Ini merupakan kisah nenek moyang, kisah legenda mengenai sebuah perjuangan seorang ksatria yang cinta dan setia terhadap kerajaannya. Ksatria tersebut tidak lain adalah panglima pasukan Leukosit, pasukan dari Kerajaan Jantung.
Pasukan Leukosit itu tentunya bertujuan untuk melindungi kerajaan dari serangan mara bahaya yang disebabkan dari luar kerajaan. Pasukan Leukosit ini memiliki pertahanan yang dikenal tangguh dan teknik berperang yang baik hingga ke pelosok negeri. Namun, meski terkenal akan hal itu, musuh dari luar kerajaan tak ada hentinya untuk menyerang setiap sudut wilayah kerajaan.
Pada suatu masa, tersebutlah nama dari anak pasangan bangsa Darah, Bima. Bima merupakan anak yang tampan, kuat serta tangguh. Menjadi anak satu satunya, kedua orang tua Bima pun sangat menyayanginya
Bima terlahir di dunia ini dengan spesial, kedua orang tuanya pun mengetahui keistimewaan dari Bima. Karena hal tersebut, Bima dikenal di kalangan masyarakat Kerajaan Jantung. Ia bahkan digadang-gadangkan akan menjadi penerus dari Ayahnya. Bima juga memiliki kepribadian yang baik, Bima sangat menghormati kedua orang tuanya itu.
Sejak masa anak-anaknya, Bima memang sudah menunjukan kecintaan terhadap bidang peperangan. Ilmu peperangan yang didapatkan pun tidak lain dari Ayahnya, seorang Prajurit Eusinofila dari Pasukan Leukosit. Walau keturunan dari seorang prajurit, perjalanan Bima sebagai panglima perangpun tidak mudah. Bima sejak kecil sudah ditempa dan terluka karena hasil latihan bersama Ayahnya tersebut.
Ayah Bima sudah mengajarkan Bima berbagai macam teknik dalam peperangan. Bahkan Bima sudah mempelajari teknik melawan musuh dengan cara memakannya atau menyerapnya dengan sebutan Fogositosis. Bima sudah mampu menguasai itu diusianya yang masih belia. Tidak hanya sampai disitu, banyak teknik yang sudah Bima kuasai. Hingga saat waktunya tiba, Bima bisa bergabung dalam pasukan kerajaan.
Saat sudah tumbuh dewasa, Bima bagaikan pendekar yang sudah siap untuk menghadang segala macam ancaman dari Kerajaan Jantung. Sehingga, pada suatu waktu, Bima diangkat menjadi Panglima dari salah satu pasukan perang kerajaan, Leukosit. Bima pada saat itu tentu menjadi buah bibir dari seluruh bangsa Darah di Kerajaan Jantung. Bagaimana tidak, Bima diangkat menjadi panglima dengan usia yang terbilang masih muda dan dianggap tidak memiliki cukup pengalaman.
Hari demi hari, seluruh bangsa Darah perlahan mulai menerima Bima sebagai Panglima Leukosit.
Suatu ketika, Raja dari Kerajaan Jantung ingin membuktikan pilihannya terhadap Bima sebagai Panglima Perang tidaklah salah, Raja memberikan titah kepada Bima untuk melakukan perjalanan panjang ke seluruh wilayah kerajaan dan melawan musuh asing yang menyelinap masuk.
Bima pun antusias terhadap hal tersebut, karena hal ini merupakan pekerjaan pertama Bima sebagai panglima untuk mengawasi setiap daerah yang ada pada Kerajaan Jantung.
Perjalanan ini dikenal dengan perjalanan Sistemik.
Segala macam persiapan pun sudah dilakukan dan kini Bima bersama pasukannya sudah berdiri di depan gerbang kiri Kerajaan Jantung, Ventralis Sinister. Setelah gerbang itu terbuka, sudah terlihat jalanan besar nan panjang yang disebut dengan Aorta. Bima dan pasukan Leukosit pun meneruskan perjalanannya.
Sebagai seorang panglima, Bima pun harus mengetahui kelima jenis prajurit yang ada pada Pasukan Leukosit. Prajurit-prajurit tersebut ialah Prajurit Basofil dengan kemampuan
penyembuhannya dan refleksnya dalam melawan infeksi dari musuh, Prajurit Eusinofil dengan kemampuan untuk mematikan parasit, Prajurit Monosit yang memiliki kemampuan pertahanannya terhadap infeksi musuh bertubuh mungil serta regenerasinya, Prajurit Neutrofilia dengan kemampuannya untuk membasmi musuh-musuh tak terlihat seperti Bakteri dan Prajurit Limfositotis yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah energi atau daya tahan.
Dalam Perjalanan Sistemik ini, Bima belum menemukan tanda tanda keberadaaan musuh sehingga Ia mengarahkan untuk terus menyusuri setiap daerah kerajaan. Saat ini Bima dan pasukannya berada pada daerah pinggiran, Daerah Perbatasan Kulit.
Basofil, salah satu jenis Prajurit Leukosit mendeteksi adanya sekumpulan musuh diluar dinding Kapiler ini. Musuh sudah melakukan tindakan Infeksi di dalam Kerajaan Jantung ini.
Mereka adalah musuh mungil Bakteri.
Bima sebagai panglima pasukan pun memimpin proses pertahanan ini agar Bakteri tidak dapat melanjutkan tindakan Infeksinya. Bima memerintahkan Prajurit Basofil untuk segera melakukan proses perlawanan terhadap Infeksi musuh.
Para Prajurit Basofil pun langsung sigap dan mengeluarkan alat khusus mereka agar prajurit lain dapat segera melakukan teknik Diapedesis. Mereka mengeluarkan alat yang bernama Histamin, yaitu alat yang berfungsi untuk melebarkan dinding Kapiler ini. Kemampuan mereka ini dikenal sebagai Vasodilatasi, kemampuan khusus prajurit Basofil.
Setelah dinding Kapiler ini diperbesar dan dilebarkan oleh kelompok Prajurit Basofil, seluruh pasukan Leukosit segera melakukan pertahanan terhadap musuh Bakteri diluar dinding Kapiler ini. Bima memerintahkan prajurit Neutrofilia untuk berada di garis pertahanan pertama karena kemampuan yang dimilikinya.
Neutrofilia segera melakukan tugasnya untuk membasmi pasukan musuh. Di lain hal, Monosit juga melakukan hal yang sama, mereka keluar dari dinding Kapiler dan berkembang membesar yang sering disebut dengan teknik Makrofag. Teknik Makrofag adalah teknik yang memakan pasukan lain dengan cara mengurungnya di dalam prajurit-prajurit Monosit. Tanpa berlarut-larut, seluruh pasukan musuh pun mati dan lenyap dari wilayah kerajaan.
Bima yang menyaksikan kejadian tersebut segera teringat dengan masa kecil dengan Ayahnya yang mengajari tentang teknik-teknik tersebut. Karena hal itu, Bima merasa bangga
terhadap dirinya sekaligus pasukannya karena sudah melakukan proses pertahanan yang baik.
Lalu mereka bergegas kembali untuk melanjutkan perjalanan Sistemik ini.
Sudah setengah wilayah kerajaan mereka susuri dan awasi, dari daerah ibu kota hingga ke daerah-daerah pinggiran. Pasukan Leukosit pun sudah mulai kehabisan kadar energinya, Oksigen. Namun, hal itu tidak membuat Bima dan pasukannya menyerah, mereka harus dapat membuktikan kepada masyarakat di Kerajaan Jantung bahwa dirinya layak menjadi panglima dari pasukan Leukosit.
Di tengah perjalanannya, pasukan Leukosit menyampaikan bahwa panglima mereka sangat mengagumkan. Mereka mengatakan bahwa usia dari Bima cukup muda untuk menguasai itu.
Bahkan panglima mereka sebelumnya tidak secepat dan setanggap Bima
Mendengar hal tersebut, Bima merasa senang karena dirinya sudah diakui oleh pasukannya sendiri. Bima pun menceritakan bagaimana dirinya dapat menguasai teknik-teknik dari pasukan Leukosit semasa kanak-kanaknya. Bima menceritakan bagaimana ayahnya membimbingnya dalam ilmu peperangan.
Sampai pada akhirnya, mereka kehabisan energi dan dijemput oleh Vena Cava Inferior. Vena Cava Inferior adalah kendaraan pada bagian bawah kerajaan yang muncul ketika ada bangsa Darah yang sudah kehabisan energinya. Sedangkan untuk bagian atas kerajaan, kendaraan ini disebut Vena Cava Superior.
Mereka kembali ke Kerajaan Jantung dengan memasuki gerbang kanan Ventrikal Dexter.
Setelah memasuki kerajaan, mereka disambut baik dengan yang rakyat kerajaan lainnya.
Bima dan pasukannya disambut dengan sorakan dan senyuman dari rakyat.
Melihat hal tersebut, Raja juga merasa senang karena sudah berhasil membuktikan kepada rakyatnya bahwa beliau tidak memilih panglima yang salah. Raja segera memanggil Bima untuk menyambutnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Bima pun sudah diangkat menjadi Panglima Leukosit secara de jure atau secara pengakuan. Bima juga melakukan janjinya terhadap Kerajaan Jantung bahwa Bima akan selalu setia dan mengabdi pada kerajaan.
Tamat