• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PANDUAN PENDIRIAN KLINIK MUHAMMADIYAH

N/A
N/A
Pace Docares

Academic year: 2024

Membagikan "BUKU PANDUAN PENDIRIAN KLINIK MUHAMMADIYAH "

Copied!
138
0
0

Teks penuh

LATAR BELAKANG

KLINIK

PENGERTIAN

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (PERMENKES RI) Nomor 9 Tahun 2014, yang dimaksud dengan klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perseorangan yang memberikan pelayanan medis dasar dan/atau spesialis.

JENIS KLINIK

PERSYARATAN

PERIZINAN

Tata cara mendapatkan Izin mendirikan

Copy/fotokopi sertifikat tanah yang masih berlaku, bukti kepemilikan lainnya yang dilegalisir oleh notaris atau bukti akad untuk jangka waktu minimal 5 (lima) tahun atas nama Muhammadiyah. Dokumen Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPPL) untuk Klinik Rawat Jalan, atau Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup - Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) untuk Klinik Rawat Jalan. e. Profil klinik yang akan didirikan meliputi organisasi, lokasi, bangunan, prasarana, staf, peralatan, farmasi, laboratorium dan pelayanan. F.

Persyaratan lainnya sesuai dengan peraturan daerah setempat. ii) Pemerintah daerah menyerahkan berkas permohonan kepada kepala dinas kesehatan kabupaten/kota untuk dimintai keterangan. iii) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan survei dan kunjungan sebelum memberikan rekomendasi dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan berdasarkan rasio jumlah penduduk (1 dokter per 5.000 penduduk) dan memetakan klinik yang ada di wilayah tersebut. iv) Dinas Kesehatan kabupaten/kota memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemilik klinik. v) Berdasarkan rekomendasi dinas kesehatan kabupaten/kota, pemerintah daerah menerbitkan izin mendirikan bangunan untuk jangka waktu 6 (enam) bulan, yang dapat diperpanjang paling lama 6 (enam) bulan apabila pemilik klinik tidak memenuhinya. persyaratan administratif. vi) Apabila pemilik klinik tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi dalam jangka waktu 2 x 6 bulan setelah izin pendirian diberikan, maka pemilik klinik harus mengajukan permohonan izin pendirian baru.

Tata Cara mendapatkan Izin operasional

Izin mendirikan klinik. C. Rekomendasi dari dinas kesehatan kabupaten/kota. ii) Pemerintah daerah kabupaten/kota atau kepala dinas kesehatan kabupaten/kota mengkaji permohonan izin operasional dan mengambil keputusan paling lambat 1 (satu) bulan setelah permohonan izin diterima. iii) Keputusan yang dikeluarkan dapat berupa pemberian izin, penolakan izin atau pelaporan kelengkapan dokumen. iv) Apabila persyaratan dinyatakan belum terpenuhi, pemohon harus segera melengkapi persyaratan yang belum terpenuhi dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak disampaikannya pemberitahuan. v) Apabila pemohon tidak dapat memenuhi persyaratan dalam jangka waktu tersebut, pemerintah daerah kabupaten/kota atau kepala dinas kesehatan kabupaten/kota.

Tata Cara Perpanjangan dan Perubahan Izin

Buku Pedoman Pendirian Klinik Muhammadiyah 19 pelayanan rawat inap 80%-100% Rumah Sakit (RS) tipe D rater kelompok berbasis kasus Indonesia (Ina-CBG's) (2). Panduan Pendirian Klinik Muhammadiyah 29 1) Setiap shift terdiri dari 2 perawat dan 1 shift dokter 2) Dinas Daerah menyesuaikan upah minimum setempat. Buku Pedoman Pendirian Klinik Muhammadiyah 31 Perkiraan pendapatan dokter spesialis rawat inap dan dokter spesialis rawat jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Klinik Kedungadem Muhammadiyah didirikan pada tahun 1997, diawali oleh BP/RB Muhammadiyah Kedungadem yang didirikan di atas tanah wakaf dari Bapak. Klinik Muhammadiyah Kedungadem menyediakan biaya pelatihan PPGD untuk 1 perawat dan ACLS/ATLS untuk 1 dokter setiap tahunnya. Pedoman Pendirian Klinik Muhammadiyah 49 PPGD awam melibatkan seluruh masyarakat sebagai layanan premium, terpisah dari layanan lain yang sudah ada yang bekerja sama dengan Klinik Muhammadiyah Kedungade.

Klinik Muhammadiyah Kedungadem membangun kerjasama dan menginisiasi kegiatan bersama dengan Ortom dan Badan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya, dengan TK dan PAUD ABA. Klinik Muhammadiyah Kedungadem secara rutin menyelenggarakan program pemeriksaan kesehatan bulanan bagi siswa di 12 TK/PAUD ABA dan juga menyelenggarakan program pemeriksaan kesehatan bulanan. Pemeriksaan kehamilan dan pelayanan KB gratis bagi ibu yang memiliki anak siswa TK/PAUD ABA, selain memberikan pendidikan kesehatan di TK/PAUD ABA. Klinik Muhammadiyah Kedungadem bekerjasama dengan Cabang Muhammadiyah di desa-desa di Kecamatan Kedungadem mengadakan kegiatan bakti sosial pengobatan gratis sesuai permintaan pimpinan cabang dan dilaksanakan secara rutin setiap bulannya, serta untuk mempertebal semangat dakwah cabang masing-masing. Rencana kedepannya Klinik Muhammadiyah Kedungadem akan bekerjasama dengan Majelis Tarjih PCM Kedungadem dengan mengadakan wakaf Al-Qur'an dan tukar-menukar pengajian di masjid-masjid Muhammadiyah se-kecamatan Kedungadem.

Penjangkauan di wilayah Kecamatan Kedungadem, Klinik Muhammadiyah Kedungadem bekerja sama dengan Puskesmas dan muspida Kecamatan untuk mendukung program pelayanan kesehatan Bojonegoro. Selain itu, Klinik Muhammadiyah Kedungadem juga memberikan pelatihan PPGD awam bagi para pelaku usaha di sekitar Bojonegoro.

ANALISIS BIAYA KLINIK

Sistem Pembiayaan Kesehatan Indonesia di era

Secara garis besar sistem pembiayaan kesehatan dibagi menjadi 4 kelompok: 1) Sistem Kesehatan Nasional (NHS), misalnya Malaysia; 2) sistem asuransi kesehatan sosial seperti Jerman, Taiwan; 3) sistem pembiayaan kesehatan diserahkan kepada mekanisme pasar (profit-commercial), misalnya di Amerika; 4) sistem pembiayaan kesehatan sosialis, misalnya. Rusia, Cina (1). Pembiayaan kesehatan oleh BPJS Kesehatan kepada penyedia layanan kesehatan dilakukan dengan sistem yang berbeda untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) (Puskesmas, Klinik Pratama, Dokter/Dokter Gigi Mandiri) dengan menggunakan tarif kapitasi dan non kapitasi, sedangkan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL ) Klinik dan rumah sakit utama menggunakan harga kelompok berbasis kasus Indonesia (Ina-CBG's) (2). Tarif kapitasi adalah besarnya pembayaran bulanan yang dibayar dimuka oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berdasarkan jumlah peserta terdaftar tanpa memperhatikan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan.

Saat ini tarif kapitasi Klinik Pratama ditetapkan sebesar Rp8.000/peserta (Rp10.000 untuk daerah terpencil dan kepulauan) dan Rp2.000 untuk dokter gigi perorangan. Apabila di klinik tersebut terdapat 2 orang dokter umum tanpa layanan gigi, maka tarif kapitasi sebesar Rp 9.000/peserta per bulan, dan bila ada dokter gigi sebesar Rp 10.000/-/. Sedangkan angka non kapitasi merupakan besarnya pembayaran klaim oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada institusi pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) berdasarkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan.

Indonesia Case Based Group Fee (Ina-CBG’s) adalah besaran pembayaran klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Lanjutan (FKRTL) atas paket pelayanan berdasarkan pengelompokan diagnosa dan prosedur penyakit. Untuk biaya klinik utama Grup Berbasis Kasus Indonesia (Ina-CBG) untuk pelayanan rawat jalan sesuai rumah sakit tipe D 100%, dan. Termasuk dalam tarif kapitasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) menurut Peraturan Kementerian Kesehatan (PMK) nomor 59 Tahun 2014 adalah.

Termasuk program rujukan: diabetes, hipertensi, jantung, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), epilepsi, gangguan kesehatan.

Prakiraan investasi, pendapatan dan biaya

SUMBER DAYA MANUSIA

Penanggungjawab Klinik

Jumlah dan Jenis Tenaga

Penanggung jawab klinik teknis harus merupakan tenaga medis, mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) di Klinik, dapat juga berperan sebagai pemberi pelayanan dan hanya dapat menjadi penanggung jawab teknis pada 1 (satu) Klinik. Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di klinik harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar operasional prosedur, standar pelayanan, etika profesi, menghormati hak pasien dan mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien. Klinik yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan 24 (dua puluh empat) jam wajib menyediakan dokter dan tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan sewaktu-waktu di lapangan.

Standar Penggajian SDM

Problematika sumber daya manusia di Klinik

PENYELENGGARAAN

Kewajiban Klinik

Hak Klinik

Kewajiban penyelenggara klinik

Akreditasi Klinik

Audit medis

KLINIK UTAMA RAWAT INAP

KLINIK PRATAMA 24 JAM FIRDAUS

Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Kerja (SIK) pada *)..sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1469/Menkes/PER/2010 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Praktek Kebidanan. Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Praktik Farmasi (SIPA) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 889/Menkes/Per/V/2011 tentang Pendaftaran, Izin Praktik, dan Izin Kerja Staf Produk Farmasi. Hal ini kami sertakan sebagai bahan pertimbangan Anda bersama.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitan tersebut menghasilkan buku panduan akademik yang mempermudah mahasiswa di STMIK Muhammadiyah Jakarta dalam mengakses informasi panduan akademik

Ambillah kapas lidih steril kemudian masukkan ke dalam vagina perlahan tanpa menyentuh daerah vulva. Putarlah kapas lidi dan tekan sekitar 10 sampai 30 detik

b) Jarak antar baris adalah 1,5 spasi, kecuali abstrak, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, daftar notasi, dan daftar lampiran berjarak 1 spasi. c) Margin kiri

Satu spasi untuk kutipan dengan panjang lebih dari 5 baris, judul pada nama tabel,nama gambar, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, daftar isi dan

SIMKAH adalah singkatan dari “SISTEM INFORMASI MANAJEMAN NIKAH” sebuah program Aplikasi Komputer berbasis Windows yang berguna untuk mengumpulkan data- data Nikah dari seluruh

Halaman Daftar Tabel, Halaman Daftar Gambar dan Halaman Daftar Lampiran Jika dalam skripsi terdapat lebih dari satu tabel dan atau gambar, maka perlu ada daftar tabel

3. Dalam upaya membekali pengalaman langsung kepada penerapan Asuhan Kebidanan dengan pendekatan Manajemen Kebidanan secara mandiri pada kasus nirmal dalam masa

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil persentase ketepatan penggunaan singkatan sebesar 7 8,34% di Puskesmas Ronowijayan, dan ketepatan penggunaan singkatan