Calibration of Differential
Pressure Transmitter
Differential Pressure Transmitter
Differensial Pressure Transmiter merupakam sebuah transmitter yang digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan dalam suatu pipa dan mengirimkannya ke kontroler.
Prinsip kerja DP transmitter adalah dengan membandingkan dua nilai
tekanan di titik yang berbeda untuk mengamati suatu parameter dengan
mengirimkan sinyal pengukur dari suatu alat ukur tekanan differensial,bi
sa berupa flow, level , maupun tekanan itu sendiri.
Fungsi Utama Differensial
Pressure
Transmitter
• Mengukur tekanan aliran fluida yang terjadi didalam pipa dengan metode differensial
• Mengirimkan hasil
pengukuran tekanan
tersebut ke kontroler
Bagian-Bagian DP Transmitter
•Bagian Primer
Berisi beberapa komponen (sensor) yang digunakan untuk menukur tekanan yang terjadi didalam pipa.
•Bagian Sekunder
Berisi tranduser dan transmiter
Tranduser : untuk merubah tekanan yang diukur oleh sensor menjadi besaran listrik yang dibaca oleh kontroler.
Transmiter : untuk menstandarkan sinyal yang dikeluarkan oleh tranduser agar dapat dibaca oleh kontroler.
Sinyal yang dapat dibaca oleh kontroler yaitu berkisar antara 4 mA sampai 20 mA atau sampai 5 Volt.
•Bagian Elektronik Housing
Terdiri dari beberapa komponen elektronik yang terintegrasi dan berfungsi untuk:
a)Menerjemahkan sinyal yang dikeluarkan oleh tranduser b)Menampilkan hasil pengukuran tekanan
c)Mengirimkan hasil pengukuran tekanan ke kontroler
Cara Kerja DP Transmitter
• Defferential Pressure Transmitter mengukur tekanan dalam pipa dengan metode differensial atau membandingkan dua tekanan dalam pipa.
• Terdapat dua komponen yang berbentuk seperti pelampung yang digunakan untuk mengukur tekanan yang terjadi didalam pipa.
• Semakin pelampung naik maka tekanannya semakin kuat.
• Kemudian terdapat dua pelampung yang digunakan, hal ini bertujuan untuk membandingkan nilai tekanan yang dipapat.
• Perbandingan dua tekanan tersebut digunakan untuk mengukur nilai tekanan yang terjadi didalam pipa dengan menggunakan rumus Bernoulli.
Rumus
Bernouli
Cara pemasangan DP transmitter pada pengukuran besaran proses yang berbeda-beda:
• Untuk mengukur tekanan positip
Caranya yaitu dengan menghubungkan bagian
sensor berlabel H ke bagian proses yang akan
diukur misalnya ke tangki, ke pipa, ke reaktor,
ke bak penampungan, ke boiler, ke storage,
dan media proses lainnya, sementara bagian
yang berlabel L dibiarkan terbuka ke
atmosphere. Besarnya tekanan yang diukur
oleh sensor akan di konversikan ke dalam
signal standard sesuai dengan hasil kalibrasi
transmitter.
Cara pemasangan DP transmitter pada pengukuran besaran proses yang berbeda-beda:
• Untuk mengukur tekanan vakum
Dengan cara yang sama yaitu menghubungkan
satu port daripada transmitter ke bagian proses
yang akan diukur, hanya kali ini koneksinya di balik,
jadi sisi yang berlabel L dari transmitter adalah sisi
yang terhubung ke equipment proses, sedang sisi
H dibiarkan terbuka ke atmosphere, bila terjadi
penurunan tekanan maka nilainya akan terdekteksi
oleh transmitter, output transmitter yang telah
dikonfigurasi untuk keperluan pengukuran vakum
akan menunjukkan perubahan nilai ke arah
negatip.
Cara pemasangan DP transmitter pada pengukuran besaran proses yang berbeda-beda:
• Untuk mengukur tekanan absolute
Tekanan absolute didefinisikan sebagai tekanan
dibawah atmosphere yang dimulai dari skala 0 mmHg,
dimana 1 Atmosphere setara dengan 760mmHg, cara
pemasangan transmitter nya port berlabel L
dihubungkan ke sisi vakum sedang port berlabel H
dihubungkan ke proses bertekanan normal, dengan
cara ini perubahan tekanan disisi vakum baik semakin
vakum ataupun sebaliknya akan menunjukkan nilai
positip, karena range transmitter diseting untuk unit
pressure absolute yaitu mmHg, misalnya range
transmitter 360mmHg sampai dengan 760mmHg
equivalen dengan output 4-20mA.
Cara pemasangan DP transmitter pada pengukuran besaran proses yang
berbeda-beda:
• Untuk mengukur Level
Caranya dengan menggunakan perhitungan matematik, yaitu konversi besaran tekanan ke besaran Level, dibawah ini adalah formula yang digunakan untuk perhitungan level
tersebut.
P = ρgh P= tekanan
ρ=density zat cair
h= ketinggian cairan dalam tangki
dari formula tersebut diketahui bahwa dengan mengetahui parameter tekanan dan density cairan maka ketinggian cairan dalam tangki (Level) dapat diketahui. Ada beberapa metode pemasangan differential pressure transmitter untuk pengukuran level, salah satu
contohnya yaitu yang dipakai untuk mengukur tangki terbuka, port H dari transmitter
adalah port yang terhubung ke tapping point dari tangki sedang port berlabel L dibiarkan
terbuka ke atmosphere.
Cara pemasangan DP transmitter pada pengukuran besaran proses yang berbeda-beda:
• Untuk mengukur Flow
Untuk keperluan pengukuran laju alir ini dibutuhkan peranti lain yang gunanya untuk menciptakan adanya perbedaan tekanan pada pipa yang akan diukur, jenis alat yang dapat menimbulkan perbedaan tekanan ini disebut sensor adapun jenisnya yaitu berupa plat orifice, pipa pitot,dan pipa ventury , konversi dari besaran tekanan ke besaran flow yaitu dengan memenuhi formula berikut
F= C x √P
C adalah konstata tetap hasil perhitungan ketika sensor dibikin di pabriknya. C adalah hasil perbandingan antara besanya perbedaan tekanan maksimum versus besarnya flow maksimum yang dapat terukur oleh sensor, hasil kali konstanta C dengan perbedaan tekanan yang diukur oleh transmitter kemudian diinterpretasikan sebagai Flow.
Cara pemasangan DP transmitter pada pengukuran besaran proses yang berbeda-beda:
• Differential transmitter sebagai indicator filter
clog Aplikasinya sangat sederhana dimana transmitter
dipasang diantara filter, port H pada bagian
upstream filter dan port L pada bagian
downstream filter, jika terjadi penyumbatan pada
filter maka pada bagian L akan terjadi efek vakum
sehingga output transmiter akan naik, dan
kenaikan ini menunjukkan tanda-tanda bahwa
telah terjadi penyumbatan pada filter tersebut.
Aplikasi Penggu naan
Differential Pressure
• Kontrol pemantauan pompa-pompa,
• Pemantauan penurunan tekanan pada valve,
• Metering aliran minyak dan Gas di darat , laut maupun bawah laut,
• Pemantauan instalasi pengolahan limbah,
• Pemantauan sistm sprinkler,
• Pemantauan jarak jauh sistem pemanas untuk uap dan air.
Alat yang diperlukan
untuk kalibrasi
• Catu daya 24 VDC
• Digital multimeter
• Pompa tangan pneumatik (hingga 600 psig)
• Pompa tangan hidrolik (hingga 10.000 psig)
• Pompa tangan tekanan rendah
• Pengukur uji digital presisi tinggi
• komunikator HART
• Alat obeng
Prosedur Kalibrasi
• Atur pemancar tekanan diferensial, komunikator HART, catu daya, pompa tangan, dan multimeter.
• Pastikan manifold katup penyeimbang tertutup.
• Terapkan tekanan ke pemancar sama dengan tekanan rentang yang lebih rendah (biasanya sesuai dengan 4 mA pada keluaran pemancar). Misalnya kita memiliki rentang terkalibrasi 0 hingga 100 mBar, maka rentang tekanan yang lebih rendah adalah 0, atau katakanlah kita memiliki -2 psig hingga 5 psig maka kita memiliki tekanan rentang yang lebih rendah sama dengan -2 psig.
• Baca tekanan di LCD pemancar (atau di komunikator HART). Sesuaikan melalui komunikator HART sehingga keluaran pemancar (pada LCD) sama dengan tekanan yang diberikan.
Prosedur Kalibrasi
• Baca output mA pemancar dengan menggunakan multimeter. Sesuaikan melalui komunikator HART sehingga keluaran pemancar (pada multimeter) adalah 4 mA.
• Terapkan tekanan ke pemancar sama dengan tekanan rentang atas (biasanya sesuai dengan 20 mA pada keluaran pemancar).
• Baca tekanan di LCD pemancar (atau di komunikator HART). Sesuaikan melalui komunikator HART sehingga keluaran pemancar (pada LCD) sama dengan tekanan yang diberikan.
• Baca output mA pemancar dengan menggunakan multimeter. Sesuaikan melalui komunikator HART sehingga keluaran pemancar (pada multimeter) adalah 20 mA.