• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku 6: Indonesia dalam Sajak dan Lirik Lagu

N/A
N/A
عادل الحداد

Academic year: 2024

Membagikan "Buku 6: Indonesia dalam Sajak dan Lirik Lagu"

Copied!
142
0
0

Teks penuh

Dengan demikian, pengajaran kebudayaan melalui karya sastra setidaknya memiliki tiga manfaat: (1) peserta didik mengetahui kebudayaan Indonesia yang tercermin dalam karya sastra; (2) siswa mengetahui karya sastra Indonesia yang spektrumnya cukup luas; Selain itu, mempelajari karya sastra merupakan kegiatan untuk mendorong dan mengembangkan siswa agar mampu berpikir kritis. Di bawah ini beberapa contoh kegiatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan berpikir kritis melalui karya sastra.

FOKUS

AWAL

KEHIDUPAN

Bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di lubang pohon Tarra lalu ditutup dengan ijuk. Semakin tinggi status sosial keluarga, maka semakin tinggi pula kedudukan anak yang dikuburkan di batang pohon Tarra. Oleh karena itu upacara pernikahan mereka disebut dengan rampanan kapa tana bulbaan atau juga pernikahan rampo allo.

MASA KECIL

Sejak 2011, saat mulai bekerja, ia sudah banyak menyanyi di konser dalam dan luar negeri. Dalam perjalanan, mereka menyanyikan sebuah lagu: "Ular naga itu panjangnya bukan kepalang, ia selalu berjalan dengan gembira di sini, mencari umpan yang enak, yang tertinggal." Ketika nyanyian selesai, penjaga menangkap satu orang dan dia keluar dari sana. garis. Pernahkah Anda atau siapa pun dalam hidup Anda menerima telepon buruk dari teman-teman Anda?

MEMBANGUN

RUMAH TANGGA

Menurut anda apa makna pernikahan seorang laki-laki tuli dan istrinya yang buta dalam puisi tersebut? Sedangkan pengantin pria Jawa menghiasi kerisnya dengan karangan bunga melati yang disebut roncean gut-usus. Pada bab ini Anda juga akan mengenal sistem sosial yang ada di Indonesia yaitu Rukun Tetangga (RT).

MENGGAPAI

Pada bab ini Anda akan membaca cerita pendek berjudul “Ratih” karya Seno Gumira Ajidarma tentang perpindahan.

MIMPI

Orang tuanya tidak pindah ke kompleks apartemen yang lebih elit dan bergengsi, hanya karena Ratihova tidak ingin lepas dari sungai yang membelah kompleks tempat mereka tinggal. Sepanjang musim kemarau, permukaan air sungai sangat rendah sehingga banyak masyarakat yang dapat menangkap ikan dengan mudah. Ratih mengenal tempat ini sebagaimana ia mengenal sungai ini, maka ia langsung menuju ke sana, meski pandangannya tajam ke segala sisi sungai.

Di antara kantong plastik, kaleng Coca-Cola, botol Aqua, tutup televisi, sandal jepit, dan eceng gondok, ia melihat sesosok mayat. Saat ia lahir, tentu ibunya tidak menyangka bahwa anak yang dikandungnya suatu saat akan menjadi mayat yang terapung di sungai dan dilihat oleh seorang gadis bernama Ratih. Memang ada mayat di sungai, lewat di depan rumah kami, sekarang tersangkut di seberang, yang banyak sampah.”

Tahukah kamu, aku sempat melihat sesosok mayat dan tak seorang pun akan percaya, ketika dia masih kecil, siapa yang akan percaya?" Ia pun mengatakan bahwa iring-iringan pasukan kerajaan dari dasar laut melewati sungai dengan kereta emas. Setelah dua berjam-jam mencari dari berbagai sudut, mereka sepakat bahwa mayat itu tidak ada.

Malam itu, sebelum dia tidur, dia berkata kepada ibunya, "Mak, jom kita gerak, Ratih benci sungai."

DONGENG PERANTAU

Pada bab ini Anda akan membaca salah satu mitos yang berasal dari Indonesia yaitu mitos Sang Kuriang. Ketika beranjak dewasa, Sang Kuriang tanpa sadar kembali ke tempat kelahirannya dan bertemu dengan seorang putri cantik. Saat sang putri yang tak lain adalah Dayang Sumbi menyisir rambut Sang Kuriang, ia menyadari bahwa ksatria di sampingnya sebenarnya adalah putranya.

Pada akhirnya Dayang Sumbi menerima tawaran Sang Kuriang dengan satu syarat, Sang Kuriang harus membangun sebuah telaga dan perahu sebelum matahari terbit. Apa yang raja iblis katakan untuk meyakinkan Sang Kuriang bahwa cahaya yang memancar bukanlah cahaya fajar. Inilah celah di tanganku. Ujungnya mengarah ke dadaku. Tuan, beranikah kamu menyentuhku. Tuan, Anda akan tahu konsekuensinya. KURIANG: lebih kuat dari tanganku untuk menentukan keputusan. Lemparkan garpu sebelum pelayan memegangnya.

Kisah Sang Kuriang dan Dayang Sumbi sangat menarik di Jawa Barat karena kronologinya sesuai dengan kronologi meletusnya Gunung Sunda, terbentuknya Danau Bandung Purba, dan lahirnya Gunung Tangkuban Perahu. SEORANG ANAK HILANG Di tengah hari yang panas, sebuah perahu muncul di danau. Ibu yang khawatir itu pergi ke pantai dan berlari menyambut anak yang telah lama ditunggu-tunggu itu. Perahu itu menjadi nyata. Mata dipenuhi air mata. Anak itu datang dari luar negeri. Rasanya seperti turun ke bawah dan dipeluk oleh ibuku. Ayah duduk di tengah rumah. Sepertinya dia tidak peduli. Dia sedang menunggu anak di sebelah ibunya. Gundah. Anak yang hilang kini telah kembali. Tidak ada yang tahu lagi. Berapa banyak panen yang terjadi? Apa yang telah terjadi.

Coba bayangkan apa yang mungkin dialami anak tersebut di luar negeri dan apa yang mungkin dia rasakan ketika kembali.

JATI DIRI

Wak Katok menjadi pemimpin rombongan, beliau adalah orang tua dan ditakuti, guru Pencak Sutan, Talib, Sanip dan Buyung. Namun setelah satu persatu anggota kelompoknya menghilang, Wak Katok mengusir Sanip, Buyung dan Pak Haji. Kini ia menyadari bahwa Wak Katok adalah pembunuh Pak Haji dan nyatanya ia siap membunuh mereka bertiga dengan cara menggiring mereka ke dalam hutan yang gelap.

Saat Sanip sedang mengikat Wak Katok, Buyung memadamkan api lain yang telah dibuat Wak Katok. Ketika Wak Katok terbangun dari pingsannya, dia mencoba untuk duduk, namun tidak dapat menggerakkan tangan dan kakinya, dan kemudian menyadari bahwa dia terikat. Oh, jadi kalian pikir, kalian berdua pemuda yang tidak mengerti apa-apa, kalian akan berhasil menangkap Wak Katok.

Jika Wak Katok memukul mereka dengan kata-kata itu, maka Buyung dan Sanip akan pucat pasi dan gemetar ketakutan. Namun Wak Katok tidak tinggal diam dan terus mengancam mereka dengan berbagai hukuman santet yang dahsyat dan mengerikan. Kakinya diikat, kemudian Buyung dan Sanip menyandarkannya pada sebuah pohon, dan sebelum Wak Katok menyadari apa yang mereka lakukan padanya, Buyung dan Sanip telah mengikat tubuhnya pada pohon tersebut.

Menurut anda, mengapa Buyung dan Sanip tidak lagi percaya kepada jampi dan azimat dari Wak Katok.

MENEBUS DOSA

Mencari sumbangan tidaklah mudah, dan Haji Brahim tidak mengizinkan pengelola mencari sumbangan di jalan - seperti yang dilakukan banyak orang. Haji Brahim masih berdoa sambil kedua orang itu menghitung uang amal yang masuk hari itu. Sesaat kemudian, salah satu dari mereka, melihat betapa sulitnya sang nenek melakukan pekerjaan sederhana tersebut, menghampiri dan membujuk sang nenek untuk berhenti.

Namun Nenek tetap memunguti dedaunan yang berserakan hingga hampir menutupi permukaan halaman. Di matanya, sang nenek sepertinya ingin bersaksi di depan ribuan surat kabar bahwa dia sedang mencari cara untuk memaafkan. Dan sang nenek masih tetap di tempatnya, nyaris tidak bergerak, memungut dedaunan yang selalu berguguran di halaman.

Sejurus subuh, Mijo yang hendak azan subuh menyedari nenek masih melakukan pergerakan yang sama. Kerana tidak semua orang tahu siapa keluarga nenek itu, akhirnya diputuskan nenek itu akan dikebumikan di halaman belakang masjid. Mungkin dia memang berdosa besar – mengikut pengakuannya kepada saya,” Haji Brahim memberitahu saya suatu ketika dahulu.

Allah Yang Maha Kuasa menghendaki, apa saja yang Dia kehendaki, bagaimana jika tidak diberikan kepadanya?” kata Haxhi Brahimi dengan tenang.

DI BALIK

Anda akan menemukan kisah seorang tokoh yang orang tuanya harus bercerai sehingga ia hanya diasuh oleh ibunya. Anda juga akan mengetahui bagaimana karakter tersebut membayangkan sosok ayahnya yang telah lama meninggalkan dirinya dan ibunya.

PERCERAIAN

Linda juga merupakan salah satu penerima penghargaan dari Kusala Sastra Khatulistiwa pada tahun 2004 atas buku cerita pendeknya yang berjudul Kuda Terbang Maria Pinto. Enam tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2010, ia kembali meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa atas buku cerita berjudul “Rahasia Selma”. Menurut Anda, apakah pengorbanan ibu sebagai orang tua tunggal dalam cerita tersebut pantas diterapkan dalam kehidupan saat ini?

Gamelan terdiri dari alat musik tradisional seperti rebab, bonang dan gong yang dimainkan secara harmonis. Pernyataan “kegaduhan besar” dalam cerpen ini mengacu pada peristiwa Gerakan 30 September atau dikenal dengan G30S/PKI. Orang tua tunggal yang membesarkan anaknya hingga dewasa digambarkan memiliki semangat yang kuat dan tabah.

Fikirkan kisah dari sejarah, filem, atau kehidupan anda sendiri tentang perjuangan ibu bapa tunggal membesarkan anak.

BERJUANG UNTUK

Perjuangan Munir untuk mendapatkan kebenaran merupakan bentuk perjuangan yang mengutamakan kepentingan bersama, dalam hal ini masyarakat luas. Dalam bentuk yang lebih mendasar, banyak hal yang dilakukan untuk kepentingan bersama, seperti kerja sama dalam pengelolaan air.

MASYARAKAT

Ratusan puisi telah ia hasilkan yang terkumpul dalam beberapa kumpulan puisi, antara lain Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (1988), Antologi Puisi Tadarus (1990), Pahlawan dan Tikus (1993), Rubaiyat Angin dan Rumput (1994) dan Wekwekwek (1995). ). ). Selain itu, ia juga menulis prosa yang dikumpulkan dalam buku Nyamuk Perkasa dan Waspada Manusia (1990). Kau melindungi yang lemah dan terbuang. Di tengah kemewahan yang angkuh, kesederhanaanmu menjadi kemewahan. Kemewahan yang terlihat.

Keagungan Anda memancarkan cinta kemanusiaan yang sejati. Di tengah kepengecutan yang kehilangan akal, keberanianmu menjadi anggun dan suci. Tidak ada yang bisa mengekang dan menghentikanmu kecuali Yang Maha Kuasa, Tuhan dan sumber kekuatanmu. Kalau iman itu kamu, maka apa yang dikatakan kiai itu ada benarnya. Subak biasanya memiliki pura yang khusus dibangun oleh pemilik tanah dan petani dan diperuntukkan bagi dewi kemakmuran dan kesuburan Dewi Sri.

Anda juga akan diperkenalkan dengan berbagai upacara kematian yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Ngaben.

MENUJU DUNIA

Padahal, di masa krisis seperti sekarang, kereta api menjadi pilihan utama meski harga tiketnya sangat mahal. Bagaimana menurut kalian, karena tiket pesawat itu luar biasa mahalnya, bisa dibilang tidak masuk akal, dan tiket kereta api yang mahal itu tidak ada apa-apanya. Sebuah kereta berwarna perak muncul begitu saja dari arah Kali Koda dengan pancaran sinarnya yang cemerlang seolah-olah itu adalah kereta kerajaan entah dari mana.

Keretapi ini bukanlah kereta api diesel tetapi lokomotif biasa yang selalu merengus, tetapi keretapi ini sungguh menawan. Setiap petang kereta api sentiasa muncul, dengan atau tanpa penumpang, ia berhenti. Pramugari bersiap sedia di depan pintu, jika tiada penumpang, kereta api bergerak semula selepas mendengar wisel daripada kakitangan, meninggalkan asap arang batu berkepul-kepul ke langit.

Setiap saya ke Jogja dan pulang ke Jakarta naik kereta api, saya selalu memperhatikan kereta tujuan Negeri Senja. Setiap senja saya mengamati peron tempat orang-orang yang siap berangkat ke Twilight Land menunggu kereta. Saya ingin bertanya kepada salah satu dari orang-orang itu, tetapi platform itu eksklusif untuk pemegang tiket Land of Twilight.

Selama ini lebih banyak orang yang datang ke stasiun ini memilih ke Jakarta dibandingkan ke Negeri Senja.

Referensi

Dokumen terkait

ASN Unggul Nasional wajib miliki Personal Branding : FERIZAL “SANG PELOPOR SASTRA NOVEL DOKTER GIGI INDONESIA” ... Ferizal merupakan ‘Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia’. Beliau telah menerbitkan 14 Novel tentang Dokter Gigi, yakni : 1. Novel Pertarungan Maut Di Malaysia. 2. Novel Ninja Malaysia Bidadari Indonesia 3. Novel Superhero Malaysia Indonesia ( Kisah Profesi Dokter Gigi Merangkum Seni, Estetika dan Kesehatan ). 4. Novel Garuda Cinta Harimau Malaya 5. Novel Ayat Ayat Asmara ( Kisah Cinta Ferizal Romeo dan Drg.Diana Juliet ). 6. Novel Dari PDGI Menuju Ka’bah ( Kisah Pakar Laboratorium HIV Di Musim Liberalisasi ). Novel ini kemudian di daur ulang menjadi Novel “Inovasi Difa atau Dokter Vivi dan Ferizal Legenda Puskesmas” ( ISBN: 978-602-474-892-0 Penerbit CV. Jejak ) 7. Novel Laskar PDGI Bali Pelangi Mentawai ( Kisah Drg.Ferizal Pejuang Kesgilut ). 8. Novel Drg.Ferizal Kesatria PDGI ( Kisah Tokoh Fiktif Abdullah Bin Saba’, dan Membantah Novel The Satanic Verses karya Salman Rushdie ) 9. Novel “Dokter Gigi PDGI Nomor Satu (Kisah Keabadian Cinta Segitiga Drg.Ferizal SpBM, Drg Diana dan Dokter Silvi )” ... Buku ini di daur ulang menjadi Novel berjudul : "Warisan Budaya Akreditasi Puskesmas Indonesia : Sastra Novel Dokter Gigi" ( ISBN :: 978-602-5627-37-8 Penerbit :: Yayasan Jatidiri Bandung ) 10. Novel Demi Kehormatan Profesi Dokter Gigi ( Kisah FDI World Dental Federation Seribu Tahun Tak Terganti ) 11. Novel Dokter Gigi Bukan Dokter Kelas Dua ( Kisah Superioritas Dokter Gigi Pejuang Kesgilut ) 12. Novel “Sastra Novel Dokter Gigi Warisan Budaya Indonesia Modern” ( Kisah “Sastra Novel Dokter Gigi” Membuktikan Profesi Dokter Gigi Tidak Sebatas Gigi Dan Mulut Saja ) … ( ISBN :: 978-602-562-731-6 Penerbit Yayasan Jatidiri Bandung ) 13. Novel “Sastra Novel Dokter Gigi Warisan Budaya Akreditasi Puskesmas Nusantara” ( Kisah Drg.Diana dan Ferizal Lambang Cinta PDGI )... ISBN: 978-602-474-495-3 Penerbit CV. Jejak 14. Novel "Indonesia 2030 Menjawab Novel Ghost Fleet" . Fakta hukum bahwa Ferizal merupakan ‘Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia’ tidak terbantahkan, misalnya dapat dilihat melalui 6 buku berikut ini : a. Buku berjudul : “Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia”, Penerbit Yayasan Jatidiri, dengan ISBN : 978-602-5627-08-8. b. Buku berjudul : “Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi NKRI”, Penerbit CV. Jejak, ISBN : 978-602-5675-02-7 c. Buku berjudul : “Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Kedokteran Gigi Indonesia”, Penerbit CV. Jejak, ISBN : 978-602-5675-24-9 d. Buku berjudul : "Ferizal Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Republik Indonesia" ( ISBN: 978-602-5769-65-8), Penerbit : CV. Jejak. e. Buku: “SEJARAH KEDOKTERAN GIGI, VAKSINASI COVID-19, PERPUSTAKAAN NASIONAL DAN FERIZAL” f. Buku berjudul : “FERIZAL PENGGAGAS INOVASI KAMPUNG CYBER PHBS SANDOGI ( Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia )” . Ferizal merupakan ‘Sang Pelopor Sastra Novel Dokter Gigi Indonesia’, karya-karya Beliau beraliran Romantisme Aktif, juga beraliran Filsafat Intuisionisme. Beliau telah menerbitkan 14 novel mempesona tentang Dokter Gigi. Total ada 18 buku sastra dan 2 buku ilmiah yang pernah