• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU GABUNG-PEDOMAN rev 2020

N/A
N/A
KLHS PSLH UGM

Academic year: 2024

Membagikan "BUKU GABUNG-PEDOMAN rev 2020"

Copied!
185
0
0

Teks penuh

Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pasal 12 ayat (2) telah memerintahkan, apabila Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) belum disusun, maka perencanaan pemanfaatan sumber daya alam harus dilaksanakan. dilakukan berdasarkan pemegang kapasitas. dan daya dukung lingkungan hidup. . Berdasarkan uraian di atas, maka pemanfaatan sumber daya alam hendaknya dilakukan secara bijaksana, yaitu memperhatikan daya dukung lingkungan hidup (DDLH) dan daya dukung lingkungan hidup (DTLH).

Gambar 1. 1 Pengelompokan sumberdaya alam
Gambar 1. 1 Pengelompokan sumberdaya alam

Maksud dan Tujuan

Mengingat informasi D3TLH penting dan mendesak untuk diketahui, dipahami dan dijadikan sebagai landasan dalam pemanfaatan sumber daya alam khususnya air, maka telah disusun pedoman tata cara penentuan daya dukung dan daya tampung air. Pedoman ini digunakan sebagai acuan bagi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam menentukan kapasitas transportasi dan kapasitas air suatu wilayah.

Sasaran dan Manfaat

Dasar Hukum

UU No. 32 tahun 2009 tentang

Inventarisasi lingkungan hidup di tingkat wilayah ekoregion dilakukan untuk

Muatan KLHS antara lain adalah kapasitas D3TLH untuk pembangunan

UU No. 26 Tahun 2007 tentang

UU No. 41 Tahun 1999 tentang

Rehabilitasi hutan dan lahan

UU No. 5 Tahun 1990 tentang

Pemanfaatan jenis TSL dilakukan dengan memperhatikan kelangsungan

UU No. 4 Tahun 2009 tentang

Pemegang IUP dan IUPK wajib menjaga kelestarian fungsi dan daya dukung

UU No.10 tahun 2009 tentang

UU No.3 tahun 2014 tentang

UU No.39 Tahun 2014 tentang

Perencanaan Perkebunan dilakukan berdasarkan daya dukung dan daya

Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah

  • Ruang Lingkup
  • Pendahuluan
  • Konsep Dasar dan Pendekatan Penentuan D3TLH 3. Metode Penentuan
  • Pemanfaatan Data Daya Dukung dan Daya Tampung Air dan Daya Dukung Lahan terkait Pangan
    • Istilah dan Definisi
  • Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang
  • Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh-menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk
  • Sumber daya alam adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya hayati dan nonhayati yang secara keseluruhan membentuk
  • Ekoregion adalah wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, air, flora, dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam
  • Pelestarian fungsi lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan
  • Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan
  • Daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau
  • Bentang alam adalah bentangan permukaan bumi yang didalamnya terjadi hubungan saling terkait (interrelationship) dan saling kebergantungan
  • Tipe vegetasi alami adalah mosaik komunitas tumbuhan dalam lanskap yang belum dipengaruhi oleh manusia (Diversitas Ekosistem Alami
  • Penutupan lahan adalah merupakan garis yang menggambarkan batas penampakan area tutupan diatas permukaan bumi yang terdiri dari
  • Penentuan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup adalah proses/cara kajian ilmiah untuk menentukan/mengetahui kemampuan
  • Penetapan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup adalah penetapan kemampuan suatu wilayah dalam batas optimal yang harus
  • Jasa lingkungan hidup adalah manfaat dari ekosistem dan lingkungan hidup bagi manusia dan keberlangsungan kehidupan yang diantaranya
  • Fungsi lingkungan hidup adalah kapasitas atau potensi ekosistem untuk memberikan jasa yang dipengaruhi oleh struktur yang dimiliki oleh suatu
  • Kinerja jasa lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup dalam memberikan jasa bagi para pemanfaatnya

Pemeliharaan fungsi lingkungan hidup adalah serangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Penentuan daya dukung dan daya dukung lingkungan hidup adalah suatu proses/metode kajian ilmiah untuk mengetahui/mengetahui kemampuan suatu proses/metode kajian ilmiah untuk mengetahui/mengetahui kemampuan suatu kawasan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia dan lingkungan hidup lainnya. makhluk hidup.

KONSEP DASAR

  • Pendekatan Ekosistem melalui Jasa Lingkungan Hidup
  • ayat 8
    • Jasa Penyedia
    • Jasa Penyedia air bersih yaitu dengan fungsi penyediaan air untuk dimanfaatkan
    • Jasa Penyedia pangan, yaitu dengan fungsi penyediaan pangan yang dikelompokkan menjadi pangan yang diperoleh langsung dari alam
    • Jasa Penyedia serat, bahan bakar dan material lainnya yaitu dengan fungsi spesies atau komponen abiotik dengan potensi penggunaan
    • Jasa Penyedia sumber daya genetik yaitu dengan fungsi penyediaan spesies dengan materi genetik yang (berpotensi) bermanfaat,
    • dan lain-lain
    • Jasa Pengatur atau Pengendali
    • Jasa pengatur kualitas udara yaitu ekosistem berfungsi untuk menyerap aerosol dan bahan kimia dari atmosfer
    • Jasa pengatur iklim yaitu ekosistem berfungsi mempengaruhi iklim lokal dan global melalui tutupan lahan dan proses yang dimediasi
    • Jasa pengatur Mitigasi bencana Alam yaitu ekosistem terutama unsur struktur alamnya berfungsi mencegah dan melindungi dari kebakaran
    • Jasa pengatur air yaitu ekosistem terutama aspek bentang alam dan penutup lahan dalam infiltrasi air dan pelepasan air secara berkala
    • Jasa penyerbukan alami yaitu ekosistem berfungsi mempengaruhi proses penyerbukan alami pada tanaman budidaya
    • Jasa pengendali hama yaitu ekosistem berfungsi mengontrol populasi hama melalui hubungan trofik Penampungan dan penguraian limbah
    • Jasa Budaya
    • Jasa estetika yaitu apresiasi terhadap pemandangan alami
    • Jasa rekreasi yaitu peluang untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi 3) Jasa warisan budaya dan identitas lokal (adat istiadat) yang dilihat
    • Jasa Habitat dan keanekaragaman hayati yaitu manfaat ekosistem menyediakan habitat untuk pembiakan, makan, istirahat dan untuk
    • Jasa pembentukan dan regenerasi tanah yaitu manfaat proses alami ekosistem dalam pembentukan dan regenerasi tanah
    • Jasa produksi primer yaitu kemampuan lingkungan dalam mengkonversi energi dari matahari menjadi bentuk organik melalui
    • Jasa penyedia siklus hara yaitu kemampuan ekosistem mendukung proses pelapukan bahan organik
    • Sistem harus dibangun berdasarkan multifaktor, biotik dan abiotik
    • Sistem sebaiknya berdasarkan pada faktor penyebab terbentuknya unit tersebut
  • Hutan
    • Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup
    • Lingkup Pedoman
    • Jasa lingkungan hidup sebagai Penyedia Air
    • Jasa lingkungan hidup sebagai Pengatur Air
    • Metode penentuan kecukupan jasa lingkungan hidup sebagai penyedia air
    • Metode penentuan kecenderungan perubahan kinerja jasa lingkungan hidup sebagai pengatur air
    • Penentuan Kinerja Jasa Lingkungan Hidup
  • 250.000 Skala informasi dan geometripaling kecil

Ruang lingkup jasa lingkungan atau jasa ekosistem menurut Millennium Ecosystem Assessment (2003) meliputi jasa penyediaan, jasa peraturan dan jasa kebudayaan serta jasa penunjang. Kinerja jasa lingkungan menjadi dasar penentuan daya dukung dan daya dukung lingkungan hidup.

Gambar 2.1 menunjukkan ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam (natural capital) dalam bentuk jasa lingkungan hidup melalui nilai manfaat yang dimilikinya.
Gambar 2.1 menunjukkan ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam (natural capital) dalam bentuk jasa lingkungan hidup melalui nilai manfaat yang dimilikinya.

1 : 50.000 Kota Skala informasi dan geometri paling

Kecukupan Jasa Lingkungan Hidup Sebagai Penyedia Air 1. Peta Grid Skala Ragam Indonesia Resolusi 5” x 5“

Titik asal terletak di pojok kiri bawah, yang merupakan awal dari nomor jaringan dalam sistem jaringan listrik Indonesia dengan skala berbeda-beda. Setiap grid diberi nomor grid yang berfungsi sebagai pengenal setiap sel dalam sistem grid multiskala.

Jumlah populasi Provinsi/Kabupaten/Kota

Penomoran grid yang lebih kecil berasal dari penomoran grid yang besar, sehingga menghasilkan nomor identifikasi unik untuk setiap sel grid. Penggunaan grid disesuaikan dengan luas wilayah yang diteliti, untuk provinsi berukuran 30'' x 30'' sedangkan untuk kabupaten dan kota berukuran 5'' x 5''.

Data Ketersediaan Air

Data Kebutuhan Air

Kecenderungan Perubahan Kinerja Jasa Lingkungan Hidup Sebagai Pengatur Air

  • Tahapan Penentuan Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup
    • Kinerja Jasa Lingkungan Hidup

Jasa lingkungan adalah manfaat ekosistem dan lingkungan hidup bagi manusia dan kelangsungan hidup, termasuk penyediaan sumber daya alam, pengaturan alam dan lingkungan hidup, penunjang proses alam, dan pelestarian nilai budaya. Penentuan kinerja jasa lingkungan berdasarkan 3 parameter yaitu ciri bentang alam, jenis vegetasi alami dan tutupan lahan.

Gambar 3.3 Tahapan penentuan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup
Gambar 3.3 Tahapan penentuan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup

Inventarisasi tipologi terhadap parameter bentang alam, tipe vegetasi alami dan penutupan lahan

Untuk mengetahui kinerja jasa lingkungan menggunakan 3 parameter yaitu karakteristik bentang alam, jenis vegetasi alami dan.

Penentuan Bobot Parameter Bentang Alam, Tipe Vegetasi Alami dan Penutupan Lahan

Penentuan Skor Parameter Bentang Alam, Tipe Vegetasi Alami dan Penutupan Lahan

Pada dasarnya skor dipahami sebagai kemampuan setiap parameter dalam menyediakan fungsi dan jasa lingkungan hidup. Kisaran penilaian skor untuk parameter adalah 1 sampai dengan 5, dimana angka 1 merupakan skor terendah dan angka 5 merupakan skor tertinggi.

Perhitungan Indeks Kinerja Jasa Lingkungan Hidup

Klasifikasi Indeks dan Interpretasi Visual

  • Metode penentuan kecukupan jasa lingkungan hidup sebagai penyedia Air

Proses evaluasi bobot dan hasil didukung antara lain dengan memverifikasi keakuratan informasi parameter melalui pemeriksaan lapangan. Untuk skala indikator kinerja, bobot dan hasil setiap parameter setiap jasa lingkungan yang akan dihitung terdapat pada lampiran pedoman ini.

Perhitungan Ketersediaan Air tiap Grid

Ketiga peta ini ditumpangkan sehingga menjadi network ID berisi data indeks kinerja jasa lingkungan sebagai penyedia air, serta informasi ketersediaan air untuk setiap UAS. Setelah itu, ketersediaan air untuk setiap poligon dalam suatu grid dijumlahkan untuk mendapatkan total ketersediaan air untuk setiap grid.

Gambar 3.5 Penampang Grid
Gambar 3.5 Penampang Grid

Perhitungan Kebutuhan Air tiap Grid

Tambahkan bobot jenis tutupan lahan untuk setiap poligon dalam satu grid untuk mendapatkan total Grid Land Cover Weight (WPL). Konsumsi air untuk kegiatan ekonomi berbasis lahan dihitung dengan menggunakan metode cakupan wilayah, yang terdiri dari:

Gambar 3. 7 Aplikasi Sistem Grid dalam Peta Administrasi
Gambar 3. 7 Aplikasi Sistem Grid dalam Peta Administrasi

Mengidentifikasi Status D3T tiap Grid Melalui Selisih Ketersediaan dan Kebutuhan

Setelah diketahui total kebutuhan air rumah tangga (DGRID) dan tanah (QGRID), kedua nilai tersebut dijumlahkan (TGRID). Nilai ini disebut kebutuhan air tiap jaringan, yang harus dibandingkan dengan ketersediaan air tiap jaringan.

Penentuan Ambang Batas Penduduk yang Dapat Didukung Setelah melakukan identifikasi status D3T Air, analisis tambahan dapat

  • Metode penentuan kecenderungan perubahan kinerja jasa lingkungan hidup sebagai pengatur air
  • Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) 2. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
  • Tata Ruang (RTRW/RZWP3K) 4. Izin Lingkungan
  • Sebagai data sintesa untuk berbagai pemanfaatan sumber daya alam dalam berbagai sektor
  • Dari sisi demand
  • Dari sisi Supply
  • Daya dukung daya tampung tidak rentan
  • Daya dukung daya tampung rentan
  • Daya dukung daya tampung sangat rentan
  • Manfaat dalam penyusunan RPPLH

Untuk memastikan daya dukung dan daya dukung lingkungan tidak terlampaui, dapat dilakukan 2 skenario: Kondisi ini dapat terjadi pada wilayah/daerah yang daya dukungnya terlampaui dan kinerja jasa lingkungan mengalami penurunan.

Gambar 4.1 Grafik pola Konsumsi dan D3TLH
Gambar 4.1 Grafik pola Konsumsi dan D3TLH
  • Manfaat dalam KLHS

UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup mengamanatkan bahwa KLHS antara lain memuat kajian

  • Manfaat dalam Rencana Tata Ruang

Hal ini bertujuan agar pemanfaatan ruang dapat terlaksana sesuai dengan potensi dan keterbatasannya, menjamin kelangsungan proses, fungsi, dan produktivitas lingkungan.

  • Manfaat dalam izin lingkungan
  • Jasa Lingkungan Hidup sebagai Penyedia Pangan 2. Jasa Lingkungan Hidup sebagai Pengatur Air
  • Jasa Lingkungan Hidup sebagai Pengatur Mitigasi Bencana Longsor 5. Jasa Lingkungan Hidup sebagai Pengatur Mitigasi Bencana Banjir
  • Jasa Lingkungan Hidup sebagai Pengatur Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan
  • dan lainnya

Dalam pedoman ini, ruang lingkup metode penentuan daya dukung lingkungan hidup dan daya dukung lingkungan hidup yang diuraikan hanyalah metode penentuan kesesuaian jasa lingkungan sebagai penyedia air. Informasi mengenai kecenderungan perubahan kinerja jasa lingkungan yang teridentifikasi dapat dijadikan bahan penelitian yang setara dengan informasi status daya dukung lingkungan hidup. Kondisi kinerja jasa lingkungan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pemanfaatan sumber daya alam, serta kebijakan pemeliharaan, perlindungan, pengendalian, dan pemulihan guna menjamin kelestarian proses, fungsi lingkungan hidup. dan produktivitas, serta menjamin keselamatan, kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Pemetaan status daya dukung ekologi pada tingkat kabupaten/kota dengan menggunakan sistem jaringan multiskala (Studi Kasus: Wilayah Administratif Cekungan Bandung).

Gambar 4.3 Pemanfaatan Informasi D3TLH
Gambar 4.3 Pemanfaatan Informasi D3TLH

BOBOT DAN SCORING PARAMETER DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN HIDUP SKALA 1 : 250.000

Vegetasi hutan pegunungan bawah 4 Dataran vulkanik batuan beku luar yang bergelombang 2 20091 Pertanian kering 2. Vegetasi hutan pegunungan atas 4 Bidang struktur lipatan batuan sedimen non-karbonat yang bergelombang 3 20041 Hutan bakau sekunder/tebangan 3. Vegetasi hutan pantai 4 Bidang struktur bergelombang lipatan batuan sedimen non karbonat 3 2012 Permukiman / Lahan Terbangun 1.

Vegetasi hutan rawa air tawar 5 Pegunungan denudasional dengan material batuan beku luar 2 20041 Hutan bakau sekunder/tebangan2.

PULAU KALIMANTAN

Vegetasi hutan riparian tandus 3 Pegunungan denudasional yang tersusun dari campuran batuan beku luar dan piroklastik 3 20051 Hutan rawa sekunder/tebangan 2. Vegetasi litoral 1 Pegunungan kerucut vulkanik yang tersusun dari campuran batuan beku luar dan batuan piroklastik 4 2000 semak rawa7. vegetasi herba rawa air 3 Struktur pegunungan plutonik terbuat dari batuan beku pada tahun 20092 Pertanian lahan kering bercampur semak/kebun campuran2.

Vegetasi ternak payau di sepanjang bantaran sungai 3 Struktur perbukitan terlipat yang terbuat dari campuran batuan sedimen karbonat dan non-karbonat 3 20122 Transmigrasi 1.

BOBOT DAN SKOORING JASA LINGKUNGAN PENYEDIA AIR

Vegetasi hutan kapur banyak terdapat pada lanskap karst 4 Dataran sungai bergelombang yang terbuat dari aluvium 4 2004 Hutan bakau primer 2. Vegetasi hutan di pegunungan bawah 4 Dataran vulkanik bergelombang yang terbuat dari campuran batuan beku luar dan piroklastik 4 3000 Sabana / Padang Rumput 1. Jenis Skor vegetasi Bobot Nama bentang alam Skor Bobot Kode PL Tutupan lahan Skor Bobot Vegetasi hutan batuan ultrabasa 0,124 Danau Hutan lahan kering primer 5 0,60 Vegetasi hutan kapur pamah 4 Dataran fluvial dengan material alluvium 4 2002 Hutan lahan kering sekunder/tebang 3 Vegetasi hutan kapur pamah pada bentang alam alam karst 5 Dataran sungai bergelombang berbahan alluvium 4 2004 Hutan bakau primer 4 Vegetasi hutan Dipterocarpaceae pamah 5 Dataran fluviomarine berbahan alluvium 4 2005 Hutan rawa primer 4 Vegetasi hutan gambut 4 Dataran laut berpasir berbahan alluvium 3 2006 Hutan tanaman 2 Padang rumput Pamah vegetasi hutan 4 Dataran organik yang terbuat dari gambut 5 2007 Semak 2 Vegetasi hutan pamah (non-dipterokarpa) 5 Dataran kar solusial yang terbuat dari batuan sedimen karbonat 5 2010 Perkebunan/Kebun 2 Vegetasi hutan pantai 5 Dataran struktural berupa lipatan bergelombang yang terbuat dari sedimen non-karbonat batuan 3 2012 Permukiman/lahan terbangun 1 Vegetasi hutan di daerah pegunungan bawah 5 Dataran vulkanik dengan gelombang bergelombang yang terbentuk dari campuran batuan dasar beku luar dan piroklastik 4 3000 Sabana/padang rumput 2 Vegetasi hutan rawa payau 4 Lembah sungai yang terbuat dari alluvium 4 5001 Perairan 5 Vegetasi hutan rawa air tawar 4 Pegunungan denudasional yang tersusun dari batuan beku luar 2 20041 Hutan bakau sekunder/tebang 3 Vegetasi hutan sungai payau 4 Pegunungan denudasional yang tersusun dari campuran batuan beku luar dan batuan beku piroklas 4 20051 Hutan rawa sekunder/tebangan 3 Pesisir vegetasi 1 Pegunungan kerucut vulkanik yang terbuat dari campuran batuan beku luar dan batuan piroklastik 4 20071 Belukar rawa 2 Vegetasi bakau 4 Struktur pegunungan terlipat yang terbuat dari batuan sedimen non-karbonat 3 20091 Pertanian kering 2 Vegetasi herba rawa air payau 2 Pegunungan struktural plutonik yang terbuat dari batuan dasar beku dalam 2 20092 Pertanian kering bercampur semak/kebun campuran 3 Rawa air tawar, vegetasi herba 2 Perbukitan denudasional dengan material batuan beku luar 2 20093 Sawah 2 Vegetasi lahan rawa gambut 2 Perbukitan kerucut vulkanik parasit dengan material batuan beku luar 2 20094 Ikan kolam 2 Vegetasi tepian sungai 2 Perbukitan larutan karst dengan material batuan sedimen karbonat 4 20094 Lahan terbuka 1 Vegetasi herba tepian sungai 3 Perbukitan struktur lipatan yang terbuat dari batuan metamorf 3 20121 Bandara/pelabuhan 1 Vegetasi herba tepian sungai payau 3 Perbukitan struktur lipatan yang terbuat dari sedimen batuan bercampur karbonat dan non karbonat 4 20122 Transmigrasi 1.

BOBOT DAN SKOORING JASA LINGKUNGAN PENGATUR AIR

Gundukan kerucut vulkanik parasit yang terbuat dari campuran batuan beku luar dan piroklastik 4 Gundukan struktural terlipat yang terbuat dari campuran batuan sedimen karbonat dan non-karbonat 3.

DESKRIPSI KARAKTERISTIK BENTANG ALAM, TIPE VEGETASI ALAMI DAN PENUTUP LAHAN

DESKRIPSI

KARAKTERISTIK BENTANG ALAM

TIPE VEGETASI ALAMI

Definisi operasional vegetasi hutan pegunungan subalpine adalah vegetasi yang tumbuh menjadi komunitas hutan pada ekosistem pegunungan subalpine. Definisi operasional vegetasi herba rawa air tawar adalah sekelompok komunitas tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di kawasan lahan basah (rawa air tawar). Definisi operasional vegetasi hutan batuan ultrabasa pada pegunungan alpin monsun adalah komunitas vegetasi yang tumbuh di daerah iklim gersang (monsun) dengan ketinggian m dpl pada substrat tanah yang berasal dari serpentinit dengan kandungan besi dan magnesium tinggi, kandungan silika rendah , dan ditandai dengan tingginya kandungan unsur – unsur yang bersifat racun bagi tanaman (fitotoksik), terutama kobalt dan kromium.

Definisi operasional vegetasi hutan batuan ultrabasa pegunungan monsun adalah komunitas vegetasi yang tumbuh pada daerah yang beriklim kering (monsun), pada ketinggian m di atas substrat tanah yang berasal dari serpentinit dengan kandungan besi dan magnesium tinggi, kandungan silika rendah, dan berkarakteristik oleh tingginya kandungan unsur jejak yang bersifat racun bagi tanaman (fitotoksik), terutama kobalt dan kromium. Definisi operasional vegetasi hutan batuan ultrabasa di pegunungan bawah musim muson adalah komunitas vegetasi yang tumbuh di daerah beriklim kering (monsun), pada ketinggian m di atas substrat tanah yang berasal dari serpentinit dengan kandungan besi dan magnesium yang tinggi. kandungan silika yang rendah, dan ditandai dengan tingginya kandungan unsur jejak yang bersifat racun bagi tanaman (fitotoksik), terutama kobalt dan kromium. Definisi operasional vegetasi hutan batuan ultrabasa pegunungan subalpine monsun adalah komunitas vegetasi yang tumbuh pada daerah yang beriklim kering (monsun), ketinggian 2400-3800 m dpl dengan substrat tanah berasal dari serpentinit dengan kandungan besi dan magnesium yang tinggi, rendah kandungan silika, dan ditandai dengan tingginya kandungan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman (fitotoksik), terutama kobalt dan kromium.

PENUTUPAN LAHAN 1 : 250.000

Hutan yang lantai hutannya secara berkala atau sepanjang tahun terendam air (di daerah rawa, termasuk rawa payau dan rawa gambut), yang terlihat bekas penebangan, termasuk hutan sagu dan hutan rawa. 18 Lahan terbuka Lahan terbuka tanpa vegetasi (singkapan batuan di puncak gunung, puncak bersalju, kawah gunung api, gundukan pasir, pasir pantai, sedimen sungai) dan lahan terbuka yang pernah terbakar. Penampakan lahan terbuka untuk pertambangan tergolong pertambangan, sedangkan lahan terbuka yang digunakan untuk pembukaan lahan tergolong lahan terbuka.

19 Penambangan Lahan terbuka yang digunakan untuk penambangan terbuka (batubara, timah, tembaga, dll), serta lahan tambang tertutup skala besar yang dapat diidentifikasi dari gambar berdasarkan korelasi kenampakan benda tersebut, termasuk tailing (tambang depo sampah).

Gambar

Gambar 1. 1 Pengelompokan sumberdaya alam
Gambar 1.2 Bagan Keterkaitan D3TLH
Tabel 2.1 Regulasi Terkait Jasa Lingkungan Hidup
Gambar 2.1 menunjukkan ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam (natural capital) dalam bentuk jasa lingkungan hidup melalui nilai manfaat yang dimilikinya.
+7

Referensi

Dokumen terkait