8 DAN 15 OKTOBER 2021
Kerangka karangan (outline) kegunaan:
1. menyusun karangan secara teratur
2. membantu menciptakan klimaks yang berbeda sehingga tulisannya tidak monoton 3. menghindari penguraian topik secara berulang
4. memudahkan mencari materi/referensi
merumuskan kerangka karangan:
1. kerangka kalimat 2. kerangka topik
bentuk lahiriah skripsi/disertasi/tesis 1. bagian awal
a. halaman sampul → putih b. halaman judul
nama pengarang, NPM, logo, disusun sebagai syarat untuk mendapatkan sarjana hukum
c. halaman pernyataan orisinalitas d. halaman pengesahan
tanda tangan dari para pembimbing dan/atau penguji e. kata pengantar termasuk ucapan terima kasih
tidak ditulis secara terpisah, terima kasih kepada orang-orang yang membantu dan memberikan semangat, penulisan nama orang-orang tersebut harus lengkap, mungkin lembaga atau perpustakaan yang membantu
f. halaman pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah g. abstrak/abstract
h. daftar isi
nomor halaman dibuat setelah skripsi selesai
menuntun orang yang akan mencari informasi atau membaca hasil karya i. daftar tabel, daftar gambar, daftar lain (jika ada)
2. bagian isi
a. pendahuluan
b. isi (jumlah bab tergantung ruang lingkup penulisan)
jumlah bab skripsi harus sesuai dengan pokok permasalahan
jumlah bab tidak harus disesuaikan dengan pokok permasalahan biasanya skripsi itu 4 bab, kecuali hukum internasional
c. penutup: simpulan (dan saran)
simpulan → jawaban dari permasalahan bab 1 3. bagian akhir
a. daftar pustaka b. lampiran
hanya yang sifatnya khusus atau khas
UU, PP tidak dilampirkan → mungkin contoh formulir dilampirkan → yang penting berbeda dengan yang lain
tujuan lampiran → memberikan informasi kepada orang lain
Teknik penulisan
1. ukuran kertas → A4 PDF dan hardcopy 2. warna cover → S1 putih
3. Jenis dan ukuran huruf: TNR 12 4. margin: 4-3-3-3
5. spasi: 1,5 (kecuali untuk kutipan yang lebih dari 3 baris, catatan kaki, dan daftar pustaka 1 spasi)
6. tinta printer → hitam
7. pemisahan/pemenggalan kata → mengikuti kaidah tata bahasa Indonesia 8. nomor halaman
huruf romawi kecil untuk bagian pendahuluan
huruf arab untuk bagian isi, mulai BAB I s/d bagian akhir (daftar pustaka)
ditulis di sudut kanan atas atau sudut kanan bawah → bu sri mamudji: prefer sudut kanan atas karena kalo bawah tidak enak dilihat karena mepet footnote
9. judul
menggunakan huruf kapital → judul bab
judul subbab hanya huruf pertama setiap kapital yang menggunakan huruf kapital 10. italic/huruf miring
berfungsi menggantikan garis bawah, penulisan judul buku, judul jurnal dan judul peraturan
11. penulisan angka
angka tidak dapat mengawali kalimat
angka yang kurang dari 2 digit ditulis dengan huruf 12. penulisan kutipan
a. langsung
dikutip dari sumber/referensi seperti apa adanya:
- kurang dari 4 baris 1-3 baris
a) diintegrasikan dengan naskah b) jarak 1,5 spasi
c) diapit tanda kutip
d) diberi nomor urut kutipan merujuk ke nomor footnote
- 4 baris atau lebih
a) dipisahkan 3 spasi dari naskah
b) diketik menjorok ke dalam 5-7 ketuk sejajar dengan alinea baru c) jarak 1 spasi
d) tidak perlu diapit tanda kutip e) diberi nomor urut kutipan
b. tidak langsung
kutipan sudah dimodifikasi atau diterjemahkan
harus banyak digunakan karena nanti akan ada uji turnitin - diintegrasikan dengan naskah
- jarak 1,5 spasi
- tidak diberikan tanda kutip
jika mengutip pasal → parafrase seolah-olah mengutip tidak langsung, namun harus disebutkan dengan jelas di footnote
13. penulisan sumber kutipan
pola turabian (chicago manual/pedoman penulisan FHUI) 14. daftar pustaka
pola turabian (chicago manual of style/pedoman penulisan FHUI)
penulisan kutipan:
1. bila naskah asli ada kesalahan, beri tanda [sic!]
2. bila ada yang dihilangkan ganti dengan tanda elipsis (...)
penulisan sumber kutipan:
1. APA → American Psychological Association Manual body note
sumber kutipan ditulis di antara tanda kurung langsung setelah kutipan (nama: tahun)
kurang informatif
2. MLA → Modern Language Association Handbook sumber kutipan ditulis di akhir bab
endnote
3. Chicago Manual of Style (Kate L. Turabian) sumber kutipan ditulis di kaki halaman footnote
penulisan bab 2 tidak bisa mengibid bab 1
bisa digunakan untuk menulis tambahan catatan apabila dituliskan di dalam naskah akan mengganggu uraian
contoh penulisan catatan kaki dan daftar pustaka 6 perbedaan:
perbedaan:
- di footnote ada nomor urut kutipan, kalau daftar pustaka tidak diberi nomor urut, melainkan berdasarkan abjad
- di footnote itu menggunakan tanda baca koma, kalau di daftar pustaka menggunakan titik, kecuali impresum (nama kota dan tahun)
- di footnote namanya jelas sesuai, kalau di daftar pustaka nama pengarangnya dibalik menjadi nama belakang dulu baru nama depan → diasumsikan nama terakhir pengarang adalah nama keluarga → gelar sarjana tidak ditulis
- di footnote ada halaman, kalau di daftar pustaka tidak ada
- di footnote baris pertamanya menjorok ke kanan, kalau di daftar pustaka yang baris kedua menjorok ke kanan → indensi
- di footnote ada tanda kurung di bagian penerbit (impresum), di daftar pustaka tidak ada tanda kurung di impresum
Jenis:
1. buku
jika ada yang menggunakan nama china dan jepang → nama keluarga ada di depan, jadi jangan dibalik di daftar pustaka
nama arab → harun al-rasyid → daftar pustaka: al-rasyid, harun; hasan bin yusuf → tetap menjadi hasan bin yusuf
italic → judul buku, jurnal, peraturan perundang-undangan
2. Artikel
Dalam menulis artikel ada nomor halaman karena untuk menunjukkan bahwa si penulis hanya menggunakan referensi dari halaman tersebut.
3. Skripsi/Tesis/Disertasi
4. Makalah
Makalah yang tidak dipublikasikan dalam muka umum tidak boleh dijadikan referensi
5. Peraturan Perundang-Undangan
UU, PP, Perpres biasanya diumumkan dalam lembaran negara dan tambahan lembaran negara
Kalau perda biasanya LD dan TLD
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijk Wetboek]. Diterjemahkan oleh R.
Soebekti dan R. Tjitrosudibio.
Jawa Barat. Keputusan Gubernur Jawa Barat.
Departemen Luar Negeri. Peraturan Departemen Luar Negeri.
6. Internet
Link internet biasanya berwarna biru, tapi kalau pembimbing maunya tidak berwarna tinggal diganti jadi hitam
PENGULANGAN 1. Ibid
ibidem → tempat yang sama → digunakan jika diambil dari sumber yang sama dengan sumber kutipan sebelumnya, tanpa disisipi sumber lain
Nomor footnote tiap bab harus dimulai dengan nomor awal sehingga ibid hanya diperbolehkan pada bab yang sama
Op.Cit dan Lo.Cit sudah tidak digunakan lagi, tetapi diganti dengan short title