• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIROKRASI DAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN

N/A
N/A
thoriq abdillah

Academic year: 2023

Membagikan "BIROKRASI DAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BIROKRASI DAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN Oleh : Moh. Thoriq Abdillah 720112940

Secara bahasa, istilah birokrasi berasal dari bahasa prancis “bureu” yang berarti mengatur atau meja tulis dan dari bahasa yunani “createin” yang berarti mengatur. Pada mulanya, istilah ini di gunakan untuk menunjuk pada suatu sistematika kegiatan kerja yang di atur yang di perintah oleh suatu kantor melalui kegiatan kegitan administrasi. Dalam konsep bahasa inggris secara umum, birokrasi disebut dengan civil service. Selain itu juga sering di sebut dengan public sector, public service atau public administration. Istilah birokrasi sering kali di kaitkan dengan organisasi pemerintah, padahal birokrasi ciptaan Max Weber itu bisa terjadi baik di organisasi pemerintah maupun organisasi non pemerintah. Di suatu perusahaan birokrasi itu bisa terjadi. Demikian pula di suatu organisasi yang besar birokrasi akan terjadi. Dalam dunia pemerintahan konsep birokrasi dimaknai sebagai proses dan sistem yang di ciptakan secara rasional untuk menjamin mekanisme dan sistem kerja yang teratur, pasti dan mudah dikendalikan. Birokrasi merupakan instrumen penting dalam masyarakat yang kehadirannya tak mungkin terelakan. Birokrasi adalah sebuah konsekuensi logis dari

diterimanya hipotesis bahwa negara memiliki misi yaitu untuk mensejahterakan rakyatnya melalui media birokrasi karena itu negara harus terlibat langsung dalam memproduksi barang dan jasa publik yang diperlukan oleh rakyatnya. Negara secara aktif terlibat dalam kehidupan sosial rakyatnya bahkan jika perlu negara yang memutuskan apa yang terbaik bagi rakyatnya. Birokrasi merupakan suatu sistem pengorganisasian negara dengan tugas yang sangat kompleks dan hal ini jelas memerlukan pengendalian operasi manajemen pemerintahan yang baik. Dalam hal ini manajemen pemerintahan baik menjadi indikator utama terciptanya birokrasi yang baik. Menjadi masalah kepada sebuah sistem pelayanan negara ketika sebuah birokrasi tidak diikuti oleh kinerja aparat birokrasi atau pegawai yang bekerja dibawah naungan pemerintah tidak melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, dari hal tersebut sering kali muncul potensi perilaku atau praktek yang mengarah kepada korupsi, kolusi dan nepotisme. Bermula dari kondisi tersebut maka pemerintah pusat maupun daerah perlu melakukan reformasi birokrasi. Menurut salam (2007:176) manajemen pemerintahan adalah upaya instansi pemerintah untuk mengelola negara agar tercapai ketertiban, kesejahteraan, dan kemakmuran Negara. Manajemen Pemerintahan Daerah di Indonesia dilandasi oleh Undang- Undang Dasar 1945 yang memberikan hak otonomi yang luas, nyata, dan bertanggungjawab. Dalam sebuah pemerintahan diperlukan sebuah manajemen atau pengelolaan manajemen yang baik terutama dalam bentuk pelayanan publik. Hal ini dikarenakan semakin kompleks masyarakat, kebutuhan akan barang barang dan jasa publik tidak terbatas. Sehingga sangat diperlukan manajemen pelayanan publik sebagai bentuk evaluasi kualitas organisasi pelayanan baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

(2)

Jika berbicara birokrasi, yang dimana aparatur tersebut dibentuk dengan berorientasi kepada sebuah pelayanan yang baik kepada publik dan kepentingan publik semata. Pemenuhan secara paten hanya kepada kepentingan publik dengan memperhatikan kualitas pelayanannya sudah menjadi kewajiban seorang birokrat agar mendapat tanggapan yang baik dimata masyarakat. Namun hal tersebut tidak sama dengan realita keadaan yang terjadi di lingkungan pemerintahan, tidak

masyarakat yang mengeluhkan pelayanan yang diberikan birokrat sendiri yang dinilai masih kurang baik dan kurang berpihak kepada masyarakat yang artinya sedikit mengabaikan kepentingan masyarakat. kondisi ini memberikan isyarat bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Bukti nyata dari kondisi tersebut yaitu pelayanan yang berbelit belit, kurang efektif dan efisien, lambat, kurangnya informasi yang diberikan kepada masyarakat, disini terlihat bahwa masih rendahnya kualitas pelayanan yang diberikan oleh aparatur pemerintah. Ada beberapa faktor penyebab belum berkualitasnya pelayanan publik yaitu, faktor SDM yang masih kurang memadai, regulasi organisasi birokrasinya, budaya organisasi dan sistem strategi pelayanannya. Dari kondisi ini, adanya menajemen pemerintahan menjadi alasan birokrasi berubah ke arah yang lebih baik yang dimana selama ini dinilai belum bisa memberikan pelayanan yang berkualitas. Maka dari itu manejemen pemerintahan menjadi faktor utama dalam mengatasi permasalahan birokrasi indonesia, karena manejemen pemerintahan sendiri dapat dikatakan sebagai alat untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan, baik dengan sarana dan prasarana yang ada, organisasi sumber dana, maupun sumber daya yang tersedia.

Dengan kata lain, manajemen pemerintahan adalah sebuah upaya didalam suatu organisasi, upaya inilah yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan pemerintah yang mencakup berbagai aspek kehidupan dan penghidupan warga negara dan masyarakatnya. Manejemen pemerintahan juga menyoroti proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. Manajemen

pemerintahan diartikan pada bagaimana secara organisasional untuk mengimplementasikan kebijakan publik. Dengan demikian manajemen pemerintahan lebih terfokus pada alat-alat manajerial, teknis pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk mengubah ide-ide dan kebijakan menjadi program tindakan. Fungsi-fungsi manajemen pemerintahan sendiri adalah : 1. Perencanaan pemerintaha dilakukan untuk mengklarifikasi tujuan organisasi dan menyusun langkah-langkah guna mencapai tujuan (tujuan konkret dan terukur) organisasi.

2. Pengorganisasian sumber- sumber pemerintahan; realisasi (implementasi) langkah-langkah tersebut memerlukan sumber daya, baik SDA, SDM, maupun SDB. Sebelum digunakan, sumber daya harus diorganisasikan agar siap pakai.

3. Penggunaan sumber-sumber pemerintahan; dilakukan untuk menggerakkan sumber-sumber pemerintahan agar mendapatkan hasil-hasil yang sudah ditetapkan.

(3)

4. Kontrol pemerintahan; dilakukan untuk menjamin kesesuaian antara target pada perencanaan dengan hasil yang diperoleh dari penggunaan sumber-sumber pemerintahan tersebut

Referensi

Dokumen terkait

Reformasi birokrasi mutlak harus dilakukan oleh setiap institusi pemerintah namun sebelumnya para pelaksana reformasi birokrasi harus memahami terlebih dahulu apa itu hakikat

Hasil penelitian menunjukan bahwa Birokrasi Publik Kota Kupang memiliki media dalam bentuk kotak saran sebagai sarana pengaduan kepada birokrasi pelayanan perizinan terpadu

Reformasi birokrasi secara umum bertujuan untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik, didukung oleh penyelenggara Negara yang professional, bebas korupsi, Kolusi dan

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengharapkan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk mengikut i Kompetisi lnovasi Pelayanan

Prioritas pembenahan akuntabilitas kinerja birokrasi Pemerintah Kabupaten Boyolali meliputi pembangunan sistem informasi kinerja instansi pemerintah daerah, peningkatan

Model administrasi negara sebagai alat negara dan bukan aparat pemerintah ini dapat dilihat pada administrasi negara Jerman, yang juga dijadikan rujukan oleh Menteri Pemberdayaan

Hasil penelitian menunjukkan rendahnya kualitas layanan publik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh buruknya kinerja birokrasi dimana setiap penyelenggaraan pelayanan publik harus

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perilaku birokrasi yang meliputi orientasi pelayanan, tindakan pegawai, dan solusi pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja