• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan Metode Penulisan Ilmiah

N/A
N/A
Noviantika Agustine

Academic year: 2023

Membagikan "Catatan Metode Penulisan Ilmiah"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

3 SEPTEMBER 2021

PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, TIPOLOGI PENELITIAN DAN JENIS PENELITIAN

Penelitian → research

Penelitian → proses mencari kebenaran objektif terhadap fenomena/fakta dengan melakukan penelaahan penyelidikan secara metodologis, sistematis, dan konsisten.

Objektif → ilmiah

Hasil penelitian → simpulan atau rekomendasi yang mendukung, menolak, memperbarui, menciptakan, dan/atau merancang temuan yang bermanfaat

(2)

Penelitian hukum → kegiatan ilmiah dalam bidang hukum secara metodologis, sistematis, dan konsisten untuk mempelajari peristiwa hukum dalam pelaksanaan sumber hukum tertulis dan/atau dalam fakta yang ada dalam hukum masyarakat

Perbedaan Penelitian Hukum Terhadap Sumber Hukum dan Fakta Kehidupan Hukum Masyarakat

(3)

Ruang Lingkup

- Penelitian Sumber Hukum → peristiwa hukum dalam sumber hukum tertulis dan/atau fakta dalam kehidupan hukum masyarakat berdasarkan 7 sumber hukum tertulis - Penelitian Fakta Kehidupan Hukum Masyarakat → Persepsi atau perilaku hukum

masyarakat yang dipengaruhi oleh latar belakang sosial, ekonomi, budaya, agama, dan kehidupan masyarakat.

Bentuk Data

- Data sekunder → buku, sumber hukum, perundangan-undangan - Data primer → wawancara (persepsi), pengamatan langsung (perilaku) Bentuk Penelitian

- Yuridis-Normatif - Yuridis Normatif dan:

- Yuridis Empiris→ Persepsi Hukum - Yuridis Sosiologis→ Perilaku Hukum

(4)

Penelitian Hukum dan Non-Hukum

- penelitian hukum selalu didasarkan pada kaidah hukum, sehingga penelusuran dan pengolahan datanya selalu didasarkan pada sumber hukum dan atau fakta kehidupan hukum masyarakat baik dalam bentuk penelitian yuridis normatif maupun bentuk penelitian yuridis empiris, dan yuridis sosiologis.

- Penelitian non hukum didasarkan kaidah sosial seperti kehidupan individu seperti kepuasan taraf hidup, kelompok seperti kepemimpinan dan organisasi, masyarakat menyangkut struktur sosial, dan lingkungan menyangkut pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan.

(5)

Yuridis empiris → wawancara → responden

TIPOLOGI PENELITIAN

→ Tipologi penelitian adalah perspektif peneliti dalam melaksanakan penelitian yang akan menentukan tata cara penelitian dan tujuan penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan tipenya.

Sudut tipologi penelitian hukum 1. sifatnya

a. eksploratoris

(6)

memperoleh keterangan, kejelasan dan data mengenai hal yang belum diketahui guna memperdalam informasi tertentu.

Hal ini disebabkan data mengenai hal yang diteliti belum ada atau kurang b. deskriptif

penelitian menggambarkan apa adanya pelaksanaan suatu hal atau keadaan c. eksplanatoris

penelitian yang memperkuat atau menguji hasil penelitian atau keadaan hukum yang sudah ada, sehingga dapat menyempurnakan dan memberikan 2. bentuknya

a. Diagnostik

penelitian untuk mendapatkan keterangan mengenai sebab terjadinya suatu gejala hukum tertentu.

Contoh: Pengangguran, terjadi karena adanya COVID-19 sehingga banyak pekerja yang dirumahkan.

b. Preskriptif

penelitian untuk menggambarkan masalah hukum dan mengusulkan saran penyelesaiannya

c. Evaluatif

penelitian untuk menguji dan menilai hal tertentu, serta memberikan rumusan penguatan atau peningkatannya

Contoh: dampak perkuliahan daring terhadap mahasiswa 3. penerapan

a. murni

penelitian dasar yang menekankan pada teori hukum yang umum atau pengetahuan hukum yang umum, misalnya terhadap asas hukum umum.

Dilakukan untuk menemukan penelitian-penelitian baru,pure research.

b. terapan

penelitian yang langsung dapat diterapkan dan praktis diterapkan sehingga bersifat operasional dalam suatu masalah hukum tertentu.

c. fokus masalah

penelitian yang aktual yang menjadi perhatian umum dan masih menjadi tren Contoh: pemberlakuan PPKM menjadi tanggung jawab siapa?

4. tujuan

a. fact finding

(7)

penelitian untuk menentukan fakta hukum guna menyampaikan dalili hukum atau hipotesis

hipotesis → dalil yang belum menjadi dalil → harus dibuktikan dengan penelitian empiris jika ingin menjadi dalil

b. problem finding

penelitian untuk merumuskan masalah saja c. identification

penelitian untuk menyusun daftar masalah hukum dan merekomendasikan penyelesaian

5. disiplin ilmu

a. monodisipliner

penelitian yang hanya dianalisis dan diolah datanya pada satu ilmu saja Contoh: Ilmu hukum saja

b. interdisipliner

penelitian yang diolah dan dianalisis dengan pendekatan antar sub ilmu, misalnya ilmu hukum pidana dan hukum administrasi negara

c. multidisipliner

penelitian yang diolah dan dianalisis dengan pendekatan antar-ilmu Contoh: Ilmu ekonomi dan Ilmu Hukum.

(8)

PENDEKATAN DALAM PENELITIAN HUKUM

(9)

1. pendekatan perundang-undangan, penelitian dengan mengidentifikasi secara holistik seluruh peraturan perundang-undangan yang terkait dengan topik bahasan

2. pendekatan kasus

penelitian dengan menelaah satu atau beberapa kasus dalam putusan pengadilan dalam satu topik yang sama, kemudian menyusun matriks hukumnya secara teoritis.

3. pendekatan sejarah

penelitian dengan mengidentifikasi masalh tertentu dari awal pembentukan atau keberadaannya, memahami latar belakang dan kemudian merumuskan maksud dan falsafahnya

4. pendekatan perbandingan

penelitian membandingkan suatu hal dengan sistem hukum lainnya untuk ditinjau best practicenya

5. pendekatan konseptual

Penelitian normatif = penelitian doktrinal

apabila dalam penelitian sudah sampai kesimpulan ternyata ada permasalahan baru, nanti mekanismenya seperti apa?

→ bisa saja langsung ditambahkan, tidak harus membuat yang baru semua, dan jika nanti skripsi langsung kabarin ke pembimbing

Untuk menentukan yuridis empiris atau yuridis normatif, dilihat dulu apa yang mau dilihat.

Tapi sebisa mungkin jangan melakukan penelitian yuridis empiris, karena kalian berisiko untuk pergi ke suatu tempat untuk melakukan penelitian.

(10)

Penelitian yuridis empiris → Efektivitas Pembinaan Narapidana di Lapas Sukamiskin

Penelitian yuridis normatif → Sistem Pembinaan Narapidana di Lapas Sukamiskin → wawancara mengenai sistemnya

(11)

10 SEPTEMBER 2021

TATA CARA PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN DAN PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI SERTA PERBEDAANNYA

DENGAN RANCANGAN PENELITIAN

Penelitian dilakukan secara sistematis → menggunakan langkah-langkah tertentu

langkah-langkah penelitian:

1. penyusunan dokumen awal

a. usul penelitian → research proposal b. rancangan penelitian

- pokok masalah - kerangka konseptual - tipe rancangan penelitian

- tata cara pemilihan data sekunder - pedoman kerja

2. pengumpulan data

data empiris → data primer dan data sekunder 3. pengolahan dan analisis

4. penyusunan dokumen laporan penelitian

(12)

Pokok masalah harus dirumuskan sebelum merumuskan judul → harus dengan kalimat tanya:

1. bisa dengan pengalaman pribadi → masalah peminjaman di bank, kepegawaian, pidana

2. bahan kepustakaan 3. diskusi dengan para ahli

kebijakanlockdownyang dilakukan pemerintah 4. politik hukum pemerintah

Struktur rumusan masalah:

1. gunakan kalimat pertanyan

2. harus menggunakan kata bagaimana, bagaimanakah dan mengapa 3. hindari menggunakan kata tanya: apa, apakah, dan sejauh mana

4. Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian, yang akan dianalisis, bukan asal kata tanya yang sudah jelas jawabannya. (pokok masalah paling banyak 3)

5. selalu berikan rujukan pada sumber hukum berupa peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, atau perjanjian/kontrak

(13)

Perumusan judul penelitian

1. Perumusan judul penelitian dilakukan setelah peneliti mengetahui dan merumuskan pokok masalah

2. judul bersifat tentatif

3. judul merupakan refleksi dari permasalahan yang diteliti 4. judul dirumuskan secara sederhana dan mudah dimengerti

5. menggunakan bahasa yang didasarkan pada gramatika yang baik dan benar jika menggunakan bahasa asing harus diitalic

6. Jika penelitian bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara satu gejala dengan gejala yang lain atau untuk menguji hipotesa, judul terdiri dari: → untuk penelitian hukum tidak perlu memerlukan hipotesa karena selalu berlandasan hukum dan oleh ahlinya

a. independent variable

hal-hal yang diduga merupakan sebab dari timbulnya gejala b. dependent variable

hal-hal yang diduga merupakan akibat dari gejala tersebut

ciri-ciri orang/manusia:

1. jenis kelamin 2. usia

(14)

ciri-ciri benda:

1. cair, 2. padat

Perumusan Latar Belakang Masalah

Diuraikan dalam bentuk essay (bersifat perspektif yuridis) yang berisi:

1. situasi atau keadaan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti 2. alasan mengapa peneliti ingin meneliti masalah tersebut

3. hal-hal yang telah dan/atau belum diketahui peneliti tentang masalah yang ditelitinya 4. ada catatan kaki

Perumusan Tujuan Penelitian

1. Tujuan dirumuskan dengan menggunakan kalimat pernyataan 2. Tujuan harus sinkron dengan pokok masalah

Kerangka Konseptual

pengarah, atau pedoman yang lebih konkrit dari kerangka teori dan mencakup batasan operasional

Syarat definisi:

1. harus lebih jelas dari istilah yang didefinisikan 2. tidak boleh berlebihan atau kurang

3. hindari pengulangan kata-kata yang sama 4. hindari bentuk pengingkaran

5. jangan pakai kata yang umum lingkupnya

6. diterapkan hanya untuk acuan yang menjadi titik tolak definisi tersebut

metode perumusan definisi:

1. metode pokok

a. metode definisi

- definisi ostensif

definisi ostensif adalah cara menggambarkan suatu konsep dengan mengucapkannya, menunjuknya, atau mengisyaratkannya.

(15)

- definisi biverbal (definisi nominal)

metode penulisan yang berupa sinonim atau padanan kata.

- definisi ekstensif

metode penulisan yang menafsirkan dengan meninjau secara luas sehingga

hasil penafsirannya menjadi lebih spesifik.

- definisi sintesis

Metode penulisan definisi dengan cara membuat tulisan utuh dan baru mengenai rangkuman dari berbagai sumber rujukan mengenai pengertian atau

pendapat. Rangkuman tersebut disusun menjadi suatu tulisan baru yang mengandung

satu kesatuan yang sesuai dengan kebutuhan penulis.

- definisi metaforis

Metode penulisan definisi dengan menggunakan kata-kata yang bukan makna sebenarnya, melainkan sebagai gambaran berdasarkan perbandingan atau

kesamaan.

- definisi analitis

Metode penulisan definisi dengan cara mengurai, membedakan, memilah

sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu

kemudian dicari kaitannya dan ditafsirkan maknanya.

- definisi fungsional

metode fungsional adalah metode yang dipergunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial masyarakat dan struktur sosial masyarakat.

b. metode parafrase

definisi sesuatu yang menggunakan kiasan

metode parafrase adalah metode yang mengganti suatu kalimat dengan kalimat lain, yang artinya sama.

c. metode individuasi

metode yang sama dengan seperti metode membuat daftar/list

(16)

misal kata bank, dikumpulkan dulu definisi bank dari berbagai macam sumber metode individuasi adalah metode yang tujuannya mengkhususkan pengertian-pengertian hukum tertentu dengan cara membuat registrasi atau dengan mempergunakan komputer.

2. metode tambahan

a. metode representasi

Metode representasi (yang kurang lebih sama dengan definisi ostensif, apabila dilihat dari sudut hasilnya). Caranya ialah dengan memberikan contoh dalam bentuk perilaku nyata atau dengan menunjukkan suatu benda, atau dengan cara memberikan gambar-gambar, bagan-bagan, dan seterusnya. Pencurian, misalnya, dapat dicontohkan dengan mengambil benda milik orang lain tanpa pengetahuan atau izinnya, dengan maksud untuk memilikinya.

b. Metode sinonimasi

Metode sinonimasi atau bina kata tunggal arti, dengan cara menjelaskan kata tertentu dengan kata lain yang dianggap lebih dipahami atau dimengerti.

Misalnya, hak adalah wewenang, kewajiban adalah tugas, pidana adalah hukuman, dan seterusnya.

c. metode penerjemahan

Metode penerjemahan, dengan cara menerjemahkan suatu kata asing, ke dalam kata dengan bahasa yang dianggap dimengerti. Misalnya, onrechtmatige daad diterjemahkan menjadi penyelewengan perdata, strafbaarfeit adalah peristiwa pidana, noodrecht adalah hukum darurat atau hak darurat, dan seterusnya.

d. metode antitesis

Metode antithesis, yaitu suatu kata dengan arti tertentu, dijelaskan dengan kata lain atau kata lawannya. Misalnya, dalam hal kelainan, maka ketertiban adalah lain dengan kebebasan, menurut hukum lawannya adalah melanggar hukum e. metode paralelisme

Metode parallelism, yang menunjuk pada perbedaan dalam kesamaan yang wujudnya dapat searah ataupun berlawanan arah. Contoh yang searah adalah kekuasaan kharismatis, kekuasaan tradisional dan kekuasaan rasional. Yang berlawanan adalah hak dan/atau dengan kewajiban.

f. metode perluasan dan penyempitan

(17)

Perluasan makna adalah kata yang diperluas maknanya atau memiliki makna yang

lebih luas dari makna sebelumnya. Perluasan makna kata yang dimaksud yaitu kata-kata yang maknanya mengalami pergeseran makna menjadi lebih banyak dan

lebar. Contohnya yaitu kata "ibu" yang sebelumnya bermakna sebagai orang tua

perempuan yang melahirkan kita, sekarang kata "Ibu" juga dapat digunakan sebagai

panggilan semua perempuan dewasa yang lebih tua.

Penyempitan adalah proses penyempitan sebuah makna kata, yang semula bermakna

luas menjadi bermakna sempit atau khusus. Penyempitan makna atau spesialisasi

termasuk ke dalam jenis-jenis pergeseran makna. seperti halnya makna sinestesia dan

contohnya. Selain itu, jenis makna kata ini merupakan kebalikan dari makna generalisasi, dimana generalisasi adalah perluasan makna sebuah kata yang mempunyai suatu makna yang khusus. Contohnya semisalnya motor, dimana kata ini

semula bermakna alat penggerak yang ada di semua jenis mesin. Setelah dilakukan

penyempitan makna, kata ini pun mempunyai makna yang khusus, yaitu kendaraan

yang beroda dua yang mempunyai alat penggerak di dalamnya.

g. metode menapis asali

Metode menapis asali (reduction to the root). Suatu istilah tertentu dijelaskan dengan mencari kata asalnya, misalnya, yang merugikan berasal dari kata

“rugi”.

h. metode deskripsi

Metode deskripsi, yang memberikan penjelasan terhadap kata-kata tertentu dengan jalan mengembalikannya pada kata yang umum dan disertai dengan penyebutan atau penyajian ciri-cirinya. Di dalam metode definisi hanya disebutkan satu ciri, sedangkan metode deskripsi mengemukakan beberapa ciri

(18)

i. metode enumerasi

Metode enumerasi atau metode penjabaran, yaitu suatu kata dijelaskan dengan penjabaran ciri-ciri tertentu dari artinya.

j. metode archetype

Metode “archetypatie”, yaitu metode dengan menggunakan tanda-tanda pernyataan hukum, seperti rambu-rambu lalu lintas.

k. metode ilustrasi

Metode ilustrasi yang mencakup cara-cara mempergunakan contoh-contoh (exemplicatie) dan pembaganan (schema).

metode penelitian 1. bentuk penelitian

a. Penelitian normatif b. Penelitian empiris 2. tipologi penelitian

a. sifatnya b. bentuknya

(19)

c. tujuannya d. penerapannya

e. ilmu yang dipergunakan 3. jenis data

a. primer b. sekunder

- sumber primer - sumber sekunder

ilmu perundang-undangan - sumber tersier

4. alat pengumpulan data a. studi dokumen

b. wawancara → penelitian normatif bisa dilakukan wawancara - narasumber atau informan

- responden → penelitian empiris c. pengamatan → penelitian empiris

- terlibat - tidak terlibat 5. analisis data

a. kualitatif b. kuantitatif

biaya penelitian → menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk keperluan penelitian/proyek dimaksud, dengan memperhitungkan

1. Honor SDM (untuk penelitian kelompok) 2. alat tulis (Stationary)

3. pengumpulan data (primer dan sekunder) 4. Transportasi

5. Perlengkapan 6. Penggandaan

7. Biaya lain yang relevan dengan penelitian

Pada saat skripsi, biaya penelitian diganti menjadi sistematika penelitian

(20)

apakah data primer yang berupa wawancara bisa dijadikan sebagai data yang berdiri sendiri jadi tidak ada sumber dari data sekunder? → bisa saja, misal jika ingin melihat efektivitas penerapan UU A, jadi harus bertanya ke orang yang memang berkecimpung di dalamnya kalimat deklaratif → kalimat berita → saya adalah mahasiswa UI

(21)

17 SEPTEMBER 2021

TATA CARA PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN

Langkah-langkah penelitian:

1. penyusunan dokumen awal a. usul penelitian b. rencana penelitian 2. pengumpulan data

3. pengolahan dan analisis data

4. penyusunan dokumen akhir laporan penelitian

Proposal penelitian

Proposal → propose → mengajukan → mengusulkan

Proposal penelitian → usulan kegiatan penelitian secara sistematis, konsisten, dan metodologis mengenai topik, masalah, dan analisis tertentu untuk menemukan jawaban yang relevan, andal, dan valid sesuai dengan ilmu pengetahuan

Belum ada kesimpulan karena masih propose dan data juga belum diperoleh

proposal penelitian → rencana penelitian yang dimuat dalam bentuk rancangan kerja, memperoleh sponsor untuk pembiayaan, atau memperoleh persetujuan untuk dilanjutkan

(22)

20 sumber bacaan minimal

(23)

Tata cara penyusunan proposal penelitian

proposal penelitian → proses yang diperlukan sebagai perencanaan dan awal pelaksanaan penelitian:

1. identifikasi dan pemilihan rumusan masalah melalui penelusuran literatur dahulu 2. perumusan judul

3. memformulasikan dan mengharmonisasikan rumusan masalah dan tujuan umum dan khusus penelitian

4. menetapkan manfaat teoritis dan praktis 5. merumuskan definisi operasional 6. menetapkan metode penelitian 7. menyusun sistematika penulisan

Tujuan proposal penelitian hukum → Soerjono Soekanto →

1. mendapatkan pengetahuan gejala hukum sehingga diperoleh masalah hukum atau memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam lagi sehingga dirumuskan masalah hukum

2. mengembangkan secara lengkap aspek hukum melalui keadaan perilaku pribadi dan kelompok

3. mendapatkan keterangan mengenai frekuensi peristiwa atau memperoleh data mengenai keterkaitan antara hukum dengan peristiwa hukum tertentu.

merumuskan pokok permasalahan:

1. dirumuskan sebelum merumuskan judul penelitian

(24)

2. dirumuskan dengan menggunakan kalimat pertanyaan bagaimana

bagaimanakah mengapa

sumber acuan perumusan masalah:

1. bahan pustaka

bahan primer → peraturan perundang-undangan, perjanjian internasional, konvensi sekunder

tersier

2. politik hukum pemerintah 3. diskusi dengan para ahli/rekan 4. pengalaman pribadi

Yulita: Pekerja part time dipekerjakan tidak sesuai dengan UU Mengurus pajak motor

Menyerempet mobil tetapi tidak mengganti rugi → PMH Kasus perceraian

Menikah dengan WNA

Syarat-syarat perumusan masalah:

1. menarik perhatian peneliti

2. peneliti mempunyai pengetahuan tentang hal yang akan diteliti 3. ketersediaan informasi/data

dapat dibantu dengan wawancara

faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perumusan masalah:

1. kemampuan peneliti minimal 2, maksimal 3 2. waktu yang tersedia 3. biaya

Perumusan judul penelitian:

1. judul dirumuskan setelah perumusan pokok permasalahan 2. refleksi dari permasalahan yang diteliti

(25)

syarat-syarat perumusan judul:

1. tidak terlalu umum

misal: masalah ganti rugi terjadinya kecelakaan kendaraan misal:prosedur pencairan kredit bank

2. tidak terlalu panjang (kalau judul panjang buat judul utama dan sub judul) 3. menggunakan tata bahasa baku

4. untuk penelitian yang menggambarkan hubungan sebab akibat harus mempunya independent dan dependent variable (usia, jenis kelamin, pendidikan di buku perihal kaedah hukum purnadi purbacaraka)

Tips menyusun rumusan masalah 1. Thinking out of the box

apa kegunaan dari secarik kertas? → a. origami

b. untuk menulis c. bungkus makanan d. menjadi ganjalan e. untuk dijadikan sampul f. jadi payung

g. dijadikan kipas h. kantong belanja i. dijadikan alas

di dan ke jika digunakan sebagai kata depan maka penulisannya dipisah jika “di” dan “ke” digunakan sebagai awalan maka penulisannya disambung andal → sesuatu yang kita tulis memang dari referensi yang valid dan kredibel

(26)

24 SEPTEMBER 2021

SUMBER HUKUM DALAM PENELITIAN HUKUM

Penelitian yang diarahkan untuk memahami aspek teori dan praktiknya

Penelitian yuridis normatif → law in books → berdasarkan sumber hukum tertulis dan tersistem secara formal → peraturan perundang-undangan → putusan pengadilan

penelitian yuridis empiris dan yuridis sosiologis → law in action → berdasarkan dengan hukum tidak tertulis, masyarakat, lapangan, informal, sistematis → dampak; efektivitas

penelitian hukum cenderung kurang melihat perbedaan sebagai aturan dan praktik hukumnya secara formal

sumber hukum → segala sesuatu yang melahirkan hukum

sumber hukum materiil → sumber hukum yang mempengaruhi isi atau muatan hukum → budaya hukum dan keyakinan masyarakat

sumber hukum formil → sumber hukum yang menentukan hukum dibentuk dan diterapkan, ditaati, dan dikenakan sanksi → UU; Perda

(27)

dogmatik hukum → pendapatnya itu-itu saja → berlaku dalam kurun waktu yang lama → tidak dinamis

(28)

penelitian hukum normatif → tidak dimaksudkan menilai hukum tertulis sebagai yang paling benar menganalisis apakah suatu sumber hukum tertulis yang formal telah memenuhi tujuan hukum → kepastian, keadilan, dan kemanfaatan

penelitian hukum normatif → penelitian mengenai kritik terhadap benar salahnya perumusan suatu hukum tertulis secara objektif dengan memperhatikan tujuan hukum

misal → penelitian terhadap UU Cipta Kerja, yang diteliti adalah pasal-pasal atau materi muatan apakah sesuai dengan tujuan hukum: kepastian, keadilan, dan kemanfaatan? jadi bukan membahasnya secara deskriptif saja

Jenis penelitian hukum normatif:

1. penelitian terhadap asas-asas hukum 2. penelitian terhadap sistematika hukum

3. penelitian terhadap taraf sinkronisasi vertikal dan horizontal 4. perbandingan hukum

5. sejarah hukum

jenis penelitian hukum empiris:

1. penelitian tentang identifikasi hukum tidak tertulis 2. penelitian efektivitas peraturan perundang-undangan

selama masih rancangan → bukan sumber hukum → tapi boleh diteliti, karena penelitian hukum itu sendiri juga dapat bertujuan memprediksi

(29)
(30)

1 OKTOBER 2021 ETIKA PENELITIAN

Pentingnya Etika Penelitian

1. Norma mempromosikan tujuan penelitian, seperti pengetahuan, kebenaran dan menghindari kesalahan. contoh: larangan memalsukan, mengarang, salah mengartikan data, meminimalkan kesalahan

2. sering melibatkan banyak kerja sama → pedoman untuk kepenulisan, kebijakan berbagi data

3. memastikan peneliti dapat dimintai pertanggungjawaban kepada publik → konflik kepentingan

4. membangun dukungan publik untuk penelitian → orang mendanai proyek penelitian jika dapat dipercaya dan memiliki kualitas

5. mempromosikan berbagai nilai sosial uji kemiripan/turnitin → 30%

etika penelitian → prinsip moral yang mengatur bagaimana peneliti seharusnya melaksanakan pekerjaannya → digunakan untuk membentuk peraturan penelitian yang disepakati oleh kelompok (badan pengelola universitas, masyarakat atau pemerintah)

etika → metode, prosedur

(31)

etika dilatarbelakangi oleh sifat seseorang, budaya, kebiasaan perilaku peneliti:

1. menunjukkan integritas, profesionalitas, taat kaidah ilmiah, menjunjung nama baik institusi yang diwakili

2. mengutamakan kejujuran, keadilan, tidak diskriminatif 3. mempertahankan hak cipta yang dimiliki peneliti

4. menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat dalam penelitian dengan prinsip menghargai martabat manusia

etika → norma perilaku yang membedakan perilaku yang dapat atau tidak dapat diterima → prinsip dan pedoman yang menjunjung tinggi hal yang kita hargai

etika penelitian → seperangkat prinsip yang mengatur cara penelitian apapun yang melibatkan interaksi antara peneliti dan masyarakat → rigor, respect, responsible

Prinsip etika penulisan:

1. Menjamin integritas dan kualitas

2. Mengetahui tujuan, metode, kegunaan, risiko 3. Kerahasian informasi

4. Meneliti secara sukarela

5. Membahayakan partisipan penelitian

6. Independensi dan ketidakberpihakan peneliti harus jelas dan setiap konflik kepentingan atau keberpihakan harus eksplisit

(32)

5 praktik tidak etis yang harus dihindari saat mempublikasikan penelitian:

1. pemalsuan data 2. plagiat

UI → 30% turnitin 3. konflik kepentingan 4. konflik pengarang 5. pengiriman duplikat PR: ETHICAL ISSUES

(33)
(34)

8 DAN 15 OKTOBER 2021 TEKNIK PENULISAN

Topik → topoi → pokok pembicaraan/landasan untuk menyampaikan maksud seorang penulis

Syarat perumusan topik:

1. menarik perhatian penulis 2. diketahui oleh penulis

3. topik yang dipilih seyogyanya:

a. tidak terlalu baru

b. tidak terlalu teknis → sesuatu yang sifatnya ada landasan teori dan penjelasan

sifat tulisan:

1. kisahan (naratif)

2. perian (deskriptif) → FH UI 3. argumentatif

4. eksposisi

Tema

1. berasal dari kata “tithenai”

2. punya 2 pengertian:

a. suatu pesan utama yang disampaikan oleh penulis melalui tulisannya

b. perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang ingin dicapai

Judul → perumusan judul:

1. harus relevan dengan masalah yang dibahas

2. menimbulkan keinginan untuk membaca (provokatif)

3. jangan terlalu panjang, jika panjang, dibuat judul utama dan judul tambahan → judul tambahan biasanya bisa ditaro di tanda kurung

4. yang menggambarkan kausalitas harus ada variabel bebas dan variabel terikat

(35)

Kerangka karangan (outline) kegunaan:

1. menyusun karangan secara teratur

2. membantu menciptakan klimaks yang berbeda sehingga tulisannya tidak monoton 3. menghindari penguraian topik secara berulang

4. memudahkan mencari materi/referensi

merumuskan kerangka karangan:

1. kerangka kalimat 2. kerangka topik

bentuk lahiriah skripsi/disertasi/tesis 1. bagian awal

a. halaman sampul → putih b. halaman judul

nama pengarang, NPM, logo, disusun sebagai syarat untuk mendapatkan sarjana hukum

c. halaman pernyataan orisinalitas d. halaman pengesahan

tanda tangan dari para pembimbing dan/atau penguji e. kata pengantar termasuk ucapan terima kasih

tidak ditulis secara terpisah, terima kasih kepada orang-orang yang membantu dan memberikan semangat, penulisan nama orang-orang tersebut harus lengkap, mungkin lembaga atau perpustakaan yang membantu

f. halaman pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah g. abstrak/abstract

h. daftar isi

nomor halaman dibuat setelah skripsi selesai

menuntun orang yang akan mencari informasi atau membaca hasil karya i. daftar tabel, daftar gambar, daftar lain (jika ada)

2. bagian isi

a. pendahuluan

b. isi (jumlah bab tergantung ruang lingkup penulisan)

jumlah bab skripsi harus sesuai dengan pokok permasalahan

(36)

jumlah bab tidak harus disesuaikan dengan pokok permasalahan biasanya skripsi itu 4 bab, kecuali hukum internasional

c. penutup: simpulan (dan saran)

simpulan → jawaban dari permasalahan bab 1 3. bagian akhir

a. daftar pustaka b. lampiran

hanya yang sifatnya khusus atau khas

UU, PP tidak dilampirkan → mungkin contoh formulir dilampirkan → yang penting berbeda dengan yang lain

tujuan lampiran → memberikan informasi kepada orang lain

Teknik penulisan

1. ukuran kertas → A4 PDF dan hardcopy 2. warna cover → S1 putih

3. Jenis dan ukuran huruf: TNR 12 4. margin: 4-3-3-3

5. spasi: 1,5 (kecuali untuk kutipan yang lebih dari 3 baris, catatan kaki, dan daftar pustaka 1 spasi)

6. tinta printer → hitam

7. pemisahan/pemenggalan kata → mengikuti kaidah tata bahasa Indonesia 8. nomor halaman

huruf romawi kecil untuk bagian pendahuluan

huruf arab untuk bagian isi, mulai BAB I s/d bagian akhir (daftar pustaka)

ditulis di sudut kanan atas atau sudut kanan bawah → bu sri mamudji: prefer sudut kanan atas karena kalo bawah tidak enak dilihat karena mepet footnote

9. judul

menggunakan huruf kapital → judul bab

judul subbab hanya huruf pertama setiap kapital yang menggunakan huruf kapital 10. italic/huruf miring

berfungsi menggantikan garis bawah, penulisan judul buku, judul jurnal dan judul peraturan

11. penulisan angka

(37)

angka tidak dapat mengawali kalimat

angka yang kurang dari 2 digit ditulis dengan huruf 12. penulisan kutipan

a. langsung

dikutip dari sumber/referensi seperti apa adanya:

- kurang dari 4 baris 1-3 baris

a) diintegrasikan dengan naskah b) jarak 1,5 spasi

c) diapit tanda kutip

d) diberi nomor urut kutipan merujuk ke nomor footnote

- 4 baris atau lebih

a) dipisahkan 3 spasi dari naskah

b) diketik menjorok ke dalam 5-7 ketuk sejajar dengan alinea baru c) jarak 1 spasi

d) tidak perlu diapit tanda kutip e) diberi nomor urut kutipan

(38)

b. tidak langsung

kutipan sudah dimodifikasi atau diterjemahkan

harus banyak digunakan karena nanti akan ada uji turnitin - diintegrasikan dengan naskah

- jarak 1,5 spasi

- tidak diberikan tanda kutip

jika mengutip pasal → parafrase seolah-olah mengutip tidak langsung, namun harus disebutkan dengan jelas di footnote

13. penulisan sumber kutipan

pola turabian (chicago manual/pedoman penulisan FHUI) 14. daftar pustaka

pola turabian (chicago manual of style/pedoman penulisan FHUI)

(39)

penulisan kutipan:

1. bila naskah asli ada kesalahan, beri tanda [sic!]

2. bila ada yang dihilangkan ganti dengan tanda elipsis (...)

penulisan sumber kutipan:

1. APA → American Psychological Association Manual body note

sumber kutipan ditulis di antara tanda kurung langsung setelah kutipan (nama: tahun)

kurang informatif

2. MLA → Modern Language Association Handbook sumber kutipan ditulis di akhir bab

endnote

3. Chicago Manual of Style (Kate L. Turabian) sumber kutipan ditulis di kaki halaman footnote

penulisan bab 2 tidak bisa mengibid bab 1

bisa digunakan untuk menulis tambahan catatan apabila dituliskan di dalam naskah akan mengganggu uraian

contoh penulisan catatan kaki dan daftar pustaka 6 perbedaan:

perbedaan:

- di footnote ada nomor urut kutipan, kalau daftar pustaka tidak diberi nomor urut, melainkan berdasarkan abjad

- di footnote itu menggunakan tanda baca koma, kalau di daftar pustaka menggunakan titik, kecuali impresum (nama kota dan tahun)

- di footnote namanya jelas sesuai, kalau di daftar pustaka nama pengarangnya dibalik menjadi nama belakang dulu baru nama depan → diasumsikan nama terakhir pengarang adalah nama keluarga → gelar sarjana tidak ditulis

- di footnote ada halaman, kalau di daftar pustaka tidak ada

- di footnote baris pertamanya menjorok ke kanan, kalau di daftar pustaka yang baris kedua menjorok ke kanan → indensi

(40)

- di footnote ada tanda kurung di bagian penerbit (impresum), di daftar pustaka tidak ada tanda kurung di impresum

Jenis:

1. buku

jika ada yang menggunakan nama china dan jepang → nama keluarga ada di depan, jadi jangan dibalik di daftar pustaka

nama arab → harun al-rasyid → daftar pustaka: al-rasyid, harun; hasan bin yusuf → tetap menjadi hasan bin yusuf

(41)
(42)

italic → judul buku, jurnal, peraturan perundang-undangan

2. Artikel

Dalam menulis artikel ada nomor halaman karena untuk menunjukkan bahwa si penulis hanya menggunakan referensi dari halaman tersebut.

3. Skripsi/Tesis/Disertasi

4. Makalah

(43)

Makalah yang tidak dipublikasikan dalam muka umum tidak boleh dijadikan referensi

5. Peraturan Perundang-Undangan

UU, PP, Perpres biasanya diumumkan dalam lembaran negara dan tambahan lembaran negara

Kalau perda biasanya LD dan TLD

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijk Wetboek]. Diterjemahkan oleh R.

Soebekti dan R. Tjitrosudibio.

Jawa Barat. Keputusan Gubernur Jawa Barat.

(44)

Departemen Luar Negeri. Peraturan Departemen Luar Negeri.

6. Internet

Link internet biasanya berwarna biru, tapi kalau pembimbing maunya tidak berwarna tinggal diganti jadi hitam

PENGULANGAN 1. Ibid

ibidem → tempat yang sama → digunakan jika diambil dari sumber yang sama dengan sumber kutipan sebelumnya, tanpa disisipi sumber lain

Nomor footnote tiap bab harus dimulai dengan nomor awal sehingga ibid hanya diperbolehkan pada bab yang sama

Op.Cit dan Lo.Cit sudah tidak digunakan lagi, tetapi diganti dengan short title

(45)

hanya ditulis nama belakang pengantar, dan nama bukunya, serta nomor halaman

A. Buku

Jika ada satu pengarang yang juga mengarang bersama orang lain dan beda judul, harus ditulis buku pengarangnya sendiri dulu baru buku karangan bersama orang lain

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian normatif ini disebut juga sebagai penelitian doktrinal (doctrinal research) yaitu suatu penelitian yang menganalisis hukum baik yang tertulis di dalam buku (law

Tentang penamaan metode normatif itu sendiri (yang oleh penstudi hukum dipakai untuk menunjuk pada keharusan menurut aturan formal), masih juga dapat dipersoalkan

Kesusilaan Dalam Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Wates”. Penulisan hukum ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana di Fakultas Hukum

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, yaitu suatu jenis penelitian hukum yang diperoleh dari studi kepustakaan, dengan

Loc.cit., adalah kependekatan dari Loco Citato, yang berarti pada tempat yang telah disebutkan, telah diselingi oleh sumber lain, namun halaman sama dengan sumber

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asesmen tes tertulis yang digunakan dalam menilai keterampilan menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menyediakan

Konsep adalah hasil proses intelektual berupa kejadian imajinatif untuk memperluas atau memperkaya cerapan, sehingga dapat dibentuk gagasan baru yang dapat menganalisis

Penelitian yuridis normatif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara menganalisa hukum yang tertulis dari bahan perpustakaan atau data sekunder belaka yang lebih dikenal dengan nama