• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAMA & PENYAKIT TANAMAN PADI

N/A
N/A
08112067317

Academic year: 2023

Membagikan "HAMA & PENYAKIT TANAMAN PADI "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan hidayah-Nya, Penyusun dapat menyelesaikan buklet untuk dipergunakan dalam

(2)

penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan judul HAMA

& PENYAKIT TANAMAN PADI”.

Buklet ini merupakan media untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian untuk meningkatkan pengetahuan ketrampilan dan sikap para petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani agar dapat mengetahui mengenai hama dan penyakit pada tanaman padi dan cara penanggulangannya agar tidak mengalami kegagalan panen atau hasil prosuksi yang rendah akibat serangan hama dan penyakit.

Penyusun menyadari bahwa buklet ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat Penyusun harapkan demi perbaikan karya-karya berikutnya. Semoga buklet yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi pembaca terutama bagi para petani, kelompok tani maupun gabungan kelompok tani.

Cijulang, Desember 2022

Penulis,

i

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI... ii

I. Tikus ... 1

II. Keong Mas ... 3

III. Penggerek Batang... 5

IV.Wereng Batang Coklat ... 7

V. Tungro ... 12

VI. Hawar Bakteri (Hb-Bacterial Blight) ... 14

VII. Penyakit Blas ... 16

DAFTAR PUSTAKA ... 19

Tikus (Rattus argentiventer (Rob. & Kloss))

(Foto : diperta.jabar.go.id)

Tikus (Rattus argentiventer (Rob. & Kloss)) merusak tanaman padi pada semua tingkat pertumbuhan, dari semai hingga panen, bahkan di gudang penyimpanan. Kerusakan parah terjadi jika tikus menyerang padi pada fase generatif, karena tanaman sudah tidak mampu membentuk anakan baru. Tikus merusak tanaman padi mulai dari tengah petak, kemudian meluas ke arah pinggir.

HAMA TIKUS (rattus argentiventer) merupakan hama yang paling menjengkelkan karena sulit diberantas. Tikus merupakan binatang bersifat jera hama, yaitu tidak akan memangsa umpan beracun yang sama bila ia pernah memakannya. Perkembangbiakannya pun sangat cepat.

Dalam setahun sepasang tikus mampu beranak hingga 1.270ekor.Tikus menyerang tanaman padi mulai dari yang masih di persemaian, stadia vegetatif sampai setelah membentuk biji. Artinya, tikus sangat menyukai daun, batang, maupun biji padi. Dalam pengendaliannya, sebaiknya dilakukan dengan cara-cara terpadu.

ii

(4)

Tikus menyerang padi pada malam hari. Pada siang hari, tikus bersembunyi di dalam lubang pada tanggul-tanggul irigasi, jalan sawah, pematang, dan daerah perkampungan dekat sawah. Pada periode bera, sebagian besar tikus bermigrasi ke daerah perkampungan dekat sawah dan kembali lagi ke sawah setelah pertanaman padi menjelang fase generatif.

Gejala Serangan Tikus Pada Padi

• Pada tanaman muda, bagian tengah petakan tampak gundul karena batang-batang padi dipotong dan dimakan tikus.

• Pada fase bunting, malai muda di bagian tengah petakan dimakan melalui kelopak daun. Kadang-kadang bagian tanaman tidak diputuskan semuanya sehingga tampak dari jarak jauh daun-daun berwarna kuning kecokelatan seperti terserang sundep, wereng batang, atau terserang penyakit.

• Saat bulir padi mendekati masak, tikus akan memotong dan meleng-kungkan tanaman, kemudian memakan bulirnya.

Cara pengendalian

Kendalikan tikus pada awal musim tanam sebelum memasuki masa reproduksi. Kegiatan tersebut meliputi gropyok masal, sanitasi habitat, pemasangan TBS (Trap Barrier System) / Sistem Bubu Perangkap) dan LTBS (Linear Trap Barier Sistem). Gropyok dan sanitasi dilakukan pada habitat-habitat tikus seperti sepanjang tanggul irigasi, pematang besar, tanggul jalan, dan batas sawah dengan perkampungan. Pemasangan bubu perangkap pada pesemaian dan pembuatan TBS dilakukan pada

daerah endemik tikus untuk menekan populasi tikus pada awal musim tanam.

Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck)

(Foto : green.kompasiana.com)

Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) diperkenalkan ke Asia pada tahun 1980-an dari Amerika Selatan sebagai makanan potensial bagi manusia. Namun, kemudian keong mas menjadi hama utama padi yang menyebar ke Filipina, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Keong mas memakan tanaman padi muda serta dapat menghancurkan tanaman pada saat pertumbuhan awal.

Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata) adalah salah satu hama yang mengakibatkan tingginya resiko gagal panen pada tanaman padi. Hama ini memakan batang dan daun padi. Keong mas memakan tanaman padi muda serta dapat menghancurkan tanaman pada saat pertumbuhan awal.

Gejala Serangan Keong Mas

Biasanya menyerang pada tanaman padi yang masih muda berumur 10 -20 hari, proses penyerangannya lebih banyak beraktivitas hari, meninggalkan serangan berupa lender

3

(5)

dan tanaman yang dilewati akan rusak.

Cara pengendalian

Saat-saat penting untuk mengendalikan keong mas adalah pada 10 hari pertama untuk padi tanam pindah dan sebelum tanaman berumur 21 hari pada tabela (tanam benih secara langsung).

Semut merah memakan telur keong, sedangkan bebek (dan kadang-kadang tikus) memakan keong muda. Bebek ditempatkan di sawah selama persiapan lahan tahap akhir atau setelah tanaman tumbuh cukup besar (misalnya 30-35 hari setelah tanam)

 Pungut keong dan hancurkan telurnya. Hal ini paling baik dilakukan di pagi dan sore hari ketika keong berada pada keadaan aktif. Tempatkan tongkat bambu untuk menarik keong dewasa meletakkan telurnya.

 Tempatkan dedaunan dan pelepah pisang untuk menarik perhatian keong agar pemungutan keong lebih mudah dilakukan.

 Keong bersifat aktif pada air yang menggenang/ diam, perataan tanah dan pengeringan sawah yang baik dapat menekan kerusakan. Buat saluran-saluran kecil (misalnya, lebar 15-25 cm dan dalam 5 cm) untuk memudahkan pengeringan dan bertindak sebagai titik fokus untuk mengumpulkan keong atau membunuh keong secara manual. Pengeringan dan pengaliran air ke sawah dilakukan hingga stadia anakan (misalnya, 15 hari pertama untuk tanam pindah dan 21 hari pertama untuk tabela).

Penggerek Batang

(Foto : litbang.pertanian.go.id)

Penggerek batang adalah hama yang ulatnya hidup dalam batang padi. Hama ini berubah menjadi ngengat berwarna kuning atau coklat; biasanya 1 larva berada dalam 1 anakan. Ngengat aktif di malam hari. Larva betina menaruh 3 massa telur sepanjang 7-10 hari masa hidupnya sebagai serangga dewasa. Massa telur penggerek batang kuning berbentuk cakram dan ditutupi oleh bulu-bulu berwarna coklat terang dari abdomen betina. Setiap massa telur mengandung sekitar 100 telur.

Gejala Serangan Penggerek Batang

• Kerusakan timbul karena batang padi digerek oleh larva hingga putus

• Pada fase vegetatif disebut sundep dengan ciri matinya tunas tanaman padi

• Pada fase generatif disebut “beluk” dengan ciri malai/buah padi berwarna putih/hampa

• Tanda tertentu ditunjukkan oleh adanya larva dalam batang

4

(6)

Cara pengendalian

 Lindungi agen pangendalian hayati Untuk melindungi musuh alami penggerek batang, jangan gunakan pestisida berspektrum luas

 Sayat ujung helaian daun sebelum tanam pindah.—Telur- telur penggerek batang kuning diletakkan dekat ujung helaian daun. Dengan menyayat bibit sebelum tanam pindah, pengalihan telur dari persemaian ke sawah dapat dikurangi.

 Tanam belakangan (sedikit terlambat) untuk menghindari ngengat penggerek batang kuning.

 Varietas tahan—Beberapa varietas seperti PB36, PB32, IR66, dan IR77 mampu menghasilkan anakan baru sehingga mengkompensasi anakan yang mati.

 Jemur atau hamparkan jerami di bawah sinar matahari untuk membunuh larva yang ada.

 Jaring larva penggerek batang pada daun yang mengapung dengan jaring.

 Olah dan genangi sawah setelah panen.

 Menggunakan insektisida sistemik baik granular maupun emulsi dengan memperhatikan resiko kesehatan dan lingkungan.

Wereng Batang Coklat (WBC)

Wereng batang coklat

(WBC) merupakan hama

utama yang menyerang padi sangat membahayakan dan sulit dikendalikan karena :

1. Hama perusak tanaman padi karena mengisap cairan padi secara langsung

2. Merupakan Vektor penular penyakit kerdil rumput atau kerdil hampa

3. Hama yang mampu beradaptasi dengan cepat pada berbagai lingkungan sehingga sifat ini menimbulkan ledakan populasi yang sangat dahsyat dan mengakibatkan menurunnya produksi secara drastis.

Wereng batang coklat (WBC) berkembang biak sangat cepat. Serangga dewasa mampu menghasilkan sampai 600 butir telor. Siklus hidup sekitar 28 hari, stadium telur sekitar 8 hari, nimfa 18 hari, dewasa sekitar 10 hari. Laju perkembang biakan pada varietas rentan pada lingkungan yang optimum dalam satu musim tanam dapat mencapai 500 kali dari populasi generasi awal. Nimfa mengalami

5 6

7

(7)

lima kali pergantian kulit (instar), dan dapat berkembang menjadi dua bentuk wereng dewasa yaitu bentuk bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brahiptera).

Munculnya makroptera umumnya terjadi pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan yaitu pada kepadatan populasi yang tinggi dengan makanan yang kurang mencukupi. Adanya wereng bentuk makroptera merupakan penyesuaian untuk migrasi karena kepadatan populasi yang tinggi dan kurangnya makanan. Wereng batang coklat menyerang tanaman pada bagian batang atau pelepah daun padi pada semua fase pertumbuhan tanaman.

Penyebab Timbulnya Serangan Wereng Batang Coklat 1. Pada kondisi lingkungan yang cocok (varietas padi rentan dan

iklim yang mendukung), WBC berkembang biak sangat cepat dan sangat tinggi

2. Penanaman varietas yang rentan dan pola tanam yang tidak teratur (tanam tidak serempak), sangat memicu perkembangan dan penyebaran WBC

3. Penggunaan insektisida yang tidak bijaksana, tidak memenuhi enam tepat (T) (tepat jenis, konsentrasi, dosis, volume semprot, cara, waktu dan sasaran), menyebabkan wereng menjadi kebal dan terbunuhnya musuh alami sehingga wereng cepat

berkembang

4. Tidak dilakukannya monitoring atau pemantauan populasi secara rutin sehingga tindakan pengendalian terlambat dilakukan Gejala Serangan Wereng Batang Coklat

 Akibat serangan WBC, daun dan batang tanaman menjadi berwarna kuning, kemudian berwarna coklat, dan akhirnya seluruh tanaman mengering seperti disiram air panas (hopperburn)

 WBC juga dapat menularkan penyakit virus kerdil hampa dan kerdil rumput

o Tanaman yang terkena virus kerdil hampa menjadi kerdil, bagian daun seperti terpuntir, pendek, kaku dan berlekuk- lekuk, anakan bercabang dan malai hampa.

o Tanaman yang terkena virus kerdil rumput menjadi kerdil, beranakan banyak, daun menjadi pendek dan tidak keluar malai

Pengendalian Wereng Batang Coklat Pra tanam dan Pesemaian

 Persiapan benih bermutu, bersertifikat, varietas tahan WBC setempat

 Eradikasi/sanitasi lingkungan dari sisasia tanaman dan singgang terserang WBC, kerdil hampa, dan kerdil rumput

 Tebar benih/pesemaian setelah keadaan lingkungan bersih dari sumber penularan WBC, kerdil hampa dan kerdil rumput

 Amati adanya wereng imigran dengan lampu perangkap, bila ada populsi imigran, buat pesemaian 15 hari setelah terjadinya puncak imigran pertama atau 15 hari setelah puncak imigran yang ke dua

 Lakukan secara serempak

 Pengamatan populasi WBC sejak awal di pesemaian

 Aplikasi insektisida dengan bijaksana berdasarkan hasil monitoring

 Manfaatkan pestisida nabati/musuh alami/agens hayati dari awal

Fase Tanaman Muda sampai tanaman menjelang panen

8

(8)

 Tanam secara serempak varietas tahan WBC setempat dengan system legowo dan hindari menanam varietas rentan

 Amankan tanaman muda yang ada (gerakan pengendalian secara serempak/berjamaah)

 Pengamatan intensive terutama thd pop wc pada tanaman muda

 Kendalikan pada saat ada imigran wereng makroptera yang pertama (generasi nol =G0), dan saat generasi ke satu (G1) yaitu nimfa-nimfa keturunan wereng imigran (G0)

 Aplikasi insektisida dengan bijaksana berdasarkan hasil monitoring

 Manfaatkan pestisida nabati/musuh alami/agens hayati dari awal

 Semprot dengan insektisida imidakloprid, fipronil, theametoxam, buprofein, atau insektisida butiran pada tanaman muda secara bijaksana (memenuhi syarat 6 T), pada saat populasi lebih dari 3 ekor per rumpun pada tanaman berumur kurang dari 40 HST, atau pada saat populasi lebih dari 5 ekor per rumpun pada saat tanaman berumur lebih dari 40 HST.

 Seringkali aplikasi insektisida tidak efektif dan tidak efiseien disebabkan aplikasi insektisida sudah terlambat yaitu dilakukan pada saat populasi sudah terlampau tinggi, kesalahan memilih insektisida dan teknik aplikasi (tidak memenuhi syarat 6 T)

 Sanitasi selektif /eradikasi tanaman yang terserang WBC berat dan tanaman bergejala penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa

Pelestarian Musuh Alami WBC

 Jangan menyemprot insektisida jika tidak perlu, apabila terpaksa harus menyemprot dengan insektisida,

lakukan dengan cara yang bijaksana yaitu penuhi syarat-syarat 6 T, karena penyemprotan insektisida yang tidak perlu dan tidak bijaksana akan menyebabkan terbunuhnya musuh alami.

 Banyak musuh alami WBC yang cukup efektif menekan perkembangan populasi WBC antara lain jenis laba- laba, kumbang Coccinelid, Ophionea, dan Paederus, kepik Cyrtorhinus, predator yang hidup di air, parasite telur seperti Anagrus, Oligosita, dan Gonatocerus, parasite nimfa dan dewasa antara lain Elenchus, dan Pseudogonatopus, dan jamur pathogen serangga seperti Beauveria dan Metharhizium.

9

(9)

Tungro

Tungro adalah penyakit virus pada padi yang biasanya terjadi pada fase pertumbuhan vegetatif dan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan berkurangnya jumlah anakan.

Pelepah dan helaian daun memendek dan daun yang terserang berwarna kuning sampai kuning- oranye. Daun muda sering berlurik atau strip berwarna hijau pucat sampai putih dengan panjang berbeda sejajar dengan tulang daun. Gejala mulai dari ujung daun yang lebih tua.

Daun menguning berkurang bila daun yang lebih tua terinfeksi. Dua spesies wereng hijau Nephotettix malayanus dan N.virescens adalah serangga yang menyebarkan (vektor) virus tungro.

Ciri-ciri :

• Disebabkan oleh virus

• Gejala serangan tungro berupa pertumbuhan terhambat,kerdil,dan jumlah anakan berkurang.

• Daun menguning sampai jingga mulai dari pucuk pada daun kedua

• Tanaman muda lebih rentan

• Penyebaran serangan oleh wereng hijau

• Tanaman sakit menghasilkan gabah yang lebih sedikit

• Serangan berat bisa mengakibatkan puso

Cara pengendalian

° Penggunaan varietas tahan. Penggunaan varietas tahan seperti Tukad Unda, Tukad Balian, Tukad Petanu, Bondoyudo, dan Kalimas merupakan cara terbaik untuk mengendalikan tungro. Rotasi varietas penting untuk mengurangi gangguan ketahanan.

o Pembajakan di bawah sisa tunggul yang terinfeksi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sumber penyakit dan menghancurkan telur dan tempat penetasan wereng hijau.

° Cabut dan bakar tanaman yang sakit. Ini perlu dilakukan kecuali bila serangan tungro sudah menyeluruh. Mencabut tanaman yang terinfeksi dapat mengganggu wereng hijau sehingga makin menyebarluaskan infeksi tungro.

° Tanam benih langsung (Tabela): Infeksi tungro biasanya lebih rendah pada tabela karena lebih tingginya populasi tanaman (bila dibandingkan tanam pindah). Dengan demikian wereng cenderung mencari dan makan serta menyerang tanaman yang lebih rendah populasinya.

° Waktu Tanam: Tanam padi saat populasi wereng hijau dan tungro rendah.

° Tanam serempak: Upayakan petani tanam serempak. Ini mengurangi penyebaran tungro dari satu lahan ke lahan lainnya karena stadium tumbuh yang relatif seragam.

° Bera atau rotasi. Pertanaman padi terus- menerus akan meningkatkan populasi wereng hijau sehingga sulit mencegah infeksi tungro. Adanya periode bera atau tanaman lain selain padi dapat mengurangi populasi wereng hijau dan ketersediaan inang untuk virus tungro.

11 12

(10)

Hawar Bakteri (HB-Bacterial blight)

Hawar Bakteri (HB) atau Hawar Daun Bakteri (HDB) merupakan penyakit yang dapat menginfeksi bibit dan tanaman tua yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv.

Oryzicola. Bila Hawar Bakteri terjadi pada tanaman muda disebut kresek dan bila terjadi pada tanaman tua disebut hawar daun. Tanaman yang terinfeksi kehilangan areal daun dan menghasilkan gabah yang lebih sedikit dan hampa. Pada pembibitan, daun yang terinfeksi berubah hijau keabu-abuan menggulung dan akhirnya mati.

Cara pengendalian :

 Gunakan varietas tahan. Ini adalah cara yang paling efektif dalam mengendalikan penyakit. Pemupukan berimbang. Penyakit semakin parah bila pupuk N dipakai secara berlebihan, tanpa P dan K.

 Kurangi kerusakan bibit dan penyebaran penyakit.

Infeksi bibit terjadi melalui luka dan kerusakan bagian tanaman. Penanganan yang buruk atau angin kencang dan hujan dapat menyebabkan tanaman sakit. Penyakit menyebar melalui kontak langsung antara daun sehat

dengan daun sakit melalui air dan angin.

 Kurangi penyebaran penyakit dengan, penanganan bibit secara baik waktu tanam pindah, pengairan dangkal pada persemaian, dan membuat drainase yang baik ketika genangan tinggi.

 Kurangi jumlah inokulum. Pertahankan kebersihan sawah, buang atau bajak gulma, jerami yang terinfeksi, ratun padi yang dapat menjadi sumber inokulum.

 Keringkan sawah. Upayakan sawah bera mengering untuk membunuh bakteri yang bertahan dalam tanah atau sisa tanaman.

(Foto : bebeja.com)

13

14

(11)

PENYAKIT BLAS (Pyricularia oryzae Cav)

Penyebab penyakit blas adalah jamur patogen Pyricularia oryzae Cav. (dulu jamur ini juga sering disebut sebagai Pyricularia grisea). Penyakit ini dapat menginfeksi tanaman pada stadia vegetatif maupun generatif.

Gejala Penyakit Blas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyakit Blas

Kebanyakan orang masih sulit membedakan gejala penyakit blas dengan gejala penyakit lainnya yang hampir mirip dengan penyakit blas, antara lain penyakit bercak coklat (disebabkan oleh Helminthosporium oryzae) dan penyakit stuckburn (disebabkan oleh Alternaria padwickii).

Gejala penyakit blas dapat timbul pada daun, batang, bunga, malai dan biji dan jarang sekali terdapat pada upih daun. Gejala blas lebih sering muncul di daun (leaf blast) dan leher malai (neck blast).

Gejala pada daun berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing.

Ukuran bercak dapat mencapai panjang 1 – 1,5 cm dan lebar 0,3 – 0,5 cm.

Apabila serangan berat pada leaf blas atau gejala muncul pada persemaian dapat menyebabkan kerdil (stunting) dan bahkan kematian pada tanaman.

Pada daun tua bercak agak kecil dan lebih bulat, sehingga mirip dengan bercak coklat (Helminthosporium oryzae).

Selain menyerang pada daun, penyakit blas dapat menyerang pada leher malai (neck rot/neck blast). Gejala yang dijumpai adalah busuknya ujung tangkai malai (neck rot). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa. Pada gabah yang sakit terdapat bercak-bercak kecil yang bulat.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyakit Blas

 Pemberian pupuk Nitrogen yang berlebihan dapat menyebabkan lemahnya jaringan tanaman sehingga spora jamur dapat dengan mudah menginfeksi jaringan.

 Kelembaban udara, lamanya pengembunan, hembusan angin, air hujan dan suhu lingkungan disekitar pertanaman.

Kelembaban dan suhu lingkungan dapat mempengaruhi perkecambahan dari spora, sedangkan angin berpengaruh terhadap pemencaran spora. Suhu optimum yang dibutuhkan perkecambahan spora dan pembentukan apresorium adalah 25-30 o

 Penanaman dengan jarak tanam yang terlalu rapat.

15

16

(12)

 Pemupukan yang tinggi tanpa menggunakan pupuk Kalium dapat menciptakan berkembangnya penyakit blas pada leher malai.

Pengendalian Penyakit Blas

 Menggunakan benih sehat dan tidak menggunakan benih yang berasal dari daerah endemis penyakit blas, sebaiknya dilakukan pemilihan benih dan seed treatment.

 Penanaman dengan jajar legowo 2:1 dapat menciptakan kondisi mikro pertanaman yang tidak terlalu lembab dan aerasi yang baik sehingga membuat kondisi yang tidak kondusif bagi perkembangan jamur patogen penyakit.

DAFTAR PUSTAKA http://balitpa.litbang.deptan.go.id;

htpp://www.puslittan.bogor.net; www.litbang.deptan.go.id;

Sudir,NS..Balai Besar Penelitian Tanaman Padi http://cybex.pertanian.go.id/

17 18 19

Referensi

Dokumen terkait

Serangga merupakan kelompok hewan yang paling banyak merusak tumbuhan, diantaranya wereng coklat (Nilapavarta), wereng hijau (Nepholettix nigropictus), wereng punggung

Variabel pengamatan meliputi populasi wereng batang coklat, musuh alami wereng batang coklat, intensitas serangan, pertumbuhan tanaman padi, anakan produktif,

Daftar Pertanyaan Untuk Mengetahui Gejala/Tanda/Ciri Pada Tanaman Padi Yang Terindikasi Serangan Hama Wereng Coklat, Hama Walang Sangit, Hama Putih Palsu, Hama

Melakukan pengamatan dini dan rutin pada persemaian maupun pertanaman, bila ditemukan rumpun yang menunjukkan gejala serangan virus kerdil rumput segera dieradikasi dengan

2 perkembangannya saat terjadi ledakan yang menimbulkan puso/mati terbakar (hopperburn). Wereng coklat menyerang langsung tanaman padi dengan mengisap cairan sel

Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah bercak berwarna coklat, berbentuk oval sampai bulat, berukuran sebesar biji wijen, pada permukaan daun (GB. 61), pada pelepah, atau

Tanaman padi yang rentan terserang wereng coklat adalah tanaman padi yang dipupuk dengan unsur N terlalu tinggi dan jarak tanam yang merupakan kondisi yang disenangi

Wereng batang coklat berkembangbiak secara sexual, masa pra penelusuran 3-4 hari untuk brakiptera (bersayap kerdil) dan 3-8 hari untuk makroptera (bersayap panjang). Telur