• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Wasiat Imam Ghazali (Minhajul Abidin)

N/A
N/A
irwan noviandi

Academic year: 2023

Membagikan "Buku Wasiat Imam Ghazali (Minhajul Abidin)"

Copied!
314
0
0

Teks penuh

Kerana beliau memerintahkan Baikhtaisyu Kabir dan Fadl ibn Naubakht dan Abdullah ibn Muqaffa untuk menterjemah beberapa buah buku ilmiah ke dalam bahasa Arab. Ahli akademi itu tersebar di merata tempat, membawa tumpukan buku ke Baghdad untuk belajar dan menterjemah ke dalam bahasa Arab. Saya ingin membaca seluruh pen awak.' Dan saya juga ingin membaca "Bukhari" dan "Muslim" diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau

Dalam suratnya yang lain, Bung Karno menulis: “Bahwa berat bagiku mempunyai rumah yang sekarang sempit, aku punya. Sambil menggoyang-goyangkan pena untuk menerjemahkan biografi ini, ayolah. Jiwaku gemetar karena kagum pada orang yang digambarkan Namun angka tersebut sama sekali tidak penting dibandingkan dengan upaya negara-negara lain dalam menerjemahkan buku-buku asing ke dalam bahasa tanah airnya.

Bahkan, pendiri gerakan Protestan, Martin Luther, lahir di Eisleben, Jerman, pada tahun 1483, membuat heboh ketika ia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman. Saran ini baik bagi mereka yang cukup beruntung bisa menguasai bahasa Arab dengan segala alatnya.

KATA PENGANTAR

Rezeki

Sekarang saya telah membuat keputusan dan saya tidak akan lagi tergoda untuk menggambarkan dunia dan bertanya di mana makanan saya. Walaupun dia cuba menjadi orang yang berbeza daripada sesama manusia, iaitu beribadah kepada Allah SWT. Malah, dia cuba membendung nafsunya, walaupun nafsu itu sendiri akan sentiasa cuba menjatuhkannya.

Sedangkan perasaan takut itu semata-mata takut akan ancaman Allah, iaitu azab yang amat pedih. Berkat taufik dan hidayah Allah SWT, beliau dapat melepasi peringkat ini dengan baik dan selamat. Ini bermakna, dia hendaklah berusaha menjaga kesucian dalam melaksanakan ibadahnya, atau menghindari kecacatan yang boleh merosakkan ibadahnya.

Dalam keadaan ini, dia merasa diberkati, seolah-olah rohnya di akhirat, walaupun jasadnya masih di dunia yang fana. Kita memohon kepada Allah 'Azza wa Jalla agar memberikan keredhaan dan rahmat-Nya kepada kita.

TAHAPAN ILMU DAN MA'RIFAT

Justeru orang yang berilmu tidak akan mudah terpedaya dan sebaliknya orang yang tidak berilmu akan mudah terpedaya. Orang yang berjiwa sederhana ialah orang yang benar-benar beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan hari akhirat. Jika seseorang itu bergaul dengan orang yang lemah imannya, maka imannya juga akan semakin lemah.

Wahai orang-orang yang menginginkan petunjuk dan kebenaran, apakah kamu tidak takut untuk menghancurkan komitmen tersebut? Macam-macamnya juga banyak, termasuk orang yang hanya mementingkan fadbilab dan sunnah, namun mengabaikan fardhu. Mengenai ilmuan, beliau mengatakan bahwa orang yang membahas ilmu adalah orang-orang yang tertutup dari Allah.

Malah orang yang berpengetahuan dan pakar yang dibimbing memberi banyak perhatian kepada pengetahuan. Orang yang hanya mengikut syariat beranggapan masuk syurga hanya dengan beramal.

AQABAH KEDUA, TAUBAT

Guru kita pernah berkata, taubat ialah meninggalkan dosa yang dilakukan dan dosa yang setara dengannya dengan mengagungkan Allah dan takut akan kemurkaan Allah. Kerana dia sudah tua, dia tidak mampu lagi untuk melakukan perkara-perkara itu, walaupun dia masih mahu melakukannya. Jadi, cara dia bertaubat ialah meninggalkan dosa yang sepadan dengan dosa zina dan merompak, iaitu dosa yang walaupun sudah tua, dia masih mampu melakukannya.

Oleh itu, hendaklah dia meninggalkan dosa-dosa ini dengan niat untuk bertaubat daripada melakukan zina dan menyamun. Membiarkannya semata-mata untuk mengagungkan Allah SWT., bukan kerana yang lain, tetapi takut kepada kemurkaan Allah, serta takut kepada azab-Nya yang pedih. Jadi taubat hanyalah takut akan kemurkaan Allah, bukan takut penjara atau bukan kerana kekurangan wang.

Hakikat taubat dari sebarang dosa, ada sepuluh perbuatan untuk menyempurnakannya, kecuali orang itu bertaubat, kerana takut melakukan dosa yang tidak diketahuinya. Kemudian dia tidak akan melihat dan menyentuh lagi tempat-tempat di mana dia telah berdosa.

MUKADDIMAH TAUBAT

Dengan demikian, orang yang menerima taufiq dari Allah mudah terbebas dari kelupaan dan kesalahan. Apabila ia tidak mempunyai kesempatan karena miskin, ia wajib meminta izin kepada yang bersangkutan. Inilah jalan yang harus diikuti oleh setiap individu yang bertobat untuk memulihkan hak-hak orang yang dirugikan.

Ketika bersikap tidak adil terhadap perasaan orang lain, seperti mengumpat, memfitnah, menuduh atau mengumpat, Anda harus memberi tahu orang-orang yang mendengarkan bahwa Anda sebenarnya berbohong. Namun jika hal tersebut tidak dapat dilakukan karena khawatir yang bersangkutan akan marah, atau menimbulkan fitnah, maka mohonlah kepada Allah ridha Anda. Namun jika tindakan tersebut tidak memungkinkan, mohonlah kepada Allah dengan ikhlas agar yang bersangkutan memaafkan Anda.

Imam Ghazali berkata: “Ini adalah peringatan bahwa kebahagiaan hanya dapat diperoleh oleh orang-orang yang mempunyai akhlak, yaitu akhlak yang diridhai Allah. Jika seseorang bertaubat, maka ia kembali berbuat dosa – karena setan akan terus dan terus meminta, terutama kepada manusia.” yang telah bertobat.

AQABAH KETIGA: AWAIQ

Telinga

Mulut

Kita harus menghindari kata-kata yang kotor, tercela dan tidak berguna, jika tidak maka kita akan mendengarkannya. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kami pun terpaksa berbuat jahat.” Artinya, perkataan mempunyai pengaruh yang besar terhadap anggota tubuh, baik untuk kebaikan maupun keburukan. dibangun?" Setelah mengatakan itu, ia berpikir dalam hati, "Hei nafsu, kenapa kamu menanyakan hal itu?" Akhirnya, dia menghukum dirinya sendiri dengan berpuasa setahun penuh untuk menghapus kata-kata sia-sianya.

Betapa bahagianya orang yang mampu menjaga diri dan memperhatikan dirinya sendiri, dan betapa sengsaranya orang yang tidak memperdulikan dirinya sendiri, seenaknya saja dan tidak mampu mengendalikan dirinya. Sebab jika ucapannya tidak terkontrol maka ia akan cenderung melakukan hal-hal yang tidak pantas, misalnya mengumpat orang. Selain itu perumpamaan orang yang suka mengumpat ibarat orang yang memperlengkapi senjata untuk melemparkan kebaikannya ke arah barat dan timur, serta ke kanan dan kiri.

Kemudian, pada saat itu juga, orang itu memberikan beberapa kurma rutab dan berkata, "Saya mendengar berita bahawa kamu telah memberi saya pahala kebaikan kamu. Maka dia berkata, "Jika saya suka mengutuk, tentu saya melaknat ibu saya. kerana ibuku lebih berhak mendapat kebaikanku.” Iaitu dengan kehadiran beberapa orang yang bertahajud pada malam itu hingga ke larut malam, tetapi pada waktu pagi mereka menghina saya.

Ulama lain berkata: “Jangan tutup mulutmu, jangan sampai kamu binasa (yakni kalau ada yang bicara sembarangan, ada kemungkinan ada yang memukulnya hingga ompong dan roboh). Jagalah mulutmu agar tidak mengucapkan sesuatu yang dapat menimbulkan petaka, karena sebenarnya petaka datang dari perkataan." . Lihatlah mulutmu, nyatanya mulut mempercepat kematian, dan mulut adalah cerminan hati seseorang yang dapat menunjukkan rasio seseorang.tingkat.

Jagalah mulut dari kata-kata kotor dan kendalikan, kendali pasti akan menjadi tembok dari segala bencana. Mengingat bahaya akhirat dan akibat yang ditimbulkannya, maka penulis akan menyebutkan hal penting yaitu: bahwa seseorang tidak bisa lepas dari dua hal dalam berucap, yaitu berucap yang diharamkan dan dibolehkan. Dan janganlah kamu mencabik-cabik orang dengan mulutmu, nanti kamu akan dicabik-cabik oleh anjing-anjing neraka.”

Hati

Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah beriman, maka Allah membiarkan mereka dalam keadaan kacau dan bingung. Sebagaimana kata Hatimul Asham ra: "Orang yang dengki bukanlah ahli agama, dan orang yang suka mencela bukanlah dari kalangan ahli ibadah. Orang yang suka bergaduh sesama kambing tidak boleh dipercayai, dan orang yang dengki tergolong dalam golongan yang tidak memerlukan. untuk mendapatkan pertolongan." ".

Orang yang tidak terburu-buru telah mencapai sebagian tujuannya, dan orang yang terburu-buru terpeleset. Orang yang rendah hati tidak akan dikeluarkan dari dunia oleh Allah sampai ia mendapat hinaan dari orang yang paling rendah di keluarganya dan dari hamba-hambanya. Dan orang yang sombong tidak akan diusir dari dunia sampai ia berlumuran air kencing dan kotoran.

Benteng tawadhu' bagi orang-orang tertentu (bukan orang awam) selalu mengingat siksa orang-orang yang menyimpang dari mana yang benar dan yang batil. Sesungguhnya orang-orang yang secara zalim memakan harta anak yatim, sesungguhnya mereka menelan api utuh dalam perutnya. Pasalnya makan terlalu banyak membuat badan terasa berat, mata mengantuk, dan bagian tubuh lainnya terasa lesu sehingga selalu membuat mengantuk. dan gelisah seperti bangkai yang dilempar.

Maka orang yang berniat untuk mencapainya mestilah kuat dan tabah menghadapi kesukaran, KALAU tidak, kehendaknya tidak akan sempurna. Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang beramal, dan Allah mengetahui segala amal mereka. Kita berjuang untuk itu, tetapi jangan kita berjumpa dengan orang yang kita kenali.

Dan orang buta tidak akan pernah melihat keadaan sebenar orang seperti itu. Termasuklah orang yang bersendirian untuk beribadah kepada Allah SWT, orang yang bahagia dan merasa tenteram yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.

AWAR ID (GODAAN)

Ini adalah jenis orang yang hanya bergantung kepada kelahirannya sahaja tanpa mahu bergantung harap kepada Allah Ta'ala. Tetapi berbeza pula dengan orang yang sentiasa menyerahkan segala urusannya kepada Allah Ta'ala, dan memohon kepadaNya segala kebaikan untuk mereka. Oleh itu, seseorang yang berserah diri kepada Allah akan mendapat jaminan hari esok walau apa pun yang berlaku.

Secara umumnya orang yang berserah diri kepada Allah tidak akan ditafwid oleh Allah. Kerana jika tidak demikian, tidak akan timbul desakan yang kuat untuk berserah diri kepada Allah Ta'ala. Kerana ia boleh menjadi motivasi yang kuat untuk kita menyerahkan segalanya kepada Allah.

Selain itu, menurut pendapat para ulama, orang yang menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah diperbolehkan memilih, dan hal ini tidak merusak tafwidnya. Sebab jika terus menerus bersedih bisa jadi menghalangimu untuk beribadah kepada Allah Ta'ala.

Referensi

Dokumen terkait