23 BAB III
RESUME KASUS AKUPUNKTUR
Bab ini berisi tentang penatalaksanaan terapi akupunktur pada Ny. E usia 28 tahun, beragama Islam beralamat di Ngadisono RT 07 RW 14, Desa Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Bekerja sebagai apoteker dan berstatus sudah menikah, keluhan nyeri pada ulu hati. Pelaksanaan akupunktur meliputi pengkajian, diagnosa akupunktur, prinsip terapi, pemilihan titik, implementasi akupunktur dan evaluasi tindakan akupunktur.
Penatalaksanaan terapi akupunktur dimulai pada hari Senin 21 Januri 2019 sampai dengan hari Senin 18 Maret 2019 di Griya Sehat Prima Hati Surakarta.
Terapi akupunktur di lakukan 6 kali dengan frekuensi 1 kali terapi dalam satu minggu selama 6 minggu dan didapat data sebagai berikut:
A. Pengkajian
1. Data Umum dan Vital Sign
Pengkajian dilakukan pada hari Senin 21 Januari 2019 pada Ny. E didapatkan hasil pemeriksaan Vital Sign sebagai berikut: tekanan darah 100/80 mmHg, respirasi 20x/ menit, denyut nadi 80x/menit, suhu tubuh 37o celcius, berat badan 70 kg, tinggi badan 165 cm dan tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat serta pemeriksaan pasien dengan kondisi compos mentis (sadar penuh). Dari pemeriksaan medis pasien Ny. E mengeluhkan nyeri ulu hati.
2. Wang (Pengamatan).
Pada pemeriksaan Wang ini meliputi Shen (semangat), Se (rona dan ekspresi wajah), Sing Tay (postur tubuh dan gerakan), lidah dan selaput lidah. Dari hasil pengamatan pasien Ny. E datang dengan kesadaran penuh, pasien terlihat semangat, mata bersinar, tubuh berisi (Overweight), dari pengamatan lain didapatkan hasil otot lidah berwarna merah muda, selaput lidah putih tebal, ukuran gemuk, terlihat tapak gigi, tidak terlihat fisura, permukaan selaput lidah lengket, tidak mengelupas, tidak ditemukan bercak sianotik.
3. Wen ( Pendengaran dan Penciuman ).
Dari hasil pemeriksaan Wen (pendengaran dan penciuman) didapatkan data, suara pasien terdengar jelas, suara napas teratur tidak terngah-engah, tidak terdapat suara napas, tidak terdapat suara batuk, tidak terdapat suara cegukan. Pada pemeriksaan penciuman tidak tercium bau mulut, tidak tercium bau keringat, tidak tercium bau mulut yang kurang sedap, Pada bau feces, bau sputum dan bau urine tidak dilakukan evaluasi.
4. Wun (Anamnesa)
Dari data pemeriksaan Wun (anamnesa) yang di lakukan pada tanggal Senin 21 Januari 2019 didapatkan data bahwa pasien mengeluhkan nyeri pada ulu hati dengan skala nyeri 5. Pasien Ny. E sering mengalami rasa nyeri yang tidak nyaman pada perut bagian atas yaitu berupa begah, mual, sesekali muntah dengan cairan asam, mulut terasa pahit. Nyeri akan semakin parah jika pasien mengalami banyak pikiran pada pekerjaan, memendam emosi marah pada keluarga, mengkomsumsi makanan yang pedas dan gorengan. Pasien Ny. E merasakan keluhan pada tahun 2014 (kurang lebih 5 tahun), selain keluan di atas pasien juga mengeluhkan sakit kepala ( tension haidace).
Pasien Ny. E dahulu pernah mengalami keluhan seperti nyeri bahu yang menjalar ke telapak tangan. keluhan nyeri bahu yang menjalar ketelapaktangan di keluhkan kurang lebih pada tahun 2013 (enam tahun) keluhan ini didapatkan pasien sering mengangkat beban berat. Pasien Ny.
E tidak memiliki keluhan riwayat penyakit teluarga baik dari orang tua maupun saudara. Riwayat terapi obat-obatan yang digunakan adalah omeprasol dan antasida.
Ditinjau dari riwayat diet dan pola makan pasien Ny. E nafsu makan berkurang dan konsumsi makanan 3 kali sehari dan jenis makanan yang di komsumsi nasi, sayur, lauk. Untuk porsi makan pasien sekitar setengah sampai satu centong nasi makan dengan kecenderungan rasa pedas, pasien menyukai cemilan seperti kue kering, gorengan yaitu (tempe goreng, ubi goreng, tahu goreng). Pasie Ny. E pada status diet frekuensi
minum kurang lebih 2,5 liter setara 8 - 9 gelas setiap hari, suhu minum netral lebih cenderung hangat, jenis minuman air mineral dan 1 gelas teh hangat.
Ditinjau dari amnamnesa status Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK). Pasien Ny. E dengan frekuensi BAB satu kali sehari dipagi hari, tinja/ feces berbentuk dengan konsistensi tidak keras dan tidak lembek, pada saat BAB tidak terdapat darah dalam feces dan feces berwarna kuning kecoklatan. Pada status BAK untuk frekuensi buang air kecil 4-5 kali sehari, dengan jumlah banyak, warna urin kuning dan tidak pekat dalam sehari BAK sekali dimalam hari.
Pada anamnesa status lokalisasi pasien Ny. E mengeluhkan nyeri di perut bagian atas/ ulu hati didapatkan hasil pengamatan tidak ada masa dan memar, status pergerakan tidak ada hambatan dalam pergerakan, ada perabaan dengan penekanan terasa nyeri di ulu hati.
Ditinjau dari status ginokologis, menstruasi dan keputihan pasien Ny. E didapatkan status ginokologis yaitu mengalami 2 kali kehamilan dan 2 kali kehamilan. Pada status menstuasi usia mens pertama usia 12 tahun tanggal mens terakhir peda Senin 14 Januari 2019 dengan durasi 3-4 hari dengan jarak antar mens 30 hari teratur, volume darah banyak dan terdapat bekuan darah di hari kedua. Pada saat mens biasanya pasien menggeluhkan nyeri perut, lutut, pingang tetapi tidak setiap bulan manifestasi tersebut muncul. Pada status keputihan dengan jumlah sedikit berwarna putih, tidak tercium bau.
Berdasarkan anamnesa status organ pasien Ny. E mengalami ganguan pada status organ hati dan kandung empedu terdapat ganguan mata, emosi marah, pusing, kaku pundak, rasa pahit di lidah. Pada anamnesa organ jantung dan usus halus terdapat palpitasi. Pada anamnesa organ limpa dan lambung terdapat nafsu makan buruk, mudah haus, mual, muntah, kembung, sendawa. Pada anamnesa organ paru-paru dan usus besar terdapat sesak nafas, mudah haus. Pada anamnesa organ ginjal dan kandung kemih terdapat nyeri lutut, nyeri pinggang.
Pada pemeriksaan lain Wei, Qi, Xue meridian local dan meridian eksternal. Sistem Wei pasien tidak mengeluhkan demam, Xue kulit pasien lembab, Qi pasien tidak mudah lelah, Jin Ye pasien mudah haus.
5. Cie (perabaan)
Pada pemeriksaan Cie (perabaan) nadi, dengan palpasi Ny. E di dapatkan data kedalaman nadi dalam/ tengelam (chen), dengan kecepatan lambat (Huan), ukuran normal, kekuatan nadi kuat normal dengan jenis nadi licin (Hua). Sedangkan untuk perabaan nadi secara khusus adalah:
Tabel 1. Pemeriksaan Nadi Pada Ny. E dengan Tiga Region.
Kiri Kanan
Cun Jantung : Normal.
Usus kecil :Normal.
Cun Paru : Kuat.
Usus besar: Kuat.
Guan Hati :Normal.
Kandung Empedu: Normal.
Guan Limpa : Lemah.
Lambung: Lemah Chi Ginjal : Normal. Chi Perikardium: Normal
B. Diagnosa Akupunktur 1. Analisis Data
Berdasarkan pengamatan (Wang) dapat dianalisis Shen pasien baik, otot lidah berwarna merah muda menandakan panas, berukuran gemuk menandakan lembab, selaput ludah putih tebal penyakit sudah sampai organ, tapak gigi menandakan defisiensi pada limpa. Berdasarkan Wen dapat diartikan suara pasien terdengar jelas. Berdasarkan Wun nafsu makan yang berkurang pada makan- makanan dikarenakan pasien menyukai makan makana seperti roti kering dan gorengan ( tempe, tehu, ubi goring).
2. Diagnosa Akupunktur
Berdasarkan analisis yang didapat disimpulkan pada Ny. E usia 28 tahun dengan kasus gastritis kronik dengan sindrom lembab di jiao tengah oleh karena pola makan yang tidak tepat dan emosi.
C. Perencanaan terapi akupunktur
Perencanaan terapi pada pasien Ny. E dilakukan pada hari Senin 21 Januari 2019 sampai 18 Maret 2019 sebagai berikut:
1. Prinsip Terapi
Berdasarkan diagnose akupunktur pada pasien Ny. E dengan sindrom lembab di jiao tengah oleh karena emosi dan makana makanan yang tidak tepat. Maka pada tanggal 21 Januari 2019 dapat disusun dengan prinsip terapi akupunktur dengan menghilangkan lembab, menguatkan lambung dan limpa, mengurangi emosi, mengatur pola makan.
2. Alat dan Bahan
Alat terapi yang digunakan untuk penanganan pada kasus ini adalah jarum akupunktur yang digunakan adalah jarum halus atau filiform needle ukuran 1cun, kapas, alcohol 70%, Elektro Stimulator.
3. Titik Akupunktur
Titik akupunktur utama yang digunakan yaitu ST 36 Zusanli, PC 6 Neigwan, CV 12 Zhongwan, ST 40 Fenglong, BL 20 Pishu, BL 21 Weishu, EXHN 3 Yintang, ST 42 Chongyang, DU 20 Baihui, LI 4 Hegu, LI 11 Quchi. Pengunaan titik akupunktur yang digunakan yaitu LI 4 untuk sakit kepala, gangguan pada abdomen. LI 11 Quchi untuk menghilangkan panas, nyeri pada abdomen, sakit kepala. ST 40 Fenglong untuk menghilangkan lembab. CV 12 Zhongwan untuk mengurang nyeri pada abdomen. PC 6 Neigwan titik yang digunakan kelunmhan nyeri dada, muntah-muntah. BL 20 Pishu merupakan titik Shu limpa. BL 21 Weishu titik menghilangkan muntah. EXHN 3 Yintang digunakan untuk keluhan pusing, DU 20 Baihui untuk menghilangkan keluhan pusing. GB 34 Yang Ling quan digunakan untuk mengurangi rasa pahit di mulut, nyeri pada lambung, nyeri pada dada muntah, merupakan titik He dari meridian kandung empedu.
4. Jadwal Terapi
Akupunktur dilakukan sebanyak 6 kali dengan frekuensi 1 kali dalam seminggu dengan durasi selama 6 minggu.
5. Saran Anjuran
Saran dan anjuran pada Ny. E adalah disarankan untuk mengurangi makan makana yang pedas dan gorengan, menambah asupan makanan bergizi seperti sayuran, buah yang tidak bersifat asam, mengontrol emosi seperti marah, cemas dan stress, mengurangi aktivitas yang berlebih, istirahat yang cukup, olahraga rutin seperti jalan santai.
D. Penatalaksanaan terapi akupunktur
Berdasarkan perencanaan terapi tersebut telah disusun pelaksanaan terapi yang dimulai pada tanggal Senin 11 Febuari 2019 sampat tanggal Senin 18 Maret 2019 dengan rincian penatalaksanaan terapi akupunktur sebagai berikut:
Kunjungan pertama pada hari Senin 11 Febuari 2019 dilakukan pengkajian data dengan tujuan untuk mendapatkan data dengan tujuan mendapatkan keseluruhan dalam tindakan terapi pada Ny. E data untuk merumuskan diagnosa akupunktur dan perencanaan terapi untuk menegakkan terapi yang tepat pada Ny. E pertama pasien dipersilahkan duduk terlebih dahulu untuk pemeriksaan umum Vital Sign tekanan darah pasien 110/80 mmHg, respirasi 19 kali/ menit, frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 36o C, berat badan 70 kg, tinggi badan 165 cm.
Terapis melakukan tidakan amnamnesis terhadap keluhan utama, riwayat penyakit, keluhan tambahan, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit yang pernah dialami pasien maupun keluarga pasien, serta riwayat pengobatan, baik farmakologi maupun non farmakologi, riwayat terapi, pasien diminta untuk menandatangani lembar persetujuan terapi sebelum melakukan tindakan terapi, seorang terapis menjelaskan alur terapi dalam tindakan akupunktur baik berupa lokasi titik, area titik yang digunakan, efek penusukan terapi, durasi terapi yang dibutuhkan dalam terapi akupunktur.
Penusukan dilakukan pada titik ST 36 Zusanli penusukan tegak lurus 0,5 - 1 cun, PC 6 Neigwan, tegak lurus 0,5-0,8 cun, CV 12 Zhongwan tegak lurus 0,5 – 1 cun, ST 40 Fenglong penusukan tegak lurus 0,5-1 cun, BL 20 Pishu dan BL 21 Weishu tegak lurus 0,8-1,5 cun, EXHN-3 Yintang penusukan
miring 0,5-0,8 cun, ST42 Chongyang penusukan tegak lurus 0,5 cun . DU 20 Baihui miring ke belakang 0,3- 0,5 cun, GB 34 Yang Ling quan penusukan tegak lurus 0,5 cun LI 11 Quchi tegak lurus 1- 1,5 cun. LI 4 Hegu tegak lurus 0,5-1 cun.
Pemilihan titik dengan mengunakan posisi dalam terapi akupunktur pada Ny. E dengan posisi supinasi dan pronasi. Posisi supinasi dilakukan Posisi terlentang dengan pasien menyandarkan punggungnya agar dasar tubuh sama dengan kesejajaran berdiri yang baik, posisi ini dilakukan penusukan pada titik ST 36 Zusanli, GB 34 Yang Ling quan, PC 6 Neigwan, CV 12 Zhongwan, ST 40 Fenglong, ST42 Chongyang, EXHN-3 Yintang, DU 20 Baihui, LI 4 Hegu, LI 11Quchi. Terapi kedua di lakukan dengan posisi pronasi, posisi ini pasien tidur dalam telungkup. Pada posisi ini dilakukan penusukan pada titik BL 20 Pishu dan BL 21 Weishu.
Modalitas terapi pada pasien Ny. E menggunakan Elektro stimulator dan TDP, dengan gelombang padat tipe adjective frekuensi 5 Hz selama 15 menit, titik yang di gunakan yaitu ST 36 Zusanli (+) dengan GB 34 Yang Ling quan (-), PC 6 Neigwan (-) dengan LI 4 Hegu (+), CV 12 Zhongwan menggunakan modalitas terapi TDP, ST 40 Fenglong (+) dengan ST42 Chongyang (-), BL 20 Pishu (+) dengan BL 21 Weishu (-), EXHN 3 Yintang (+) dengan DU 20 Pahui (-) LI 11 Quchi jarum tinggal.
Kunjungan kedua pada hari Senin 18 Febuari 2019 Pukul 13.00 WIB.
Pada pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 90/70 mmHg, respirasi 19 kali/ menit, frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 37o C, otot lidah merah, selaput putih tipis, tapak gigi, nadi cepat, pada keluhan tambahan pasien mengeluhkan pusing terapis menambahkan titik LI 4 Hegu.
Kunjungan ketiga dilakukan pada hari Senin 27 Febuari 2019 Pukul 15.00 WIB. Pada pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 80/60 mmHg, respirasi 19 kali/ Menit, frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 38o C, otot lidah merah, tidak ada selaput, tapak gigi, nadi cepat. Pada keluhan tambahan pasien mengeluhkan pusing dan demam pada kasus ini
terapis menggunakan titik LI 4 Hegu dan LI 11 Quchi untuk mengurangi pusing dan menghilangkan panas.
Kunjungan keempat dilakukan hari Senin 4 Maret 2019 Pukul 14.00 WIB. Pada pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 100/80 mmHg, respirasi 19 kali/ menit, frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 36oC, otot lidah merah, selaput lidah putih tebal, tapak gigi, nadi lambat. Pasien tidak mengeluhkan pusing dan demam. pada terapi keempat terapis tidak menggunakan titik LI 4 Hegu dan LI 11 Quchi.
Kunjungan kelima dilaksanakan hari Senin 14 Maret 2019 Pukul 15.00 WIB. Pada pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 110/80 mmHg, respirasi 19 kali/ menit, frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 36oC, otot lidah merah, selaput lidah putih tipis, tapak gigi, nadi lambat.
Kunjungan keenam dilakukan hari Senin 18 Maret 2019 Pukul 14.00 WIB pada pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 110/80 mmHg, respirasi 19 kali/ menit, frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 36o C, otot lidah merah, selaput lidah tebal, lengket, tapak gigi, nadi lambat.
E. Evaluasi dan Dokumentasi Terapi Akupunktur
Pada setiap kunjungan terapi, terapis melakukan perencanaan terapi akupunktur pada Ny. E dengan tujuan mengevaluasi dan mendokumentasi untuk mengetahui untuk perkembangan kondisi pasien secara menyeluruh terutama untuk keluhan utama.
1. Kunjungan kedua pada hari Senin 11 Febuari 2019 Pukul 13.00 WIB.
Pada pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 90/70 mmHg, respirasi 19 kali/ menit, frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 37o C, otot lidah merah, selaput putih tipis, tapak gigi, nadi cepat.
Pada terapi yang kedua dilakukan pada kondisi compos metis yang artinya sadar penuh. Pada terapi kedua pasien Ny. E datang dengan keluhan yang
sama, namun nyeri dirasakan dengan sekala nyeri 5. Rasa mual dan begah masih dirasakan, pasien mengaku masih menyukai makan makanan yang berminyak
Gambar 7. Pemeriksaan lidah kunjungan kedua (Dokumen Pribadi, 2019).
2. Kunjungan ketiga dilakukan pada hari Senin 18 Febuari 2019 Pukul 15.00 WIB.
Pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 80/60 mmHg, respirasi 19 kali/ menit, frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 38oC, otot lidah merah, tidak ada selaput, tapak sedikit gigi, nadi cepat. Pada terapi yang ketiga dilakukan pada kondisi compos metis yang artinya sadar penuh.Pada terapi ketiga pasien Ny. E datang dengan keluhan yang sama, namun nyeri dirasakan dengan sekala nyeri 6 dan sangat mengganggu aktivitas. Rasa mual dan begah masih dirasakan pasien muntah dengan cairan asam, perut terasa begah, pusing.
Gambar 8. Pemeriksaan lidah kunjungan ketiga ( Dokumen Pribadi, 2019).
3. Kunjungan keempat dilakukan hari Senin 27 Febuari 2019 Pukul 14.00 WIB.
Pada pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 100/80 mmHg, respirasi 19 kali/ Menit , frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 36o C, otot lidah merah, selaput lidah putih tebal, terdapat tapak gigi, nadi lambat. Pada terapi yang keempat dilakukan pada kondisi compos metis yang artinya sadar penuh. Pada terapi keempat pasien Ny.
E datang dengan keluhan yang sama, namun nyeri dirasakan dengan sekala nyeri 6 berkurang menjadi sekala 5. Rasa mual dan begah masih dirasakan, pasien tidak mengeluhkan muntah dengan cairan asam, kembung, pusing.
Gambar 9. Pemeriksaan lidah kunjungan keempat (Dokumen Pribadi, 2019).
4. Kunjungan kelima dilaksanakan hari Sabtu 10 Maret 2019 Pukul 15.00 WIB.
Pada pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 110/80 mmHg, respirasi 19 kali/ Menit, frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 36o C, otot lidah merah, selaput putih tebal, tapak gigi. nadi lambat.
Pada terapi yang kelima dilakukan pada kondisi compos metis yang artinya sadar penuh. Pada terapi kelima pasien Ny. E datang dengan keluhan yang sama, namun nyeri dirasakan dengan sekala nyeri 5 berkurang menjadi sekala 4. Rasa mual dan begah masih dirasakan.
Gambar 10. Pemeriksaan lidah pada kunjungan kelima (Dokumen Pribadi. 2019).
5. Kunjungan keenam dilakukan hari Senin 18 Maret 2019 Pukul 14.00 WIB.
Pada pemeriksaan Vital sign didapatkan pada tekanan darah 110/80 mmHg, respirasi 19 kali/ menit , frekuensi nadi 80 kali/ menit suhu tubuh pasien 36oC, otot lidah merah, selaput putih tebal, lengket, tapak gigi, nadi lambat. Pada terapi yang keempat dilakukan pada kondisi compos metis yang artinya sadar penuh. Pada terapi keenam pasien Ny. E datang dengan keluhan yang sama, namun nyeri dirasakan dengan sekala nyeri 3, pada terapi keenam pasien tidak mengalami penurunan nyeri yang signifikan. Rasa mual dan begah masih dirasakan.
Gambar 11. Pemeriksaan lidah kunjungan keenam (Dokumen Pribadi, 2019).