• Tidak ada hasil yang ditemukan

CamScanner 03-16-2021 06.10 - Repository UMJ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "CamScanner 03-16-2021 06.10 - Repository UMJ"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam adalah keseluruhan ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan meliputi hubungan manusia dengan Tuhannya, sesama manusia, dirinya dan alam sekelilingnya.

Dasar Pendidikan Agama Islam

Oleh karena itu, pendidikan agama diperlukan agar umat beragama dapat mengamalkan ajaran agamanya sesuai dengan keyakinannya. Tanpa adanya pendidikan agama dari satu generasi ke generasi berikutnya, kita akan semakin jauh dari pengamalan keagamaan yang sejati.

Tujuan Pendidikan Agama Islam

Jelaskan kepada siswa kebiasaan negatif dan kepercayaan takhayul apa yang harus dihindari. Basis motivasi, yaitu menumbuhkan sifat-sifat positif pada diri siswa untuk menerima ajaran agama dan mempertanggungjawabkan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

METODOLOGI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM

  • Pengertian Metode
  • Pengertian Metode Pembelajaran
  • Pengertian Metode Pembelajaran Agama Islam
  • Alasan Banyaknya Metodologi Pembelajaran
  • Tujuan Metodologi Pembelajaran Agama Islam
  • Manfaat Metodologi Pembelajaran Agama Islam

Oleh karena itu, memahami makna metodologi pengajaran agama Islam sangat bermanfaat dalam menyikapi interaksi belajar mengajar agama Islam. Oleh karena itu tersirat bahwa pendekatan metodologis ajaran agama Islam diarahkan pada perolehan/penguasaan materi (material orienteering) di samping penekanan pada keterampilan proses (process centric).

DASAR-DASAR METODOLOGI PEMBELAJARAN

Al-Hikmah/Bijaksana

Mempermudah

Lemah Lembut

Kesabaran

Keikhlasan

Kejujuran

Keadilan

  • Tawadhu’

Bersyukur

Tawakkal

METODE -METODE PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM

Metode Tanya Jawab

Ahmadi (1985:61) merumuskan metode tanya jawab sebagai suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dimana guru bertanya sedangkan siswa menjawab materi yang ingin diperolehnya.

Metode Diskusi

Siswa belajar menaati aturan dalam diskusi atau musyawarah sebagai latihan untuk musyawarah yang lebih besar. Seringkali ada sebagian siswa yang tidak aktif, hal ini menjadi peluang bagi mereka untuk lepas dari tanggung jawab.

Metode Resitasi/Pemberian Tugas

Sulit menemukan tugas yang sesuai dengan kemampuan masing-masing individu anak, proses belajar lambat dan memakan waktu. Tujuan yang ingin kita capai pertama-tama harus dirumuskan dengan jelas - Jelaskan dengan jelas tugas-tugas yang akan dilakukan siswa - Selidiki apakah metode hafalan tersebut yang terbaik bagi mereka. Siswa yang mengalami kegagalan hendaknya dibimbing - Menghargai setiap tugas yang diselesaikan siswa - Memberikan motivasi bagi siswa yang kurang semangat - Menentukan bentuk hafalan yang akan dicapai dan dilakukan.

Metode Demonstrasi

Membantu siswa memahami dengan jelas alur proses dengan penuh perhatian karena akan menarik.

Metode Eksperimen

Metode Dikte

Guru mulai mendiktekan, dan siswa menyalin dengan tenang dan teratur, sering kali mengulanginya untuk kejelasan.

Metode Pemecahan Masalah

  • Metode Kerja Kelompok

Saladin mengartikan kerja kelompok sebagai suatu metode pengajaran dimana siswa disusun dalam kelompok-kelompok ketika mengikuti pelajaran atau mengerjakan tugas tertentu. Pembentukan kelompok dapat dilakukan langsung oleh pendidik maupun oleh siswa, harus ada keterpaduan antara pendidik dan siswa.

Metode Kunjungan Studi

Modul diartikan sebagai suatu kesatuan yang utuh, mandiri, terdiri dari serangkaian kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa mencapai serangkaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara khusus dan operasional (Basyiruddin Usman, 2005: 63). Para ahli meyakini efektivitas modul sebagai bentuk pengajaran mandiri yang dapat membimbing siswa dalam belajar. Asas fleksibilitas, yaitu dapat disesuaikan dengan perbedaan siswa dalam hal kecepatan belajar, gaya belajar, dan materi pembelajaran.

Prinsip motivasi dan kerjasama yaitu modul pembelajaran dapat secara teratur membimbing siswa melalui langkah-langkah tertentu dan dapat menimbulkan motivasi yang kuat untuk giat belajar. Keterampilan yang harus dimiliki siswa dikembangkan terlebih dahulu sebagai syarat untuk mengikuti langkah selanjutnya, serta penjelasan singkat istilah-istilah yang biasanya tidak digunakan dalam modul yang bersangkutan. Bimbingan bagi mahasiswa berupa penjelasan topik yang dibahas, bimbingan langkah-langkah yang harus dilakukan dan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan modul.

Tes diagnostik untuk mengukur latar belakang, pengetahuan dan kemampuan siswa sebagai prasyarat untuk mengambil atau mempelajari modul. Guru dihadapkan pada hal-hal umum yang muncul dalam pengajaran konvensional, sehingga menjadi pertanyaan bagi siswa terutama mengenai keseluruhan tahapan materi yang akan disampaikan. Guru sulit mengendalikan aktivitas siswa secara langsung dan tidak dapat mengendalikannya seperti pada sistem klasikal, karena modul menekankan pada proses pembelajaran yang didasarkan pada kecepatan dan waktu yang dihabiskan setiap siswa.

METODOLOGI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM

Prinsip-prinsip Pembelajaran Quantum

Pembagian starter dan kertas kepada siswa disertai RPP dapat digunakan untuk mengirimkan pesan pembelajaran. Pembelajaran yang baik dimulai dari rasa ingin tahu, dimana anak memperoleh informasi tentang suatu hal sebelum ia mengetahui namanya. Belajar merupakan suatu proses yang mengandung resiko karena mempelajari sesuatu yang baru biasanya tidak nyaman dan ketika mereka mulai belajar perlu diberi penghargaan.

Strategi dalam Pembelajaran Quantum

  • Critical Incident
  • Prediction Guide
  • Group Resume
  • Assessment Search
  • Question Students Have
  • Active Knowledge Sharing
  • Listening Teams
  • Synergetic Teaching
  • Active Debate
  • Card Sort
  • Jigsaw Learning

Pengertian Modul

Tujuan Pembelajaran Modul

Modul merupakan salah satu bentuk pengajaran yang bersifat individual, dan masih termasuk dalam klasifikasi metode pengajaran inkonvensional, dimana siswa dapat belajar tanpa kehadiran guru atau tidak melalui interaksi tatap muka langsung. Modul merupakan salah satu hasil atau produk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk teknologi pengajaran yang memadukan keunggulan pengajaran individual. Efektivitas pengajaran modul dapat dilihat pada sekolah dasar kecil, sekolah menengah terbuka, dan universitas terbuka (UT) dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang telah diterapkan di Indonesia.

Demikian pula, terdapat berbagai modul untuk suatu bidang studi, serta beberapa mata kuliah yang menawarkan alternatif atau pilihan untuk jumlah yang tersedia. Sehingga modul merupakan alternatif respon yang cocok dari para ahli dalam menjawab dan memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran yang kompleks saat ini. Para ahli berasumsi bahwa siswa mempunyai kemampuan belajar yang berbeda-beda dan berbeda dalam cara mereka menggunakan waktu belajarnya.

Ketiga, pengajaran modular mempunyai alternatif atau pilihan di antara banyak topik dalam satu bidang studi atau disiplin ilmu lain jika siswa tidak memiliki pola atau minat yang sama. Keempat, pengajaran modular memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya serta memperbaiki kelemahannya melalui revisi, pengulangan, atau variasi pembelajaran. Karena dalam modul pembelajaran terdapat banyak penilaian untuk mendiagnosis kelemahan siswa secepat mungkin untuk memperbaikinya dan memberikan banyak kesempatan untuk mencapai hasil setinggi-tingginya.

Prinsip-prinsip Pembelajaran Modul

Prinsip mastery learning adalah siswa belajar tuntas dan mempunyai kesempatan memperoleh hasil setinggi-tingginya tanpa membandingkannya dengan prestasi siswa lain, artinya pengajaran modul tidak menggunakan kurva normal dalam penilaiannya. Prinsip korektif yaitu siswa diberi kesempatan untuk segera memperbaiki kesalahan yang ditemukannya sendiri, berdasarkan penilaian yang berkesinambungan. Siswa tidak perlu mengulang seluruh materi pembelajaran, melainkan hanya sebagian materi yang dianggap atau ada kaitannya dengan kesalahan.

Selain itu pengajaran modul juga dapat mengurangi persaingan antar sesama siswa semaksimal mungkin, karena pengajaran ini tidak menggunakan kurva normal, dimana siswa tidak dibandingkan satu sama lain, tetapi siswa dapat memperoleh nilai setinggi-tingginya. Prinsip pengayaan, yaitu siswa dapat menyelesaikan pembelajarannya dengan cepat dan berkesempatan mendengarkan ceramah guru atau pelajaran tambahan sebagai pengayaan.

Pengembangan Modul

Seperti halnya dalam pengajaran lainnya, juga dalam modul pengajaran guru harus benar-benar mengetahui dan menguasai materi yang akan disampaikan serta prinsip-prinsip penyampaiannya. Uraian khusus mengenai topik modul, kelas apa yang digunakan modul, berapa jam (waktu) berlangsung, apa tujuan pembelajaran (standar kompetensi dan kompetensi inti), materi utama yang dipelajari, tata cara belajar mengajar , baik aktivitas siswa maupun aktivitas guru serta alat dan sumber yang akan digunakan. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa, materi pokok yang ingin dipelajari, alat pengajaran yang digunakan dan petunjuk mengenai kegiatan belajar membaca, mengerjakan tugas dan cara menyelesaikan lembaran.

Lembar kerja ini merupakan lembaran yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri baik dalam bentuk pedoman observasi maupun dalam bentuk tugas. Dalam lembar kerja, muncul topik-topik berupa permasalahan yang harus diselesaikan atau diolah dalam format tertentu. Alat penilaian dalam modul dapat berupa formulir observasi atau tes (soal yang harus dikerjakan atau dijawab).

Kegiatan pembelajaran direncanakan untuk membantu dan membimbing siswa mencapai kompetensi yang dirumuskan dalam pembelajaran siswa. Mengembangkan post-test untuk mengukur hasil belajar, sehingga sejauh mana mereka dapat menguasai tujuan pengajaran yang terkandung dalam modul - Menyiapkan pusat sumber belajar berupa bacaan yang terbuka bagi siswa. Langkah-langkah tersebut dapat diintegrasikan ke dalam panduan penyusunan modul yang terdiri dari empat komponen dasar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Masalah-masalah dalam Pembelajaran Modul

Siswa harus mampu mengatur waktu, memaksakan diri untuk belajar sendiri, dan kuat terhadap gangguan lingkungan dan teman sebaya. Kebiasaan siswa dalam pembelajaran kelas tatap muka melalui guru cenderung menjadikan mereka pasif, namun mereka mengalami kesulitan dalam transisi ke situasi baru yang sangat berbeda dengan pembelajaran di kelas, yang menuntut siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri. Guru mengalami kesulitan dalam menyusun modul karena tidak semua guru dapat membuat modul yang memenuhi syarat.

MANAJEMEN PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM

  • Perencanaan Pembelajaran
  • Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
  • Hubungan Guru dengan Siswa
  • Aspek Perbedaan Psikologis Siswa dan Perbedaan
  • Peraturan/Tata Tertib
  • Hadiah dan Hukuman
  • Suasana Kelas
  • Peran Guru
  • Profesionalisme Jabatan Guru

Dalam proses pendidikan yang harmonis guru harus mampu memposisikan dirinya kadang sebagai guru (dikagumi dan ditiru), kadang sebagai orang tua, kadang sebagai kakak, kadang sebagai teman bercanda dan kadang sebagai rekan bisnis. Berkaitan dengan hal tersebut, Thomas Gordon mengatakan bahwa kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang baik antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran adalah kemampuan berkomunikasi secara efektif. Kemampuan berkomunikasi secara efektif, lanjut Gordon, kemungkinan besar akan menghasilkan hasil belajar yang optimal, yaitu perolehan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

Siswa memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Apa yang dilakukan guru hendaknya dipahami semata-mata sebagai pengabdian terhadap tugasnya, yaitu membantu siswa mengembangkan dirinya hingga dewasa. Peraturan perundang-undangan yang ditetapkan dan disetujui oleh pihak-pihak terkait hendaknya bertujuan untuk mencapai pembelajaran yang efektif tanpa mengabaikan kepentingan setiap orang. Dalam proses pembelajaran, penghargaan dan hukuman merupakan hasil dari kepatuhan dan pengingkaran terhadap aturan dan ketentuan.

Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa guru memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran, di samping unsur-unsur lain seperti konteks, siswa, kurikulum, metode dan fasilitas. Karena peranannya yang begitu sentral dalam proses pembelajaran, maka setidaknya ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu (a) kemampuan umum guru, (b) visi guru terhadap profesi guru yang dipilih, dan (c) sikapnya dalam mengajar. pelaksanaan tugasnya sebagai guru. Selain itu, guru juga harus menguasai strategi pembelajarannya dengan baik dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar.

Referensi

Dokumen terkait

Sejauh ini, Retorika Nardayana dalam lakon pertunjukan wayang yang dibawakan dapat diketahui merupakan variasi yang bertitik tolak pada pilihan kata / diksi yang antara lain meliputi