Hasilnya menunjukkan aplikasi pelepasan nikah pra-COVID-19 pra-COVID-19 pra-COVID-19 menunjukkan peningkatan yang luar biasa, hingga 300%. Pada tahun 2017, permohonan dispensasi kawin sekaligus pemberian dispensasi nikah oleh Pengadilan Agama Kota Magelang sebanyak 7 kasus, tahun 2018 5 kasus, 2019 6 kasus, 2020 Januari-Februari 4 kasus. Karena mereka masih di bawah umur, maka cara untuk melegalkan perkawinan mereka adalah dengan mengajukan surat pengesampingan perkawinan ke Pengadilan Agama.
Pengadilan Agama Kota Magelang dalam memberikan dispensasi perkawinan selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dasar hukum yang digunakan untuk memberikan dispensasi nikah oleh Pengadilan Agama Kota Magelang adalah; (Hukum Rohman & Cholil No. Berdasarkan alasan tersebut, maka Hakim Pengadilan Agama Kota Magelang akan mengabulkan permohonan dispensasi dengan maksud agar status anak yang dilahirkan menjadi jelas tentang asal usulnya dan tidak ada hambatan sehubungan dengan administrasi kelahiran anak.
Jika kita lihat pada Tabel 1 tentang permohonan dan putusan cerai nikah di Pengadilan Agama Kota Magelang tahun 2017 sebanyak tujuh kali. Berdasarkan Tabel 2 Permohonan dan Putusan Cerai Nikah di Pengadilan Agama Kota Magelang Tahun 2018 sebanyak lima kali. Jika kita lihat pada Tabel 3 Permohonan dan Putusan Pembagian Nikah di Pengadilan Agama Kota Magelang tahun 2019 sebanyak enam kali.
Berdasarkan Tabel 4 tentang permohonan dan putusan cerai di Pengadilan Agama Kota Magelang pada awal tahun 2020 atau sebelum COVID-19 di Indonesia, tepatnya empat kali dari Januari hingga Februari 2020.
Permohonan Dispensasi Kawin Pada Saat Covid-19
Telah terjadi perbuatan yang dilarang menurut ketentuan hukum Islam yang menyebabkan anak pemohon hamil 6 bulan. Telah terjadi perbuatan yang dilarang menurut ketentuan hukum Islam yang menyebabkan anak pemohon hamil 3 bulan. Adanya pengakuan dari anak Pemohon bahwa antara anak Pemohon dengan suami calon anak Pemohon telah ada hubungan suami istri).
Adanya perbuatan yang dilarang oleh ketentuan syariat Islam yang mengakibatkan anak Pemohon hamil 3 bulan tetapi mengalami keguguran. Sedangkan anak Pemohon dan calon suaminya telah berpacaran selama 5 tahun dan hubungannya sangat dekat. Bahwa pernikahan tersebut sangat mendesak karena anak Pemohon memiliki hubungan yang sangat dekat dengan calon suami dari anak Pemohon, keduanya telah menjalin hubungan sejak tahun 2018 sampai sekarang dan hubungan mereka begitu dekat dan dikhawatirkan akan terjadi suatu perbuatan. agama dilarang.
Bahwa perkawinan tersebut sangat mendesak karena calon suami dari anak Pemohon akan segera bekerja di Kalimantan dalam waktu yang sangat singkat. Bahwa perkawinan itu sangat diperlukan karena anak Pemohon sangat erat hubungannya dengan calon istri anak Pemohon karena. Bahwa diakhirinya perkawinan tersebut sangat diperlukan karena anak Pemohon sangat dekat dengan calon suami dari anak Pemohon, dan keduanya telah menjalin hubungan sejak tahun 2019 sampai sekarang dan hubungan mereka begitu erat;
Bahwa perkawinan itu harus segera dilangsungkan karena anak-anak para pelamar sangat erat kaitannya dengan calon istri. Bahwa perkawinan itu harus segera dilangsungkan karena anak-anak dari INDINER sangat dekat hubungannya dengan calon suami. 001/KA/SKC/I2021 tanggal 3 Januari 2021, anak Pemohon I dan Pemohon II dinyatakan positif hamil, sehingga Pemohon I dan Pemohon II sangat khawatir akan terjadi perbuatan yang dilarang oleh ketentuan Hukum Islam. jika mereka tidak segera menikah;
Bahwa perkawinan tersebut harus dilangsungkan dengan sangat mendesak karena keduanya telah bertunangan kurang lebih 1 bulan dan hubungan mereka sangat dekat sehingga Pemohon sangat khawatir akan terjadi perbuatan yang dilarang secara hukum. Sedangkan perkawinan tersebut sangat mendesak karena anak Pemohon sangat erat hubungannya dengan calon istri dari anak Pemohon. Bahwa pernikahan tersebut sangat mendesak karena mereka berdua bertunangan sekitar 4 bulan yang lalu dan hubungan mereka sangat dekat, mereka telah memiliki hubungan suami istri dan anak Pemohon sedang hamil 5 bulan, Pemohon malu dengan tetangganya karena perbuatan melawan hukum telah terjadi perbuatan sesuai dengan ketentuan hukum Islam, sehingga sangat mendesak untuk segera menikah.
Bahwa perkawinan harus dilakukan dengan sangat mendesak karena anak pemohon memiliki hubungan yang sangat dekat dengan calon pasangannya, karena. Bahwa perkawinan tersebut sangat mendesak karena anak Pemohon memiliki hubungan yang sangat dekat dengan calon suami dari anak Pemohon. Bahwa perkawinan tersebut sangat mendesak karena anak Pemohon I dan Pemohon II telah membangun ikatan yang sangat erat dengan calon suaminya, bahkan anak Pemohon I dan Pemohon II sedang hamil sekitar 10 (sepuluh) minggu, sehingga Pemohon I dan Pemohon II Pemohon II sangat prihatin dengan perbuatan yang dilarang oleh ketentuan hukum Islam yang terus berlanjut jika perkawinan tidak segera dilakukan.
Kesimpulan
Namun, dengan disahkannya undang-undang baru (UU No. 16 Tahun 2019) dari dua puluh dua kasus tersebut, sangat mendesak untuk menikah karena mereka berdua menjalin hubungan romantis selama beberapa bulan dan ada juga yang. bahkan bertunangan. Karena hubungan mereka yang sangat dekat sehingga pemohon sangat khawatir akan terjadi perbuatan yang dilarang oleh ketentuan syariat Islam jika tidak segera menikah. Dalam kasus tersebut terjadi hubungan suami istri bahkan calon istri hamil 4-8 bulan.
Jika kita tarik benang hitamnya, dapat kita simpulkan bahwa kasus permohonan dan putusan cerai meningkat sangat drastis dari tahun-tahun sebelum datangnya COVID-19 hingga masa COVID-19. Namun peningkatan ini didorong dengan diberlakukannya undang-undang terbaru yaitu UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, bukan hanya karena peluang yang ada di balik pandemi COVID-19. Apalagi jika berdasarkan undang-undang lama no. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan tidak ada peningkatan permohonan cerai, malah menurun.
Sementara itu, banyak kasus hubungan asmara yang sangat dekat dan tidak bisa dipisahkan, namun di bawah 19 tahun, perselingkuhan, hamil di luar nikah, putus sekolah, nikah siri, di bawah 19 tahun. dan bahkan kelahiran anak di luar nikah. Frekuensi perkara tersebut karena dampak pandemi Covid-19 di Kota Magelang terhadap meningkatnya perceraian yang dikabulkan oleh Pengadilan Agama Kota Magelang. Sebenarnya tidak ada konsep dispensasi nikah dalam hukum Islam karena kriteria nikah dalam hukum Islam adalah jika seseorang sudah baligh dan berakal sehat.
Namun, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Undang-Undang Hukum Islam (KHI) mengatur bahwa jika seseorang ingin menikah di bawah usia 19 tahun, ia harus mengajukan dispensasi nikah untuk mendapatkan izin dari pengadilan agama. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Sub Direktorat Emerging Infectious Diseases, Direktorat Pengawasan dan Karantina Kesehatan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Alasan Pemberian Dispensasi Nikah Bagi Pasangan Di Bawah Umur di Pengadilan Agama Semarang Tahun 2018.