PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
3 Efri Syamsul Bahri, Sabik Khomeini, Analisis Efisiensi Penyaluran Zakat pada Amil Badan Zakat Nasional (Al mal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Islam). Badan Amil Zakat Nasional atau yang dikenal dengan (BAZNAS) harus mampu menunjukkan kekuatan komitmen dan integritas dalam melaksanakan pengaturannya. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Badan Amil Zakat Nasional khususnya yang ada di kabupaten Enrekang memberikan pengenalan terhadap program-program yang telah direncanakan, diantaranya adalah program Enrekang Pintar, dimana melalui program ini akan diberikan bantuan paket sekolah, bantuan pendidikan tinggi. diberikan dan penyelesaian studi D3 dan S1, bantuan pendidikan bagi siswa miskin.
Rumusan Masalah
Penelitian ini berjudul “BAZNAS Pemanfaatan dan Penyaluran Dana Zakat Melalui Program Enrekang Cerdas di Kabupaten Enrekang”.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang mekanisme penyaluran dana zakat khususnya zakat produktif untuk mewujudkan Enrekang cerdas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi BAZNAS Kabupaten Enrekang, sebagai masukan berupa informasi penggunaan dana zakat untuk mewujudkan program enrekang cerdas sesuai ajaran Islam. Manfaat penelitian ini bagi pihak lain adalah memberikan informasi atau pengetahuan tentang penggunaan dan penyaluran dana zakat serta mekanisme penyalurannya serta dapat memberikan masukan dan referensi bagi pihak-pihak yang ingin menyalurkan dana zakatnya melalui BAZNAS di Kabupaten Enrekang.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Zakat
Sedangkan pengertian zakat menurut syariat adalah hak untuk dilaksanakan atas harta, dengan jumlah yang telah ditentukan dari harta tertentu, pada waktu tertentu dan dibelanjakan pada penguasa atau kelompok yang ditentukan dalam hukum Islam. Sedangkan yang dimaksud dengan otoritas tertentu adalah delapan golongan yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang termuat dalam surat At-Taubah ayat 60, kedelapan golongan ini dimaksudkan untuk zakat harta, dan menurut Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa zakat adalah pajak dari umat untuk umat, dari orang yang wajib membayarnya kepada orang yang berhak menerimanya. Selain itu zakat juga dapat membersihkan jiwa muzakki dari sifat-sifat tamak, tamak dan mensucikan diri dari dosa, sekaligus menghilangkan rasa iri dan benci dari orang-orang yang lemah finansial terhadap orang-orang kaya serta mendorong kehidupan yang mandiri.
Dasar Hukum Zakat
Yang ketiga dari banyak pujian dan janji Allah swt berupa kebaikan yang diberikan kepada orang yang menunaikan zakat, sebagaimana firman Allah dalam Surah al-Mukminun ayat 1-4. Keempat: dari banyaknya ancaman dan celaan Allah swt kepada orang yang enggan membayar zakat antaranya dalam surah Fussilat ayat 6-7. Dan kecelakaan besar bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya. Iaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka tidak beriman kepada kehidupan akhirat.” 22.
Macam-macam Zakat
Selain Al-Quran dan hadis, landasan hukum formal juga telah dibuat oleh pemerintah mengenai pengelolaan zakat, seperti Undang-undang Nomor 23 Tahun 20011 tentang pengelolaan zakat, dan pengelolaan zakat ini juga diatur dalam Pemerintah. Peraturan Nomor 14 Republik Indonesia. Tahun 2014 tentang pelaksanaan undang-undang tersebut. Undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.24. sesuai dengan keinginan pemilik aslinya, artinya melepaskan sebagiannya sesuai dengan perintah-Nya. Para ulama klasik berpendapat bahwa syariat hanya membatasi empat jenis harta, yaitu hewan tertentu yang digembalakan, hasil bumi yang dikeluarkan melalui pertanian dan pertambangan, dua jenis logam mulia yaitu emas dan perak, harta benda yang diolah dalam perdagangan komoditas. termasuk dalam kategori ini saham dan obligasi 26 Jenis harta yang wajib dizakatkan: . A. Zakat Peternakan Pemberian Zakat Peternakan. Ketika matahari terbenam di penghujung Ramadhan dan kekurangan makanan, keluarkanlah zakat fitrah satu sha'. satu sha' (sekitar 4 ekor kucing atau 2 setengah kilo gram) makanan Anda sebelum shalat Idul Fitri, untuk membersihkan puasa dan sebagai makanan bagi orang miskin.29.
Untuk mensucikan orang yang berpuasa dari hal-hal yang dapat merugikan dirinya, seperti main-main dan hubungan suami istri. Rasulullah sallalahu alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah satu sha' kurma atau satu sha' gandum bagi hamba dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak di bawah umur dan dewasa di kalangan umat Islam, dan beliau memerintahkan agar hal tersebut ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk menunaikan Idul Fitri. doa.” .31. Hadits di atas dirumuskan oleh para ahli fiqih bahwa makanan yang akan dikeluarkan untuk zakat fitrah adalah makanan pokok (beras/gandum/jagung dll). Sedangkan besaran zakat fitrah menurut standar saat ini adalah 2,5 kg menurut mazhab Maliki dan Syafii 32.
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mempunyai rezeki lebih dari kebutuhan anggota keluarganya pada siang dan malam hari raya Idul Fitri. Namun sebaliknya, waktu yang paling baik adalah pada hari pertama Idul Fitri sebelum salat Id. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah satu sha', yaitu setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kg bahan pangan pokok lokal yang biasa dimakan oleh yang bersangkutan, seperti nasi, gandum, kurma.33.
Pada zaman Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, kita mengeluarkan zakat fitrah berupa sha' makanan atau sha' gandum atau sha'.
Kewajiban Berzakat dan Siapa Saja Yang Wajib Berzakat
Tujuan, Manfaat, dan Hikmah Zakat
Metode Penyaluran Zakat
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999, pengelolaan zakat dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk oleh pemerintah yang terdiri dari masyarakat dan unsur pemerintah di tingkat daerah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang merupakan dikelola oleh . Dalam undang-undang nomor 38 tahun 1999 dijelaskan prinsip pengelolaan zakat yang profesional dan bertanggung jawab oleh masyarakat dan pemerintah. Konsekuensi dari undang-undang tersebut, pemerintah (pusat hingga daerah) wajib memfasilitasi pembentukan lembaga pengelola zakat, yaitu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tingkat pusat dan Badan Amil Zakat Daerah ( BAZDA) untuk tingkat daerah.
Badan Amil Zakat Provinsi dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur, yang susunan kepengurusannya diusulkan oleh Kepala Kanwil Departemen Agama Provinsi dan berkedudukan di ibu kota provinsi, sedangkan Badan Amil Zakat Kabupaten atau Kota didirikan dengan keputusan bupati atau walikota, yang pengurusnya diusulkan oleh kepala kantor wilayah departemen agama kabupaten atau kota dan mempunyai tempat tinggal tetap di ibu kota kabupaten/kota, dan kabupaten/kota. Badan Amil Zakat dibentuk berdasarkan keputusan camat yang susunan kepengurusannya diusulkan oleh kepala kantor wilayah departemen agama kabupaten dan berkedudukan di ibu kota kecamatan.43. Menurut UU Pengelolaan Zakat, hubungan BAZNAS dengan lembaga Amil Zakat lainnya bersifat koordinasi, konsultatif dan informatif, BAZNAS dan BAZDA bekerjasama dengan lembaga Amil Zakat (LAZ) baik nasional maupun daerah. Dengan demikian, undang-undang no. 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat melahirkan paradigma baru dalam pengelolaan zakat, yang mana pengelolaan zakat antara lain dilakukan oleh satu wadah yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk oleh pemerintah bersama masyarakat dan Yayasan Amil Zakat (LAZ) yang merupakan komunitas secara keseluruhan, terhimpun dalam organisasi massa dan yayasan.
Dengan lahirnya paradigma baru ini, maka seluruh pengurus Amil Zakat harus segera menyesuaikan diri dengan amanat undang-undang untuk mendasarkan susunannya pada wilayah pemerintahan negara, mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan. . Berdasarkan undang-undang no. 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat, pengelolaan zakat mengacu pada kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian pendistribusian dan penggunaan zakat. Hal ini mungkin terjadi karena tidak ada undang-undang yang mewajibkan umat Islam yang mampu untuk membayar zakat.
Padahal saat ini sudah banyak lembaga penyalur zakat yang cukup berkompeten dan profesional dalam penyaluran zakat.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian
- Sumber Data
- Metode Pengolahan dan Analisis Data
Data tersebut peneliti gunakan untuk mendapatkan informasi langsung mengenai apa saja yang dilakukan Baznas dalam hal penggunaan dan penyaluran zakat yang dilakukan Baznas melalui program Enrekang Cerdas di Kabupaten Enrekang. ILHAM KADIR, MA : WAKIL KETUA IV, DEPARTEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN TATA UMUM 2. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Baznas Kabupaten Enrekang. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan dan penyaluran dana zakat yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Enrekang melalui program Enrekang Pintar, dapat disimpulkan sebagai berikut.
Pemanfaatan dana zakat yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Enrekang untuk mewujudkan Enrekang cerdas berfokus pada tiga hal utama.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Pada tanggal 21 Agustus 2009, Bupati Enrekang saat itu, Haji Latinro La Tunrung, menerbitkan Surat Keputusan Bupati Enrekang Nomor 291/KEP/VIII/2009 tentang KOMPOSISI PENGELOLA KABUPATEN ENREKANG TAHUN 2009-2009. Keputusan ini mempertimbangkan hasil diskusi para pemuka agama, tokoh masyarakat, cendekiawan, ulama, profesional, perwakilan pemerintah oleh pengurus lama BAZ pada tanggal 13 Juli 2009 tentang pemilihan pengurus Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Enrekang. . . Muslim Bando M.Pd memimpin pembentukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang dengan menerbitkan Keputusan Bupati Enrekang Nomor 479/KEP/X/2015 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Amil Zakat Kabupaten Enrekang Keagenan periode 2015-2019.
MURSJID SALEH MALLAPPA : WAKIL KETUA II BIDANG DISTRIBUSI DAN PEMANFAATAN 4. BAHARUDDIN, SE : WAKIL KETUA III, BIDANG.
Pendayagunaan dan Pendistribusian Dana Zakat Untuk
Bantuan beasiswa dari poin a ayat 2 Pasal 27 adalah bantuan keuangan bagi siswa tidak mampu yang belum menerima bantuan negara (baik dalam bentuk KIS atau bantuan pendidikan lainnya). Bantuan pendidikan bagi siswi miskin dan berprestasi sebagaimana dimaksud pada ayat dua Pasal 27 huruf c adalah bantuan. Bantuan biaya kuliah dan/atau skripsi sebagaimana dimaksud pada ayat 27(2)(c) merupakan bantuan finansial bagi mahasiswa luar biasa dan kurang mampu yang tidak dapat menyelesaikan studinya karena kendala finansial.
Bantuan operasional masuk sekolah mitra BAZNAS dari huruf d ayat 2 Pasal 27 merupakan bantuan berupa biaya operasional pendidikan bagi peserta didik yang masuk ke sekolah mitra BAZNAS. Bantuan perbaikan fasilitas sekolah sebagaimana dimaksud pada huruf e ayat kedua Pasal 27 adalah bantuan berupa uang perbaikan fasilitas sekolah yang biayanya terbatas dan belum mendapat bantuan negara. Penyaluran zakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dilaksanakan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan asas pemerataan, keadilan, dan kedaerahan.
Pengembangan soft skill yang sudah terjadi di masyarakat dari inisiatif BAZNAS salah satunya adalah pemberian modal usaha kepada usaha kecil dan menengah. Berikut informasi mengenai pemanfaatan dana zakat untuk modal usaha dalam penerapan Enrekang Pintar melalui program Enrekang Sejahtera. Dari data diatas terlihat penggunaan dana zakat lebih banyak digunakan pada perusahaan produktif, pada tahun 2020 dana zakat yang digunakan untuk menunjang modal usaha berjumlah
Penyaluran dana Zakat untuk bantuan pendidikan tinggi, penyelesaian studi (D3 dan S1) dan bantuan pendidikan bersama.
Pendistribusian Dana Zakat Untuk Bantuan Pendidikan
PENUTUP
Kesimpulan
Modal usaha ini diberikan BAZNAS kepada UKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang mempunyai prioritas masing-masing (yang usahanya sudah beroperasi). Pemberian beasiswa pendidikan yang ditawarkan BAZNAS dimulai dari tingkat bawah, menengah dan atas serta perguruan tinggi. Sebaran yang dilakukan BAZNAS bidang pendidikan mulai dari jenjang rendah, menengah, tinggi dan tinggi serta Tahfidzul Qur'an dapat dilihat pada angka-angka di bawah ini.
Saran
Bahri Efri Syamsul, Khomeini Sabik, Analisis Efektivitas Penyaluran Zakat di Badan Amil Zakat Nasional (Al mal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Islam). Emirushalih Fajrialdy, Optimalisasi Pemanfaatan Zakat Melalui Program Beasiswa Telkom Majlis Ta'lim: Studi Kasus di UPZ Majlis Ta'lim Telkom (Jakarta, 4 September 2017), hal.2. Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an Al-Karim dan Terjemahannya (Surabaya: Halim Publishing & Distributing, 2014), hal.