• Tidak ada hasil yang ditemukan

CERITA RAKYAT DAERAH

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "CERITA RAKYAT DAERAH "

Copied!
163
0
0

Teks penuh

Penelitian ini dibatasi pada cerita rakyat setempat dengan tokoh mitologi dan legenda. Mengenai bahasa sebagai media cerita rakyat daerah Aceh, di daerah Aceh selain bahasa Aceh juga terdapat bahasa Gayo.

Pelaksana penelitian

CERITA DAN KESIMPULAN/PENDAPAT INFORMAN DAN PENELITI

BEUNGONG MEULU DAN BEUNGONG PEUKEN* ) Pada zaman dahulu dalam suatu negeri terdapat sebuah kelu-

Kemudian Banta Seudang dan roh kayangan terbang dengan pakaian terbang, manakala puteri bongsu dan Mak Toyo menaiki gajah putih. Selepas itu, Banta Seudang memanggil ibunya, "Mak, tolong ambilkan semangkuk air!" Ibunya juga.

BRUEK KURA

Setelah menerima ikan, raja memberi ibu kura-kura 40 liter beras. Malam berikutnya kura-kura pergi berbelanja lagi ke pasar dan membawa pulang lima kotak pakaian.

LABANG DONYA

Ketika sang putri kembali, burung Garuda itu terbang ke arah Banta Ahmad dan terjadi perkelahian.

CERITA PUTERI BUNGA LENGGIN*)

Pada suatu ketika di sebuah kampung di wilayah Alas, Kota Cane, terdapat seorang kanak-kanak bernama Kepar. Begitu juga halnya dengan anak saya Kepar yang ingin mencari dan berjumpa dengan ayahnya." Kemudian dia dengan cepat menghampiri Kepar dan memegang tangan Kepar sambil berkata:

Sekembalinya ke rumah, ibunya terkejut melihat Kepar membawa banyak cenderahati hasil lawatannya ke bapanya. Rupa-rupanya ayahnya masih ingat apabila Kepar pernah menyampaikan berita kepadanya bahawa ibunya telah meninggal dunia. Justeru, cadangan Kepar boleh diterima tetapi dengan syarat Kepar sendiri yang mencarinya.

Selepas itu, Kepari kembali menemui ibunya dan memaklumkan bahawa dia telah menemui calon bapanya, yang hampir sama dengan arwah ayahnya. Pada hari yang ditetapkan, bapa pengantin lelaki Kepari datang ke rumah pengantin perempuan iaitu ibu Kepari. Selepas pengantin lelaki membuka kerudung pengantin perempuan, pengantin lelaki bertanya: "Suara kamu betul-betul seperti suara ibu Kepari anak saya yang meninggal dunia."

INEM MASKERNING*)

Tetapi Siti Sara tidak pernah mengadu hal ini kepada ayahnya, walau apa pun kata ibu tirinya, dia sentiasa mendiamkan diri. Ayah Siti Sara sebenarnya menyerahkan amanah kepada isterinya untuk menguruskan rumah dan anak-anak. Bila nak pergi, dia selalu suruh isteri uruskan rumah dan Siti Sara.

Bukan itu sahaja, malah dia juga memberitahu orang lain bahawa kerja Siti Sara tidak betul. Tiada siapa yang tahu bahawa semua kerja di rumah diamanahkan kepada Siti Sara. Dikatakan kepada orang lain bahawa Siti Sara tidak berhati-hati, bekerja sambil lewa, tidak berkira.

Terdapat sebatang pokok kayu di hadapan rumah Siti Sara, tempat burung itu terbang buat kali pertama. Saya yang bernama Siti Sara yang menjadi burung, yang terperangkap dalam perangkap emas ayah”.

SI NOME *)

Setelah itu, Si Nome berkata, “Jangan bunuh kucing itu, Kak, biar saya bawa pulang.” Kucing ini memiliki sifat yang buruk, hanya menghabiskan makanan, bahkan membawa kekacauan, mengganggu kita karena hanya makan nasi. Tidak apa-apa mas, biarpun dia seperti itu, berikan kucing itu kepada saya", *Nome kemudian menjawab karena Nome sangat menginginkan kucing itu, lalu menyerahkan kucing itu kepada Nome. Nome menjawab, "Saya galau hari ini karena Saya dua hari yang lalu sarung ular menahan bara, tetapi sekarang saya melihat bahwa itu sudah tidak ada lagi.

Jadi nasi terus dimasak oleh ibu Nome, keraknya tertinggal dan dia berikan kepada anaknya, Si Nome. Tampaknya sarung ular itu telah dicuri oleh seseorang, karena ketika Nome sedang berbicara dengan ular di taman beberapa hari yang lalu, orang tersebut mendengar percakapan tersebut. Setelah itu, ibu Nome pergi menemui paman Nome untuk melamar anaknya.

Memang bertungkus lumus untuk meneruskan hidup ".. Nome, mungkin badan dia dah besar, tanya dia lagi. Kalau macam tu abang cakap, kena beritahu Nome dulu apa pendapat dia nanti ". Unsur-unsur menonjol yang terdapat di dalamnya ialah sikap sayangkan haiwan seperti yang ditunjukkan oleh Si Nome sebagai pelakon utama cerita tersebut.

MENCARI TIGA BUAH KELIMAT *)

34; Mau apa dengan Mentiko Betuah ini, tapi dengan syarat setiap malam Jum'at harus diminum dengan kemenyan.” Hal itu sudah ada di depannya. anak bahwa pekerjaan cincin itu tidak dilakukan dalam satu hari.

Pada hari yang sama, ketiga-tiga haiwan itu mencari jejak Mentiko Betuah yang melarikan diri. Ketiga-tiga haiwan ini kemudiannya berunding untuk mencari jalan untuk mengambil semula Mentiko Betuah. Terdapat juga masalah siapa di antara mereka yang akan memegang Mentiko Betuah supaya dia tidak.

Apabila sampai di tengah, Mentiko Betuah terjatuh dari tangan kucing itu dan kemudian disambut oleh seekor tikus yang memasukkannya ke dalam mulutnya. Nampaknya tikus penipu kemudian anjing dan kucing itu telah pun berjumpa dengan anak raja dan menyerahkan Mentiko Betuah kepadanya. Kemudian mereka ditanya oleh anak raja, "Mengapa kamu menangis, bukankah Mentiko Betuah sudah mendapatnya".

RAJA DUMEK *)

Oleh karena itu utusan Raja Dumek berangkat untuk kembali ke kediaman Tengku Di Lubuk yang kira-kira terletak di Kecamatan Biang Pidie sekarang. Setelah mereka bersantai sejenak, Tengku Di Lubuk bertanya kepada mereka, “Sebenarnya kalian dari mana dan siapa nama kalian”. Raja Dumek senang dengan kekuatan rakyatnya menggali sungai yang begitu panjang dengan tujuan akhirnya sampai ke situs istana Tengku Di Lubuk.

Rupa-rupanya rakyat Tengku Di Lubuk telah menunggu kedatangan rombongan Raja Dumek dan Raja Susoh. Tempat penyediaan kanji oleh anak buah Tengku Di Lubuk itu diperbuat daripada cangkerang yang telah dilobangkan terlebih dahulu. Berdasarkan perjanjian bahawa baginda boleh melayari kapalnya di sungai yang digalinya sendiri, di sebelah Raja Dumek, kapal itu pasti sudah sampai di istana Tengku Di Lubuk sebelum subuh, ketika ayam berkokok.

Ketika ayam jantan berkokok, itu pertanda akad nikah Raja Dumek dengan Putri Tengku Di Lubuk batal. Maka Raja Dumek dan beberapa anak buahnya langsung menuju Lubuk, tempat Tengku Di Lubuk berada, melalui desa Guhang. Ada juga terowongan di dekat kolam yang harus digali sampai Raja Dumek tiba di istana Tengku Di Lubuk.

CERITA SI KECIL *)

Ternyata bukan hanya feses, namun kesempatan itu dimanfaatkan oleh kedua orang tuanya untuk memisahkan diri dari ketujuh anaknya di hutan lebat dengan meninggalkan bekal ala kadarnya. Akhirnya, mereka khawatir orang tua mereka akan diganggu oleh binatang buas dan ingin mengikuti mereka. Namun tiba-tiba si kecil memberi tahu semua kakaknya bahwa orang tuanya sengaja meninggalkan mereka di hutan.

Pada satu ketika, si bongsu teringat ibu bapanya, yang telah meninggalkannya di padang gurun. Memandangkan adik mempunyai keluarga sendiri, ibu bapanya ditempatkan di sebuah rumah yang baru dibina khas untuknya. Biarkan ibu bapa mereka tinggal di rumah yang baru dibina dengan bekalan dan makanan yang mencukupi.

Maka berkat kesabaran dan ketekunan mereka, hidup mereka selama ini tidak menentu, akhirnya mereka menjadi orang yang sangat kaya atas takdir Tuhan dan dapat membalas budi orang tua mereka. Informan menganggap cerita tersebut hanya dongeng belaka, namun ia tetap menganggap nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersebut berlaku di masyarakat saat ini, terutama rasa cinta anak kepada orang tuanya, meskipun orang tua sebaliknya. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti bahwa cerita tersebut hanya tersebar di kalangan orang tua.

RODA HIDUP DI DUNIA *)

Bahkan, Pak Amat pernah tidak makan selama beberapa hari karena ketika diminta oleh keluarganya, tidak ada yang mau memberikannya - begitu juga dengan kata-kata hinaan yang diterimanya terhadap dirinya sendiri. Setelah semuanya siap, Pak Amat pulang dan mengendarai sedan barunya yang dikemudikan sopir. Setelah lama diselidiki, warga desa mengetahui bahwa orang kaya baru itu tak lain adalah Pak Amat yang sebelumnya jatuh miskin.

Ramai utusan datang ke sisi isterinya supaya Pak Amat dapat kembali kepada isterinya, tetapi Pak Amat tidak memberi jawapan. Isterinya berlari dari dalam rumah dan turun ke bawah menemui Encik Amat yang masih duduk di dalam kereta sedannya. 34; Kemudian Pak Amat mengangkat nasi dan kari ke dalam talam dan disapukan pada baju dan seluarnya.

Saat itu istri dan keluarganya serta para tetangga yang hadir pada malam itu mengerti apa yang telah dilakukan Pak Amat terhadap istrinya. Saat itu, istri Salamah juga meminta maaf atas segala kesalahan yang dilakukannya kepada Pak Amat. Terakhir, Pak Amat berpesan kepada seluruh kerabatnya bahwa ketika kita berhadapan dengan orang miskin dan membutuhkan, kita harus melayani mereka dengan sebaik-baiknya.

CERITA KATIB MUND AM *>

Informan mendapatkan cerita ini dari orang tuanya di desanya pada saat informan baru berusia 14 tahun, jadi dia menerima cerita ini 42 tahun yang lalu di tempat kelahirannya di Lawe Sumatera Utara, Aceh Tenggara. Informan mengklaim bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam cerita ini masih berlaku dalam kehidupan saat ini. Kisah ini ternyata hanya tersebar di kalangan orang tua, berdasarkan hasil wawancara dengan peneliti.

Informan beranggapan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam cerita ini sudah tidak ada lagi dalam kehidupan masyarakat sekarang. Cerita ini sudah tidak dikenal lagi di masyarakat karena ternyata cerita ini hanya diketahui oleh orang tua saja, sedangkan anak muda benar-benar tidak mengetahuinya lagi. Oleh karena itu, peneliti mendukung pendapat informan mengenai hal ini. Daerah persebaran cerita ini meliputi Aceh Barat, Aceh Besar dan Aceh Pidie.

Oleh karena itu raja menyusun rencana agar anak-anak dari orang-orang miskin ini tidak lagi tinggal bersama orang tua mereka. Akhirnya dibujuk oleh ahli nujum, kedua anak lelaki malang itu meninggalkan desa dan meninggalkan orang tua mereka. Berdasarkan hasil pengamat, cerita ini hanya diketahui kalangan orang tua, sehingga tidak lagi tersebar luas di masyarakat.

Referensi

Dokumen terkait

Diceriterakan pula bahwa lbu Periuk ini, memang sejak mudanya sam­ pai sekarang, adalah orang yang paling dipercaya oleh Raja Rangga Kalo. ltu pula sebabnya,

demikian, jati diri bangsa tidak dibentuk dari budaya asing (seperti tampak dalam fenomena yang terjadi sekarang ini pada anak-anak bangsa kita), tetapi seharusnya

Perbedaanya tersebut berfokus pada pengembangan bahan ajar membaca cerita anak berbasis cerita rakyat Jawa Timur untuk siswa kelas V MI Nurul Huda Mulyorejo

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dalam buku cerita rakyat dengan judul asal mula kota bumi terdapat beberap akarakter yang dapat ditanamkan pada anak