Senin, 5 Juni 2023
REVIEW JURNAL INTERNASIONAL
REVIEW JURNAL INTERNASIONAL ENERGI DAN LISTRIK PERTANIAN
Dosen Pengampu: Raju, S.TP., M.Si
ANIS DWI SILVIANDARI 200308031
TPB A
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2023
Judul Bio-methanol potential in Indonesia: Forest biomass as a source of bio-energy that reduces carbon emissions.
Jurnal Applied Energy
Penulis Asep S. Suntana, Kristiina A. Vogt, Eric C. Turnblom, dan Ravi Upadhye.
Publikasi 1 November 2009 Volume & Nomor 86 & 0306-2619
Halaman 215-221
Ringkasan Jurnal ini membahas tentang potensi lahan Indonesia yang luas dengan berbagai jenis hutan yang dapat digunakan untuk memproduksi bahan bakar nabati.
Dengan menggunakan biomassa hutan di atas permukaan tanah yang tersedia setiap tahunnya, 40 hingga 168 miliar liter biometanol dapat diproduksi untuk digunakan sebagai bahan bakar transportasi dan/atau memasok sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik. Ketika estimasi ketersediaan biomassa hutan yang lebih rendah digunakan untuk menentukan berapa banyak listrik (metanol yang dimasukkan ke dalam sel bahan bakar) yang dapat diproduksi di Indonesia, lebih dari 10 juta rumah tangga atau sekitar 12.000 desa (20% dari total desa di Indonesia) akan mendapatkan pasokan listrik setiap tahunnya. Jika listrik diproduksi dengan bio-methanol/fuel cell, maka listrik tersebut berpotensi memasok setengah hingga seluruh listrik yang dikonsumsi di Indonesia. Dengan menghasilkan listrik menggunakan bio-methanol/fuel cell dan bukan dari bahan bakar fosil, maka 9 hingga 38% dari total karbon
yang saat ini diemisikan setiap tahunnya di Indonesia dapat dihindari. Adapun tujuan dari jurnal ini ialah untuk mengeksplorasi apakah biomassa hutan yang cukup dan atau limbah hutan yang cukup tersedia untuk dikonversi menjadi bahan bakar cair (yaitu metanol) yang dapat digunakan di masyarakat pedesaan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan sel bahan bakar atau sebagai bahan bakar tambahan pada kendaraan bermotor.
Biometanol dipilih sebagai satu-satunya produk yang dihasilkan dari biomassa karena merupakan bentuk produksi energi yang terdistribusi dan fasilitas co-generasi skala besar bukan merupakan pilihan di daerah pedesaan di Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah analisis heuristik yang digunakan untuk menentukan potensi bio-metanol penghasil listrik sebagai sel bahan bakar dan untuk menghitung jumlah emisi karbon emisi karbon yang dapat dihindari. Kesimpulan pada studi ini ialah sekitar 35% dari total energi yang dikonsumsi di Indonesia berasal dari biomassa. Namun, penggunaan biomassa ini tidak efisien karena sebagian besar dibakar untuk menghasilkan energi sehingga ada kekhawatiran bahwa ketersediaan biomassa tidak akan mencukupi untuk terus menghasilkan energi yang dibutuhkan.
Kelebihan 1. Data yang ada pada jurnal termuat secara baik beserta referensinya.
2. Membahas secara lengkap penggunaan bio-methanol sebagai energi di Indonesia dengan data - data yang mendukung.
3. Peneliti juga memaparkan kesalahan estimasi
biomassa yang digunakan.
Kekurangan 1. Penelitian ini tidak mengukur dampak dari penggunaan bio-metanol sebagai energi alternatif.
2. Tidak adanya rumus perhitungan yang secara gamblang terpapar pada jurnal, sehingga hal ini kurang membantu dalam penelitian berkaitan kedepannya.
3. Kurangnya pemaparan solusi atas kesalahan estimasi biomassa yang digunakan.