BUKU PANDUAN PENULISAN TESIS
Program Stud Magster Manajemen Fakultas Ekonomka dan Bsns
Unverstas Gadjah Mada
KATA PENGANTAR
Tess merupakan karya tuls lmah hasl peneltan yang mandr untuk memenuh sebagan persyaratan memperoleh derajat kesarjanaan S2 pada Program Stud Magster Manajemen Fakultas Ekonomka dan Bsns Unverstas Gadjah Mada (MM FEB UGM). Mahasswa memlk kebebasan untuk memlh jens tess yatu: Analss Kasus, Rencana Bsns (Business Plan) dan Pengujan Teor sesua dengan bdang konsentrasnya.
Sebelum mahasswa menuls tess, mahasswa wajb menyusun proposal tess yang bers usulan peneltan.
Proposal tess dpresentaskan dalam mata kulah Thesis Workshop. Tdak menutup kemungknan proposal peneltan dpresentaskan d mata kulah Business Research Method. Setelah proposal tess dsetuju oleh dosen pembmbng tess, mahasswa dapat melaksanakan peneltan dan menyusun hasl peneltan menjad sebuah tess.
Buku panduan n merupakan acuan bag mahasswa Program Stud MM FEB UGM yang hendak menuls proposal tess, tess dan rngkasan tess. Buku n memuat gars besar tata cara penulsan proposal tess hngga menjad rngkasan tess sehngga dharapkan terjad keseragaman format penulsan tess d Program Stud MM FEB UGM. Panduan n merupakan standar mnmal yang harus dpenuh oleh mahasswa dalam penulsan tess.
Program Stud Magster Manajemen Fakultas Ekonomka dan Bsns Unverstas Gadjah Mada
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Is
Daftar Lampran v
BAB I Pendahuluan 1
1.1 Tess 1
1.2 Jens Tess 1
1.3 Thesis Workshop 2
BAB II Penulisan Proposal Tesis 5
2.1 Bagan Awal Proposal 5
2.2 Bagan Utama Proposal 6
2.3 Bagan Akhr Proposal 9
BAB III Penulisan Tesis Jenis Analisis Kasus 10
3.1 Bagan Awal Tess Jens Analss Kasus 10
3.2 Bagan Utama Tess Jens Analss Kasus 13
3.3 Bagan Akhr Tess Jens Analss Kasus 18
BAB IV Penulisan Tesis Jenis Rencana Bisnis 19
4.1 Bagan Awal Tess Jens Rencana Bsns 19
4.2 Bagan Utama Tess Jens Rencana Bsns 22
4.3 Bagan Akhr Tess Jens Rencana Bsns 27
BAB V Penulisan Tesis Jenis Pengujian Teori 28
5.1 Bagan Awal Tess Jens Pengujan Teor 28
5.2 Bagan Utama Tess Jens Pengujan Teor 31
5.3 Bagan Akhr Tess Jens Pengujan Teor 36
BAB VI Penulisan Ringkasan Tesis 37
6.1 Bagan Awal Rngkasan Tess 37
6.2 Bagan Utama Rngkasan Tess 38
6.3 Bagan Akhr Rngkasan Tess 39
6.4 Ketentuan Lannya 39
BAB VII Tata Cara Penulisan 40
7.1 Bahan dan Ukuran Kertas 40
7.2 Cara Pengetkan 40
7.3 Bahasa 42
7.4 Tabel 43
7.5 Gambar 44
7.6 Blangan dan Satuan 44
7.7 Persamaan 45
7.8 Kutpan 45
7.9 Catatan Kak 45
7.10 Penulsan Daftar Pustaka 45
BAB VIII Ujian Tesis 51
8.1 Pendaftaran Ujan Tess 51
8.2 Pelaksanaan Ujan Tess 51
DAFTAR LAMPIRAN
Lampran 1: Contoh Halaman Judul Proposal Tess Lampran 2: Contoh Halaman Judul Tess
Lampran 3: Contoh Penulsan Tabel dan Gambar Lampran 4: Contoh Penulsan Kutpan dalam Tess Lampran 5: Contoh Halaman Judul Rngkasan Tess
Lampran 6: Contoh Halaman Lembar Pengesahan Rngkasan Tess Lampran 7: Contoh Formulr Penlaan Ujan Tess
Lampran 8: Contoh Halaman Berta Acara Ujan Tess Lampran 9: Contoh Halaman Pernyataan Tess
Lampran 10: Halaman Petunjuk Pelaksanaan Ujan Tess
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Tesis
Tess adalah suatu karya tuls lmah yang dbuat oleh mahasswa Pascasarjana d akhr masa studnya pada suatu perguruan tngg. Tess merupakan salah satu prasyarat bag mahasswa Program Stud MM FEB UGM untuk merah gelar kesarjanaan S2. Penulsan tess bertujuan untuk melath mahasswa dalam merencanakan, mengobservas, menelt, mengnterpretas dan melaporkan suatu fenomena dan atau permasalahan bsns yang terjad.
Penulsan tess dbmbng oleh satu orang dosen pembmbng yang dtentukan oleh Program Stud MM FEB UGM sesua dengan kompetens bdang peneltan masng-masng. Dosen Pembmbng bertugas membmbng mahasswa dalam pemlhan topk, penggunaan teor, penentuan varabel maupun obyek peneltan, pengumpulan dan pelaporan data hngga sstematka penulsan.
Mahasswa sangat dsarankan untuk mengambl tema peneltan sesua dengan bdang konsentrasnya masng-masng dan mampu mengaplkaskan lmu yang dperoleh ke dalam karya tuls lmah berupa tess. Dalam tess, mahasswa dharapkan mampu menghadrkan pengetahuan baru bag pembaca karya tuls lmah tersebut.
1.2 Jenis Tesis
Program Stud MM FEB UGM memberkan 3 plhan bag mahasswa dalam menentukan jens tess:
1.2.1. Analisis Kasus
Jens tess dengan analss kasus berfokus pada penyelesaan suatu masalah (problem solving) dan dharapkan peneltan tersebut mampu memberkan solus atas permasalahan bsns yang terjad. Tess dengan jens Analss Kasus dapat dlakukan oleh mahasswa dar seluruh bdang konsentras.
1.2.2. Rencana Bisnis
Peneltan tess dengan pengamblan jens Rencana Bsns bertujuan untuk memberkan solus atas penyusunan rencana bsns yang sstemats dan terpernc. Hanya mahasswa dengan bdang konsentras
kewrausahaan (entrepreneurship) yang dperbolehkan menuls tess dengan jens Rencana Bsns.
1.2.3. Pengujian Teori
Peneltan tess dengan jens Pengujan Teor berfokus pada orentas masalah (problem oriented). Tujuan peneltan n adalah untuk menguj hpotess hubungan antar varabel dalam suatu model peneltan.
Mahasswa dar seluruh bdang konsentras dapat menuls tess jens Pengujan Teor.
1.3 Thesis Workshop
Thesis Workshop (TW) adalah mata kulah dengan bobot 1 SKS yang dwajbkan bag mahasswa bersamaan dengan proses penulsan tess. Mata kulah TW terdr dar 3 tahap pertemuan yang bertujuan untuk memantau, mengevaluas dan mempercepat proses penulsan tess. Mata kulah TW dampu oleh seorang Dosen Moderator yang menguasa bdang konsentras tertentu dan dtunjuk oleh Program Stud
MM FEB UGM.
1.3.1. Thesis Workshop I (TW 1) : Proposal Penelitian
Pada tahap n setap mahasswa dmnta mempresentaskan proposal tess dalam waktu 10 ment. Dalam ujan tess yang sebenarnya, mahasswa hanya dber waktu sektar 15 ment untuk mempresentaskan tessnya, sehngga pada tahap n mahasswa dkenalkan dengan atmosfer ujan yang sesungguhnya.
Dosen Moderator memberkan evaluas secara lsan dan tertuls setelah presentas proposal oleh mahasswa. Aspek yang devaluas pada tahap n:
a. Kebaruan dan orsnaltas topk tess
b. Kesesuaan antara judul tess dengan rumusan masalah dan pertanyaan peneltan.
c. Ketepatan konsep/teor/pendekatan yang dgunakan untuk menjawab pertanyaan peneltan atau untuk menghaslkan rekomendas keputusan/rencana bsns.
d. Kesesuaan metoda peneltan dengan pertanyaan peneltan.
e. Pemahaman mahasswa terhadap alat analss yang akan dpergunakan.
f. Keefektfan presentas.
g. Kesapan dan tngkat kontrbus dalam dskus d kelas.
1.3.2. Thesis Workshop II (TW II): Data Peneitian
TW 2 djadwalkan kurang lebh 2,5 bulan setelah TW 1. Pada ses n mahasswa dmnta mempresentaskan kemajuan penulsan tessnya masng-masng dalam waktu 10 ment dengan fokus pada hasl pengumpulan data. Dharapkan mahasswa telah mengumpulkan data yang dperlukan. Aspek yang devaluas pada tahap n:
a. Kesesuaan antara data dengan metoda pengumpulan data dan metoda analss data.
b. Kelengkapan data yang dperoleh dan telah dsajkan dengan profesonal.
c. Identifikasi kendala dan rencana penulisan tesis selanjutnya.
d. Keefektfan presentas.
e. Kesapan dan tngkat kontrbus dalam dskus d kelas.
1.3.3. Thesis Workshop III (TW III): Analisis Penelitian
TW 3 dselenggarakan sektar 1,5 bulan setelah TW 2 dlaksanakan. Pada tahap n mahasswa dharapkan telah menyelesakan semua proses analss data sehngga Bab IV dan V telah sap dsajkan. Aspek yang devaluas pada tahap n:
a. Hasl analss, evaluas, dan temuan peneltan.
b. Kesesuaan antara hasl analss dengan pertanyaan peneltan atau rekomendas/rencana bsns yang dajukan.
c. Kesesuaan smpulan dan rekomendas peneltan dengan temuan peneltan.
d. Keefektfan presentas.
e. Kesapan dan tngkat kontrbus dalam dskus d kelas.
Melalu 3 tahap TW tersebut, dharapkan kendala penulsan tess yang dhadap oleh mahasswa dalam proses pembimbingan ataupun penulisan tesis dapat segera diidentifikasi dan ditemukan solusinya.
Dengan mengkut semua tahapan tersebut, mahasswa dharapkan dapat menyelesakan penulsan tessnya secara tepat waktu dan haslnya lebh berkualtas.
Berkut n adalah ketentuan umum TW:
a. Mahasswa tdak dapat djadwalkan ujan tess sebelum mendapatkan nla TW.
b. Mahasswa yang tdak hadr pada TW 1 danggap gagal menempuh mata kulah TW pada semester
c. Mahasswa yang tessnya telah dsetuju (ACC) untuk dujkan sebelum pelaksanaan TW 1, mahasswa tersebut tdak wajb mengkut TW 1 sampa TW 3 serta otomats mendapatkan nla A untuk mata kulah TW. Ketentuan n berlaku juga bag mahasswa yang tessnya telah dsetuju (ACC) untuk dujkan sebelum pelaksanaan TW 2 atau TW 3, maka mahasswa tdak wajb mengkut TW 2 atau TW 3 serta otomats mendapatkan nla A untuk tahapan TW tersebut.
d. Mahasswa yang tdak hadr pada tahapan TW 2 dan atau TW 3, maka nla untuk tahapan TW tersebut adalah D.
e. Bobot penlaan untuk setap tahap TW adalah sebaga berkut:
TW 1: 40%
TW 2: 30%
TW 3: 30%
f. Pada setap tahapan, Dosen Moderator memberkan nla berupa huruf yatu A, B, C, D, sehngga pada akhr TW 3, nla yang dperoleh mahasswa adalah sebaga berkut (kecual yang datur dalam ketentuan umum TW d atas):
A: 85-100 Telah memenuh semua aspek dalam tahapan TW dengan bak B: 75-84 Telah memenuh beberapa aspek dalam tahapan TW dengan bak C: 60-74 Belum memenuh beberapa aspek dalam tahapan TW
D: 0-59 Belum memenuh semua aspek dalam tahapan TW
g. Mahasswa berhak mengetahu hasl evaluas atau komentar atas beberapa aspek yang dnla
pada setap tahapan TW oleh Dosen Moderator. Hasl evaluas atau komentar dar Dosen Moderator merupakan hal yang dapat dpertmbangkan dan dkonsultaskan dengan Dosen Pembmbng Tess.
h. Jka terjad perbedaan pendekatan, su atau hal lan antara Dosen Moderator dengan Dosen Pembmbng Tess, maka keputusan akhr atas saran revs dan segala perbakan terhadap tess tetap ada pada Dosen Pembmbng Tess. Dosen Pembmbng Tess memlk kewenangan sepenuhnya untuk memutuskan apakah tess d bawah bmbngannya layak untuk dujkan atau tdak.
BAB II
PENULISAN PROPOSAL TESIS
Proposal tess merupakan dokumen akademk yang berskan rencana sngkat peneltan. Mahasswa menyusun proposal tess untuk dkonsultaskan kepada dosen pembmbng. Proposal tess terdr dar
tga bagan pokok yang tidak dsajkan dalam bentuk bab per bab. Proposal tess terdr dar Bagan Awal, Bagan Utama, dan Bagan Akhr.
2.1 Bagian Awal Proposal
Bagan awal proposal tess adalah halaman judul, yang memuat judul, maksud usulan peneltan, lambang UGM, nama dan nomor mahasswa, nstans penyelenggara penddkan, dan waktu pengajuan.
2.1.1. Judul Proposal
Dtuls secara jelas, tdak membuka peluang penafsran yang beraneka ragam dan menunjukkan dengan tepat topk peneltan yang akan dtelt. Judul sebaknya tdak lebh dar 15 kata, dan dtuls dengan huruf kaptal, Tmes New Roman 16ft, tebal.
2.1.2. Proposal
Tulskan kata “Proposal Tess” d bawah judul proposal dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
2.1.3. Maksud Proposal
Dtuls dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal: “Untuk Menyusun Tess S-2 dalam Program Stud
Magster Manajemen”.
2.1.4. Logo Universitas Gadjah Mada
Tamplkan lambang Unverstas Gadjah Mada, format htam puth berlubang (bukan emas atau kunng puth) berbentuk bundar (bukan seg lma) dengan dameter 5,5 cm.
2.1.5. Nama Mahasiswa
Tulskan “Dajukan oleh” pada bars pertama, lalu pada bars kedua tulskan nama lengkap mahasswa sesua yang tertera pada akta kelahran, tanpa derajat kesarjanaan dan tanpa sngkatan nama dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
2.1.6. Nomor Induk Mahasiswa
D bawah nama mahasswa, tulskan nomor nduk mahasswa secara lengkap dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal.
2.1.7. Instansi Penyelenggara Pendidikan
Tulskan “Kepada” (bars pertama), FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS (bars kedua), UNIVERSITAS GADJAH MADA (bars ketga) dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
2.1.8. Waktu Pengajuan
Tulskan tahun proposal tess dtuls dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
2.2 Bagian Utama Proposal
Bagan utama merupakan nt dalam keseluruhan proposal tess yang terdr dar kurang lebh 10-20 halaman. Bagan utama dtuls dengan Tmes New Roman 12ft tdak tebal, sedangkan untuk judul tap bagan dengan Tmes New Roman 12ft tebal dan semua naskah proposal tess dsajkan dengan 2 spas.
Bagan utama proposal terdr dar bagan-bagan dan tdak terdr dar bab-bab. Penulsan dtekankan pada rencana sehngga banyak menggunakan kata “akan”.
2.2.1. Latar Belakang
Penuls mengemukakan alasan “mengapa” topk peneltan layak untuk dtelt berdasarkan landasan konseptual, berupa teor yang relevan, dan landasan kontekstual, berupa su atau fenomena bsns yang dtelt. Pengamatan terhadap fenomena bsns yang terjad saat n yang menark perhatan dan/atau sesua/tdak sesua dengan konsep yang ada dapat menjad latar belakang suatu peneltan.
2.2.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah penjelasan yang mengungkapkan apa yang menjad masalah dalam peneltan yang akan dpecahkan. Berdasarkan latar belakang peneltan d bagan sebelumnya, penuls mengidentifikasi celah penelitian (research gap) berdasarkan kajan peneltan sebelumnya atau su bsns yang sedang terjad.
Dalam menuls rumusan masalah, mahasswa mnmal harus memaparkan dengan jelas: “apa yang menjad masalah?” dan “mengapa masalah tersebut menjad menark untuk dtelt?” Rumusan masalah tidak dinyatakan dengan kalimat tanya, tap merupakan pernyataan masalah (statement of the problem).
Terdapat tga krtera untuk menla kualtas dar rumusan masalah yatu aktual (merupakan permasalahan bsns yang sedang dhadap akhr-akhr n dan nyata), dapat dpecahkan (terdapat berbaga alternatf solus atau keputusan yang dapat dtawarkan), dan menark (menjad perhatan atau dbutuhkan pemecahan masalahnya oleh masyarakat bsns).
2.2.3. Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan peneltan harus dtuangkan dalam bentuk kalimat tanya secara jelas, sngkat, dan tdak ambgu. Jens kalmat tanya tergantung pada tpe tess. Untuk tess jens Analss Kasus dan tess jens Rencana Bsns, pertanyaan peneltan dapat djawab dengan menerapkan suatu konsep guna menghaslkan alternatf keputusan atau solus. Untuk tess jens Pengujan Teor maka pertanyaan penulsan harus dapat duj secara emprs.
Untuk peneltan dengan pendekatan deduktf. Pengujan hpotets secara kuanttatf, maka lazm menggunakan kata “apakah” sedangkan untuk peneltan yang lebh bersfat nduktf atau stud kasus yang mengnvestgas proses, maka lazm menggunakan kata “mengapa” atau “bagamana”.
Penuls harus sudah memkrkan ketersedaan data, sumber data, dan cara memperoleh data sehngga yakn bahwa pertanyaan peneltan tersebut dapat terjawab dan penulsan tess dapat dselesakan.
2.2.4. Tujuan Penelitian
Tujuan peneltan merujuk pada hasl yang akan dcapa atau dperoleh dar peneltan. Tujuan peneltan harus sesua dengan rumusan masalah dan pertanyaan peneltan. Tujuan peneltan dbuat dengan menggunakan kalimat pernyataan. Untuk peneltan yang bersfat exploratory lazm menggunakan
kata “mengidentifikasi”, “merancang”, “menyusun”, “memformulasikan”, “mengevaluasi”, sedangkan peneltan yang bersfat explanatory maka lazm menggunakan kata “menguj”. Hndar menggunakan
“untuk mengetahu”.
2.2.5. Manfaat Penelitian
Pada bagan manfaat peneltan, penuls menyajkan kontrbus peneltan bak untuk kalangan akadems
(dar ss teorts) maupun untuk kalangan prakts (dar ss praktk). Pernyataan manfaat peneltan harus dsebutkan dengan jelas, sngkat, dan relevan dengan tujuan peneltan yang telah dtetapkan.
Hndar menyatakan manfaat peneltan berupa suatu hal yang tdak akan dhaslkan dar peneltan yang dlakukan.
2.2.6. Lingkup Penelitian
Penuls memaparkan konteks peneltan yang akan dlakukannya, yatu aspek lokas peneltan, teor
utama yang menjad fokus, dan metoda peneltan yang akan dgunakan.
D dalam lngkup peneltan juga memuat asums-asums yang dgunakan dan merupakan penegasan bagian masalah yang lebih spesifik dan akan dipecahkan, sehingga masalah yang akan dipecahkan tidak meluas pada hal-hal yang kurang terkat.
2.2.7. Landasan Teori
Landasan teor memuat uraan sstemats tentang teor yang dacu dan akan dterapkan, serta hasl-hasl peneltan yang dlaporkan oleh penelt-penelt terdahulu dan berhubungan dengan topk peneltan yang akan dlakukan.
Untuk tess jens Analss Kasus dan jens Rencana Bsns maka tidak ada formulas hpotess. Tess dengan jens Pengujan Teor menyajkan formulas hpotess. Berdasarkan teor yang terkat, hpotess dtuls dengan jelas dan sngkat yang menunjukkan keterkatan antar varabel. Setap hpotess harus dirumuskan berdasarkan pada teori dan hasil penelitian sebelumnya secara spesifik.
Pada bagan akhr landasan teor, untuk tess jens Analss Kasus dan jens Rencana Bsns sebaknya penuls menyajkan rerangka peneltan, sedangkan untuk tess jens Pengujan Teor maka dakhr
dengan model peneltan.
2.2.8. Metoda Penelitian
Metoda peneltan mengandung uraan tentang deskrps data yang dperlukan beserta sumber data, metoda pengumpulan data, instrumen penelitian (e.g. kuesioner), definisi operasional variabel penelitian, dan metoda analisis data (model, formula, teknik, algoritma, dan sejenisnya). Jelaskan secara spesifik bagamana metoda peneltan yang dgunakan akan mampu dgunakan untuk menjawab pertanyaan peneltan.
2.3 Bagian Akhir Proposal
Bagan akhr proposal tess terdr dar 2 bagan yatu daftar pustaka dan lampran.
2.3.1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang dacu dalam proposal tess dan dsusun ke bawah menurut abjad. Informas lebh lanjut merujuk pada Bagan 7.10.
2.3.2. Lampiran (jika ada)
Pada lampran dberkan beberapa penjelasan-penjelasan tambahan yang lebh rnc dan danggap perlu dalam penulsan proposal tess, namun tdak dmasukkan dalam bagan utama proposal tess.
Contoh hal-hal yang perlu dlamprkan dalam proposal tess antara lan: data awal, desan panduan wawancara, desan kuesoner, hasl pra uj (pilot test), dan lan-lan. Penomoran dalam lampran dtuls dengan angka Romaw. Penulsan lampran dletakkan pada bagan tengah atas dan dkut dengan judul lampran. Pada tulsan lampran dan judul dgunakan huruf kaptal, Tmes New Roman 12 ft, tebal.
BAB III
PENULISAN TESIS JENIS ANALISIS KASUS
Format penulsan dan sstematka tess dtentukan oleh Program Stud MM FEB UGM dengan mengacu pada Petunjuk Penulsan Usulan Peneltan dan Tess terbtan Sekolah Pascasarjana Unverstas Gadjah Mada dan hasl workshop Program Stud MM FEB UGM.
Mahasswa Program Stud MM FEB UGM dwajbkan menuls tess sebaga bentuk penerapan dar
lmu yang dperoleh sesuai bidang konsentrasinya. Tess terdr dar 3 bagan, yatu awal, utama, dan akhr.
3.1 Bagian Awal Tesis Jenis Analisis Kasus
Bagan awal tess memberkan pengantar kepada pembaca tentang s dan struktur dar tess yang terdr
dar beberapa bagan sebaga berkut.
3.1.1. Halaman Sampul
Terdr dar beberapa hal yang dtulskan berurutan ke bawah sebaga berkut.
a. Judul Tesis
Dtuls secara jelas, tdak ambgu dan memberkan arah tentang topk peneltan yang dtelt. Judul sebaknya tdak lebh dar 15 kata, dan dtuls dengan huruf kaptal, Tmes New Roman 16ft, tebal.
b. Tesis
Tulskan kata “Tess” d bawah judul tess dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
c. Maksud Tesis
Dtuls dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal: “untuk memenuh sebagan persyaratan mencapa
derajat Sarjana S-2”.
d. Program Studi
Dtuls dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal: “Program Stud Magster Manajemen”.
e. Logo Universitas Gadjah Mada
Tamplkan lambang Unverstas Gadjah Mada, format htam puth berlubang (bukan emas atau kunng puth) berbentuk bundar (bukan seg lma) dengan dameter 5,5cm.
f. Nama Mahasiswa
Tulskan “Dajukan oleh” pada bars pertama, lalu bars kedua tulskan nama lengkap mahasswa sesua
yang tertera pada akta kelahran, tanpa gelar, dan tanpa sngkatan nama dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
g. Nomor Induk Mahasiswa
D bawah nama mahasswa, tulskan nomor nduk mahasswa secara lengkap dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal.
h. Instansi Penyelenggara Pendidikan
Tulskan “Kepada” (bars pertama), FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS (bars kedua), UNIVERSITAS GADJAH MADA (bars ketga) dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
i. Tahun
Tulskan tahun tess dtuls, dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
3.1.2. Halaman Judul
Halaman judul terdr dar 1 lembar dan memlk bagan yang sama sepert pada halaman sampul dan daplkaskan pada kertas puth.
3.1.3. Halaman Pengesahan
Halaman n bers tentang tanda tangan pembmbng dan para penguj, beserta dengan tanggal ujan.
Halaman n telah dsedakan oleh Bagan Akademk.
3.1.4. Halaman Pernyataan
Halaman n bers pernyataan bahwa s tess tdak merupakan jplakan, bukan hasl karya orang lan dan mahasswa menyatakan berseda dcabut gelarnya jka dkemudan har dtemukan pelanggaran tersebut. Contoh halaman pernyataan dapat dlhat dalam lampran.
3.1.5. Kata Pengantar
Halaman kata pengantar bers ungkapan syukur dar penuls atas penyelesaan peneltan tess, ucapan terma kash kepada phak yang telah berkontrbus serta harapan penuls tentang manfaat dar hasl peneltan tess.
3.1.6. Daftar Isi
Penuls wajb menamplkan daftar s untuk memberkan nformas tentang sstematka s tess. Hala- man daftar s dsusun secara urut, dmula dar bagan awal, bagan utama, dan bagan akhr tess. D
dalam daftar s terdapat urutan judul bab, judul sub-bab, judul anak sub-bab dserta dengan nomor halamannya.
3.1.7. Daftar Tabel
Penuls wajb menyajkan secara berurutan tentang nomor tabel, judul tabel, dan nomor halaman tabel.
3.1.8. Daftar Gambar
Penuls wajb menyajkan secara berurutan tentang nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman gambar.
3.1.9. Daftar Lampiran
Penuls wajb menyajkan secara berurutan tentang nomor lampran, judul lampran, dan nomor halaman lampran.
3.1.10. Daftar Lambang dan Singkatan (jika diperlukan)
Jka dalam tess menggunakan banyak lambang dan sngkatan, maka dperlukan daftar khusus untuk art
lambang dan sngkatan tersebut. Daftar lambang bers daftar lambang dan sngkatan yang dgunakan dalam tess dserta art dan satuannya.
3.1.11. Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak/ntsar tess dtuls dalam dua bahasa yatu bahasa Indonesa dan bahasa Inggrs. Bagan
n merupakan uraan sngkat sebanyak 100-300 kata yang bers tentang tujuan peneltan, metoda peneltan, dan hasl peneltan. Kata abstrak atau abstract dtuls d tengah halaman dengan huruf
kaptal. Teks d dalam abstrak dtuls dengan spas tunggal dan wajb mencantumkan kata kunc yang dtempatkan d bawah abstrak.
3.2 Bagian Utama Tesis Jenis Analisis Kasus
Bagan utama sebaga nt dar tess terdr dar 5 bab dan berksar antara 40-60 halaman. Berbeda dengan proposal, pada naskah tess, penuls melaporkan peneltan yang telah dlakukannya sehngga hndar penggunaaan kata “akan”.
Pada tess jens Analss Kasus, bagan utama atau bagan tubuh terdr dar 5 bab yatu (1) pendahuluan, (2) landasan teor, (3) metoda peneltan, (4) hasl peneltan dan pembahasan, (5) smpulan. Selan tu dar masng-masng bab terdapat beberapa sub bab yang menjelaskan beberapa hal yang terkat dengan arahan dan tujuan dar peneltan yang telah dlakukan. Sstematka tap bab sesua dengan jens tess Analss Kasus datur sebaga berkut.
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Pengamatan terhadap fenomena bsns yang terjad saat n yang menark perhatan dan/atau sesua/
tdak sesua dengan konsep yang ada dapat menjad latar belakang suatu peneltan. Kemudan penuls mengkatkannya dengan landasan kontekstual dan landasan konseptual yang terkat dengan fenomena bsns yang dtelt.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang peneltan d bagan sebelumnya, penuls memaparkan celah peneltan (research gap) bak secara emprs, teorts dan metodologs berdasarkan bak kajan peneltan sebelumnya maupun su yang sedang terjad. Dalam menuls rumusan masalah, mahasswa mnmal harus memaparkan dengan jelas: “apa yang menjad masalah?” dan “mengapa masalah tersebut menjad
menark untuk dtelt?” Rumusan masalah tidak dinyatakan dengan kalimat tanya, tap merupakan pernyataan masalah (statement of the problem).
1.3. Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan peneltan harus dtuangkan dalam bentuk kalimat tanya secara jelas, sngkat dan tdak ambgu. Untuk tess jens Analss Kasus, pertanyaan peneltan harus dapat djawab dengan menerapkan suatu konsep guna menghaslkan alternatf keputusan atau solus. Peneltan yang lebh bersfat nduktf atau stud kasus yang mengnvestgas proses, maka lazm menggunakan kata tanya “mengapa” atau
“bagamana”.
1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan peneltan harus sesua dengan rumusan masalah dan pertanyaan peneltan. Tujuan peneltan dbuat dengan menggunakan kalimat pernyataan. Penulis lazim menggunakan kata “mengidentifikasi”,
“merancang”, “menyusun”, “memformulaskan”, “mengevaluas”, dan “mengkaj” serta menghndar
menggunakan “mengetahu” atau “menguj” untuk tess jens Analss Kasus.
1.5. Manfaat Penelitian
Penuls menyajkan kontrbus peneltan bak untuk kalangan akadems (dar ss teorts) maupun untuk kalangan prakts (dar ss praktek). Pernyataan manfaat peneltan harus dsebutkan dengan jelas, sngkat dan relevan dengan tujuan peneltan yang telah dtetapkan. Hndar menyatakan manfaat peneltan berupa suatu hal yang tdak akan dhaslkan dar peneltan yang dlakukan.
1.6. Lingkup Penelitian
Penuls memaparkan konteks peneltan yang telah dlakukannya yatu aspek lokas peneltan, fokus teor
utama, dan metoda peneltan yang dgunakan. D dalam lngkup peneltan juga memuat asums-asums
yang digunakan dan merupakan penegasan bagian masalah yang lebih spesifik sehingga masalah yang dpecahkan tdak meluas pada hal-hal yang kurang terkat.
1.7. Sistematika Penulisan
Penuls memaparkan secara sngkat bagan-bagan pentng dar setap bab.
BAB II. LANDASAN TEORI 2.1. Landasan Teori
Landasan teor merupakan uraan sstemats mengena beberapa teor yang berkatan dengan peneltan analss kasus yang dlakukan. Landasan teor n sebaknya dapat menggambarkan fakta- fakta yang berkatan dengan peneltan langsung dar sumbernya/sumber kepustakaan prmer.
Sumber kepustakaan sekunder dapat dgunakan sebaga pendukung sumber kepustakaan prmer.
Sumber-sumber yang dgunakan harus dcantumkan nama dan tahun penerbtan yang sesua dengan sumber yang tercantum dalam daftar pustaka. Selan tu, dalam landasan teor dpaparkan hasl dar beberapa stud lteratur yang dsusun oleh penuls secara kronologs. Untuk dapat memberkan penjelasan yang kuat dalam kajan teor n hendaknya dberkan kajan yang mendalam tentang teori yang terkait dengan penelitian. Landasan teori ini diharapkan menjadi acuan/kerangka berfikir untuk lebh memaham dan memecahkan masalah.
Dalam peneltan dperlukan kajan pustaka yang memlk dua krtera, yatu prnsp kemutakhran dan prnsp relevans. Prnsp kemutakhran terkat dengan lmu yang dgunakan hendaknya merupakan teor
yang dpandang palng mutakhr. Hal n dkarenakan lmu berkembang dengan cepat. Oleh karena tu, penuls dharapkan dapat berargumentas berdasarkan teor-teor yang dpandang palng representatf pada waktu peneltan dlakukan. Prnsp relevans dmaksudkan agar penuls dapat menyajkan kajan teor yang berkatan erat dengan masalah yang ada d dalam peneltan.
2.2. Kajian Penelitian Terdahulu
Penuls harus memaparkan hasl peneltan-peneltan emprs yang sebelumnya sudah dlakukan secara kronologs. Peneltan yang dacu haruslah relevan dengan topk peneltan dan memperjelas pemahaman terhadap konteks peneltan untuk peneltan analss kasus.
2.3. Kerangka Penelitian
Penuls harus menyajkan kerangka peneltan yang menggambarkan keterkatan antar konsep-konsep dar teor yang dacu dan atau dkembangkan d tess Analss Kasus yang dtulsnya.
BAB III. METODA PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian
Penuls memaparkan desan sebaga acuan strateg peneltan yang memuat penjelasan sngkat tentang cara yang dambl untuk menjawab pertanyaan peneltan. Dalam peneltan tess jens Analss Kasus terdapat 2 rancangan peneltan yang lazm dgunakan yatu eksploratf dan deskrptf. Desan eksploratf berfokus pada nvestgas fenomena yang belum tertangkap secara jelas dalam peneltan terdahulu dan bertujuan untuk membentuk konsep maupun teori atau mengidentifikasi temuan baru berdasarkan data peneltan, sedangkan desan deskrptf memfokuskan pada deskrps atau penggambaran obyek peneltan secara jelas, runtut, lengkap, dan sstemats untuk mendapatkan gambaran atau potret peneltan secara komprehensf.
3.2. Metoda Pengumpulan Data
Penuls memaparkan jens/tpe data yang dkumpulkan, sumber data, langkah-langkah pengumpulan data, waktu pelaksanaan pengumpulan data, dan metoda penyampelan (sampling method).
3.3. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian berisi definisi operasional, tata cara pengembangan instrumen, metoda pengukuran dan metoda memvaldas nstrumen tersebut. Hal n dperlukan agar tdak tmbul perbedaan pengertan atau kesalahpahaman makna, sehngga perlu penegasan stlah yang dpaka dalam peneltan. Istlah yang perlu dberkan penegasan adalah stlah-stlah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok dalam peneltan.
3.4. Metoda Analisis Data
Penuls menyajkan metoda analss data yang dgunakan dalam rangka menjawab rumusan masalah dan pertanyaan peneltan beserta alasan mengapa jens analss data tersebut dgunakan. Pemlhan jens metoda analss data dtentukan dar kebutuhan peneltan dan tetap searah dengan tujuan peneltan yang dcapa.
3.5. Profil Kasus
Penuls menjelaskan secara rnc mengena obyek peneltan yang menjad stud kasus yang dtelt, antara lain profil organisasi, dinamika isu utama dalam kasus, dan aspek lain yang terkait dalam penelitian.
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Data
Deskrps data bers tentang uraan data yang dperoleh. Deskrps data dapat dsajkan dalam statstk deskriptif, distribusi frekuensi yang disertai dengan grafik atau histogram, nilai rerata, kutipan wawancara, hasl observas, dan lan sebaganya. Penuls harus menjelaskan temuan-temuan menark dar stud
kasus yang dteltnya.
4.2. Pembahasan
Bagan pembahasan mengurakan beberapa hal yatu jawaban atas masalah peneltan yang telah dpaparkan d Bab I atau bahasan tentang hasl pencapaan tujuan peneltan, dan katan antara hasl peneltan dengan bahasan lmu yang terkat dengan peneltan. Penjelasan hasl sebaknya dserta
perbandngan dengan hasl-hasl dar peneltan sebelumnya yang relevan.
BAB V. SIMPULAN 5.1. Simpulan
Smpulan hasl peneltan djelaskan dengan sngkat, tepat, dan terkat langsung dengan rumusan masalah dan tujuan peneltan. Smpulan merupakan ntsar pembahasan yang relevan dan dapat memperkaya hasl temuan peneltan.
5.2. Implikasi
Implkas dar temuan peneltan mencakup pada 2 hal yatu mplkas teorts dan prakts. Implkas teorts berhubungan dengan kontrbusnya bag perkembangan teor-teor lmu yang ada dan mplkas prakts berkatan dengan kontrbus temuan peneltan terhadap penguatan pelaksanaan manajeral d konteks peneltan dan konteks organsasonal lan yang mrp.
5.3. Keterbatasan
Bagan n memaparkan keterbatasan-keterbatasan yang dhadap oleh penuls dalam melaksanakan peneltan.
5.4. Saran
Saran yang dajukan seharusnya terkat dengan topk peneltan dan bersumber pada temuan, pembahasan, dan smpulan hasl peneltan. Rekomendas sebaknya dkemukakan dengan bahasa yang rnc dan operasonal sehngga phak lan yang terkat dengan peneltan yang hendak melaksanakan saran tersebut dapat dengan mudah melaksanakan saran tersebut.
3.3 Bagian Akhir Tesis Jenis Analisis Kasus
Bagan akhr tess jens Analss Kasus terdr dar 2 bagan yatu daftar pustaka dan lampran.
3.3.1. Daftar Pustaka
Bagan n memuat referens atau bahan bacaan yang dacu penuls dalam tess Analss Kasus. Daftar pustaka dsusun secara urut berdasarkan abjad dan mengkut ketentuan Program Stud MM FEB UGM, dtuls dengan Tmes New Roman 12ft, tdak tebal, dan spas 1. Semua referens yang ada d naskah (body text) harus tercantum d daftar pustaka, begtu pula sebalknya. Ketentuan tata cara penulsan daftar pustaka untuk tess tercantum d bagan 7.10.
3.3.2. Lampiran
Pada lampran dberkan beberapa penjelasan-penjelasan tambahan yang lebh rnc dan danggap perlu d dalam penulsan tess. Contoh lampran tess antara lan data lengkap, transkrp wawancara, dokumen observas, analss data, dan lannya. Penomoran dalam lampran dtuls dengan angka Romaw. Penulsan lampran dletakkan pada bagan tengah atas dan dkut dengan judul lampran. Pada tulsan lampran dan judul dgunakan huruf kaptal, Tmes New Roman 12 ft, tebal.
BAB IV
PENULISAN TESIS JENIS RENCANA BISNIS
Tess dengan jens Rencana Bsns hanya dapat dtuls oleh mahasswa yang mengambl konsentras
kewrausahaan (entrepreneurship). Rncan penjelasan pada masng-masng bagan dmaksudkan untuk menjad acuan dasar dalam penulsan tess.
4.1 Bagian Awal Tesis Jenis Rencana Bisnis
Bagan awal tess jens Rencana Bsns memberkan pengantar kepada pembaca tentang s dan struktur dar tess, yang terdr dar beberapa bagan sebaga berkut.
4.1.1. Halaman Sampul
Terdr dar beberapa hal yang dtulskan berurutan ke bawah sebaga berkut.
a. Judul Tesis
Dtuls secara jelas, tdak ambgu dan memberkan arah tentang topk peneltan yang dtelt. Judul sebaknya tdak lebh dar 15 kata, dan dtuls dengan huruf kaptal, Tmes New Roman 16ft, tebal.
b. Tesis
Tulskan kata “Tess” d bawah judul tess dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
c. Maksud Tesis
Dtuls dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal: “untuk memenuh sebagan persyaratan mencapa
derajat Sarjana S-2”.
d. Program Studi
Dtuls dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal: “Program Stud Magster Manajemen”.
e. Logo Universitas Gadjah Mada
Tamplkan lambang Unverstas Gadjah Mada, format htam puth berlubang (bukan emas atau kunng
f. Nama Mahasiswa
Tulskan “Dajukan oleh” pada bars pertama, lalu bars kedua tulskan nama lengkap mahasswa sesua
yang tertera pada akta kelahran, tanpa gelar dan tanpa sngkatan nama dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
g. Nomor Induk Mahasiswa
D bawah nama mahasswa, tulskan nomor nduk mahasswa secara lengkap dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal.
h. Instansi Penyelenggara Pendidikan
Tulskan “Kepada” (bars pertama), FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS (bars kedua), UNIVERSITAS GADJAH MADA (bars ketga) dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
i. Tahun
Tulskan tahun tess dtuls, dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
4.1.2. Halaman Judul
Halaman judul terdr dar 1 lembar dan memlk bagan yang sama sepert pada halaman sampul dan daplkaskan pada kertas puth.
4.1.3. Halaman Pengesahan
Halaman n bers tentang tanda tangan pembmbng dan para penguj, beserta dengan tanggal ujan.
Halaman n telah dsedakan oleh Bagan Akademk.
4.1.4. Halaman Pernyataan
Halaman n bers pernyataan bahwa s tess tdak merupakan jplakan, bukan hasl karya orang lan dan mahasswa menyatakan berseda dcabut gelarnya jka dkemudan har dtemukan pelanggaran tersebut. Contoh halaman pernyataan dapat dlhat dalam lampran.
4.1.5. Kata Pengantar
Halaman kata pengantar bers ungkapan syukur dar penuls atas penyelesaan peneltan tess, ucapan terma kash kepada phak yang telah berkontrbus serta harapan penuls tentang manfaat dar hasl peneltan tess.
4.1.6. Daftar Isi
Penuls wajb menamplkan daftar s untuk memberkan nformas tentang sstematka s tess. Halaman daftar s dsusun secara urut, dmula dar bagan awal, bagan utama dan bagan akhr tess. D
dalam daftar s terdapat urutan judul bab, judul sub-bab, judul anak sub-bab dserta dengan nomor halamannya.
4.1.7. Daftar Tabel
Penuls wajb menyajkan secara berurutan tentang nomor tabel, judul tabel, dan nomor halaman tabel.
4.1.8. Daftar Gambar
Penuls wajb menyajkan secara berurutan tentang nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman gambar.
4.1.9. Daftar Lampiran
Penuls wajb menyajkan secara berurutan tentang nomor lampran, judul lampran, dan nomor halaman lampran.
4.1.10. Daftar Lambang dan Singkatan (jika diperlukan)
Jka dalam tess menggunakan banyak lambang dan sngkatan, maka dperlukan daftar khusus untuk art
lambang dan sngkatan tersebut. Daftar lambang bers daftar lambang dan sngkatan yang dgunakan dalam tess dserta art dan satuannya.
4.1.11. Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak/ntsar tess dtuls dalam dua bahasa yatu bahasa Indonesa dan bahasa Inggrs. Bagan
n merupakan uraan sngkat sebanyak 100-300 kata yang bers tentang tujuan peneltan, metoda peneltan, dan hasl peneltan. Kata abstrak atau abstract dtuls d tengah halaman dengan huruf kaptal. Teks d dalam abstrak dtuls dengan spas tunggal dan wajb mencantumkan kata kunc yang dtempatkan d bawah abstrak.
4.2 Bagian Utama Tesis Jenis Rencana Bisnis
Bagan utama sebaga nt dar tess jens Rencana Bsns terdr dar 5 bab dan berksar antara 40- 60 halaman. Berbeda dengan proposal, pada naskah tess, penuls melaporkan peneltan yang telah dlakukannya sehngga hndar penggunaaan kata “akan”. Sstematka tap bab sesua dengan jens tess Rencana Bsns datur sebaga berkut.
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Lingkungan Eksternal Perusahaan
Sub-bab n memberkan ulasan mengena ndustr terkat, mencakup tren, peman-peman utama dalam
ndustr, dan perkraan nla penjualan total dalam ndustr serta mencakup rngkasan mengena poss
perusahaan dalam ndustr (khusus untuk topk pengembangan usaha yang sudah ada).
Selan tu, penuls perlu memaparkan penjelasan khusus mengena pasar sasaran utama untuk tawaran perusahaan, termasuk lokasi geografis, karakteristik demografis, kebutuhan dari sasaran pasar, dan bagamana memenuh kebutuhan tersebut. Investgas mengena pesang langsung dan pesang tdak langsung juga dpaparkan dalam bagan n dengan mencantumkan penlaan keunggulan kompettf masng-masng pesang dan analss mengena bagamana perusahaan dapat mengatas hambatan- hambatan untuk masuk ke ndustr yang telah dplh.
1.2. Lingkungan Internal Perusahaan
Lngkungan nternal perusahaan bers mengena status kepemlkan perusahaan, status hukum perusahaan, sejarah perusahaan (untuk bsns yang telah berdr), atau rencana pendran perusahaan (untuk bsns yang belum berdr). Pada bagan n juga harus djelaskan lokas perusahaan dan berbaga
fasltas yang dmlk yang dapat dgunakan untuk menunjang bsns.
1.3. Rumusan Masalah
Bagan n menjelaskan celah peneltan (research gap) atau permasalahan yang menjad fokus pembahasan yang dpecahkan melalu peneltan n. Masalah dapat berupa kebutuhan untuk melakukan kajan atau evaluas terhadap bsns yang sudah berjalan untuk perusahaan yang sudah berdr, untuk mengembangkan/merancang hal baru sepert unt usaha baru dan mengembangkan produk atau konsep bsns baru. Int dar rumusan masalah adalah memaparkan permasalahan apakah yang dhadap oleh
perusahaan (jka perusahaan telah berdr) maupun konds atau permasalahan yang melatarbelakang
berdrnya suatu perusahaan (jka bsns belum berdr) sebaga tanggapan terhadap konds lngkungan eksternal dan nternal.
1.4. Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan peneltan harus dtuangkan dalam bentuk kalimat tanya secara jelas, sngkat dan tdak ambgu. Untuk tess jens Rencana Bsns, pertanyaan peneltan harus dapat djawab dengan menerapkan suatu konsep guna menghaslkan solus.
1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian memuat penjelasan tentang sasaran yang lebih spesifik dan menjadi tujuan dalam peneltan. Penuls merumuskan tujuan peneltan dengan menggunakan kalimat pernyataan. Penuls lazm menggunakan kata “merancang”, “menyusun”, “memformulaskan”, “mengevaluas”, dan “mengkaj”
serta menghndar menggunakan kata “mengetahu” atau “menguj” untuk tess jens Rencana Bsns.
1.6. Manfaat Penelitian
Bagan n menjabarkan keuntungan dan kebakan yang dapat dberkan kepada seluruh phak yang terlbat, bak pemlk perusahaan, karyawan, pelanggan, maupun masyarakat luas.
1.7. Sistematika Penulisan
Penuls memaparkan tentang pengorgansasan penulsan tess secara sngkat beserta s dar setap babnya.
BAB II. LANDASAN TEORI 2.1. Landasan Teori
Penuls menyajkan teor atau konsep yang menjad kerangka dasar berpkr yang membngka peneltan yang dlakukan. Landasan teor merupakan uraan sstemats mengena beberapa teor dan hasl peneltan sebelumnya yang berkatan dengan peneltan yang dlakukan. Landasan teor n sebaknya dapat menggambarkan fakta-fakta yang berkatan dengan peneltan langsung dar sumbernya/sumber kepustakaan prmer. Sumber kepustakaan sekunder dapat dgunakan sebaga pendukung sumber
yang sesua dengan sumber yang tercantum dalam daftar pustaka. Selan tu, dalam landasan teor
dpaparkan hasl dar beberapa stud lteratur yang dsusun oleh penuls. Untuk dapat memberkan penjelasan yang kuat dalam kajan teor n hendaknya dberkan kajan yang mendalam tentang teor
yang terkait dengan penelitian. Landasan teori ini diharapkan menjadi acuan/kerangka berfikir untuk lebh memaham dan memecahkan masalah.
Dalam penulsan tess jens Rencana Bsns dperlukan kajan pustaka yang relevan dan mendukung perencanaan bsns mula dar langkah-langkah perencanaan bsns, analss data dan formulas rencana aks secara terpernc. Penuls harus mempertmbangkan 2 krtera utama dalam melakukan kajan pustaka, yatu prnsp kemutakhran dan prnsp relevans. Prnsp kemutakhran terkat dengan lmu yang dgunakan hendaknya merupakan teor yang dpandang palng mutakhr. Hal n dkarenakan lmu berkembang dengan cepat. Oleh karena tu, penuls dharapkan dapat berargumentas berdasarkan teor-teor yang dpandang palng representatf pada waktu peneltan dlakukan. Prnsp relevans
dmaksudkan agar penuls dapat menyajkan kajan teor yang berkatan erat dengan masalah yang ada d dalam peneltan.
2.2. Kerangka Penelitian
Penuls harus menyajkan kerangka peneltan yang menggambarkan keterkatan antar konsep-konsep dan teor yang dacu d tess Rencana Bsns yang dtulsnya.
BAB III. METODA PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian
Penuls memaparkan desan sebaga acuan strateg peneltan yang memuat penjelasan sngkat tentang cara yang dambl untuk menjawab pertanyaan peneltan. Dalam peneltan tess jens Rencana Bsns terdapat 2 rancangan peneltan yang lazm dgunakan yatu eksploratf dan deskrptf. Desan eksploratf berfokus pada nvestgas fenomena yang belum tertangkap secara jelas dalam peneltan terdahulu dan bertujuan untuk mengidentifikasi atau memahami temuan baru berdasarkan data penelitian, sedangkan desan deskrptf memfokuskan pada deskrps atau penggambaran obyek peneltan secara jelas, runtut, lengkap, dan sstemats untuk mendapatkan gambaran atau potret peneltan secara komprehensf.
Penuls perlu juga memaparkan tngkat analss (level of analysis) dar Rencana Bsns yang dtulsnya, apakah ddasarkan bak dar tngkat ndvdu, kelompok, wlayah, unt usaha, perusahaan, maupun organsas.
3.3. Metoda Pengumpulan Data
Penuls memaparkan jens/tpe data yang dkumpulkan, sumber data, langkah-langkah pengumpulan data, waktu pelaksanaan pengumpulan data, dan metoda penyampelan (sampling method).
Bagan n juga menjelaskan bagamana data dperoleh, apakah data dperoleh secara langsung oleh penuls untuk tujuan peneltan (data prmer) atau merupakan data yang dkumpulkan dan dgunakan oleh penuls lan untuk kepentngan peneltan sebelumnya (data sekunder) atau merupakan kombnas
keduanya. Penuls dapat mengumpulkan data dar penelusuran dokumen, wawancara, observas, surve, focus group discussion, dan metoda lan yang relevan.
3.4. Instrumen Penelitian
Instrumen peneltan bers tata cara pengembangan nstrumen, metoda pengukuran, skala yang dgunakan, dan metoda memvaldas nstrumen tersebut.
3.5. Metoda Analisis Data
Penuls menyajkan metoda analss data yang dgunakan dalam rangka menjawab rumusan masalah dan pertanyaan peneltan beserta alasan mengapa jens analss data tersebut dgunakan. Pemlhan jens metoda analss data dtentukan dar kebutuhan peneltan dan tetap searah dengan tujuan peneltan yang dcapa.
BAB IV. STRATEGI DAN RENCANA 4.1. Deskripsi Data
Deskrps data bers tentang uraan data yang dperoleh. Deskrps data dapat dsajkan dalam statstk deskriptif, distribusi frekuensi yang disertai dengan grafik atau histogram, nilai rerata, kutipan wawancara, hasl observas, dan lan sebaganya.
4.2. Pembahasan
Atas persetujuan Dosen Pembmbng Tess, mahasswa dapat memlh untuk menggunakan salah satu dar 3 tpe strateg dan rencana bsns sepert yang dpaparkan dalam Tabel 1 d bawah n.
Tabel 1 Strategi dan Rencana Bisnis Strategi dan Rencana Bisnis
(1) Fungsional (2) Non Fungsional (3) Nine Building Blocks Ms, Vs dan Tujuan
Rencana Pemasaran Rencana Operas
Rencana Sumber Daya Manusa
Rencana Keuangan Analisis Sentitifitas Analss Kelayakan Strateg Keluar
Ms, Vs dan Tujuan Arena
Vehicle Dferensas
Staging
Logka Ekonomk Analss Kelayakan
Ms, Vs dan Tujuan Segmen Pelanggan Proposs Nla
Kanal atau Saluran Hubungan Pelanggan Mtra Kunc
Sumber Daya Kunc
Aktvtas Kunc
Arus Penermaan Struktur Baya Analss Kelayakan
BAB V. RENCANA AKSI 5.1. Matrik Kegiatan
Penuls memaparkan tahapan-tahapan kegatan untuk mengeksekus rencana bsns yang dsusun dalam matrk kegatan. Hal n untuk membantu mengelola pelaksanaan strateg melalu kegatan-kegatan secara terpernc, pencantuman penanggung-jawab kegatan (person in charge) dan duras beserta target waktu dar kegatan.
5.2. Ukuran Kinerja
Setap kegatan yang dsusun harus djelaskan ukuran knerjanya. Hal n untuk memproyekskan, memantau dan mengendalkan kemajuan dar setap tahap dalam mengeksekus rencana bsns.
4.3 Bagian Akhir Tesis Jenis Rencana Bisnis
Bagan akhr tess jens Rencana Bsns terdr dar 2 bagan yatu daftar pustaka dan lampran.
4.3.1. Daftar Pustaka
Bagan n memuat referens atau bahan bacaan yang dacu penuls dalam tess Rencana Bsns. Daftar pustaka dsusun secara urut berdasarkan abjad dan mengkut ketentuan Program Stud MM FEB UGM, dtuls dengan Tmes New Roman 12ft, tdak tebal, dan spas 1. Semua referens yang ada d naskah (body text) harus tercantum d daftar pustaka, begtu pula sebalknya. Ketentuan tata cara penulsan daftar pustaka untuk tess tercantum d bagan 7.10.
4.3.2. Lampiran
Pada lampran dberkan beberapa penjelasan-penjelasan tambahan yang lebh rnc dan danggap perlu d dalam penulsan tess. Contoh lampran tess antara lan data terpernc, transkrp wawancara, dokumen observas, analss data, dan lannya. Penomoran dalam lampran dtuls dengan angka Romaw.
Penulsan lampran dletakkan pada bagan tengah atas dan dkut dengan judul lampran. Pada tulsan lampran dan judul dgunakan huruf kaptal, Tmes New Roman 12 ft, tebal.
BAB V
PENULISAN TESIS JENIS PENGUJIAN TEORI
Mahasswa Program Stud MM FEB UGM dwajbkan menuls tess sebaga bentuk penerapan dar lmu yang dperoleh sesuai bidang konsentrasinya. Tess terdr dar 3 bagan yatu awal, utama dan akhr.
5.1 Bagian Awal Tesis Jenis Pengujian Teori
Bagan awal tess memberkan pengantar kepada pembaca tentang s dan struktur dar tess, yang terdr
dar beberapa bagan sebaga berkut.
5.1.1. Halaman Sampul
Terdr dar beberapa hal yang dtulskan berurutan ke bawah sebaga berkut:
a. Judul Tesis
Dtuls secara jelas, tdak ambgu dan memberkan arah tentang topk peneltan yang dtelt. Judul sebaknya tdak lebh dar 15 kata, dan dtuls dengan huruf kaptal, Tmes New Roman 16ft, tebal.
b. Tesis
Tulskan kata “Tess” d bawah judul tess dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
c. Maksud Tesis
Dtuls dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal: “untuk memenuh sebagan persyaratan mencapa
derajat Sarjana S-2”.
d. Program Studi
Dtuls dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal: “Program Stud Magster Manajemen”.
e. Logo Universitas Gadjah Mada
Tamplkan lambang Unverstas Gadjah Mada, format htam puth berlubang (bukan emas atau kunng puth) berbentuk bundar (bukan seg lma) dengan dameter 5,5 cm.
f. Nama Mahasiswa
Tulskan “Dajukan oleh” pada bars pertama, lalu bars kedua tulskan nama lengkap mahasswa sesua
yang tertera pada akta kelahran, tanpa gelar dan tanpa sngkatan nama dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
g. Nomor Induk Mahasiswa
D bawah nama mahasswa, tulskan nomor nduk mahasswa secara lengkap dengan Tmes New Roman 14ft, tdak tebal.
h. Instansi Penyelenggara Pendidikan
Tulskan “Kepada” (bars pertama), FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS (bars kedua), UNIVERSITAS GADJAH MADA (bars ketga) dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
i. Tahun
Tulskan tahun tess dtuls, dengan Tmes New Roman 14ft, tebal.
5.1.2. Halaman Judul
Halaman judul terdr dar 1 lembar dan memlk bagan yang sama sepert pada halaman sampul dan daplkaskan pada kertas puth.
5.1.3. Halaman Pengesahan
Halaman n bers tentang tanda tangan pembmbng dan para penguj, beserta dengan tanggal ujan.
Halaman n telah dsedakan oleh Bagan Akademk.
5.1.4. Halaman Pernyataan
Halaman n bers pernyataan bahwa s tess tdak merupakan jplakan, bukan hasl karya orang lan dan mahasswa menyatakan berseda dcabut gelarnya jka dkemudan har dtemukan pelanggaran tersebut. Contoh halaman pernyataan dapat dlhat dalam lampran.
5.1.5. Kata Pengantar
Halaman kata pengatar bers ungkapan syukur dar penuls atas penyelesaan peneltan tess, ucapan
5.1.6. Daftar Isi
Penuls wajb menamplkan daftar s untuk memberkan nformas tentang sstematka s tess. Hala- man daftar s dsusun secara urut, dmula dar bagan awal, bagan utama, dan bagan akhr tess. D
dalam daftar s terdapat urutan judul bab, judul sub-bab, judul anak sub-bab dserta dengan nomor halamannya.
5.1.7. Daftar Tabel
Penuls wajb menyajkan secara berurutan tentang nomor tabel, judul tabel, dan nomor halaman tabel.
5.1.8. Daftar Gambar
Penuls wajb menyajkan secara berurutan tentang nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman gambar.
5.1.9. Daftar Lampiran
Penuls wajb menyajkan secara berurutan tentang nomor lampran, judul lampran, dan nomor halaman lampran.
5.1.10. Daftar Lambang dan Singkatan (jika diperlukan)
Jka dalam tess menggunakan banyak lambang dan sngkatan, maka dperlukan daftar khusus untuk art
lambang dan sngkatan tersebut. Daftar lambang bers daftar lambang dan sngkatan yang dgunakan dalam tess dserta art dan satuannya.
5.1.11. Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak/ntsar tess dtuls dalam dua bahasa yatu bahasa Indonesa dan bahasa Inggrs. Bagan
n merupakan uraan sngkat sebanyak 100-300 kata yang bers tentang tujuan peneltan, metoda peneltan dan hasl peneltan. Kata abstrak atau abstract dtuls d tengah halaman dengan huruf kaptal. Teks d dalam abstrak dtuls dengan spas tunggal dan wajb mencantumkan kata kunc yang dtempatkan d bawah abstrak.
5.2 Bagian Utama Tesis Jenis Pengujian Teori
Pada penulsan tess jens Pengujan Teor, mahasswa menyajkan dugaan sementara untuk hubungan antar varabel peneltan dalam formulasi hipotesis. Bagan utama sebaga nt dar tess jens Pengujan Teor terdr dar 5 bab dan berksar antara 40-60 halaman. Berbeda dengan proposal, pada naskah tess, penuls melaporkan peneltan yang telah dlakukannya sehngga hndar penggunaaan kata “akan”.
Sstematka tap bab sesua dengan tess jens Pengujan Teor datur sebaga berkut.
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Penuls memaparkan alasan ”mengapa” topk peneltan layak untuk dtelt terutama berdasarkan landasan konseptual berupa teor yang relevan, dengan ddukung landasan kontekstual berupa su atau fenomena bsns yang terkn. Bagan n dapat menjelaskan secara rngkas beberapa teor dan hasl peneltan terdahulu terkat masalah yang dtelt.
Latar belakang masalah juga dapat dambl dar kekurangan/keterbatasan dan saran peneltan sebelumnya yang memlk topk yang terkat dengan topk peneltan n. Dengan pengungkapan alasan- alasan mengapa masalah yang dtelt merupakan hal yang pentng, menark, dan perlu dtelt maka penuls memlk landasan yang lebh kuat dalam menelt.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang peneltan d bagan sebelumnya, penuls memaparkan celah peneltan (research gap) bak secara emprs, teorts, dan metodologs berdasarkan bak kajan peneltan sebelumnya maupun su yang sedang terjad. Dalam menuls rumusan masalah, penuls mnmal harus memaparkan dengan jelas: “apa yang menjad masalah?” dan “mengapa masalah tersebut menjad
menark untuk dtelt?” Rumusan masalah tidak dinyatakan dengan kalimat tanya, tap merupakan pernyataan masalah (statement of the problem).
1.3. Pertanyaan Penelitian
Pertanyaan peneltan harus dtuangkan dalam bentuk kalimat tanya secara jelas, sngkat dan tdak ambgu. Untuk tess jens Pengujan Teor maka pertanyaan peneltan harus dapat duj secara emprs.
Penuls harus sudah memkrkan ketersedaan data, sumber data, dan cara memperoleh data sehngga yakn bahwa pertanyaan peneltan dapat djawab dan penulsan tess dapat dselesakan.
1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan peneltan harus sesua dengan rumusan masalah dan pertanyaan peneltan. Tujuan peneltan dbuat dengan menggunakan kalimat pernyataan. Penuls lazm menggunakan kata “menguj” untuk tess jens Pengujan Teor.
1.5. Manfaat Penelitian
Penuls menyajkan kontrbus peneltan bak untuk kalangan akadems (dar ss teorts) maupun untuk kalangan prakts (dar ss praktek). Pernyataan manfaat peneltan harus dsebutkan dengan jelas, sngkat dan relevan dengan tujuan peneltan yang telah dtetapkan. Hndar menyatakan manfaat peneltan berupa suatu hal yang tdak akan dhaslkan dar peneltan yang dlakukan.
1.6. Lingkup Penelitian
Penuls memaparkan konteks peneltan yang telah dlakukannya yatu aspek lokas peneltan, fokus teor
utama, dan metoda peneltan yang dgunakan. D dalam lngkup peneltan juga memuat asums-asums
yang digunakan dan merupakan penegasan bagian masalah yang lebih spesifik sehingga masalah yang dpecahkan tdak meluas pada hal-hal yang kurang terkat.
1.7 Sistematika Penulisan
Penuls memaparkan secara sngkat bagan-bagan pentng dar setap bab.
BAB II. LANDASAN TEORI 2.1. Landasan teori
Landasan teor merupakan uraan sstemats mengena beberapa teor dan hasl peneltan sebelumnya yang berkatan dengan peneltan yang dlakukan. Landasan teor n sebaknya dapat menggambarkan fakta-fakta yang berkatan dengan peneltan langsung dar sumbernya/sumber kepustakaan prmer.
Sumber kepustakaan sekunder dapat dgunakan sebaga pendukung sumber kepustakaan prmer.
Sumber-sumber yang dgunakan harus dcantumkan nama dan tahun penerbtan yang sesua dengan sumber yang tercantum dalam daftar pustaka. Selan tu, dalam landasan teor dpaparkan hasl dar
beberapa stud lteratur yang dsusun oleh penuls. Untuk dapat memberkan penjelasan yang kuat dalam kajan teor n hendaknya dberkan kajan yang mendalam tentang teor yang terkat dengan peneltan.
Landasan teori ini diharapkan menjadi acuan/kerangka berfikir untuk merumuskan hipotesis.
Dalam peneltan dperlukan kajan pustaka yang memlk dua krtera, yatu prnsp kemutakhran dan prnsp relevans. Prnsp kemutakhran terkat dengan lmu yang dgunakan hendaknya merupakan teor
yang dpandang palng mutakhr. Hal n dkarenakan lmu berkembang dengan cepat. Oleh karena tu, penuls dharapkan dapat berargumentas berdasarkan teor-teor yang dpandang palng representatf pada waktu peneltan dlakukan. Prnsp relevans dmaksudkan agar penuls dapat menyajkan kajan teor yang berkatan erat dengan masalah yang ada d dalam peneltan.
2.2. Kajian Penelitian Terdahulu
Penuls harus memaparkan hasl peneltan emprs yang sebelumnya sudah dlakukan secara kronologs.
Peneltan yang dacu haruslah relevan dengan topk peneltan dan memperkuat rumusan hpotess.
2.3. Perumusan Hipotesis
Hpotess adalah pernyataan sngkat yang dsmpulkan dar teor tentang jawaban sementara terhadap suatu masalah dan mash harus dbuktkan kebenarannya. Dugaan sementara dbuat dengan menggunakan pengetahuan lmah/teor yang relevan dan jelas sebaga dasar argumentas dalam mengkaj masalah peneltan. Formulas hpotess berupa hubungan atau keterkatan antara varabel peneltan hendaknya dnyatakan dalam kalmat yang jelas, cermat, dan logs serta dapat duj.
2.4. Model Penelitian
Untuk merangkum formulas hpotess yang telah dsajkan dalam naras pada bagan sebelumnya, maka penuls harus menyajkan gambar berupa model peneltan.
BAB III. METODA PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian
Desan peneltan dgunakan sebaga acuan strateg peneltan agar penuls dapat memperoleh data dan alat peneltan yang vald sesua dengan karakterstk dan tujuan peneltan. Hal n merupakan arahan
Dalam tess jens Pengujan Teor, penuls lazm menggunakan desan eksplanator yang berfokus pada pengujan teor yang sudah mapan pada konteks peneltan yang berbeda.
3.2. Metoda Pengumpulan Data
Penuls memaparkan jens/tpe data yang dkumpulkan, sumber data, langkah-langkah pengumpulan data, waktu pelaksanaan pengumpulan data, dan metoda penyampelan (sampling method) apakah menggunakan probabilistic sampling ataukah menggunakan non probabilistic sampling.
Populas adalah sekumpulan orang atau obyek yang memlk kesamaan dalam satu atau beberapa hal, sedangkan sampel adalah bagan mnatur (mkrokosmos) dar populas. Penjelasan yang akurat tentang karakterstk populas dperlukan agar cara pemlhan dan ukuran sampel dapat dtentukan dengan cermat, tepat, dan representatf.
3.3. Instrumen Penelitian
Bagian ini berisi definisi operasional, tata cara pengembangan instrumen, metoda pengukuran, dan persyaratan uj relabltas dan uj valdtas. Hal n dperlukan agar tdak tmbul perbedaan pengertan atau kesalahpahaman makna, sehngga perlu penegasan stlah yang dpaka dalam peneltan. Istlah yang perlu dberkan penegasan adalah stlah-stlah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok dalam peneltan.
3.4. Metoda Analisis Data
Penuls memaparkan metoda untuk uj relabltas, uj valdtas, uj hpotess, dan uj lan yang relevan dalam rangka menjawab rumusan masalah dan pertanyaan peneltan. Pemaparan tentang metoda analss data yang dgunakan dalam peneltan dan alasan mengapa jens analss data tersebut dgunakan harus djelaskan d bagan n. Pemlhan jens analss data dtentukan dar kebutuhan peneltan dan tetap searah dengan tujuan peneltan.
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Data
Deskrps data bers tentang uraan data yang dperoleh. Deskrps data dapat dsajkan dalam statstk deskriptif, distribusi frekuensi yang disertai dengan grafik atau histogram, nilai rerata, dan lain sebagainya.
Penuls harus mendskuskan temuan-temuan menark dar data yang dperolehnya.
4.2. Uji Akurasi Instrumen
Penuls harus menyajkan pengujan akuras nstrumen yatu uj kehandalan (reliability) dan uj kesahhan (validity). Penuls harus mengnformaskan jens kesahhan yang dujnya (content, construct, criterion, nomological), metoda untuk menguj kesahhan, angka cut off untuk penentu kesahhan, dan tabel hasl pengujan kesahhan serta pembahasannya.
Kedua, penuls harus memaparkan jens kehandalan yang dujnya (internal consistency, inter-rater, intra- rater/test-retest, parallel), metoda untuk menguj kehandalan, angka cut off untuk penentu kehandalan, dan tabel hasl pengujan kehandalan serta pembahasannya.
4.3. Pengujian Hipotesis
Penjelasan hasl pengujan hpotess secara rngkas dan padat dpaparkan dalam bagan n. Penuls menyajikan hasil uji hipotesis yang dimulai dengan perumusan Ho dan Ha, penentuan tingkat signifikansi (level of significance), dan hasl uj hpotess berupa tabel sebaga resume hasl olah statstk (print out lengkap dsajkan d lampran), dserta penjelasan ddukung atau tdaknya hpotess alternatf (Ha).
Penjelasan dbatas pada nterpretas atas hasl olah data pada angka statstk dan art hasl tersebut.
4.4. Diskusi dan Pembahasan
Penuls memaparkan jawaban atas masalah peneltan yang telah dpaparkan d Bab I, bahasan tentang hasl pengujan hpotess, katan antara hasl peneltan dengan hasl-hasl peneltan sebelumnya, dan keterkatannya dengan teor yang relevan. Penjelasan hasl sebaknya dserta penjelasan secara logs dan mengkatkannya dengan teor dan fenomena yang dserta bukt yang kuat.
BAB V. SIMPULAN 5.1. Simpulan
Smpulan hasl peneltan djelaskan dengan sngkat, tepat, dan terkat langsung dengan rumusan masalah dan tujuan peneltan. Smpulan merupakan ntsar pembahasan yang relevan dan dapat memperkaya hasl temuan peneltan.
5.2. Implikasi
Implkas dar temuan peneltan mencakup pada 2 hal yatu mplkas teorts dan prakts. Implkas teorts berhubungan dengan kontrbusnya bag perkembangan teor-teor lmu yang ada dan mplkas prakts berkatan dengan kontrbus temuan peneltan terhadap penguatan pelaksanaan manajeral d konteks peneltan dan konteks organsasonal lan yang mrp.
5.3. Keterbatasan
Bagan n juga memaparkan keterbatasan-keterbatasan yang dhadap oleh penuls dalam melak- sanakan peneltan.
5.4. Saran
Saran yang dajukan seharusnya terkat dengan topk peneltan dan bersumber pada temuan, pembahasan dan smpulan hasl peneltan. Rekomendas sebaknya dkemukakan dengan bahasa yang rnc dan operasonal sehngga phak lan yang terkat dengan peneltan yang hendak melaksanakan saran tersebut dapat dengan mudah melaksanakan saran tersebut.
5.3 Bagian Akhir Tesis Jenis Pengujian Teori
Bagan akhr tess jens Pengujan Teor terdr dar 2 bagan yatu daftar pustaka dan lampran.
5.3.1. Daftar Pustaka
Bagan n memuat referens atau bahan bacaan yang dacu penuls dalam tess jens Pengujan Teor.
Daftar pustaka dsusun secara urut berdasarkan abjad dan mengkut ketentuan Program Stud MM FEB UGM, dtuls dengan Tmes New Roman 12ft, tdak tebal, dan spas 1. Semua referens yang ada d naskah (body text) harus tercantum d daftar pustaka, begtu pula sebalknya. Ketentuan tata cara penulsan daftar pustaka untuk tess tercantum d bagan 7.10.
5.3.2. Lampiran
Pada lampran dberkan beberapa penjelasan-penjelasan tambahan yang lebh rnc dan danggap perlu d dalam penulsan tess. Contoh lampran tess antara lan data lengkap, hasl uj relabltas,hasl uj
valdtas, deskrps data, hasl uj hpotess, analss data dan lannya. Penomoran dalam lampran dtuls dengan angka Romaw. Penulsan lampran dletakkan pada bagan tengah atas dan dkut dengan judul lampran. Pada tulsan lampran dan judul dgunakan huruf kaptal, Tmes New Roman 12 ft, tebal.
BAB VI
PENULISAN RINGKASAN TESIS
SK Rektor UGM No. 788/P/S/SK/HT/2010 tanggal 27 Desember 2010 mewajbkan mahasswa mem- buat Rngkasan Tess dalam Bahasa Indonesa dan Bahasa Inggrs sebaga salah satu persyaratan wsuda. Rngkasan tess tersebut harus dkonsultaskan dan dsetuju oleh dosen pembmbng.
Rngkasan tess (thesis summary) merupakan rangkuman atau ntsar dar tess yang dsajkan sesua
ketentuan dengan panjang maksmal 10 halaman pada kertas A4, Tmes New Roman 12ft, spas 1,5.
Rngkasan tess dtuls tidak dalam bentuk bab per bab.
Rngkasan tess terdr dar 3 bagan yatu bagan awal (sampul, lembar pengesahan dar dosen pembmbng dan daftar s), bagan utama, dan bagan akhr (daftar pustaka). Pada rngkasan tess tdak perlu dberkan lampran. Secara umum susunan dar rngkasan tess (thesis summary) adalah sebaga
berkut.
1. Judul (Cover)
2. Lembar Pengesahan (Approval from Thesis’ Supervisor) 3. Daftar Is (Table of Contents)
4. Abstrak (Abstract)
5. Pendahuluan (Introduction) 6. Landasan Teor (Literature Review) 7. Metoda Peneltan (Research Methods)
8. Analss dan Pembahasan (Result and Discussion) 9. Smpulan dan Saran (Conclusion and Suggestion) 10. Daftar Pustaka (References)
6.1 Bagian Awal Ringkasan Tesis
Bagan awal rngkasan tess terdr dar halaman sampul yang harus mencakup judul, nama penuls
Selan tu penuls wajb menyertakan tanda tangan dar dosen pembmbng pada lembar pengesahan rngkasan tess (approval from thesis’ supervisor). Pada bagan awal, penuls juga memberkan daftar s
(table of contents). Format halaman sampul rngkasan tess beserta lembar pengesahan (approval from thesis’ supervisor) dapat dlhat pada lampran.
6.2 Bagian Utama Ringkasan Tesis 6.2.1. Abstrak dan kata kunci (Abstract)
Abstrak terdr 100-300 kata, harus dsajkan pada halaman terpsah sebelum teks naskah. Abstrak harus relatf non-matemats dan memberkan detal tentang tujuan, metoda, dan hasl peneltan serta kontribusinya. Judul naskah harus dicantumkan, tetapi tidak untuk nama penulis atau afiliasinya. Penulis harus mencantumkan kata kunc d bawah abstrak sehngga pembaca lebh mudah untuk mencar dalam
ndeks.
6.2.2. Pendahuluan (Introduction)
Penuls memaparkan “mengapa” peneltan yang dlakukannya pentng dan menark dar ss teorts, prakts dan metodologs. Celah penulsan (research gap) harus diidentifikasi secara jelas pada bagian ini, dlanjutkan dengan tujuan dan kontrbus peneltan.
6.2.3. Landasan Teori (Literature Review)
Penuls harus memaparkan teor yang dacunya, kajan secara mendalam terhadap setap varabel peneltan atau konsep yang dacunya, telaah terhadap keterkatan antar varabel peneltan yang ddasarkan hasl-hasl peneltan sebelumnya.
Untuk tess jens Pengujan Teor maka dsajkan formulas hpotess. Hpotess dtuls dengan jelas dan sngkat yang menunjukkan keterkatan antar varabel peneltan. Setap hpotess yang drumuskan harus didasarkan pada teori dan hasil penelitian sebelumnya secara spesifik. Pada bagian akhir dari landasan teor, sebaknya penuls menyajkan model peneltan.
Untuk tess jens Analss Kasus dan jens Rencana Bsns, maka tdak dsajkan formulas hpotess dan dsajkan kerangka peneltan.