BUDIDAYA TANAMAN OBAT RIMPANG
TUTI SETYANINGRUM
PENERAPAN SOP
Era pasar global
perdagangan komoditas pertanian, khususnya komoditas yg berhubungan langsung dg kesehatan manusia (biofarmaka), menghadapi persaingan yang semakin ketat dari negera-negara produsen lainnya
► tarif, persyaratan mutu, keamanan pangan, sanitary dan phytosanitary.
Departemen Pertanian dg masyarakat Pertanaman Biofarmaka Indonesia menyusun ketentuan cara berproduksi Tanaman
Biofarmaka yg baik & benar, mengacu kepada ketentuan GAP yang
Good Agriculture Practices (GAP) Tanaman Biofarmaka
suatu sistem memproduksi komoditas biofarmaka yang bermutu tinggi, terjamin, aman, efisien,
berwawasan lingkungan dan dapat dirunut kembali asal usul yang dilalui (traceability) sebelum
diperdagangkan dan digunakan.
Pelaksanaan penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Tanaman
► untuk merespon preferensi masyarakat dunia yang mulai
menghendaki produk-2 alami bebas residu pestisida dan pupuk
Tujuan penerapan Pedoman Budidaya yang Baik Tanaman Biofarmaka:
1. Meningkatkan produksi dan produktifitas Tanaman Biofarmaka;
2. Meningkatkan mutu hasil Tanaman Biofarmaka termasuk keamanan konsumsi Tanaman Biofarmaka;
3. Meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing Tanaman Biofarmaka;
4. Memperbaiki efisiensi penggunaan sumberdaya alam;
5. Mempertahankan kesuburan lahan, kelestarian lingkungan dan sistem produksi yang berkelanjutan;
6. Mendorong petani dan kelompok tani untuk memiliki sikap mental yang bertanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan, kesehatan dan
keamanan diri dan lingkungan;
7. Meningkatkan peluang dan daya saing penerimaan oleh pasar internasional maupun domestik;
8. Memberi jaminan keamanan terhadap konsumen.
SOP ( Standard Operating Procedure )
dalam pertanian/hortikultura
• implementasi atau operasionalisasi dari GAP, merupakan acuan pelaksanaan kegiatan proses
produksi, yang memuat keterangan/ instruksi kerja yang meliputi semua proses produksi (pra tanam – pasca panen).
• disusun berdasarkan kondisi riel di lapangan serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan
(stakeholders) yang bergerak dibidang pengembangan hortikultura
Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
1.SOP Budidaya Lidah buaya (Aloe vera) Pontianak 2.SOP Budidaya Temulawak Kabupaten Sukabumi 3.SOP Budidaya Kunyit Karanganyar
4.SOP Budidaya Kapulaga Kabupaten Sukabumi 5.SOP Budidaya Budidaya Jahe
Contoh
BUDIDAYA TANAMAN OBAT
RIMPANG
10 jenis tanaman rimpang berkhasiat obat, yang sering digunakan:
1. Jahe (Zingiber officinale)
2. Kunyit (Curcuma domestica Val.) 3. Kencur (Kaempferia galanga L.)
4. Laos/Lengkuas (Languas galanga stuntz.) 5. Lempuyang (Zingiber zerumbert)
6. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb ) 7.Temuireng (Curcuma aeroginosa Roxb.)
8. Temukunci (Boesenbergia pandurata Roxb.) 9. Temugiring (Curcuma heyneana Val.)
10. Temu Mangga (Curcuma Mangga Val.)
1. Jahe
(Zingiber officinale)
nama daerah: jae (Jawa), jahe (Sunda), Jhai (Madura), jahi
(Lampung), bahing (Batak karo), pase (Bugis) dan melito (Gorontalo).
Jenis jahe yang dikenal di Indonesia:
jahe emprit, jahe gajah dan jahe merah.
Kandungan bahan aktif: minyak atsiri 2 – 3%, zingberin, kamfena, borneol, sineol, zingeberal, geranipl, gingerin, gingerol.
Umbi jahe mengandung senyawa oleoresin, lebih dikenal sebagai gingerol yang bersifat sebagai antioksidan.
► komponen bioaktif antipenuaan.
Komponen bioaktif jahe berfungsi melindungi lemak/membran dari oksidasi, menghambat oksidasi
kolesterol, dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Khasiat: obat batuk, influenza, demam, menambah nafsu makan, memperkuat lambung, obat eksim, rematik, syaraf muka, lecet, luka karena tikaman benda tajam, terkena duri, jatuh, gigitan ular , menyembuhkan sesak dada dan
memperbaiki pencernaan.
Contoh :
untuk ramuan obat Masuk angin ambil jahe yang tua sebesar ibu jari, cuci bersih dan memarkan lalu direbus dengan air dua gelas, tambahkan gula aren secukupnya, kemudian didihkan lebih kurang 1/4 jam. Angkat dan minum hangat-hangat.
2. Kunyit
(Curcuma domestica Val.)
nama daerah: kunyit ( Malayu), hunik (Batak), kunyir (Sunda), kunir (Jawa) dan Temu koneng (Madura).
kandungan bahan aktif: curcumin, minyak atsiri, phellan-drene,
sabinene, cineol, borneol,
zingeberenne, turmeron, camphene, camphor, caprillic acid,
methoxinnamic acid, dan zat warna alkaloid cur-cumid.
Khasiat bahan aktif: membersihkan &
mempengaruhi bagian perut,
melepaskan kelebihan gas di usus, menghentikan pendarahan, mencegah pengentalan darah, anti gatal, anti kejang, menyembuhkan hidung yang tersumbat, radang amandel, radang rahim, anemia, tekanan darah tinggi, rematik, disentri dan cacar.
3. Kencur
(Kaempferia galanga L.)
► istilah Jawa,
nama daerah lain: Ceuko (Aceh), Keciwer
(Batak), Cakue (Padang, Cikur (Sunda), Cekuh (Bali) dan Asauli (Ambon).
termasuk kerabat jahe-2an (familia Zingiberaceae),
Kandungan bahan aktif: pati (4,14%), mineral (13,73%), minyak astiri (0,02%) berupa sineol, asam metal kanil, penta dekaan, asam
cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, asam anisic dan alkaloid.
Khasiat: sebagai obat batuk, kembung, mual masuk angin, masalah pencernaan, anti
implamasi, antiseptik, antipasmodik, mengobati sakit gigi, mengeluarkan dahak, tetanus,
keracunan tempe bongkrek, jamur, sakit kepala, bisul, nyeri gigi dan menambah daya tahan
4. Laos/Lengkuas
(Languas galanga stuntz.)
nama daerah: Langkueneh (Aceh), Langkuweh (Padang), Laja (Sunda), Laos (Jawa, Bali), dan Lingkawas (Manado)
Kandungan bahan aktif: minyak asiri, minyak alpinen, methyl cinnamate, kamfer, eugenol (pemberi cita rasa pedas)
Manfaat selain sebagai penyedap
masakan: digunakan sebagai obat anti bakteri (sebagai obat penyakit kulit seperti kodis koreng dan borok), obat gosok penghangat badan, pelancar kemih, penguat empedu, obat tetes telinga, memperbaiki pencernaan, mengeluarkan lendir dari saluran napas, sakit kepala, nyeri dada, meningkatkan nafsu makan,
meredakan kolik atau perut mulas, diare dan obat anti mual.
5. Lempuyang
(Zingiber zerumbert)
nama daerah: Lempuyang gajah
(Jawa) dan Lempoyang paek (Madura)
Kandungan bahan aktif: minyak asiri (terdiri dari zerumbon, pinen, alfa kariofilen, kamfen, sineol dan
limonen). Flavonoid dan saponin.
Khasiat dari bahan aktif: Zerumbon, senyawa yang berkhasiat sebagai anti kejang, dapat digunakan sebagai obat bisul, kaki bengkak, peluruh angin, peluruh batu ginjal dan empedu, kencing batu, diare berlendir dan menambah nafsu makan.
6. Temulawak
(Curcuma xanthorrhiza roxb )
termasuk keluarga Jahe (zingiberaceae),
tanaman obat asli Indonesia, dengan nama daerah: Temulawak (Jawa), Koneng gede (Sunda) dan Temulabak (Madura)
➢ digunakan untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal- pegal.
➢ juga bisa dimanfaatkan untuk
menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan
meningkatkan daya kekebalan tubuh
➢ Khasiat lainya: mengobati limpa, ginjal, pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin maag, produksi ASI, memperbaiki nafsu makan, sembelit, sariawan dan jerawat
7.Temuireng
(Curcuma aeroginosa Roxb.)
keluarga zingiberaceae
nama daerah: temu erang (Melayu), koneng hideung (Sunda), temu ireng (Jawa), temo ereng (Madura), temu ireng (Bali).
Kandungan bahan aktif: minyak asiri, tanin, kurkumol, kurdion,
kurkumalakton, germakron, kurkumin, zat pati, damar, dan zat warna biru.
Khasiat: meningkatkan nafsu makan, melancarkan keluarnya darah kotor setelah melahirkan, mengobati
penyakit kulit, memperbaiki
pencernaan, sariawan, batuk, sesak napas, cacingan, dan menstimulasi kerja lambung.
8. Temukunci
(Boesenbergia pandurata Roxb.)
nama daerah: tamu kunci
(Minangkabau), temu kunci (Melayu), kunci (Jawa), temu kunci
(Sunda),dumu kunci (NTT), tumbu kunci (Ambon), tamputi (Ternate).
Kandungan bahan aktif: minyak atsiri (terdiri dari kamfer, sineol, metil sinamat, dan hidromirsen), damar, pati, saponin, flavonoid pinostrolerin, dan alipinetin.
khasiat: obat masuk angin, perut
kembung, sukar buang air kecil, gatal- gatal, keputihan, panas dalam,
tuberculosis, obat kanker,
asma,radang amandel, penyakit kuning, radang usus buntu, radang rahim, sembelit,nyeri perut,trakoma, borok gatal, gigi,demam nifas,dan disentri.
9. Temugiring
(Curcuma heyneana Val.)
Kandungan bahan aktif: minyak asiri, amilum, damar, flavonoida, tanin, zat pahit dan senyawa kurkumin yang dapat memberi warna kuning.
Khasiat sebagai obat: penenang, peluruh cacing, kulit terkelupas, mendinginkan badan, membersihkan darah, disentri, penyakit kulit, bau badan, dan bahan kosmetik
10. Temu Mangga
(Curcuma Mangga Val.)
termasuk satu famili dengan jahe (Zingiberaceae).
Tren kembali ke alam
➢memberikan pengaruh terhadap
meningkatnya konsumsi produk dengan kandungan herbal.
• Bukti: maraknya fenomena perkembangan industri jamu, obat herbal, dan kuliner dengan produk olahan bumbu instan
berbahan herbal. memberikan peluang
besar bagi
berkembangnya usaha
budidaya tanaman herbal khususnya jenis rimpang seperti jahe, kunyit,
Untuk pemula:
luasan lahan ekonomis untuk memulai usaha budidaya tanaman herbal jenis rimpang:
500 m2 untuk skala kecil dan 1 ha untuk skala besar,
dengan jarak tanam ideal 40 cm x 40 cm, 50 cm x 50 cm, 60 cm x 60 cm, dan 50 cm x 60 cm.
Luasan lahan ◄
tanaman herbal jenis rimpang diperbanyak dengan rizhome (rimpang).
Budidaya tanaman herbal jenis rimpang ini sangat mudah
➢kunci penting: pemilihan bibit.
bibit dipilih terlebih dahulu dalam bentuk rimpang di atas umur 1 tahun dan bebas hama penyakit.
Bibit dan pembibitan ◄
Hindari langsung menanam potongan bibit rimpang ke lahan, karena kita tidak tahu apakah bibit akan tumbuh dengan
baik dan serempak.
Penyemaian bibit.
• Rimpang yang telah dipotong-potong diletakkan di tempat gelap.
• Tak perlu menggunakan media tanam, cukup ditutup dengan jerami lembab.
• Jika tidak ada jerami juga bisa hanya ditaruh di tempat lembab, atau jerami bisa diganti dengan pasir lembab yang sudah dibasahi air.
• Setelah 1 bulan, tumbuh tunas 3-5 cm dan bibit siap ditanam.
• Penyakit yang menyerang tidak banyak
• jenis penyakit yang paling membahayakan: penyakit yang
disebabkan oleh Pseudomonas (bakteri penyebab kebusukan)
➢ tanaman akan busuk, dan jika terserang sulit ditanggulangi.
• Upayakan melakukan pencegahan, misalnya dalam memotong bibit menggunakan pisau steril yg telah dicelupkan ke dalam larutan Dithane.
➢ Cara lain: mengosongkan lahan (bera) sementara waktu
Pemeliharaan ◄
Ciri tanaman herbal jenis rimpang yang siap panen:
• daun-daunnya sudah mengering sebagai pertanda sudah matang fisiologis.
➢ Saat itu hasil panen sangat cocok untuk industri jamu, karena kadar zat kimianya paling optimal.
Panen ◄
Budidaya tanaman rimpang terbilang cukup lama:
butuh waktu 6 bulan sampai 1 tahun.
• menanam di daerah sedang dengan ketinggian 300-800 mdpl dan pemberian pupuk kandang yang cukup intensif sekitar 25-30 ton pupuk/ha selama fase pemeliharaan dari mulai tanam
➢ teknologi yang bisa diterapkan untuk mempercepat masa pertumbuhan tanaman dan panen
➢ pemberian bahan organik yang cukup tinggi membuat
tekstur tanah gembur dan tanaman ini bisa tumbuh subur, rimpang menjadi banyak dan cepat besar.
Pada pemeliharaan intensif, tiap ha lahan bisa dipanen rimpang sebanyak 15-20 ton (biasanya petani baru sanggup panen sebanyak 10-12 ton/ha).
Pemberian bahan organik dinilai sangat penting untuk pertumbuhan rimpang.
Selama budidaya, tanaman bisa diberikan pupuk organik (pupuk kandang sapi, limbah kulit kopi, kotoran cacing, arang sabut kelapa dan bokashi) 1 kg/tanaman atau
pupuk bio/probiotik (mikoriza, Azospirillum lipoferum, Azotobacter beijerinckii, Aeromonas punctata dan Asper- gilus niger) dg dosis 1 liter dilarutkan dalam 200 liter air saat penanaman.
SOP TANAMAN KENCUR
( TANAMAN OBAT RIMPANG )
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL BUDIDAYA KENCUR
Otih Rostiana, Rosita SMD, dan Mono Rahardjo
http://balittro.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2013/06/2- Kencur.pdf