• Tidak ada hasil yang ditemukan

SLIDE PENGAJARAN BIPA BUDAYA

N/A
N/A
deni karsana

Academic year: 2023

Membagikan "SLIDE PENGAJARAN BIPA BUDAYA "

Copied!
37
0
0

Teks penuh

Kebudayaan merupakan suatu cara hidup yang dikembangkan dan dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang dan diwariskan secara turun-temurun. Menurut E.B Taylor, kebudayaan adalah keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moralitas, hukum, adat istiadat, serta kemampuan dan kapasitas lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Menurut Linton, kebudayaan adalah keseluruhan sikap dan pola tingkah laku serta pengetahuan yang merupakan kebiasaan yang diwariskan dan dimiliki oleh anggota masyarakat tertentu.

Jadi kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan mencakup gagasan-gagasan yang terkandung dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari. Pembentuk Sikap dan Perilaku: bertindak sebagai mekanisme pembuat makna dan kontrol yang mengarahkan dan membentuk sikap dan perilaku individu. Identitas budaya berarti suatu watak khusus yang melekat pada suatu kebudayaan sehingga dapat dibedakan antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.

Biasanya kepercayaan ini muncul dari amanat nenek moyang terdahulu yang mempercayai suatu kegiatan yang lazim dilakukan oleh suatu budaya tertentu. Tanpa adanya rasa aman dari para pelaku kegiatan budaya, mereka tidak akan terus menerus melakukan hal-hal yang dianggap negatif dan tidak aman. Dalam hal ini, tidak jarang terjadi diskriminasi terhadap sebagian orang yang berkelakuan kurang baik menurut orang disekitarnya, hal ini pada umumnya merupakan hal yang lumrah dalam budaya orang tersebut.

Asimilasi kebudayaan adalah bercampurnya dua kebudayaan yang disertai hilangnya ciri-ciri kebudayaan aslinya, sehingga terbentuklah.

TUJUH UNSUR BUDAYA

Menurut Koentjaraningrat, unsur budaya seperti bahasa akan diwariskan kepada generasi mendatang dengan menggunakan bahasa. Menurut Koentjaraningrat, sistem pengetahuan yang merupakan bagian dari unsur kebudayaan berkaitan dengan peralatan hidup dan sistem teknologi, karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan nyata dalam gagasan manusia. Menurut Koentjaraningrat, sistem pengetahuan yang menyusun unsur-unsur kebudayaan sangatlah luas karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya.

Namun yang dipelajari dalam antropologi menurut unsur budaya menurut Koentjaraningrat adalah bagaimana ilmu pengetahuan manusia digunakan untuk bertahan hidup. Menurut Koentjaraningrat, setiap unsur kebudayaan selalu mempunyai pengetahuan tentang segala sesuatu yang ada disekitarnya. Menurut Koentjaraningrat, satuan sosial dan unsur kebudayaan yang paling mendasar adalah keluarga, keluarga inti terdekat, dan keluarga lainnya.

Selanjutnya menurut Koentjaraningrat, unsur kebudayaan tersebut dimaksudkan agar masyarakat terbagi dalam tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial. Menurut Koentjaraningrat, kelima sistem penghidupan yang merupakan unsur budaya merupakan bentuk penghidupan manusia yang paling tua dan banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakat pada masa lalu. Kajian antropologi memahami unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat yang berupa agama tidak dapat dipisahkan dari emosi keagamaan.

Dalam unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat yang berupa sistem keagamaan, ada tiga unsur lain yang harus dipahami selain emosi keagamaan, yaitu sistem. Dalam kajian antropologi kontemporer terdapat kajian tentang budaya visual yang merupakan unsur-unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat yaitu analisis budaya.

Wujud Budaya di Indonesia Menurut Koentjaraningrat

Tujuan mempelajari sastra adalah untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa asing, tentang budaya Indonesia, karena karya sastra mengandung nilai-nilai pribadi, budaya, sosial, dan estetika. Dengan mengapresiasi karya sastra, siswa akan mengenal dan memahami budaya Indonesia serta memperkaya kompetensi berbahasanya. Tentu saja karya sastra yang cukup panjang hanya memuat bagian-bagian yang berpotensi mempunyai nilai budaya saja.

Selain itu, kajian karya sastra merupakan kegiatan yang mendorong dan mengembangkan berpikir kritis pada siswa. Dengan menggunakan karya sastra, guru dapat membantu siswa mengamati hubungan antar peristiwa, membuat kesimpulan atau kesimpulan, menganalisis peristiwa, mengidentifikasi bukti, dan lain-lain. Siswa juga diajak untuk memberikan penilaian terhadap penggunaan bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan gagasan atau pesan.

Artinya, para pembaca – dalam hal ini pelajar – harus terbiasa bertanya terlebih dahulu sebelum menyepakati makna atau pesan yang dibacanya dari karya sastra. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini mengundang siswa untuk terlibat secara kritis dan mencegah mereka membuat penilaian yang terburu-buru. Berpikir kritis mengajak siswa untuk tidak langsung menilai apa yang disajikan (at face value).

Misalnya, mereka mungkin diminta membaca kutipan dari teks sastra dan mengidentifikasi tema dan makna yang mendasarinya. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam kegiatan ini antara lain: a) siswa membaca teks yang akan dibahas terlebih dahulu dan sebaiknya. menandai bagian-bagian yang dianggap penting dari teks yang dibacanya; Anda dapat menandai tiga pertanyaan terbaik (dalam hal ini Anda harus sudah memiliki gambaran pertanyaan apa yang baik, misalnya pertanyaan yang mengandung kata tanya mengapa atau bagaimana daripada menanyakan kata-kata menggunakan apa, kapan dan di mana) dan diskusikan bagaimana pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang unsur-unsur budaya dalam karya tersebut.

Meski terkesan berat dan sulit, namun mengevaluasi kegiatan merupakan salah satu keterampilan berpikir kritis yang dapat dilatih. Kegiatan ini akan mengajak siswa untuk berani mengemukakan pendapat pribadinya terhadap teks dan membenarkan jawabannya berdasarkan apa yang dipikirkannya. Siswa dilatih untuk bekerja mandiri dan bekerja sama dengan mitra atau kelompok, mereka belajar mendengarkan dan berbagi pendapat dengan membenarkan setiap pendapat.

Pada langkah selanjutnya, pasangan kelompok yang memiliki sudut pandang yang sama (suka/tidak suka, akhir bahagia/akhir sedih, dll). Guru dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai panduan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengamati, mengeksplorasi, dan mengeksplorasi kemungkinan makna dalam teks.

MEMAHAMI

MENERAPKAN

MENGANALISIS,

MENGEVALUASI

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mempraktikkan, siswa menguasai keterampilan kombinasi gerak dasar langkah dan ayunan lengan bertema budaya daerah dan nasional mengikuti irama (ketukan) dengan musik

Misalnya dengan memetik makna (etika, religi dan budaya) yang tertuang dalam sastra. Oleh karena itu pengajaran sastra dapat memberikan siswa pemahaman yang

Hal ini dapat dilihat pada keterampilan menulis karya sastra di sekolah, semakin menurunnya minat siswa untuk menulis karya sastra maka akan mengakibatkan budaya menulis sastra

Keterampilan kerajinan dalam Seni Budaya dan Keterampilan memfasilitasi siswa untuk pemenuhan dirinya melalui pengalaman apresiasi dan berkarya seni kerajinan berdasarkan

Siswa SMA Indonesia TIDAK WAJIB MEMBACA BUKU SASTRA SAMA SEKALI (atau nol buku) sehingga dianggap sebagai siswa yang BERSEKOLAH TANPA KEWAJIBAN MEMBACA. FAKTA TENTANG

Menghasilkan lulusan yg berakhlaq mulia dan memiliki keterampilan berbahasa Inggris dan keilmuan di bidang ilmu budaya, bahasa, dan sastra.. Menghasilkan penelitian di

Unsur Budaya dan Kearifan Lokal Novel Dasamuka Karya Junaedi Setiyono dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XII SMA Kajian Antropologi Sastra.. Purwokerto: Program Studi Pendidikan

Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu : 1 menggambarkan tingkat budaya literasi dan keterampilan narasi siswa, 2 menganalisis perbedaan budaya literasi dan keterampilan menulis