Biokimia kuliah 12
L I P I D
(Lanjutan)
Definisi dan fungsi lipid
• Sumber energi, langsung maupun cadangan
• Penahan panas, membungkus beberapa organ dalam
• Insulator listrik untuk mendepolarisasi sel syaraf
• Lipoprotein merupakan komponen sel penting dalam membran sel, mitokondria, transpor lipid dalam darah
• Pelarut beberapa vitamin
Klasifikasi lipid menurut Bloor
1. Lipid sederhana,
- lemak, ester asam lemak dgn gliserol
- lilin, ester asam lemak dngan alkohol monohidrat BM tinggi
2. ‘compound lipid’
- fosfolipid - glikolipid
- sulfolipid, aminolipid 3. Turunan lipid
senyawa hasil hidrolisis senyawa tersebut di atas seperti: asam lemak jenuh dan tidak jenuh, gliserol, steroid dan bodi keton
Asam lemak
• Asam karboksilat dengan panjang rantai C4-36
• Asam lemak jenuh, tidak mempunyai ikatan rangkap, penulisannya 12C sbg 12:0, 18C sbg 18:0
• Asam lemak tidak jenuh, mengandung ikatan rangkap, monounsaturated untuk asam lemak dengan 1 ikatan rangkap misal 18:1 (∆9), ikatan rangkap pada C9
• Sifat fisik asam lemak sangat ditentukan oleh derajad ketidakjenuhan dan panjang rantai karbonnya
• Pada suhu kamar, asam lemak jenuh 12:0 dan 24:0 berbentuk padat, sementara asam lemak tidak jenuh dengan panjang karbon sama berbentuk cair, minyak.
• Ikatan rangkap alami dalam bentuk cis
Contoh beberapa asam lemak alami
Triasil gliserol atau TAG
• Lipid sederhana terbuat dari asam lemak dan gliserol yang berikatan dalam bentuk ester
• Sering disebut trigliserida atau lemak netral
• Pada hewan berperan sebagai penyimpan energi dan insulator, pada tumbuhan sebagai cadangan energi untuk berkecambah
• Pada pembuatan sabun, TAG dihidrolisis
dengan asam, yang dikenal dengan
penyabunan
Struktur gliserol dan triasil gliserol
Wax atau lilin
• Lilin biologis merupakan ester asam lemak jenuh dan tidak jenuh dengan C14-36 dengan alkohol C16-30
• Fungsi sebagai penolak air, pada tumbuhan menguramgi penguapan
• Di industri, lotion dan semir
Lipid penyusun membran: 3
1.
Gliserofosfolipid2. Spingolipid
• Komponen utama membran, turunan dari C18 amino
alkohol spingosin (spingomyeli, cerebrosida, gangliosida)
Galaktocerebrosida
gangliosida
3. Glikospingolipid
• Penentu golongan darah
Sterol
• Penyusun membran sel eukaryot
• Kolesterol, terutama terdapat pada hewan
• Prekursor senyawa biologi lain: asam empedu, hormon, maupun reseptor
• Testosteron, hormon seks jantan, testis
• Estradiol, hormon seks batina, ovarium dan
placenta
Beberapa steroid turunan kholesterol
Oksidasi asam lemak
• Pemecahan lemak memerlukan emulsifier membentuk micelle yang mudah dicerna lipase usus
• Kestabilan ikatan C-C dapat diatasi dengan aktivasi gugus karboksil dengan melekatkan CoA
Oksidasi asam lemak terjadi di mitokondria
• Pengaktifan asam lemak, (FA) menjadi FA-CoA terjadi di sitoplasma
• FA-CoA ditranspor ke mitokondria melalui carnitin carier protein
Transpor FA-CoA ke mitokondria
Gliserol selanjutnya masuk ke glikolisis
ß oksidasi memotong 2 unit C membentuk asetil CoA untuk masuk ke TCA
ß oksidasi juga terjadi di peroksisoma
ß oksidasi di peroksisoma
• Berfungsi memperpendek rantai asam lemak, meningkatkan penguraianaam lemak di
mitokondria
• Tidak memerlukan carnitin untuk transpor ke peroksisoma
• Asam lemak rantai panjang langsung berdifusi ke peroksisoma, diuraikan menjadi lebih pendek, sebagian ditempelkan ke carnitin untuk oksidasi di mitokondria
• ß oksidasi di mitokondria melalui 4 tahapan, sedang di peroksisoma hanya 3 tahapan
Biosintesis asam lemak
• Terjadi melalui condensasi 2 unit C, asetil CoA
• Berlangsung di sitoplasma
• Sebagai carier asam lemak adalah ACP (acyl carier protein)
• Oksidasi menggunakan NADPH
• Sebelum dikondensasi pada awal biosintesis,
asetol CoA diubah menjadi malonil CoA oleh
asetil CoA carboksilase, merupakan salah satu
tahapan kontrol biosintesis asam lemak
Perbandingan ß oksidasi dgn biosintesis FA
Perbandingan carier FA pada oksidasi
(CoA) dan biosintesis (ACP)
Reaksi dalam biosintesis asam lemak
Transpor asetil CoA dari mitokondria ke
sitsoplasma