• Tidak ada hasil yang ditemukan

BONTONOMPO KABUPATEN GOWA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "BONTONOMPO KABUPATEN GOWA"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

Penelitian ini merupakan penelitian oleh Sunei Populasr C. Dalam penelitian ini kelompok tani di Kecamatan Bontonompo Kecamatan Gon Kabupaten a.lurnlah. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa mayoritas masyarakat di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa, Kabupaten Bontonompo, adalah petani padi.

RumusanMasaalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Pengertian Harga

Salah seorang ahli mengatakan bahwa harga adalah sejumlah uang (mungkin ditambah lebih banyak barang) yang diperlukan untuk memperoleh kombinasi suatu produk dan jasa yang menyertainya, Stanton (2000). Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang jika memungkinkan) yang diperlukan untuk memperoleh sejumlah kombinasi barang dan jasa (Irham Fahmi, 2017: 185).

Metode Penetapan Harga

Jika pembeli memiliki pilihan untuk membeli barang dan jasa yang sama dengan harga lebih rendah, dia akan melakukannya. Metode penetapan harga ini adalah metode yang paling sederhana di mana penjualan atau produsen menentukan harga jual untuk suatu barang sama dengan total biaya per unit ditambah jumlah keuntungan (margin) yang diinginkan pada masing-masing unit tersebut.

Pengertian Produksi Dan Volume Produksi

  • Definisi Produksi
  • Pengertian Volume Produksi
  • Fungsi Produksi
  • Perencanaan Produksi Dan Menghitung Perencanaan Produksi

Sedangkan menurut Soediono Reksoprayitno (2000) produksi adalah jumlah produksi yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu sebagai penggunaan sejumlah faktor produksi dalam proses produksi selama jangka waktu yang sama. Tenaga kerja sebagai faktor produksi sebagaimana tersebut di atas merupakan unsur modal dalam sektor pertanian.

Pengertian Biaya Produksi

Konsep biaya

Biaya tenaga kerja adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan tenaga kerja per orang per satuan waktu. Bagi para ekonom, upah pekerja merupakan biaya eksplisit, dengan asumsi upah yang dibayarkan sama dengan upah yang diterima pekerja ketika bekerja.

Biaya ekonomi penggunaan peralatan modal bukanlah berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk menggunakannya, tetapi berapa pendapatan yang diperoleh jika mesin tersebut disewakan kepada pengusaha lain. Cash of pack, yaitu biaya tetap yang harus dibayar setiap periode dari bunga yang tidak dapat ditangguhkan, misalnya gaji manajemen puncak.

Produksi, Produktivitas, dan Biaya

Pengertian Penjualan Dan Jumlah Penjualan .1. Apa yang dimaksud dengan penjualan

  • Jenis-jenis penjualan
  • Manajemen penjualan
  • Pengertian Voleme Penjualan
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan

Volume penjualan adalah penjualan yang dinyatakan dalam jumlah penjualan, jumlah unit fisik atau jumlah uang yang ingin dicapai. Simamora, Hendry mendefinisikan volume penjualan sebagai berikut: volume penjualan adalah jumlah unit produk dan jasa yang dapat dijual.

Penelitian Terdahulu

  • Rifky Rahman (2006)
  • Rary Nilasari Rauf (2004)
  • Nani (2001)
  • Anwar (2000)
  • Inne Hernawaty (2000)

Hal ini menunjukkan bahwa penentuan harga jual yang tepat dan sesuai dalam perusahaan sangat diperlukan agar dapat menjamin keuntungan yang maksimal. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa harga jual berpengaruh negatif atau lemah terhadap volume penjualan di perusahaan UD. Jika hasil analisis terkait penetapan harga jual menunjukkan bahwa harga jual sebelum penetapan adalah Rp 19.

Dengan menentukan harga jual, maka harga jual per lembar saham paling tidak sama dengan harga jual pesaing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara harga jual yang ditetapkan perusahaan dengan tingkat volume penjualan sebesar 92%, yang berarti bahwa kenaikan harga jual akan mendorong peningkatan volume penjualan.

Kerangka Pemikiran

Hubungan Antara Harga Dengan Penjualan Gabah

Menurut Hanafie (2010), istilah penawaran dalam ilmu ekonomi berarti jumlah barang tertentu yang bersedia dijual dengan berbagai kemungkinan harga dalam jangka waktu tertentu, ceteris. Tawaran menunjukkan jumlah (maksimum) yang bersedia dijual pada tingkat harga yang berbeda atau pada harga berapa (minimum) yang masih mendorong penjual untuk menawarkan jumlah barang yang berbeda. Rasio antara harga per satuan dan jumlah yang akan dijual dirumuskan dalam hukum penawaran: ceteris paribus, produsen atau penjual cenderung memproduksi dan menawarkan lebih banyak pada harga tinggi daripada pada harga rendah.

Seperti halnya hukum permintaan, hukum penawaran pada hakekatnya adalah suatu hipotesa yang menyatakan bahwa: hubungan antara barang yang ditawarkan dengan harga barang tersebut adalah dimana hubungan tersebut berbanding terbalik yaitu: apabila harga naik atau naik maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah dan sebaliknya jika harga barang turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan berkurang. Dari penjelasan hukum penawaran antara harga dan volume penjualan, penelitian Rifky Rahman (2006) menunjukkan bahwa harga jual berpengaruh positif dan kuat terhadap volume penjualan kopi pada perusahaan kopi setia di Makassar.

Hubungan Antara Jumlah Produksi Dengan Penjualan Gabah Faktor-faktor yang memperngaruhi penawaran menurut Daniel (2004),

Hubungan Antara Biaya Produksi Dengan Penjualan Gabah Perusahaan atau produsen membutuhkan berbagai factor produksi untuk

Peningkatan hasil produksi dan biaya produksi yang lebih rendah akan menyebabkan jumlah barang yang dipasok untuk suatu barang meningkat. Kemudian kemajuan teknologi juga dapat mempengaruhi kegiatan produksi yaitu dalam menekan biaya produksi sehingga persediaan barang meningkat. Dengan demikian jika biaya produksi petani di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa rendah maka total produksi mereka akan meningkat dan.

Dari penjelasan di atas juga dapat dilihat melalui peneliti terdahulu yang telah meneliti pengaruh biaya produksi terhadap volume penjualan. Kesimpulan dari analisis statistik adalah H0 ditolak, Ha diterima yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara biaya produksi dengan volume penjualan.

HipotesisS

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh biaya produksi terhadap volume penjualan digunakan alat analisis sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan negatif antara variabel bebas dan variabel terikat, artinya semakin tinggi biaya produksi yang dikeluarkan maka semakin rendah penjualan yang diperoleh perusahaan. Diduga harga dapat mempengaruhi jumlah gabah yang dijual petani di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Besarnya produksi diduga dapat mempengaruhi jumlah gabah yang dijual petani di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.

Diduga biaya produksi mempengaruhi jumlah gabah yang dijual petani di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Lokasi penelitian ini akan dilakukan di desa-desa yang terdaftar dan memiliki kelompok tani di Kecamatan Bontonomopo Kabupaten Gowa.

Metode Pengumpulan Data

Jenis Dan Sumber Data 1. Jenis data

Populasi dan Sampel 1. Populasi

MetodeAnalisis

  • Analisi Regresi Linear Berganda
  • Uji Validitas dan Reabilitas 1. Uji Validitas
  • Analisis Koefisien Determinasi (R 2 )
  • Uji f (Uji Serempak)
  • Uji t (Uji Parsial)

Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner tersebut dapat mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji reliabilitas ini akan dapat menunjukkan konsistensi jawaban responden yang terdapat dalam kuesioner. Berdasarkan hasil regresi berganda, selanjutnya dapat dianalisis koefisien determinasi (R2), yaitu koefisien determinasi parsial untuk mengukur secara terpisah pengaruh variabel independen (X1, X2 dan X3) terhadap variabel Y, dengan menggunakan program SPSS di komputer.

Tujuan dari uji f ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas secara bersama-sama yaitu untuk mengetahui pengaruh dan tingkat signifikansi digunakan α = 0,1 atau 10% melalui program SPSS versi 16.0. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Definisi Operasional

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Bontonompo Selatan, sebelah barat dengan kecamatan Bajeng Barat dan Galesong, sebelah utara dengan kecamatan Bajeng.

Deskripsi Data

Dari data diatas terlihat bahwa jumlah produksi gabah di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa dari 74 kelompok tani yang dijadikan sampel adalah sebesar 3.553 ton dan sangat bervariasi antar kelompok tani yang dipengaruhi oleh banyak faktor seperti luas lahan yang ditanami, biaya tanam dan biaya pemeliharaan hingga masa panen sangat berpengaruh. Dari jumlah produksi yang dihasilkan tidak semuanya akan dijual, namun dari beberapa jawaban petani menjawab hanya sebagian dari hasil panen yang akan dijual karena akan dikonsumsi sendiri dan yang dijual hanya untuk menutupi biaya yang dikeluarkan selama proses produksi gabah, dan ada juga yang menjawab bahwa banyaknya gabah yang terjual dipengaruhi oleh harga gabah di pasaran.

Karakteristik Responden

  • Jenis Kelamin
  • Usia
  • Pendidikan terakhir
  • Lama kerja

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa dari 74 kelompok petani yang dijadikan sampel dalam penelitian ini, terdapat 8 responden yang berusia 25-35 dengan persentase 11%, sedangkan yang berusia 36-45 sebanyak 34 orang atau 46%, dan yang berusia 46-60 sebanyak 32 orang atau 43%. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kelompok tani di Kabupaten Gowa Kabupaten Bontonompo berumur 36-45 tahun yaitu 34 orang atau 46% dan yang berumur 46-60 tahun masing-masing 32 orang atau 43%. Berdasarkan tabel 4.4 diperoleh hasil pendidikan terakhir responden yaitu dengan pendidikan terakhir SD responden sebanyak 27 orang dengan prosentase 36%, pendidikan terakhir gimnasium rendah 13 orang atau 18%, kemudian dengan pendidikan terakhir SMA sebanyak 34 orang atau dengan prosentase 46%.

Pendidikan terakhir responden yang mendominasi dalam penelitian ini adalah dengan pendidikan menengah sebanyak 34 orang atau 46%. Dari tabel 4.5 terlihat responden sudah lama bekerja sebagai petani, dan diketahui lama kerja responden bervariasi dari 5-10 tahun sebanyak 5 orang dengan persentase 7%, 11-20 tahun sebanyak 38 orang atau 51%, kemudian 21-40 tahun sebanyak 31 orang atau 4%.

Uji Validitas dan Reliabilitas .1 Uji Validitas

  • Uji Reliabilitas

Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas untuk variabel X di atas, 5 item indikator memiliki nilai Cronbach's Alpha mendekati 0,6 yaitu 0,597. Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas untuk variabel X di atas, 5 item indikator memiliki nilai Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,6 yaitu 0,754. Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas untuk variabel X di atas, 5 item indikator memiliki nilai Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,6 yaitu sebesar 0,638.

Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas variabel Y di atas, 7 item indikator memiliki nilai Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,6 yaitu sebesar 0,698.

Tabel 4.6  Hasil Uji Validitas  Variabel  Item  Corrected
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas Variabel Item Corrected

Hasil Pengujian Hipotesis

  • Analisis Regresi Linear Berganda
  • Analisis Koefisien Determinasi (Adjusted R2) Tabel 4.12
  • Uji F
  • Uji t

0,230 yang berarti bahwa variabel Harga, Jumlah Produksi dan Harga Pokok Produksi secara bersama-sama mempengaruhi variabel kuantitas penjualan terigu sebesar 23,0%. Dasar pengambilan keputusan adalah jika Fhitung > Ftabel (2,163) dan nilai sig < 0,1 maka dapat dikatakan variabel X berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y atau dengan kata lain H2 diterima. Dasar pengambilan keputusan adalah jika thitung > tabel (1,293) dan nilai sig < 0,1 maka dapat dikatakan variabel X berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y atau dengan kata lain H1 diterima.

Hasil pengujian dengan SPSS untuk variabel biaya produksi (X3) pada tingkat penjualan gabah (Y) diperoleh thitung = 3,056 dengan tingkat signifikansi 0,003. Artinya variabel biaya produksi (X3) berpengaruh signifikan terhadap jumlah penjualan gabah (Y), sehingga hipotesis (H1) diterima.

Tabel 4.13  Hasil Uji F
Tabel 4.13 Hasil Uji F

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Harga, Jumlah Produksi, Dan Biaya Produksi Berpengaruh Secara Simultan Terhadap Tingkat Gabah yang Dijual
  • Harga, Jumlah Produksi, Dan Biaya Produksi Berpengaruh Secara Parsial Terhadap Tingkat Penjualan Gabah
  • Variabel yang Paling Berpengaruh Dominan Terhadap Minat Beli Konsumen

Lahan/lahan, pengairan, modal, tenaga kerja dan keterampilan merupakan aspek variabel kuantitas produksi yang berhasil mempengaruhi tingkat penjualan gabah di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengaruh modal, tenaga kerja, jam kerja dan kuantitas produksi yang berpengaruh positif terhadap pendapatan di UD. Teknis warga Nagar, menurut variabel harga, jumlah produksi yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan di UD.

Pandangan petani di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa mengenai harga, jumlah produksi dan biaya produksi sangat penting dalam strategi penjualan beras petani. Dapat disimpulkan bahwa semua variabel berpengaruh terhadap jumlah gabah yang terjual, namun variabel yang paling dominan terhadap jumlah gabah yang terjual adalah variabel biaya produksi dengan nilai t hitung sebesar 3,056.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Produksi (X2) namun semua variabel bebas berpengaruh positif terhadap keputusan petani menjual gabah di Kecamatan Bontonmpo Kabupaten Gowa. Tesis, konsentrasi manajemen bisnis dan perdagangan internasional di Sekolah Tinggi Nobel Ekonomi Indonesia, Makassar.

Kuesioner Penelitian

Jumlah Produksi(X2)

Biaya Produksi(X3)

Tingkat Gabah Yang Dijual

Gambar

Gambar 1.Kerangka Pemikiran Penelitian Tahun 2018.
Tabel 3.1   Daftar Sampel
Tabel 3.2  Defenisi Operasional
Tabel 4.6  Hasil Uji Validitas  Variabel  Item  Corrected
+5

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan variabel produk, pelayanan, harga dan keputusan pembelian brand ARMS

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara Profitabilitas, Leverage dan Likuiditas terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur