1. Hipotensi berawal dari adanya penurunan curah jantung oleh karena beberapa kondisi
2. Dimana, adanya penurunan curah jantung akan berakibat pada aliran darah menuju otak akan berkurang
3. Sehingga, tekanan arteri kepala akan turun, diikuti dengan kenaikan tekanan parsial CO2 dan penurunan tekanan parsial O2 serta pH jaringan di otak
4. Hal ini akan merangsang baroresptor yang terdapat di dinding arteri besar
5. Respon yang ditimbulkan oleh baroreseptor berupa peningkatan tekanan pembuluh darah perifer, peningkatan tekanan jaringan pada otot kaki dan abdomen, peningkatan frekuensi respirasi, kenaikan frekuensi denyut jantung dan peningkatan frekuensi denyut jantung serta sekresi zat-zat vasoaktif
6. Sekresi zat ini merupakan katekolamin, pengaktifan renin-angiotensin aldosteron (RAAS) kegagalan fungsi refleks otonom ini yang menjadi penyebab timbulnya hipotensi
7. Kemudian, dalam mempertahankan homeostasisnya, Angiotensin oleh RAAS akan dipecah menjadi angiotensin II , yang menyebabkan dinding otot arteri kecil (arterioles) menyempit (sempit), yang meningkatkan tekanan darah. Angiotensin II juga memicu kelenjar adrenal Anda untuk melepaskan aldosteron dan kelenjar pituitari Anda untuk melepaskan hormon antidiuretik (ADH, atau vasopresin).
8. Bersama-sama, aldosteron dan ADH menyebabkan ginjal mempertahankan natrium. Aldosteron juga menyebabkan ginjal melepaskan (mengeluarkan) kalium melalui urin.
9. Peningkatan natrium dalam aliran darah menyebabkan retensi air. Ini meningkatkan volume darah dan tekanan darah
1. Dimulai dari adanya faktor penyebab seperti kerusakan pada otot jantung, dehidrasi, dan kekurangan cairan 2. Hal ini akan menyebabkan curah jantung yang menurun dan mengurangi suplai darah ke otak
3. Tekanan arteri akan turun disertai dengan kenaikan tekanan parsial Co2 dan penurunan tekanan O2 dan perubahan pH di otak
4. A. Hal ini akan menstimulus kerja jantung lebih keras
B Pada respon akut, akan menampilkan perasaan mata yang berkunang-kunang dan berujung pada keadaan sinkop
5. Sehingga darah yang menuju ekstremitas akan terganggu dan menyebabkan akral dingin, tampilan pucat, dan berakhir pada kondisi perfusi perifer.
6. Hal ini akan menyebabkan tubuh mengaktifkan respon fight or flight. Dimana tubuh akan mengalihkan distribusi darah, mekanisme kimia dan ginjal, dan Mean Artery Pressure akan berkurang sebanyak 10-15 mmHg.
7. Kemudian, tubuh sudah tidak memiliki kemampuan untuk mengatur tekanan darah , sehingga MAP turun >20 mmHg dan terjadi hipoksia organ vital. Kondisi ini lah permulaan terjadinya syok
8. Apabila tidak ditangani, maka akan menyebabkan simpanan ATP menipis, kematian sel, sehingga mengakibatkan kegagalan organ multipel, dna berujung pada kematian