• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU AJAR - Repository UNP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BUKU AJAR - Repository UNP"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Evaluasi Pembelajaran Tari dan Musik yang disusun sebagai pelengkap bahan ajar tambahan pada Perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Jurusan Sendratasik FBS UNP yang menjadi bagian dari proyek pengembangan pembelajaran dengan buku ajar di Jurusan Sendratasik FBS UNP. Secara lebih rinci, manfaat yang dapat diperoleh dengan buku ini adalah mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih sistematis mengenai materi perkuliahan khususnya evaluasi pembelajaran Musik/Tari.

KONSEP-KONSEP EVALUASI PEMBELAJARAN 1 Pengukuran

Penilaian

Berikut ini adalah beberapa pokok bahasan konsep asesmen yang dijelaskan oleh para ahli pendidikan dan asesmen, antara lain pada tabel di bawah ini: Terkait dengan asesmen pembelajaran di sekolah, asesmen formatif juga dapat diartikan sebagai evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir mata pelajaran/mata pelajaran atau pengajaran. materi yang dipelajari, yang dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa sesuai dengan pembelajaran yang direncanakan sebelumnya. batasan. Oleh karena itu, penilaian formatif juga dapat diartikan sebagai penilaian secara bertahap terhadap realisasi tujuan program pendidikan atau tujuan kurikulum.

Penilaian yang sama sebaiknya diberikan pada akhir tahun ajaran atau akhir semester untuk mengetahui sejauh mana kemajuan siswa. Penilaian konfirmatori adalah penilaian yang dilakukan secara langsung dalam proses belajar mengajar dengan pengukuhan melalui penilaian proses. Penilaian yang mengacu pada norma, atau yang biasa disingkat PAN (Normally Refered Assessment), adalah penilaian yang dirancang oleh guru untuk membandingkan secara akurat dan lengkap penilaian seorang siswa dengan kelompok belajar teman-temannya.

Penilaian yang bersifat benchmark adalah penilaian yang dilakukan secara pasti, dengan alat ukur yang akurat, untuk mengukur kinerja peserta didik terhadap suatu tujuan pembelajaran yang ditetapkan seobjektif mungkin.

PENILAIAN BERBASIS KELAS

Pengertian Penilaian Berbasis Kelas

Dengan melakukan penilaian berbasis kelas, seluruh informasi valid mengenai program pembelajaran dan perkembangan siswa biasanya dihasilkan sebagai umpan balik dari pelaksanaan penilaian di kelas. Sebagai seorang pendidik, guru/dosen harus banyak belajar untuk mengetahui bagaimana peserta didik belajar dan bagaimana menilainya. Untuk dapat melaksanakan penilaian yang tepat, guru/dosen harus menguasai strategi penilaian yang meliputi metode, pendekatan, dan teknik penilaian, yang selalu dipengaruhi oleh karakteristik wilayah pembelajaran atau bidang studi di mana penilaian dilakukan.

Penilaian berbasis kelas atau PBK, atau dalam bahasa Inggris disebut denganclassroom-basedassessment, merupakan salah satu bentuk pendekatan atau teknik penilaian dalam pembelajaran di kelas. 24 Oleh karena itu, penilaian berbasis kelas dapat juga disebut penilaian dalam KBM, penilaian dalam PBM, penilaian berbasis pembelajaran dan sejenisnya. Penilaian berbasis pembelajaran atau Class-based Assessment menurut Sumarna Supranata dan Muhammad Hatta (2004) adalah penilaian yang didasarkan pada interaksi pendidikan antara pendidik dan peserta didik secara langsung dan tidak langsung di dalam kelas yang melibatkan seluruh unsur pembelajaran.

Dijelaskan lebih lanjut, penilaian berbasis kelas merupakan penilaian yang dilakukan terhadap proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru/dosen untuk mengetahui tingkat ketercapaian target pembelajaran secara bertahap dan menyeluruh dengan melibatkan seluruh unsur pembelajaran yang ada.

Pandangan Pakar tentang Penilaian Berbasis Kelas

25 Penilaian berbasis kelas merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang dilaksanakan sebagai suatu proses pengumpulan data, dengan menggunakan informasi yang komprehensif tentang hasil belajar yang diperoleh siswa untuk mengetahui tingkat pencapaian dan penguasaan kompetensi sebagaimana ditentukan dalam kurikulum dan sebagai umpan balik untuk perbaikan proses pembelajaran. Lebih lanjut, segala bentuk penilaian berbasis kelas mempunyai tujuan umum untuk menilai proses dan hasil belajar siswa di sekolah dan perguruan tinggi. Namun implikasi lebih lanjut dari penyajian hasil pembelajaran yang bersumber dari penilaian berbasis kelas juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan penggunaan suatu kurikulum pendidikan, termasuk digunakan sebagai data yang dapat diakses oleh siapa saja dan semua lembaga, sebagai bentuk. tanggung jawab lembaga pendidikan terhadap masyarakat atau masyarakat.

Karena hasil belajar siswa pada umumnya memberikan umpan balik untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu lembaga atau daerah pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan. 26 Hubungan penilaian hasil pembelajaran pembelajaran di kelas dengan penjaminan mutu pendidikan nasional dapat digambarkan pada gambar berikut: 28 (d) Mendorong terselenggaranya pembelajaran dengan penilaian. Hal ini dapat bersifat formatif atau sumatif. a) Membantu siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik; Dan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian berbasis kelas adalah segala bentuk penilaian yang dilakukan oleh guru/dosen terhadap peserta didik di dalam kelas dan/atau pada saat pembelajaran karena interaksi pendidikan diatur secara formal dalam kurikulum.

Jenis-jenis Penilaian Berbasis Kelas

  • Penilaian Tertulis
  • Penilaian Unjuk Kerja
  • Penilaian Produk

Yang dimaksud dengan penilaian kinerja adalah penilaian yang dilakukan berdasarkan mutu pekerjaan atau kegiatan yang dapat ditunjukkan oleh peserta didik, sehingga membuahkan hasil. Penilaian kinerja juga dapat digunakan untuk menilai perilaku individu maupun perilaku antar orang dalam kelompok. Dilihat dari keberadaannya, tes prestasi lebih bersifat autentik (asli) dibandingkan tes tertulis karena apa yang dinilai benar-benar mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya.

Semakin sering guru mengamati kinerja siswa, maka semakin akurat penilaian guru terhadap kemampuan siswa yang sebenarnya. Namun penilaian kinerja lebih tepat digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam hal-hal yang berhubungan dengan praktik, seperti menyanyi, menari, memainkan alat musik, berdiskusi, berlatih kelompok, menunjukkan partisipasi, bermain peran dalam drama, menggunakan alat-alat di laboratorium, dan lain-lain. . . 33 (3) Urutkan kemampuan kinerja yang akan dinilai darinya. sederhana hingga rumit; Dan.

Penilaian kinerja juga dapat dilakukan dengan menggunakan checklist, maupun penilaian dengan menggunakan instrumen berskala.

MENGEVALUASI INTERAKSI SUBYEK DAN OBYEK DALAM PEMBELAJARAN

Pengertian Evaluasi Interaksi

Interaksi Subyek dan Obyek Evaluasi

Namun apabila hasil pengukuran dan penilaian hasil belajar sudah diperhitungkan dan dipertimbangkan, sehingga kelak mampu merefleksikan penyelesaian masalah dengan mengambil keputusan, maka bobot pengukuran dan penilaian sebagai tindakan evaluasi pembelajaran dapat menjadi lebih baik. dihargai. Jadi hanya pengukuran dan penilaian hasil pembelajaran saja belum bisa dikatakan sebagai kegiatan evaluasi karena hanya sekedar pembahasan masalah teknis saja. Namun apabila pengukuran dan penilaian mengarah pada suatu keputusan penting, maka pengukuran dan penilaian merupakan kegiatan evaluasi.

Pada sudut berikutnya, subjek akan bersifat progresif – mendikte untuk mengontrol/mempengaruhi (mandiri), sedangkan objek biasanya bersifat posesif untuk dikendalikan.

Hal-hal yang Dapat Dievaluasi dalam Interaksi Pembelajaran

Bisa juga dikatakan bahwa belajar adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pendidik atau orang dewasa lainnya agar peserta didik dapat belajar dan mencapai hasil belajar yang maksimal. Pembelajaran merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik menerima informasi sebagai pengetahuan yang diberikan dan membantu memperlancar tercapainya tujuan pembelajaran. Pembelajaran merupakan proses terpenting yang dilakukan dalam kehidupan sekolah, sehingga diperlukan hasil tertentu antara guru pendidik yang mengajar dan siswa yang belajar.

Persamaannya adalah belajar merupakan usaha sadar pendidik untuk menjadikan peserta didik belajar, mengubah tingkah laku untuk memperoleh kemampuan baru, yang memuat suatu rancangan untuk mencapai suatu tujuan. Pembelajaran langsung adalah suatu bentuk pembelajaran dimana guru menyampaikan pelajaran secara langsung, mendemonstrasikan, menjelaskan dan memikul tanggung jawab utama terhadap kemajuan pembelajaran serta menyesuaikan apa yang dilakukannya dengan umur dan kemampuan siswa. Karena evaluasi pembelajaran pada dasarnya tidak hanya menilai hasil pembelajaran saja, namun juga proses-proses yang dilalui pendidik dan peserta didik dalam keseluruhan proses pembelajaran.

Tes adalah pemberian suatu tugas atau rangkaian tugas berupa soal-soal atau tugas/tugas lain untuk diselesaikan oleh siswa.

FUNGSI EVALUASI PEMBELAJARAN

Pengertian Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Checking yaitu memeriksa pencapaian kemampuan siswa dalam proses pembelajaran dan kekurangan siswa selama proses pembelajaran. Find out yaitu mencari, menemukan dan menelusuri kesalahan atau kelemahan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga guru dapat dengan cepat mencari alternatif pemecahannya. Penilaian fungsi diagnostik; Apabila instrumen yang digunakan dalam penilaian memenuhi syarat, maka guru akan mengetahui kelemahan siswa dengan melihat hasilnya.

Jadi, dengan melakukan penilaian, sebenarnya guru mendiagnosis siswa mengenai kelebihan dan kekurangannya. Setiap siswa sejak lahir membawa bakatnya masing-masing sehingga pembelajaran akan lebih efektif jika disesuaikan dengan karakteristik yang ada. Untuk dapat menentukan dengan pasti pada kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan maka digunakan penilaian.

Sekelompok siswa yang hasil penilaiannya sama akan berada dalam kelompok belajar yang sama.

Kegunaan Evaluasi Pembelajaran

Kami mencetak 57 gol dan usahanya kurang gigih pada kesempatan berikutnya; (b) Tidak Memuaskan, jika siswa tidak puas dengan hasil yang dicapai maka mereka akan berusaha untuk tidak mengulangi kejadian yang sama pada kesempatan berikutnya. Namun keadaan sebaliknya dapat menimbulkan keputusasaan akibat hasil yang diperoleh kurang memuaskan. Dengan hasil penilaian yang diperoleh, guru akan dapat menentukan siswa mana yang berhak melanjutkan pembelajaran karena sudah menguasai materi, serta siswa mana yang gagal menguasai materi.

Apalagi dengan mengetahui alasannya maka guru akan lebih memperhatikannya, sehingga diharapkan keberhasilan selanjutnya: (a) Guru akan mengetahui apakah 'materi' yang diajarkan cocok untuk siswa, sehingga pengajaran di kemudian hari tidak akan melakukan itu lagi. harus dipertahankan. dan (b) Guru mengetahui 'metode' yang digunakan sudah tepat atau belum. Jika sebagian besar siswa mendapat nilai buruk dalam penilaian, hal ini mungkin disebabkan oleh pendekatan atau metode kerja yang tidak tepat. Oleh karena itu, ketika guru melakukan penilaian dan mengetahui hasil belajar siswanya, maka dapat diketahui pula apakah kondisi pembelajaran yang diciptakan sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum.

Hasil pembelajaran merupakan cerminan kualitas suatu sekolah: (a) Informasi dari guru tentang layak atau tidaknya kurikulum sekolah dapat dijadikan bahan pemikiran perencanaan sekolah di masa depan. b) Informasi hasil penilaian yang diperoleh dari tahun ke tahun dapat dijadikan pedoman bagi sekolah, terlepas dari apakah yang dilakukan sekolah tersebut sudah memenuhi standar atau belum.

SIMPULAN

Menurut Kourilski dalam Hamalik, evaluasi adalah suatu tindakan mengenai penentuan derajat penguasaan karakteristik tertentu seseorang atau kelompok (Hamalik, 2002). Menurut Percival, evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur efektivitas sistem belajar mengajar secara keseluruhan. Anne Anastasi berpendapat bahwa evaluasi bukan sekadar menilai suatu kegiatan secara spontan dan acak, melainkan merupakan kegiatan menilai sesuatu secara terencana, sistematis, dan terarah berdasarkan tujuan yang jelas.

Dari berbagai pendapat para ahli mengenai evaluasi, dapat dikatakan bahwa evaluasi adalah suatu kegiatan yang menyangkut pengukuran dan penilaian suatu kegiatan, yang dilakukan secara terencana agar tujuan yang telah ditetapkan dapat diukur.

Referensi

Dokumen terkait

Many loca non-governmental organizations with which I had interviews either were established after 2011 with a specific aim to work with refugees[2] or shifted their operational