina oleh Ustadz, agar mereka tidak canggung pada saat pembelajaran dilaksanakan.
Wawancara Salah Satu Orang Tua Remaja di Desa Tangru Ket: R :Rendi
Ar :Abdurrahman
R :Bagaimana tanggapan bapak tentang remaja dalam mengikuti kegiatan yang ada di Masjid ini?
Ar :kalau saya lihat dari para remaja itu baik-baik ji juga. Apalagi kita tahu mi bahwa para remaja itu betul-betul antusias dalam mengikuti kegiatan- kegiatan keagamaan, walaupun tidak semua ji remaja yang ada di kampung ini mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan, setidaknya adalah remaja yang ikut walaupun hanya sebahagian.
XIV
XV
XVI
XVII
XVIII
XIX
XX
XXI
DOKUMENTASI
(Wawancara kepada Remaja Masjid Desa Tangru)
(Wawancara kepada Remaja Desa Tangru)
XXII
(Wawancara kepada Remaja Desa Tangru)
(Wawancara kepada seorang Da’i (Muh. Naim Karman) di Desa Tangru)
XXIII
(Kajian Rutin setiap malam Jum’at)
(Pembelajaran Tahsin)
XXIV
BIODATA PENULIS
Penulis bernama lengkap Rendi, lahir di Tangru 03 Desember 1995. Merupakan anak kedua dari Tujuh Bersaudara, yang terdiri dari enam anak laki-laki dan satu anak perempuan. Penulis lahir dari pasangan suami istri. Bapak Amir dan Ibu Minna. Penulis sekarang bertempat tinggal di Pasaran II Desa. Tanete Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.
Penulis memulai pendidikannya di Sekolah Dasar Negeri 166 Tangru pada tahun 2003. Kemudian melanjutkan di Sekolah Menengah Pertama Islam Rumbo Terpadu, Kabupaten Enrekang pada tahun 2010.
Kemudian penulis melanjutkan pendidikannya di SMA Muhammadiyah Wotu pada tahun 2012 dan selesai pada tahun 2015. Pada tahun 2017 penulis melanjutkan pendidikannya di bangku perkuliahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dengan program studi Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Penulis melaksanakan praktik pengalaman lapangan di Kementerian Agama Barru, dan melaksanakan kuliah pengabdian masyarakat di Desa Perangian Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.
Penulis mengajukan judul skripsi sebagai tugas akhir, yaitu “Metode dakwah Da’i dalam Mengembangkan Kegiatan Keagamaan Remaja di Desa Tangru Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang”